[Fanfic] Only Tears: White Confession Part 2

Cast :

– Kim Myungsoo a.k.a. L Infinite
– Shin Hyunmi (imagine)

OC:

– Kim Sungkyu a.k.a. Leader Infinite
– Kim Haena (imagine)
– Lee Sungjong a.k.a. Maknae Infinite
– Shin Jinhyo (imagine)
– Lee Howon a.k.a. Hoya Infinite
– Yang Seungmi (imagine)
– Nam Woohyun a.k.a. Woohyun Infinite
– Jang Dongwoo a.k.a. Dongwoo Infinite
– Lee Seongyeol a.k.a. Seongyeol Infinite

Genre: Romance, Friendship

Disclaimer: FF ini murni karya author sendiri beserta rangkaian kata yang terinspirasi dari lirik lagu…😀

Kim Myungsoo is mine! #digantung eLements >o<

= = = = =

“Mianhae!” Ucap Myungsoo setelah lagu itu berakhir.

Beberapa hari kemudian mereka kembali ke Korea.

= = = = =

“Yeoboseyo?” Myungsoo menelpon eommanya.

“Myungsoo-ya, bagaimana kabarmu? Mani beogoshipeo!” Ucap eomma Myungsoo.

“Nan gwenchanayo, eomma!”

“Kau makan dengan baik, kan?  Kau istirahat yang cukup? Eomma lihat jadwalmu sangat padat!”

“Ne eomma, eomma tidak perlu khawatir, semuanya berjalan lancar!”

“Oh iya, Hyunmi ke Taiwan kan? Besok pernikahan kakak sepupunya, cucu tertua dari keluarga Shin! Tapi sayangnya eomma tidak bisa ke sana!”

“Jeongmalyo eomma? Bagaimana kalau aku saja yang ke sana?”

= = = = =

“Hyunmi-ya, bagaimana dengan gaun ini?” Tanya Seorang yeoja dengan membawa gaun putih yang tidak begitu mewah namun mempesona.

“Itu bagus, Eonnie! Soohyun Oppa pasti suka!”

“Oh ya, dimana dia? Tadi katanya cuma mau beli minum!” Yeoja itu calon istri Soohyun, kakak sepupu Hyunmi. Namanya Lee Hyera.

“Mungkin antri?”  Jawab Hyunmi. “Sudahlah, sekarang eonnie coba yang ini yah!” Hyunmi mendorong Hyera memasuki ruang ganti.

“Yeoboseyo? Oppa dimana?”

“Mian, Oppa buru-buru ke bandara! Kalian tunggu di sana dulu yah! Oppa akan cepat kembali, annyeong!” Soohyun langsung menutup telponnya.

“Mwo? Untuk apa ke bandara?” Hyunmi hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Bagaimana?” Tanya Hyera saat keluar dari ruang ganti.

“Waahh~ yeppuda!” Hyunmi kagum melihat Hyera dengan gaun putih yang dikenakannya.

“Gomawo!” Hyera tersenyum malu. “Mana Oppa?”

“Katanya dia harus buru-buru ke bandara, kita di suruh menunggu di sini!”

“Yak, Oppa teganya! Memang mau apa dia ke bandara?”

“Mollayo!” Hyera memanyunkan bibirnya. “Tenang saja eonnie, kita kan bisa bersenang-senang sepuasnya di sini!” Hyunmi membawakan satu gaun lagi. “Coba yang ini!” Hyera kembali tersenyum.

“Benar juga! Aku malu kalau harus mengenakan ini di hadapannya…hehe!” Kata Hyera. “Chamkan! Bagaimana kalau sekarang kau saja yang mencoba pakaiannya biar aku bisa lihat bagus atau tidaknya!”

“Mworagoyo? Kenapa aku?”

“Kalau ada yang bagus kan bisa kau kenakan pas jadi pendamping eonnie!” Hyera gantian mendorong Hyunmi ke ruang ganti. Dia dibantu oleh beberapa pegawai yang memang bertugas membantu mengenakan gaun di butik itu. Hyunmi hanya pasrah dengan terus memandangi tubuhnya yang dibalut dengan gaun putih itu, gaun yang baru pertama kalinya dia kenakan. Hyunmi perlahan keluar dari ruang ganti.

“Hwaa~ jeongmal yeppuda!” Hyera termangu melihat pemandangan di hadapannya. “Coba yang lain!” Perintahnya. Hyunmi menghembuskan napas pasrah lalu kembali ke ruang ganti.

“Eonnie, kan bukan aku yang mau menikah?” Omel Hyunmi sambil membenarkan letak kain penutup di kepalanya.

