[Fanfic] Only Tears: White Confession Part 3

Cast :

– Kim Myungsoo a.k.a. L Infinite
– Shin Hyunmi (imagine)

OC:

– Kim Sungkyu a.k.a. Leader Infinite
– Kim Haena (imagine)
– Lee Sungjong a.k.a. Maknae Infinite
– Shin Jinhyo (imagine)
– Lee Howon a.k.a. Hoya Infinite
– Yang Seungmi (imagine)
– Nam Woohyun a.k.a. Woohyun Infinite
– Jang Dongwoo a.k.a. Dongwoo Infinite
– Lee Seongyeol a.k.a. Seongyeol Infinite

Genre: Romance, Friendship

Disclaimer: FF ini murni karya author sendiri beserta rangkaian kata yang terinspirasi dari lirik lagu…😀
Kim Myungsoo is mine! #digantung eLements

Rate: Pikir sendiri…keke

Check it!

= = = = =

Myungsoo terus mengamati tunangannya itu yang sampai sekarang bahkan tidak mau menatapnya. “Dia bahkan menolak ciumanku!” Gumamnya kesal. “Sepertinya aku harus meminta maaf dengan cara yang dia inginkan! Arasseo, besok malam kau harus menangis Shin Hyunmi!” Tegasnya dalam hati.

Selesai perform, para member kembali ke dorm dan Hyunmi kembali ke apartemen.

“Eonnie, aku lapar!”

“Aigoo, mianhae Jinhyo-ya! Eonnie lupa kau belum maka sejak siang tadi, bagaimana kalau eonnie pesankan makanan?” Jinhyo mengangguk.

Ting tong… Ting tong…. Bell apartemen berbunyi. Hyunmi segera membukakan pintu.

“Jong Oppa? Ayo masuk!”

“Annyeong! Aku membawakan makanan!”

“Omo~ Jeongmal Gomawoyo, kebetulan sekali!” Hyunmi mengambil bungkusan itu namun ditahan Jong.

“Biar aku saja!” Ucapnya sambil tersenyum. Hyunmi hanya balas senyum lalu berjalan masuk diikuti Sungjong. “Annyeong haseyo!” Sapa Sungjong pada Jinhyo yang tengah duduk di sofa.

“Annyeong haseyo!” Balas Jinhyo.

“Nuguya?” Tanya Sungjong pada Hyunmi.

“Jinhyo, Shin Jinhyo adik sepupuku!”

“Annyeong, Sungjong imnida!” Sungjong meletakkan bungkusan makanan lalu mengulurkan tangannya.

“Jinhyo imnida!” Jinhyo menjabat tangan Sungjong.

“Wah manis sekali!” Gumamnya.

“Gomawoyo!”

“Ne! Kau kelas berapa?”

“Aku kelas 1 SMA!”

“Jeongmal?” Jinhyo hanya mengangguk. Mereka mengobrol dan menjadi lebih akrab.

“Apa member tahu Oppa di sini?” Tanya Hyunmi sambil menyiapkan makanannya.

“Ani!” Jong hanya tersenyum. “Aku stress berada di dorm!” Sungjong merapikan poninya. “Hyungdeul, membuatku melakukan semuanya. Kau tahu kan anjing-anjing yang kami rawat?” Hyunmi mengangguk. “Aku harus mengurus mereka sendiri walaupun tugas sudah dibagi!” Sungjong menghembuskan napas panjang.

“Aigoo, Oppa sabar yah!” Hyunmi menepuk pundak Sungjong. “Ayo makan dulu!” Akhirnya mereka bertiga makan malam sambil mendengarkan berbagai keluh kesah dari Sungjong tentang Hyung-Hyungnya.

= = = = =

“Annyeong, aku pulang!” Sungjong memasuki dorm.

“Yak, Sungjong-ah~ Dari mana kau?” Omel Sungkyu tiba-tiba.

“Apa aku tidak boleh jalan-jalan?”

“Lihatlah, dorm sangat berantakan!”

“Mworagoyo?”

“Aku harus pergi, kau bersihkan saja dorm! Arasseo?” Perintahnya sebelum keluar dari dorm.

“Ne!” Jawabnya dengan wajah kesal. “Nasib jadi maknae!” Gumamnya sambil masuk ke kamar. Sungjong mulai membersihkan ruang tengah di temani dengan tiga ekor anjing yang tengah sibuk bermain. “Wah, hari ini kalian terlihat baik! Tidak membuang kotoran sembarangan!” Sungjong mulai berbicara dengan ketiga anjingnya itu. Tiba-tiba seseorang keluar dari kamarnya.

