[Fanfic] Be Mine Part 12 FINAL

Cast: Kim Myungsoo aka L Infinite, Shin Hyunmi (Imagine), Sungkyu,

Other cast: Lee Junghwan aka Sandeul B1A4, Seungyeol, Sungjong, Haena (imagine), Hoya Infinite, Yang Seungmi (imagine).

Genre: Romance, School, friendship

Author: RyeoChan aka YunTaeryeo

Twitter: @RyeoChan12

Disclaimer: Fanfic ini murni dari kepala author, ga ada plagiat2an… Rangkaian kata juga dari author…😀

= = = = =

“Oppa!” Panggil seseorang. Aku berbalik, dia di sini.

“Kenapa kau ke sini?” Dia tidak menjawab.

“Cepat bersiap! Palli!” Dia memberikan kostumku. Sudah lama aku tidak bertemu dengannya, karena harus ke Jepang untuk syuting drama, hari ini comeback Infinite dan dia ternyata masih menjadi coordi.

“Mwoya?”

“Tidak usah banyak ngomong!” Dia hanya tersenyum dan mendorongku masuk ke ruang ganti. Semua member menertawaiku.

“Jadi sekarang panggil Oppa?” Ledek Dongwoo hyung. Bisa kudengar semua member tertawa.

“Dia memaksaku!” Jawabnya jujur. Semua member kembali tertawa.

“Kenapa kalian tertawa? Ada yang lucu?” Aku keluar dari ruang ganti. Mereka semua diam.

“Kajja! Kajja!” Manajer tiba-tiba datang. Kami semua bersiap ke atas panggung.Aku sengaja menunggu mereka keluar. Saat aku yakin semuanya pergi, aku menarik tangannya dan langsung menciumnya.

“Beogoshipeo!” Bisikku lalu pergi. Tidak terdengar suara dari bibirnya, aku pikir dia terlalu terpesona.

Selesai perform kami mengganti pakaian untuk recording selanjutnya. Amazing.Setelah perform kami kembali ke dorm tapi ternyata masih berlanjut dengan syuting ‘Sesame Player’. Lumayan melelahkan tapi sangat menyenangkan. Hari ini kami berkeliling mempromosikan album baru kami, dan dance di tengah kota. Selesai syuting aku ke apartemen sebentar hanya untuk melihat keadaannya, aku gengsi mengakui aku sangat merindukannya.

“Untuk apa kemari?” Tanyanya saat membukakan pintu.

“Apa aku tidak boleh kemari?”

“Ani, bukan itu maksudku! Bukannya Oppa sangat sibuk?”

“Aku masih ada waktu sedikit! Mana Haena?”

“Dia harus pulang ke rumah karena sepupunya datang!” Jelasnya. Aku hanya mengangguk paham. “Oppa pulang saja, nanti manajer Oppa mencarimu!”

“Kenapa dari tadi kau terus saja menyuruhku pulang?” Selidikku. Dia menggaruk kepalanya.

“Ani, aku hanya takut manajer Oppa curiga pada kita!”

“Jangan khawatir! Kemari!” Aku menariknya duduk di sebelahku. “Sepertinya kau sudah terbiasa memanggilku Oppa? Haha…” Dia mengambil bantal sofa dan melayangkannya di bahuku.

“Ini semua karena oppa terus saja memintaku mengirim pesan tiap lima menit hanya berisikan kata ‘Oppa’ selama kau di Jepang!”

“Hahaha…,” aku tertawa menang, dia benar-benar melakukan itu selama aku di Jepang. Tiap lima menit sekali pasti ada pesan darinya dan isinya cuma kata ‘Oppa’. Yeoja ini benar-benar innocent.

“Yak, Oppa berhenti tertawa!” Omelnya sambil terus memukulkan bantal.

“Haha… sudah hentikan!” Aku menahan bantalnya tapi masih terus tertawa.

“Aishh… Kim Myungsoo menyebalkan!” Dia meningglkanku dan berjalan ke arah TV sambil menghembuskan napas panjang.

“Wae? Kenapa kau mendengus?”