“Justru itu, harusnya ku liat dulu kalau bagus keliahatan padamu, eonnie akan mencobanya!” Hyera cengingisan.

“Aishh, eonnie! Tapi ini ribet sekali!” Omel Hyunmi sambil melangkah masuk ke ruang ganti. Hyera melihat-lihat gaun sambil menunggu Hyunmi keluar dari ruang ganti. Sudah hampir sejam mereka melakukan ini, Hyunmi sudah mengenakan enam gaun, hanya enam gaun dalam waktu sejam karena memakainnya memang sangat susah.

“Eonnie, yang ini bagaimana?” Hyunmi keluar dengan gaun ketujuhnya.

“Sepertinya terlalu mewah!” Komentar Hyera. Hyunmi menghembuskan napas kesal. “Hehe… mianhae! Ah… bagaimana kalau yang ini? Yah yang ini sangat cocok untukmu! Sederhana tapi sangat indah! Coba dulu yah!”

“Aku juga suka, kenapa tidak sejak tadi kita melihatnya!” Hyunmi melakukan high five dengan Hyera.

“Chagiya, kenapa kau di sini? Kau tidak mencoba gaunnya?” Tiba-tiba Soohyun datang bersama dengan seorang namja.

“Oppa, akhirnya kau datang! Aku mau melihat dulu apa gaunnya bagus atau tidak!”

“Mana Hyunmi?”

“Dia mencoba gaun untukku! Hehe…”

“haha… kau ini tega sekali pada dongsaengku!” Soohyun mengacak rambut Hyera.

“Hehe… sebenarnya aku ingin memilihkan gaun untuk dia kenakan nanti, cuma ingin mengerjainya sedikit!” Ungkap Hyera. “Nuguseyo?” Tanya Hyera sambil melirik ke arah namja di sebelah Soohyun.

“Dia calon adik iparku…haha!” Canda Soohyun.

“Annyeong haseyo!” Namja itu membungkukkan badannya hormat. Hyera ikut memberi hormat.

“Oppa, kita harus mengambil cincin yang kita pesan kemarin di toko sebelah!”

“Oh iya aku hampir lupa! Kajja!” Ajak Soohyun. “Kau di sini dulu yah! Kami cuma sebentar!” Namja itu hanya mengangguk. Dia melihat-lihat pakaian di butik itu. Entah apa yang ada dalam pikirannya. Lima belas menit berlalu.

“Eonnie, aku suka yang ini! Bagaimana menurutmu?” Hyunmi keluar dari ruang ganti mengenakan gaun pengantin putih yang sederhana namun terlihat sangat indah. Dia bertanya sambil terus menatap ke bawah ke arah gaunnya. Namja itu berbalik, perhatiannya kini tertuju pada yeoja itu, dia terdiam. Namja itu terpesona pada yeoja di hadapannya.

Yeoja itu mengangkat kepalanya. “Oppa?” Dia itu masih terdiam karena terpesona. Hyunmi langsung berbalik dan mencoba kembali ke ruang ganti. Namja itu langsung menahan tangan Hyunmi. “Lepaskan!” Melihat namja itu hatinya sakit lagi, air matanya jatuh lagi. Namja itu langsung menarik Hyunmi ke dalam pelukannya.

“Sampai kapan kau akan marah?” Tanya namja itu, dia Myungsoo. “Kenapa kau tidak mau mengangkat telponku atau sekedar membalas pesanku?” Hyunmi memberontak, dia mencoba melepaskan diri dari namja itu. Myungsoo melepaskannya. Hyunmi segera bersembunyi di balik ruang ganti.

“Mana Hyunmi?” Soohyun sudah kembali bersama Hyera.

“Dia belum keluar!”

“Lama sekali!” Hyera mendekat ke ruang ganti. “Hyunmi, palliwa!” Hyunmi segera menghapus air matanya.

“Ne, eonnie!” Dia keluar sambil tersenyum senang.  “Bagaimana? Bagus tidak?”

“Hwaa daebak! Kau pakai ini saja nanti! Sebenarnya eonnie sudah memesan sebelumnya dengan Soohyun Oppa…kekeke!”

“Yak, jadi untuk apa aku di sini?” Omelnya.

“Mian, kami ingin memberikan gaun untuk kau kenakan nanti menjadi pendamping eonnie!”

“Dan pendampingku sudah di sini!” Lanjut Soohyun. Hyunmi berbalik, berpura-pura belum melihat Myungsoo.

“Myungsoo? Kapan kau…?” Hyunmi pura-pura kaget. Myungsoo membulatkan matanya.