“Kau sudah kembali?” Tanyanya sambil megucek matanya, sepertinya baru bangun.

“Ne!”

“Apa kau sudah makan? Bagaimana kalau kita memesan makanan?”

“Aku sudah makan!”

“Jinjja? Kau makan dengan siapa? Bukannya yang lain belum pulang?”

“Hyunmi!” Jawab Sungjong singkat tanpa mengacuhkan orang yang bertanya.

“Yak, kau janjian dengannya?”

“Aniyo, aku ke apartemennya!”

“Mwo? Yak Lee Sungjong, kau?”

“Waeyo?” Sungjong memasang tampang polosnya.

“Aisshhh, jinjja!” Myungsoo melangkah ke dapur dan terus saja memikirkannya. Member lain bahkan makan malam bersama tunangannya. “Apa-apaan ini? Sedekat apapun mereka, bagaimana mungkin sampai makan malam bersama dan tanpa aku?” Myungsoo meneguk air mineral dari botol yang sudah diambilnya di kulkas dengan sangat kesal. “Pertama Sungkyu hyung, kedua Woohyun hyung, dan sekarang Sungjong?? Apa mereka semua berniat merebut Hyunmi?” Myungsoo terus saja meneguk minuman itu dengan sangat kesal. “Ini tidak bisa dibiarkan.”

= = = = =

Hari ini recording acara variety show Infinite ‘Birth of Family’. Para member pagi-pagi sekali meninggalkan dorm, kecuali Sungkyu. Mereka sengaja meninggalkan Sungkyu sendirian untuk mengurus ketiga anjing mereka. Keenam member diberikan free time, sedangkan Sungkyu dengan sangat bosannya sendirian di dorm. Awalnya dia terus tidur, namun pada akhirnya terbangun karena ketiga anjingnya.

“Awas kalian kalau pulang!” Gumam Sungkyu. Dia masuk ke toilet yang tidak ada kamera, lalu menelpon seseorang.

“Yeoboseyo?” Jawab seseorang yang ditelponnya.

“Na-ya~”

“Hmm… Oppa memanggilku, atau berkata ini aku? Aku bingung!” Tanyanya dengan suara serak.

“Haha, aku baru sadar dengan hal itu. Memanggilmu sama dengan memanggil diri sendiri!” Canda Sungkyu. “Kenapa suaramu seperti itu?”

“Aniyo~ Gwenchanayo! Uhukk…” Haena mencoba menutupinya namun tidak bisa.

“Itu yang kau bilang baik-baik saja?”

“Gwenchanayo, hanya flu biasa!”

“Haena-ya, kau tidak tidur? Demammu itu sangat tinggi,  kenapa kau masih belum tidur? Apa kau mau pingsan lagi seperti tadi sore?” Omel seseorang di dekat Haena.

“Aishhh~” Haena meringis, dia yakin Sungkyu mendengarnya.

“Kim Haena?”

“Ne?”

“Kau masih mau bohong?”

“Entahlah, hari ini perasaanku sangat tidak enak, aku baru kembali dari rumah sakit!”

“Mworago? Dan kau tidak memberitahuku? Apa Hyunmi tahu?”

“Aniyo, aku tidak mau membuat kalian khawatir!”

“Kapan kau masuk ke rumah sakit?”

“Kemarin!” Sungkyu menarik napas panjang.

“Arasseo, karena kau menyembunyikannya maka sembunyikan saja terus. Aku ini kan tidak berhak tahu keadaanmu!” Omelnya lalu menutup telpon begitu saja. Dia terlihat kesal keluar dari toilet.

To: Hyunmi

Apa aku bisa tahu alamat Haena?

From: Hyunmi

Daerah Songsamdong No. 56. Garden House Village
Sekitar 10 kilometer dari dorm lama Oppa.

waeyo?

To: Hyunmi

Ani, ah chamkan! Bisakah kau datang malam ini ke rumah Haena?
Kita sebaiknya mengadakan tahun baru di sana! Kan malam tahun baru
nanti kami ada jadwal, jadi mungkin tidak sempat mengadakan perta.

From: Hyunmi

Algesseoyo! ^-^

Bell tiba-tiba saja berbunyi. Sungkyu membukakan pintu dengan raut wajah kesal. Semua member, kecuali Myungsoo dan Sungjong memasuki dorm. Mereka berempat langsung menyapa Dubu, Koko, dan Nurung anjing mereka tanpa mempedulikan Sungkyu.