“Ani!” Dia terlihat sibuk mengacak-acak DVD.

“Cari apa?”

“DVD yang akhir-akhir ini sering aku tonton, kemarin ada di sini! Dimana yah?”

“Mwo?”

“Hary Potter!” Aku juga ikut mencari.

“Aku sudah lama tidak menonton itu, kau menemukannya?”

“Beberapa hari yang lalu aku bersih-bersih dan tidak sengaja menemukannya!”

“Tapi subtittenya tidak berfungsi bagaimana bisa kau mengerti?” Aku menaikkan satu sudut bibirku tersenyum mendengar apa yang dia katakan.

“Aku sudah menonton sampai yang ketiga!”

“Mwo? Kau mengerti?” Aku mengernyitkan dahi. Dia hanya mengangguk tanpa menatapku dan terus fokus mencari DVD. “Tanpa subtittle?”

“Ne, untuk apa subtittle! Movie-nya juga Cuma pake bahasa Inggris bukan bahasa spanyol ataupun Italy!”

“Cuma katamu?”

“Aigoo, jangan bilang oppa heran aku mengerti? Aku ini sekolah di Taiwan dua tahun di sekolah Internasional dan harus menggunakan English tiap hari!” Aku baru tahu itu, dia bisa bahasa Inggris.

“Ah, molla!” Aku menggeleng dan kembali duduk di sofa.

“Akhirnya ketemu! Ini pertama kalinya aku tertarik menonton cerita fantasy!” Dia mem-play DVD dan mulai menontonnya. Aku hanya bisa menatap layar TV tanpa mengerti apa yang mereka katakan, sedangkan yeoja di sampingku ini sangat berkonsentrasi pada filmnya. Aku merebahkan kepalaku di pangkuannya, dia tidak bergeming masih saja fokus. “Wah great! Omo~ apa yang terjadi?”

“Arghhh~”  Dia mencengkram bahuku sangat erat aku melirik ke TV, ternyata peran utamanya sedang berhadapan dengan musuh. Entah aku lupa namanya. Hyunmi sama sekali tidak sadar, sanking terbawa suasana, tubuhku menjadi sasarannya, sesekali dia mencengkram tanganku, bahkan memukulkan bantal ke wajahku.Aku bosan melihat layar TV yang sama sekali tidak aku mengerti. Aku lebih memilih untuk tidur.

Author POV

Hyunmi mengambil remot lalu mematikan TV, Myungsoo kini telah tertidur di pangkuan Hyunmi yang sejak tadi tidak sadar kalau tunangannya itu sudah tertidur karena bosan.

“Dia pasti kelelahan!” Hyunmi perlahan menyandarkan kepala Myungsoo pada bantal sofa. “Aku jadi tidak bisa latihan karena dia di sini… huft…!” Hyunmi ke dapur untuk mengambil minum dan kembali lagi setelah mengambil selimut dari kamarnya untuk menyelimuti Myungsoo yang sudah benar-benar terlelap dalam tidurnya. “Aku masih tidak menyangka kenapa aku bisa terjebak dalam situasi seperti ini denganmu?” Yeoja itu terus memandangi Myungsoo yang tertidur. “Bagaimana bisa seorang yeoja biasa sepertiku tiba-tiba menjadi tunangan bintang sepertimu? Aku ini hanya Shin Hyunmi yang bukan tidak sepantasnya berdampingan dengan seorang L Kim!” Hyunmi terus berbicara dengan namja yang enth mendengar hal itu atau tidak. “Sekeras apapun aku berpikir, tidak masuk akal kau bisa bersamaku! Aku hanya penggemar rahasiamu yang tiba-tiba muncul dan menyatakan perasaan padamu! Aku hanya yeoja yang kebetulan datang saat kau membutuhkan seorang yeojachingu! Aku hanya orang yang kebetulan menjadi cucu halmoni yang menjodohkan kita! Dan aku hanya kebetulan masuk ke dalam kehidupanmu! Tapi aku yakin perasaanku bukan hanya sebuah kebetulan!” Hyunmi mendekatkan wajahnya, lalu mencium pipi tunangannya itu. “Jalja!” ucapnya sebelum masuk ke kamarnya.