“Ya sudah! Kau pasti merindukannya! Tapi sebaiknya kita kembali!” Perintah Soohyun. Setelah mengambil gaun pernikahannya, mereka semua kembali ke mobil.

Ponsel Soohyun berdering.

“Yeoboseyo?”

“Soohyun-ah, kalian dimana? Besok pernikahanmu dan kalian masih berkeliaran?” Omel eomma Soohyun.

“Tenang saja, eomma! Kami akan segera kembali setelah berjalan-jalan sebentar!”

“Arasseo, jangan terlalu lama! Kau harus istirahat supaya tidak drop besok!”

“Ye, eomonim!”

“Waeyo, Oppa?” Tanya Hyera yang duduk di sebelahnya.

“Eomma marah kita belum kembali…haha!”

“Kalau begitu kita kembali saja!”

“Aniya, kita ke pantai dulu! Sudah lama tidak ke sana bersamamu! Aku ingin itu menjadi kenangan sebelum kita menikah!” Hyera hanya tersenyum. Soohyun mengacak rambut Hyera, kemudian menatap ke cermin mobil. “Hmm… Tapi sepertinya pasangan yang lain sedang ada masalah!” Hyunmi dan Myungsoo, keduanya menatap keluar kaca mobil berlainan arah.

“Aku rasa juga begitu!” Timpal Hyera. Hyunmi dan Myungsoo sama sekali tidak mendengarkan mereka, hingga sampai di pantai.

“Wah indah sekali~ haruskah kita menunggu sampai matahari terbenam?” tanya Hyera. Soohyun langsung merangkulnya.

“Tentu!”

“Oppa, aku rindu sekali dengan Korea!”

“Tenang saja, setelah resepsi di sini kita akan melakukan resepsi di Korea nanti!” Jawab Soohyun sambil tersenyum.

“Hyunmi-ya, gomawo sudah menemani eonnie hari ini!” Hyunmi hanya tersenyum.

“Kalian sejak tadi tidak berbicara satu sama lain, wae?”

“Aniyo!” Jawab Hyunmi dan Myungsoo bersamaan. Menyadari jawaban mereka sama, mereka berdua langsung mengalihkan pandangan.

“Berkata tidak bukan berarti tidak ada masalah! Haha…” Timpal Soohyun. “Ya sudahlah, biarkan mereka menyelesaikan masalahnya! My princess, maukah kau ikut aku mendekat ke pantai?” Soohyun mengulurkan tangannya pada Hyera. Hyera hanya tersenyum dan membalas uluran tangan  Soohyun, mereka berdua berjalan ke mendekat ke pantai. Hyunmi dan Myungsoo hanya memandang ke arah mereka berdua yang sedang kejar-kejaran di pantai. Kenangan itu terlintas di kepala mereka. Mereka pernah berada di tempat yang sama.

“Kita berada dalam satu kelas bukan kebetulan tapi takdir, kau penggemar rahasiaku itu takdir, kau hadir di hadapanku saat membutuhkan seorang yeoja untuk jadi yeojachinguku itu takdir, kita putus dan dipertemukan kembali sebagai tunangan itu takdir. Petemuan, perjodohan, rasa cinta, itu semua bukan kebetulan! Itu semua takdir, tidak ada kata kebetulan untuk hati seseorang! Perasaan cintaku kepada yeoja manja ini nyata bukan hanya sekedar kata sesederhana  kebetulan! Aku mencintaimu jauh sebelum kau mencintaiku!” Kata-kata itu kembali terngiang di telinga Hyunmi, namja yang berdiri di sampingnya itu pernah mengatakannya. Tanpa sadar sudut matanya kembali mengeluarkan air mata. Myungsoo melirik yeoja di sebelahnya itu, beberapa saat sebelumnya dia juga mengingat kembali keadaan dimana dia dan Hyunmi berdiri di tepi pantai dan saling mengungkapkan perasaan, keadaan dimana hatinya sangat leluasa untuk  mengucapkan kata-kata yang mungkin menurutnya memuakkan jika di dengar dari seorang playboy.

“Wa…wae..?” Myungsoo ketakutan, yeoja di sebelahnya menangis lagi. Hyunmi mengusap matanya, lalu meninggalkan Myungsoo agar Myungsoo tidak melihatnya menangis. “Mau kemana?” Hyunmi masih tidak mengacuhkannya dan terus berjalan, Myungsoo mempercepat langkahnya. “Chamkaman!” Panggilnya, masih tidak ada jawaban dari yeoja yang sudah tidak bisa membendung air matanya itu. Myungsoo meraih lengan yeojanya itu dan sesaat kemudian membalikkan tubuhnya dan langsung menciumnya. Hyunmi langsung mendorong Myungsoo lalu berlari dengan air mata yang terus mengalir di wajahnya. Myungsoo terdiam di tempatnya, perlakuan Hyunmi membuatnya membeku. Dia sekarang tahu, semarah apa Hyunmi padanya.