“Yakk, kalian tidak melihatku?” Sungkyu yang merasa diabaikan akhirnya mulai emosi.

“Hai, annyeong!” Sapa Woohyun lalu kembali sibuk dengan anjing-anjing mereka.

“Aishhh, jinjja! Arasseo, terserah kalian!” Beberapa saat kemudian Sungjong datang.

“Annyeong, aku membawa hadiah!” Semua member akhirnya tertawa.

“Itu hadiah!” Kata mereka.

“Ige mwo?” Sungkyu berusaha tidak peduli.

“Ini ayam! Sesuatu yang selalu ingin kau makan saat tengah malam!” Sungkyu langsung tersenyum dan mengambil kotak itu.

“Kalian masih mengingatku?”

“Sebenarnya kami merasa bersalah!” Ujar Sungjong. Sungkyu kembali terseyum, namun tiba-tiba Woohyun merebut kotak itu.

“Ayo makan bersama!” Katanya.

“Wae? Apa kalian tidak makan tadi?” Tanya Gyu.

“Kami sudah makan!” Jawab Sungjong jujur.

“Yak, itu milikku!” Akhirnya recording hari ini selesai. Sungkyu memakan makanan yang dibawakan member. “Apa kalian senang?”

“Ne! Waeyo?”

“Bagaimana kalau kita mengadakan pesta hari ini?” Tanya Sungkyu.

“Mwo? Pesta apa?” Tanya Hoya.

“Pesta tahun baru!”

“Dimana?” Tanya Seongyeol gantian.

“Di rumah Haena, kalau kalian mau ikut cepat bersiap. Hyunmi sudah menyiapkan semuanya!”

“Yeah~ Pesta!” Teriak mereka semua.

“Mana Myungsoo?” Tanya Gyu.

“Dia tadi langsung menghilang, katanya ada urusan penting!” Jawab Seongyeol.

“Oh, kalau begitu suruh saja dia langsung menyusul!”

“Ne!” Semua member bersiap-siap, mereka langsung menuju rumah Haena.

= = = = =

Hyunmi sampai di rumah Haena dengan membawa berbagai bahan makanan untuk barbeque. Sebelumnya dia sudah menghubungi eomma Haena, bahwa mereka akan datang tanpa sepengetahuan Haena. Haena yang baru bangun dari tidurnya, kini telah duduk di depan TV. Bell berbunyi, pintu dibukakan oleh dongsaeng Haena, namanya Haewon.

“Oh, Hyunmi noona! Annyeong haseyo!” Sapanya.

“Haewon-ah, annyeong! Bagaimana kabarmu?” Hyunmi mengusap kepala namja kecil berumur empat belas tahun itu.

“Gwenchanayo, ayo masuk!” Hyunmi bersama Jinhyo masuk mengikuti Haewon. “Noona-ya, Hyunmi noona datang!” Haena kaget, dia takut Sungkyu sudah memberitahu Hyunmi.

“Haena-ya, annyeong!” Sapa hyunmi. “Mwo? Kenapa wajahmu pucat?” Hyunmi langsung mendekat pada Haena dan menyentuh dahinya. “Omo~ Kau bahkan demam!”

“Dia kemarin bahkan masuk rumah sakit!” Timpal Eomma Haena.

“Eomma?”

“Mworagoyo? Dia bahkan tidak memberitahuku, ahjumma!”

“Dia katanya tidak mau membuat khawatir, kau kan baru pulang kemarin!”

“Yak, Kim Haena! Aku ini sahabatmu, bagaimana bisa kau tidak memberitahuku?” Omel Hyunmi.

“Mianhae!” Haena menundukkan kepalanya menyesal.

“Arasseo, lain kali jangan seperti ini lagi!” Hyunmi merasa sangat khawatir. “Bersiaplah! Gyu Oppa akan datang!” Haena membulatkan matanya.

“Mwo?”

“Ne, kita akan merayakan tahun baru!”

“Tapi ini baru tanggal 29!”

“Gyu Oppa punya jadwal besoknya!” Haena panik dan bergegas masuk ke kamarnya.

“Ahjumma, sudah menyiapkan beberapa makanan! Mianhae, ahjumma dan ahjusshi harus pergi ke rumah halmoni Haena, jaga dia baik-baik yah!” Pesan Eomma Haena.

“Ne, ahjumma!”

“Haena-ya, Eomma pergi dulu!” Teriak nyonya Kim.

“Ne, eomma!” Jawab Haena dari dalam kamar, entah sedang sibuk apa. Hyunmi, Jinhyo, dan Haewon duduk di depan TV. Hyunmi sedang menyiapkan meja makan di depan TV itu. Tiba-tiba ponselnya berdering.

From: Myungsoo Oppa

Kalau kau masih mau melihatku, cepat datang ke sungai Han!

Dia menatap layar ponselnya khawatir, namun sesaat kemudian ragu. “Dia tidak mungkin melakukan hal bodoh!” Hyunmi langsung saja mengabaikan pesan itu dan kembali sibuk dengan pekerjaannya, dia kini dibantu Jinhyo dan Haewon. Beberapa saat kemudian, Sungkyu dan member lain tanpa Myungsoo datang.

“Annyeong haseyo!” Sapa semua member pada Haewon yang membukakan pintu.

“Annyeong haseyo!” Sapa Haewon.

“Nuguseyo?” Tanya Haewon.

“Kami teman-temannya Haena, nuguseyo?” Tanya Sungkyu kembali.

“Kim Haewon imnida! Namdongsaeng-nya Haena! Silahkan masuk!” Haewon berjalan masuk diikuti semuanya, Sungkyu langsung mengusap kepala anak kecil itu. Dia memang menyukai anak kecil.

“Oh, kalian sudah datang! Ayo duduk!” Ajak Hyunmi.

“Mana Haena?” Tanya Sungkyu sambil memandang ke sekeliling rumah.

“Dia belum keluar sejak aku bilang Oppa akan datang!” Jawab Hyunmi sambil tersenyum. Hyunmi melihat member satu per satu, namun tidak menemukan sosok Myungsoo.

“Mencari Myungsoo?” Tebak Seongyeol.

“Aniyo!”

“Aku pikir dia bersamamu, tadi dia buru-buru pergi,” Jelas Seongyeol. “Aku harap jangan marah lagi padanya! Dia sudah menjelaskan semuanya, kan? Kenapa kau masih marah padanya? Dia tidak melakukan apa-apa, Jiae yang langsung mencium pipinya!” Jelas Seongyeol lagi mencoba memberi pemahaman, dia kira Hyunmi sudah tahu semua itu.

“Mworagoyo? Pipi?”

“Ne, bukankah dia sudah menjelaskannya?” Timpal Dongwoo.

“Hyunmi-ya, dia akhir-akhir ini sedang banyak pikiran. Mengertilah! Dia juga harus fokus pada drama terbarunya, di antara kami, dia yang paling stress,” Hoya menambahkan. Hyunmi langsung bangkit, di saat bersamaan Haena keluar dari kamarnya.

“Mau kemana?” Tanya Haena.

“Aku harus pergi!” Ucap Hyunmi buru-buru keluar, saat baru saja membuka pintu, Seungmi datang.

“Hyunmi-ya, eoddhikka?”

“Masuk saja! Aku ada urusan penting!” Kata Hyunmi sambil tersenyum, Seungmi memasuki rumah Haena sesuai kata Hyunmi.

“Annyeong haseyo!” Sapa Seungmi pada semua yang ada di ruangan itu.

“Seungmi?” Hoya sedikit kaget dengan kedatangan yeojachingu-nya.

“Seungmi-ya, kau juga di sini?” Tanya Haena.

“Hyunmi memintaku datang ke sini, kebetulan aku sedang berada tidak jauh dari sini.” Jelas Seungmi.

“Ayo duduk!” Haena mempersilahkan Seungmi duduk.

“Hey, kenapa  duduk di sana? Apa kalian ada masalah?” Canda Dongwoo, dia bergeser sedikit dan meminta Seungmi duduk di sebelah Hoya.

“Aniyo!”

“Tidak usah malu!” Semua member tersenyum melihat tingkah mereka, wajah Hoya dan Seungmi tiba-tiba memerah.

“Haena-sshi, apa kau tetap mau berdiri di sana?” Tanya Seongyeol. Haena langsung mematung. Sungkyu memandang ke arah Haena, dia berdiri lalu menarik Haena duduk di sebelahnya.

“Aigoo, leader kita lincah juga!” Komentar Dongwoo. Haena tidak berani memandang Gyu.

“Wae?” Tanya Sungkyu.