Myungsoo terus memandang kepergian Hyunmi tanpa berani melakukan apapun, kakinya seperti melekat di pasir pantai tak sanggup melangkah bahkan untuk sekedar mengejar yeoja itu. “Kim Myungsoo babo! Kenapa kau bahkan tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun di hadapannya? Penjelasan atau semacamnya! Arghhh~” Myungsoo mengacak rambutnya frustasi akan ketidakberdayaannya. Satu-satunya tujuan jauh-jauh ke Taiwan untuk membereskan kesalahpahaman yang terjadi, namun saat bertemu Hyunmi lidahnya malah keluh dan lebih memilih untuk membisu.

“Hyunmi kemana?” Tanpa sadar Soohyun dan Hyera sudah kembali.

“Morigesseoyo! Tadi dia pergi begitu saja!”

“Oh, mungkin dia ke caffee di sebelah sana! Itu tempat favoritnya.”

“Kalian sudah selesai? Sampai lupa waktu kalau sudah berdua!” Hyunmi tiba-tiba datang, berbeda dari sebelumnya. Senyumnya terukir lebar menandakan tidak ada yang terjadi.

“Hehe, kau dari mana?” Tanya Soohyun.

“Hmm…” Hyunmi mengangkat kantongan yang dibawanya untuk menjelaskan semuanya.

“Kau memang kebiasaan kalau sudah ke sini!” Soohyun mengacak rambut dongsaengnya itu.

“Aku suka caffe latte di tempat itu!”

“Ara!”

“Eonnie bahkan tau! Soohyun Oppa hampir seratus kali menceritakan cerita yang sama setiap kali ke pantai ini! Haha…”

“Mworagoyo?”

“Kau dan Oppa katanya hampir setiap minggu ke tempat ini!”

“Hehe… Itu waktu SMP!”

“Ne, dia pernah tidak mengajakku bicara selama seminggu karena tidak mengajaknya ke pantai seperti biasa.Tapi sejak Hyunmi pindah ke Seoul, aku selalu pergi sendirian dan akhirnya bertemu denganmu!” Lanjut Soohyun sambil menatap Hyera.

“Kalian sangat serasi!” Gumam Hyunmi.

“Kau dan Myungsoo juga sangat serasi!” Hyera meraih tangan Hyunmi dan tangan Myungsoo lalu menautkannya. “Nah begini baru benar!” Hyunmi langsung terdiam.

“Oh iya, apa kalian hanya bertemu di perjodohan? Kudengar kalian satu sekolahan!” Tanya Soohyun.

“Aku dan Hyunmi sebelumnya pacaran!” Jawab Myungsoo.

“Wah daebak! Kalian pacaran dan ternyata dijodohkan?”

“Ne!”

“Kalian sepertinya memang berjodoh!” Timpal Hyera. Myungsoo hanya tersenyum, berbeda dengan Hyunmi yang hanya diam.

“Ini minumnya!” Hyunmi menyerahkan cup coffe ke Soohyun dan Hyera. Lalu memberikannya pada Myungsoo tanpa mengatakan apapun.

“Kajja, kita harus kembali sekarang!” Ajak Soohyun. Mereka kembali ke mobil lalu mengantar Hyera pulang. Sesampainya di depan rumah Hyera, Soohyun turun untuk membukakan pintu.

“Oppa tidak masuk dulu?”

“Aniya, tidak usah! Salah saja pada eomonim dan abonim, ne!”

“Ne!”

“Kau istirahat yang cukup, aku tidak mau melihat pengantin wanitaku besok tidak sehat, ara?”

“Hehe, ne!” Soohyun mencium kening Hyera.

“Ara, masuklah!” Hyera kemudian masuk kie rumahnya. Myungsoo dan Hyunmi hanya menonton mereka dari jendela mobil.

“Aku masuk dulu yah! Annyeong!” Hyera melambaikan tangan pada Myungsoo dan Hyunmi. Setelah itu mereka pulang ke rumah.

“Annyeong, kami pulang!” Teriak Soohyun saat memasuki rumah yang lumayan besar itu.

“Oppa dari mana saja?” Jinhyo tiba-tiba menyambut mereka dengan wajah kesal.