“Aku pikir Oppa marah padaku!”

“Aku tidak akan memaafkanmu secara cuma-cuma, kau harus membayar semuanya! Mulai sekarang kau harus melaporkan apapun yang terjadi padamu, atau bahkan apapun yang sedang kau lakukan, ara?” Semua member memandang nakal ke arah mereka. “Wae?” Sungkyu langsung menyerang mereka dengan tatapan membunuh, semuanya langsung diam.

“Ahh… ayo makan!” Seongyeol mengalihkan pembicaraan.

“Mereka berbeda dengan pasangan di sampingku!” Gumam Dongwoo sambil melirik ke arah Hoya dan Seungmi yang terlihat kaku satu sama lain, mereka memang selalu menjadi kaku di hadapan orang banyak, walau kenyataannya mereka itu lawan bicara yang selalu memahami satu sama lain.

= = = = =

Hyunmi buru-buru naik ke bus dan mencoba menghubungi Myungsoo. “Dia kan namja babo, bisa saja dia benar-benar melakukan hal bodoh!” Gumamnya sambil terus menghubungi nomor Myungsoo. Telponnya terhubung.

“Yeoboseyo?” Jawab seseorang, dia bukan Myungsoo.

“Chogiyo, nuguseyo?”

“Jwaseonghaeyo, anda siapanya pemilik ponsel ini? Di sini sama sekali tidak ada orang, aku baru saja melihat seseorang melompat ke dalam sungai Han, aku tidak tahu harus melakukan apa!” Hyunmi langsung shock mendengar kabar itu, detak jantungnya kini tak beraturan. Telpon terputus, hati Hyunmi mulai tidak tenang. Dia rasanya ingin cepat sampai ke tempat itu. Bus pun berhenti beberapa saat kemudian. Dia berlari tanpa mempedulikan salju yang mulai turun. Tidak butuh waktu lama, dia sudah sampai di tepi sungai itu.

“Myungsoo-ya~ Oppa~ Kim Myungsoo? Oddhika?” Dia seperti orang gila berteriak di sekitar sungai, tempat itu sangat sepi. Mungkin karena salju yang sudah mulai turun, jadi orang-orang memutuskan untuk tidak ke tempat itu. Air matanya mulai mengalir, dia semakin mendekat ke sungai itu dan terus saja berteriak memanggil nama yang sama. “Oppa~ kau dimana??” Pipinya sudah sangat basah, air matanya terus dan terus saja mengalir tanpa berhenti. Ketakutannya mengalahkan dingin yang mulai menusuk ke tubuhnya. “Kim Myungsoo, kau dimana? Hikss…hikss…!” Tiba-tiba saja saat semakin dekat ke sungai, dia menginjak batu yang tidak kuat hingga terpeleset, nyaris jatuh ke dalam sungai. Namun sedetik kemudian seseorang menarik tangannya ke dalam pelukannya.

“Neon mitchyeosseo?” Bentak namja itu. Amarah mulai menguasainya. “Apa kau mau mati? Kenapa kau harus sedekat itu ke sungai? Bagaimana kalau kau terjatuh? Apa kau bahkan tidak bisa mempertahankan hidupmu untuk dirimu sendiri?” Bentak namja itu tanpa jeda. Yeoja dalam pelukannya itu membeku, beberapa detik sebelumnya dia nyaris kehilangan nyawanya. Butuh waktu yang lama dia bisa menguasai dirinya kembali.

“Hiks….hiks….” Dia hanya bisa menangis sambil memukul-mukul dada namja di hadapannya.

“Mianhae! Aku sudah membentakmu!” Namja itu menyesali perbuatannya. Dia Myungsoo, ia memeluk yeojanya itu semakin erat. Hyunmi terus saja menangis.

“Jangan pernah… melakukan… ini lagi… hiks…” Kata Hyunmi dalam tangisnya.