“Oh, Jinhyo-ya? Bagaimana sekolahmu hari ini, chagi?” Soohyun pura-pura tidak ada yang terjadi dan langsung merangkul dongsaengnya itu.

“Yak, Oppa jawab aku! Tega sekali Oppa tidak menungguku pulang dulu!!” Jinhyo mendorong Soohyun menjauh. Soohyun hanya bisa menggaruk kepalanya.

“Mianhae, nae yeppeo dongsaeng!”

“Eomma, Oppa sudah pulang nih!” Teriak Jinhyo, Soohyun sudah tahu akan kena marah dari eommanya karena tidak mengajak Jinhyo dan pulang malam. Soohyun berniat menjitak dongsaengnya itu. “Hwaa~ Eonnie~” Jinhyo langsung bersembunyi di belakang Hyunmi. “O’, chamkaman! Nuguseyo?” Tanyanya sambil menunjuk Myungsoo.

“Hey, Soohyun-ah! Dari mana saja kau? Besok pernikahanmu tapi kau malah keluyuran dan mengajak Hyera pula!” Eomma Soohyun datang. “O’, nuguya?” Tanya Eomma Soohyun sama dengan Jinhyo.

“Annyeong haseyo, Kim Myungsoo imnida!” Sapanya ramah.

“Myungsoo-ya? Kau di sini?” Tiba-tiba eomma Hyunmi juga keluar.

“Ne, eomonim! Eomma tidak bisa datang jadi aku yang menggatikannya!” Jawabnya sambil tersenyum.

“Oh, jadi ini yang namanya Myungsoo?” Gumam Eomma Soohyun sambil mendekat dan tersenyum mengusap pundak Myungsoo. “Kau pasti lelah perjalanan jauh! Ayo masuk! Soohyun, antarkan dia ke kamar tamu!”

“Argghhh… lelah sekali!” Gumam Soohyun sambil meninggalkan semuanya yang berkumpul di ruang tamu.

“Dasar anak itu!” Eomma Soohyun terlihat kesal dengan sikap Soohyun. “Ya sudah, Hyunmi kau bisa kan mengantar Myungsoo ke kamar tamu?” Hyunmi yang sejak tadi diam langsung kaget.

“Hoo? Naega?” Eomma Hyunmi memandangnya bingung. “Ah, ne tentu saja ahjumma!” Hyunmi menggandeng tangan Myungsoo dengan senyum dipaksakan. Dia membawa Myungsoo ke kamar yang dimaksud Ahjumma-nya. Saat sampai di kamar itu, Hyunmi langsung melepas tangannya dan berniat pergi.

“Chamkan!” Myungsoo menahan tangan Hyunmi. “Biar kulihat lukamu!” Myungsoo mencoba membuka sweater hitam yang dikenakan Hyunmi, namun Hyunmi menahannya. “Sampai kapan kau akan seperti ini?” Tanyanya pelan. Hyunmi masih enggan berbalik. “Kau tahu, aku tidak akan mengatakan apapun untuk membela diri!” Lanjutnya. Dia mendekat dan memeluk Hyunmi dari belakang. “Apa kau pikir apa yang kau lihat selalu benar?” Myungsoo memelankan suaranya agar tidak terdengar orang lain. “Kau hanya perlu mengenal hatiku! Benar, aku tidak harus menjelaskan apapun! Kau bisa menilai sendiri karena kau sudah dewasa!” Hyunmi melepas tangan Myungsoo lalu berbalik.

“Kau salah! Aku ini masih anak kecil seperti yang selalu kau bilang! Aku belum bisa mengerti! Aku tidak mengenal hatimu! Apa kau pikir segampang itu tidak mempercayai mataku? Aku salah menganggap selama ini mata itu bisa berbohong, tapi aku tetap berharap mata itu bisa berbohong! Aku tidak bisa… Aku tidak bisa melihatmu bersama yeoja lain!” Myungsoo langsung mencium Hyunmi hingga tidak dapat berkata apapun lagi, namja itu terus mencium Hyunmi namun tetap tidak ada respon darinya. Sadar akan hal itu, Myungsoo melepaskan ciumannya.

“Ulljima!” Peintahnya dengan penuh penekanan. “Kenapa kau selalu membuatku tidak tenang hanya dengan air matamu?” Myungsoo benar-benar merasa tidak tenang. “Keumanne!” Myungsoo kembali mengendalikan emosinya. “Hyunmi-ya, aku ini selalu percaya dengan apa yang aku lihat! Tapi sekarang aku tahu apa yang kau maksud dengan mata bisa berbohong! Sekarang terserah kau mau percaya pada matamu atau pada hatimu!” Hyunmi keluar dari kamar itu tanpa mengatakan apapun. “Myungsoo-ya, yang kau katakan sudah benar!” Gumam Myungsoo. Tidak lama kemudian Hyunmi kembali membuka pintu tiba-tiba. Dia gelagapan dan menghapus air matanya cepat, Myungsoo hanya menatapnya bingung.

“Anggap saja tidak ada yang terjadi di depan eomma!”

Tok…tok…tok…

“Myungsoo? Kau di dalam? Ayo makan malam dulu!” Hyunmi mengisyaratkan Myungsoo untuk membuka pintu.

“Ne eomonim!” Dia menarik tangan Hyunmi lalu membuka pintu.

“Oh Hyunmi juga di sini?” Hyunmi membulatkan matanya menatap Myungsoo.

“Ne eomonim!” Jawabnya gugup.

“Arasseo, ayo makan malam!” Eomma Hyunmi hanya tersenyum lalu meninggalkan mereka.

“Tckk…”  Myungsoo menarik Hyunmi turun untuk makan malam sesuai permintaan eommanya.

“Ah, Myungsoo ayo duduk!” Ajak Eomma Soohyun.

“Ne!” Myungsoo menarik kursi. “Duduklah!” Perintahnya pada Hyunmi. Hyunmi  menatapnya bingung dan Myungsoo hanya memberi isyarat untuk duduk hingga akhirnya Hyunmi duduk.

“Wah kalian ini serasi sekali!” Ucap Eomma Soohyun.

“Gomawoyo, ahjumma!” Myungsoo sekali lagi tersenyum sangat manis.

“Dia berlebihan!” Gumam  Hyunmi dengan raut kesal.

= = = = =

Hari ini resepsi pernikahan Soohyun, kakak sepupu Hyunmi. Hyunmi menjadi pendamping Hyera dan Myungsoo menjadi pendamping Soohyun.

“Bagaimana?” Tanya Soohyun sambil meminta pendapat Myungsoo yang duduk di ruangan itu bersamanya.

“Bagus, hyung!” Ucapnya sambil mengacungkan jempol.

“Gomawo!” Soohyun kembali merapikan jasnya.

“Kajjayo, hyung! Acara sudah hampir mulai!” Myungsoo dan Soohyun berjalan menuju aula resepsi. Mereka berdua dan para tamu menunggu  pengantin yeoja. Perlahan Hyunmi keluar dengan gaun putih berendah selutut, ditutupi dengan jas lengan pendek senada, rambutnya yang lurus kini menjadi rambut bergelombang, dan membuat Myungsoo terpesona dengannya.

“Dongsaeng-ku, yeppeo ne?” Soohyun menyikut Myungsoo yang termangu. Dia hanya tersenyum. Setelah itu, Hyera keluar bersama Appa-nya dan perlahan mereka mendekat.

“Hyera noona juga cantik!” Balas Myungsoo pada Soohyun yang behkan lebih termangu saat melihat calon istrinya.

“Tentu saja!” Gumamnya masih dengan wajah takjub tanpa mengalihkan pandangannya dari Hyera.

“Wah, pengantin dan pendampingnya susah dibedakan! Haha…” Komentar Eomma Soohyun. Acara pun dimulai. Myungsoo dan Hyunmi mendampingi mereka berdua selama pernikahan berlangsung.

“Jadi kau akan kembali besok pagi?” Tanya Eomma Hyunmi.

“Ne, eomonim! Aku masih ada kegiatan.”

“Wah sayang sekali! Tapi katanya Hyunmi masih mau di sini sampai liburannya selesai.”

“Gwenchanayo, eomonim! Mungkin Hyunmi butuh waktu untuk refreshing!”

“Hyunmi-ya, bagaimana kalau kau ikut Myungsoo pulang saja? Kasihan dia kalau pulang sendirian!” Perintah Eomma Hyunmi.

“Shireoyo, Eomonim! Dia juga tidak akan ada yang culik kalau pulang sendiri!” Hyunmi meninggalkan mereka. Myungsoo dan Eommanya.

“Mianhae, Myungsoo-ya! Mungkin dia marah karena kau tidak bisa di sini lama-lama! Haha… anak itu tidak pandai menyembunyikan perasaannya.” Eomma Hyunmi malah tertawa melihat sikap putrinya.

“Apa mungkin?” Batin Myungsoo sambil tersenyum simpul.

“Tenang saja! Eomonim pastikan besok dia pulang bersamamu!” Myungsoo menaikkan satu sudut bibirnya mendengar perkataan Eomma Hyunmi, dia senang tidak harus meminta Hyunmi kembali dengan mulutnya sendiri.