“Neon baboya? Kenapa kau itu gampang sekali dibohongi?” Tanpa berpikir, Hyunmi langsung melingkarkan tangannya di leher namja itu dan sedikit menarik Myungsoo menunduk dan sesaat kemudian mendaratkan bibirnya ke bibir Myungsoo. Myungsoo agak kaget dengan perlakuan Hyunmi padanya, dan beberapa saat kemudian Myungsoo sadar kalau yeoja yang sedang berciuman dengannya tidak memakai mantel dan bibirnya terasa sangat dingin. Myungsoo merapatkan tubuh yeoja itu ke dalam pelukannya, tidak lama setelah itu yeoja itu melepaskan pelukannya dan tidak sanggup lagi berdiri. “Hyunmi-ya, gwenchana?” Myungsoo langsung panik. Hyumi masih sadar, namun tubuhnya sudah sangat kedinginan. Dengan cepat, Myungsoo membuka mantelnya dan memakaikannya di tubuh tunangannya itu. Dia terlihat semakin panik dan segera membawa Hyunmi ke dalam sebuah gedung. “Mianhae!” Ucap Myungsoo sambil menggosok tangan Hyunmi dengan kedua tangannya, mencoba menghangatkan tubuh Hyunmi.

“Nan gwenchana!” Ucap Hyunmi lemah.

“Gwenchana? Bagaimana bisa kau menyebut dirimu baik-baik saja?” Omel Myungsoo. “Tunggu di sini!” Myungsoo meninggalkan Hyunmi dan kembali dengan dua gelas kopi hangat. “Minum ini?” Myungsoo membantu Hyunmi meminum kopi hangat itu. “Kau sudah tiga kali membuatku hampir mati!” Gumamnya. Myungsoo mengusap-usapkan kedua tangannya karena kedinginan. Hyunmi yang mengerti Myungsoo kedinginan, mencoba melepas mantel hitam yang dipakaikan Myungsoo padanya.

“Neon babo!” Balas Hyunmi sambil tersenyum melihat perlakukan namja itu.

“Kau yang bodoh! Kenapa kau melepaskan mantelnya?” Myungsoo kembali memakaikan mantel itu pada Hyunmi.

“Kau bisa kedinginan!”

“Ani!” Sesaat kemudian lengan namja itu sudah melingkar di pundak Hyunmi. Hyunmi sekali lagi tersenyum dengan tingkah Myungsoo. Myungsoo merangkul Hyunmi dan Hyunmi bertahan dalam dekapan namja itu.

“Saranghae!” Gumamnya hampir tak terdengar.

“Nado!” Balas Myungsoo kemudian mengecup puncak kepala Hyunmi. “Ah kau menghancurkan rencanaku! Aku ingin membuatmu menangis tapi tidak dengan caara itu!” Kata Myungsoo setelah dalam waktu lama terdiam seperti itu.

“Mwoya?”

“Ah chamkan! Gitarku!” Myungsoo mengingat kalau dia langsung sama menjatuhkan gitarnya waktu melihat Hyunmi nyaris terjatuh.

“Wae?”

“Kau tunggu di sini!”

“Mau kemana? Di luar dingin!” Myungsoo langsung pergi tanpa mempedulikan kaata Hyunmi. Tidak butuh waktu lama, Myungsoo kembali dengan gitar akustik yang sempat dia tinggalkan. “Apa kau berniat menyanyikan lagu untukku, seperti di drama-drama?”

“Percaya diri sekali! Haha…”

“Nyanyikan sebuah lagu dengan gitar itu!”

“Apa harus?” Hyunmi memanyunkan bibirnya.

“Arasseo, ahh ini pertama kalinya aku bernyanyi sendirian dan pertama kalinya bernyanyi untuk seseorang!”

“Jinjja? Apa kau berharap aku percaya?”

“Yak, apa kau masih tidak mau mempercayaiku?”

“Aku akan mempercayaimu, tapi nyanyikan lagu dengan gitar itu!”

“Hmmm…hmmm…” Myungsoo mulai mengetes suaranya. Hyunmi ingin sekali tertawa melihat ekspresi namja di hadapannya. Dia mulai memainkan gitarnya, kemudian mulai bernyanyi.

aju orae jeon neoreul boatdeon
Geu neukkimeul gieokhe nan
Aku ingat perasaan itu beberapa waktu yang lalu
Ketika aku melihatmu

“Lagu kesukaanku!” Hyunmi terlihat senang. Myungsoo hanya balas tersenyum.

neoreul alatdeon nareul alatdeon
Geu shijeoli saenggakna
Aku ingat waktu itu ketika aku mengenalmu
Dan kau mengenalku

Mendengar bagian itu, Hyunmi tiba-tiba teringat hari dimana dia menyatakan perasaannya kepada Myungsoo.