= = = = =

“Ahh, jinjja! Jinhyo-ya, kajja!” Hyunmi melirik kesal pada namja di sampingnya lalu menarik kopernya naik ke mobil. Myungsoo hanya tersenyum penuh kemenangan.

“Eonnie, tunggu aku! Eomma, aku pergi dulu yah!” Jinhyo mencium pipi Eommanya sambil berpamitan.

“Minggu depan Eomma dan Oppa-mu juga akan ke sana, jadi tenang saja yah!” Pesan Eomma Jinhyo.

“Ne, Eomma! Aku bisa jaga diri kok!” Jinhyo mengedipkan matanya sebelah. Dia melangkah melewati Myungsoo, menatap sinis namja itu lalu bergegas masuk ke mobil.

“Wa…wae?” Tiba-tiba saja Myungsoo merasakan keanehan dari tatapan yeoja kecil itu.

“Myungsoo-ya, hati-hati yah!” Myungsoo langsung tersadar dan memberi hormat.

“Ne, eomonim!”

“Myungsoo, ahjumma titip Jinhyo juga yah! Dia itu anak yang baik kok!”

“Ne, ahjumma!”

“Aigoo, menantumu ini tampan dan baik sekali!” Ujar Eomma Jinhyo pada Eomma Hyunmi.

“Gomapseumnida, ahjumma!”

“Arasseo, cepatlah! Kalian bisa ketinggalan pesawat!”

“Ne!” Myungsoo memberi hormat sekali lagi, lalu masuk ke mobil.

“Eonnie, aku mau tinggal sama Eonnie saja di Seoul!” Kata Jinhyo.

“Jeongmal? Hmm… Nanti coba bilang sama ahjumma dulu! Oh ya, bagaimana hari terakhirmu di sekolah kemarin?”

“Hmm… Aku sedih harus berpisah dengan teman-temanku!” Jinhyo terlihat sedih mengingat perpisahannya dengan teman-teman di sekolah sebelumnya.

“Kau kan bisa bertemu mereka lagi kalau liburan ke Taiwan!”

“Ne!” Jinhyo kembali tersenyum. “Oh ya, beberapa hari yang lalu ada seorang namja yang menanyakan tentang eonnie!”

“Jinjja? Nugu?” Myungsoo yang duduk di depan mulai tertarik mendengarkan.

“Kalau tidak salah namanya…? Xiang Lee!”

“Mworago? Apa namja tinggi dan berkacamata?”

“Ah ne!”

“Omo~ Kenapa kau baru bilang sekarang? Dia itu sunbae eonnie di SMP! Kau bertemu dimana?”

“Dia guru olah raga baru di sekolahku!”

“Ah jinjja! Aku sudah lama sekali tidak bertemu dengannya!”

“Haha… Eonnie merindukannya? Dia bilang padaku, dia itu namja yang sering memperhatikan eonnie. Dia benar-benar menyukai Eonnie!”

“Haha… Aniya. Itu hanya teman-teman eonnie yang salah paham eonnie suka padanya! Eonnie cuma kagum karena kecerdasannya waktu SMP.”

“Hmm… Jadi begitu?” Myungsoo langsung memasang headset-nya karena tidak tahan lagi mendengar cerita mereka. Tidak lama kemudian, mereka sampai di Bandara.

Sekali lagi, Myungsoo duduk sendirian, Hyunmi duduk bersama Jinhyo di pesawat.

= = = = =

“Ini apartemen, Eonnie?” Sesampainya di Korea, mereka langsung ke apartemen.

“Ani, ini apartemennya!” Tanpa dijelaskan Jinhyo sudah mengerti yang Hyunmi maksud adalah Myungsoo yang berjalan di belakang mereka.

“Oh!” Jawab Jinhyo singkat. Sejak awal Jinhyo memang tidak terlalu suka pada Myungsoo. Myungsoo mengaktifkan ponselnya dan dalam waktu singkat sudah dipenuhi pesan dari manajernya.

“Aku pulang dulu!” Pamitnya. Hyunmi hanya mengangguk tanpa berbalik. Tiba-tiba ponselnya berdering.

“Yeoboseyo?”

“Hyunmi-ya, apa kau masih di Taiwan?”

“Eonnie, aniyo! Aku baru saja sampai di Korea!”

“Mianhae, bisakah eonnie minta bantuanmu? Malam ini member harus tampil di sebuah acara, tapi eonnie tidak tahu menyimpan konsep sebelumnya dimana, kau tahu kan?”