neoreul dalmgo shipdeon eouligo shipdeon
Ganjeolhaesdeon shiganeul
Nan dashi saenggakhae
Aku berpikir tentang waktu itu
Ketika aku ingin menjadi sepertimu
Keluar bersamamu

da jinagan hannat chueok bboningeol
Tapi adalah kenangan yang telah berlalu

And, Can you smile? niga weonhajana
Niga barajanha
Nae mam maneuroneun
Neol jabeul suga obtneungabwa
Dan, bisakah kau tersenyum? Kau ingin ini,
Kau berharap untuk ini, aku sepertinya tidak bisa memilikimu
Dengan hanya hatiku

And, Can you smile?
nega galajanha
Nan gwenchanhdajeonha
Majimak neoege
Nan igeot bakken mot junabwa
Dan, Bisakah kau tersenyum? Aku berkata untuk pergi
Aku berkata aku baik-baik saja
Terlihat seperti aku tidak bisa memberikanmu apapun
Tapi pada akhirnya ini untukmu

Mendengar Myungsoo bernyanyi hatinya sakit. “Kajima, jangan pernah mengatakan untuk pergi!” Batin Hyunmi.

imi orae jeon naega badatdeon
Ni mameumeul gieokhae nan
Aku ingat beberapa waktu yang lalu
Ketika aku menerima hatimu

naegen neomchideon niga gomabdeon
Geu shijeoli saenggakna

Aku berpikir waktu itu ketika kau
Sangat mencintaiku, dan aku sangat berterima kasih

“Aku baru sadar lagu ini tentang kami!” Batinnya lagi.

gajang saranghal ddae gajang haengbokhal ddae
Ibyeoleul majuhaesseo
Naegen cham neomchyeoseo
Kita datang menyebrangi rintangan
Ketika kita sangat saling mencintai
Dan ketika kita berada dalam kebahagiaan
Aku tidak bisa menggenggammu kembali karena kau

mianhaeseo jabadul sun eobtneungeol
Sangat mencintaiku, karena aku sangat minta maaf

“Aniya, jangan pernah mengatakan maaf!” Hyunmi terus berperang dengan hatinya. Lagu ini semakin lama membuatnya semakin sakit.

And, Can you smile? niga weonhajana
Niga barajanha
Nae mam maneuroneun
Neol jabeul suga obtneungabwa
Dan, bisakah kau tersenyum?
Kau berharap untuk ini,
Aku sepertinya tidak bisa memilikimu
Hanya dengan hatiku

And, Can you smile? nega galajanha
Nan gwenchanhdajeonha
Majimak neoege
Nan igeot bakken mot junabwa

Dan, bisakah kau tersenyum? Aku berkata untuk pergi,
Aku berkata aku baik-baik saja
Terlihat sepertinya aku tidak bisa memberikanmu apapun
Tapi ini pada akhirnya untukmu

geuredo geuredo gyeolguk geuredo nan…
Hajiman amado gyeolguk geuredo nan…
Geuredo geuredo gyeolguk geuredo nan…
Hajiman gyeolguk geuredo nan…
Dan tetap, tetap, pada akhirnya, tetap aku…
Tapi mungkin pada akhirnya… Aku tetap…
Dan tetap, tetap, pada akhirnya, tetap aku…
Tapi pada akhirnya, aku tetap…

“Aku hanya ingin tetap dirimu!” Tanpa sadar Hyunmi mulai meneteskan air matanya. Myungsoo tetap fokus pada gitarnya tanpa tahu yeoja di sampingnya itu menangis.

And, Can you smile? neol jabgo shipjiman
butjabgo shipjiman
ne gyeote isseoseo
neon uteumeul ilheogajanha

Dan, bisakah kau tersenyum? Aku ingin pergi,
Aku ingin menggenggam.
dengan tetap di sisiku
Kau akan kehilangan senyumanmu.

And, Can you smile?  naega garajanha
nan gwenchanhdajanha
ne gyeoteul ddeonaya
neon hengbokhal su isseunikka
Dan, bisakah kau tersenyum? Aku berkata untuk pergi
Aku berkata aku baik-baik saja
Kau hanya bisa bahagia
Sekali kau pergi dari sisiku

Infinite – Can You Smile?

“Keumanne!” Satu kata yang keluar dari mulut yeoja itu. Myungsoo mengakhiri permainannya dan mengalihkan pandangannya ke yeoja di sampingnya.

“Kenapa menangis? Apa kau terharu?” Ejek Myungsoo sambil mengusap air mata Hyunmi. Tiba-tiba saja Hyunmi memeluknya dengan sangat erat. “Wae?” Tanya Myungsoo sambil mengusap kepala yeoja itu.

“Anjoha! Aku tidak suka lagu itu! Jangan pernah lagi menyanyikannya untukku!” Kata Hyunmi sambil terisak.

“Bukankah ini lagu kesukaanmu?”

“Ani, mulai sekarang aku tidak suka lagu itu, jadi jangan pernah menyanyikannya di hadapanku lagi!” Pinta Hyunmi. Myungsoo bingung dengan yeoja itu, baru saja tadi Hyunmi bilang ini lagu kesukaannya, dan sekarang dia membenci lagu itu.

“Kenapa tiba-tiba?”

“Suaramu jelek, jadi jangan nyanyikan lagu ini lagi!” Ungkap Hyunmi sedikit berbohong, masalahnya terletak pada makna lagu ini.

“Yakkk, kau mencelaku?” Myungsoo mulai kesal.

ne gyeote isseoseo, neon uteumeul ilheogajanha. Bahkan kalau aku harus kehilangan senyum sekalipun, aku akan tetap memilih bersamamu! Jangankan senyuman, kehilangan kebahagiaanku pun tidak masalah, asal aku selalu di dekatmu!” Myungsoo mulai mengerti kenapa Hyunmi menangis.

“Hey, apa seburuk itu bersamaku?” Myungsoo menanggapinya dengan candaan. “Aku akui selama ini sudah membuatmu mengeluarkan banyak air mata, tapi kalau sampai kehilangan kebahagiaanmu, bukankah itu berlebihan? Aku jadi terlihat seperti nappeun namja!”

Ne gyeoteul ddeonaya, neon hengbokhal su isseunikka. Aku tidak akan pernah pergi darimu!”

“Dan aku juga tidak akan pernah membiarkanmu pergi!” Timpal Myungsoo dan sekali lagi mencium kening tunangannya itu. “Aku tidak ada maksud menyanyikan lagu ini, aku menyanyikannya hanya karena aku tahu kalau kau suka lagu ini! Jadi jangan pernah berpikir aku akan pergi dan jangan pernah berpikir untuk pergi dariku!”

Hyunmi menarik napas lega. “Siapa bilang aku tidak pernah bahagia bersama seorang Kim Myungsoo?” Batinnya.

“Sepertinya salju sudah berhenti! Kita pulang sekarang?” Hyunmi mengangguk.

“Ah chamkan! Semuanya menunggu kita di rumah Haena!”

“Jeongmal? Jadi kita ke rumah Haena saja? Tapi bagaimana dengan keadaanmu?”

“Nan gwenchana! Aku sudah pergi terlalu lama,  jadi sebaiknya kita ke sana!” Myungsoo hanya mengangguk mengerti, dia membantu Hyunmi keluar dari gedung itu sambil merapatkan mantel pada tubuh Hyunmi. “Kau tidak kedinginan?” Tanya Hyunmi saat duduk di halte bersama Myungsoo.

“Bagaimana bisa aku kedinginan, sementara kehangatanku tepat di sampingku?” Wajah Hyunmi memerah, tangan Myungsoo masih saja melingkar di bahunya, menggesek-gesekkan tangannya agar hangat.

“Tck… sejak kapan mulutmu manis begitu?” Ledek Hyunmi. Myungsoo hanya tersenyum. Beberapa saat kemudian bus datang, mereka berdua naik ke bus menuju ke rumah Haena.

= = = = =

To Be Continued…

13 thoughts on “[Fanfic] Only Tears: White Confession Part 3

  1. uwowowo..
    akhirnya author update jg,aku uda lma nih nungguin^^

    Tu,Sunggyu Home Alone di BOF yh thor?! haha ^^

    aigoo,myungsoo nya jd so sweet bgt..
    kasih konflik yg menyayat hati lg donk ^^ trus kasih skandal jg antara woohyun n hyunmi atw hyun mi ujong :p

    ih,menghayati bgt aku bca FF ini,soalnya nama ceweknya tu Hyunmi,sama kyk nama korea aku ^^v
    Mianhe kepanjangan komennya😀

    CEPET LANJUT thor (/\)

  2. ya ya ya ya.. so sweet..
    Myungsoo knp dirimu jdi sweet bgini..
    Aku suka banget jln critanya..

    Lannjut thor..
    Jgn klmaan ya..:)
    Oh, iya thor..
    Blh gak aku bantu promosiin blog ini dan britahu klu wp ini lgi butuh author.??..

    Mian lancang..:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s