“Ne, eonnie!”

“Gomapta, kau bisa datang ke kantor segera! Karena cuma kau dan eonnie yang tahu bagaimana konsep itu!”

“Ne, aku akan ke sana sekarang!” Hyunmi menutup telponnya.

“Mau kemana?” Tanya Myungsoo.

“Jinhyo, kau di sini dulu yah! Eonnie ada urusan mendadak!”

“Ne eonnie!” Hyunmi meninggalkan apartemen bersama Myungsoo tapi seperti orang yang saling tidak mengenal. Myungsoo merasa sangat aneh dengan keadaan ini, namun dia tetap memutuskan untuk diam. Mereka memasuki ruang latihan bersama.

“Oppadeul, annyeong haseyo!” Sapa Hyunmi saat melihat para member berkumpul.

“Hyunmi-ya, kapan kau kembali?” Tanya Woohyun senang.

“Baru saja dua jam yang lalu!”

“Dan kau langsung ke sini?” Tanya Sungkyu.

“Ne, ada beberapa pekerjaan yang harus aku kerjakan bersama coordi eonnie!”

“Bukannya kau di Taiwan satu bulan? Ini baru dua minggu!” Timpal Seongyeol.

“Seharusnya begitu!” Hyunmi terlihat kesal, semua member mengerti dengan apa yang Hyunmi maksud dengan ‘Seharusnya begitu’.

“Yak, Myungsoo-ya apa kau memaksanya kembali ke Seoul?” Selidik Seongyeol.

“Naega wae?”

“Apa kalian sudah baikan?” Selidik Seongyeol lagi.

“Dia bahkan tidak mau menatapku!”

“Apa kau sudah menjelaskannya?”

“Menjelaskan apa?” Myungsoo meninggalkan Seongyeol yang sebenarnya masih ingin menanyakan banyak hal.

“Bagaimana keadaanmu? Luka di lenganmu baik-baik saja, kan?” Woohyun menyerang Hyunmi dengan banyak pertanyaan. “Ah, chamkan! Sepertinya ada yang berubah!” Ujar Woohyun. Tiba-tiba semua member berbalik menatap Hyunmi kecuali Myungsoo.

“Aku rasa juga begitu!” Para member mendekat dan menatap lekat pada Hyunmi.

“Rambut! Kemana rambut lurusmu?”  Dongwoo menyentuh rambut Hyunmi.

“Aku pikir apa! Kalian biasa saja! Ini cuma sementara, kemarin kakak iparku membuat rambutku jadi seperti ini!” Hyunmi menghembuskan napas sambil tersenyum.

“Oh, aku pikir karena dia!” Seongyeol melirik ke arah Myungsoo yang sedang meneguk minuman dari botol.

“Mworagoyo? Kenapa harus karena dia?”

“Kau tidak tahu? Type ideal-nya itu kan seorang yeoja innocent dengan rambut panjang bergelombang dan aura yang memabukkan!” Timpal Woohyun.

“Mworagoyo?”

“Hyunmi innocent, tapi secara fisik bukankah dia tidak termasuk type ideal-nya Myungsoo? Tapi dengan rambut seperti ini, pas sekali! 100% type idea-nya Myungsoo…haha…” Komentar Dongwoo.

“Keumanne!” Ucapnya dengan nada dingin dan terlihat kesal. Semua member berhamburan menjauh dari Hyunmi.

“Geurae, aku harus bertemu coordi eonnie dulu! Annyeong haseyo!” Hyunmi pamit pada semua member.

“Kau kemari untuk bekerja?” Tanya Myungsoo namun tidak ada jawaban dari Hyunmi yang sudah menghialng di balik pintu.

“Wah ini aneh!” Dongwoo menelengkan kepalanya.

“Hyunmi selalu ada di sekitar Myungsoo dan sekarang malah dia yang bersikap dingin!” Lanjut Woohyun.

“Diam kalian!” Ucap Myungsoo dingin dengan aura membunuh.

= = = = =

Myungsoo terus mengamati tunangannya itu yang sampai sekarang bahkan tidak mau menatapnya. “Dia bahkan menolak ciumanku!” Gumamnya kesal. “Sepertinya aku harus meminta maaf dengan cara yang dia inginkan! Arasseo, besok malam kau harus menangis Shin Hyunmi!” Tegasnya dalam hati.

To be continued…

Mian yah lanjutannya kelamaan…hehe!
Part selanjutnya sabar yah! Author coba nyari inspirasi dlu…

4 thoughts on “[Fanfic] Only Tears: White Confession Part 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s