“Itu bukan kebetulan tapi takdir!” Gumam Myungsoo sambil membuka matanya saat Hyunmi sudah menghilang di balik pintu kamar.

= = = = =

“Myungsoo Oppa!”

“Ne?”

“Aku akan pergi ke Jepang lusa!”

“Jinjja? Untuk apa?”

“Aku mewakili Daekyung untuk lomba menulis di sana!”

“Jeongmal? Aku juga akan ke Jepang tapi tiga hari lagi!”

“Bukannya sudah?”

“Ani, masih ada scene yg harus aku selesaikan!”

“Algesseo! Oppa tidak mau pulang sekarang?”

“Kau mengusir pemilik apartemen ini?”

“Ani, aku pikir oppa ada jadwal hari ini!”

“Iya, aku hampir lupa! Kau tidak ikut?”

“Aku masih harus mengurus sesuatu di kampus, aku sudah minta ijin pada eonnie tidak datang hari ini!”

“Arasseo! Kalau begitu aku pergi dulu!” Myungsoo pergi dari apartemen kembali ke dorm.

“Akhirnya dia pergi juga!”Hyunmi menghembuskan napas pelan. Hyunmi mulai menyalakan TV, dia memainkan lagu Tell me milik Wonder Girls dan lagu itu kini memenuhi ruangan apartemen Hyunmi. Hyunmi mulai menggerakkan tubuhnya mengikuti alunan musik dan video yang kini telah ditayangkan di TV, gerakan yang lumayan akurat karena dia sudah memperlajarinya seminggu lebih. Beberapa minggu yang lalu dia ditunjuk sebagai perwakilan club teaternya untuk mengikuti audisi trainer di Loen Entertainment yang sedang mengadakan audisi pencarian bakat, Hyunmi sama sekali tidak menginginkan itu, dia hanya merasa tidak enak pada senior dan teman-temannya yang memberikan kepercayaan padanya, sebenarnya bukan Hyunmi tapi orang yang seharusnya menjadi perwakilan mengalami kecelakaan yang cukup parah. Dia juga tidak ingin memberi tahu Myungsoo tentang kegiatan barunya ini.

Musik kini berganti, kali ini layar TV menampilkan ‘Chu’ milik f(x). Seperti sebelumnya, Hyunmi juga bisa melakukan gerakan dengan cukup baik, namun di pertengahan lagu dia kebingungan dengan gerakannya, dia lupa harus bagaimana. “Aisshhh… molla!” Dia menghentikan kegiatannya karena sudah cukup bingung, sampai sekarang dia belum terlalu bisa melakukan gerakan sulit. Dia berbalik dan mendapati seorang namja yang sejak tadi berdiri bersandar pada pintu sambil menyilangkan tangannya di dada mengamati apa yang dilakukan Hyunmi.

“Oppa masih di sini?”

“Ige mwo?” Tanyanya dingin. Hyunmi tidak tahu harus bagaimana. Lagu dari TV mengiringi kebingungan Hyunmi dan namja yang masih setia menanti jawaban darinya. “Shin Hyunmi, jawab aku!” katanya penuh penekanan.

“Mianhae!” Hyunmi menundukkan kepalanya.

“Aku butuh penjelasan!” Katanya masih dengan nada dingin. “Coordi noona bilang akhir-akhir ini kau jarang membantunya karena sibuk dengan kegiatanmu, dan dia bilang kau juga sering sekali nonton perform girl group! Untuk apa? Apa kau harus tampil sebuah acara lagi?”

“Aku harus ikut audisi!” Hyunmi masih belum berani menatap namja di hadapannya itu.

“Audisi apa?” Myungsoo mendekat untuk mendapat penjelasan yang lebih.

“Aku ditunjuk mewakili club teater untuk ikut audisi Loen entertainment!” Lanjutnya.

“Mworago?” Myungsoo terlihat kaget mendengarnya, sebelumnya dia begitu shock melihat Hyunmi dapat melakukan gerakan dance dengan baik. “Sejak kapan kau latihan seperti ini? Jadi alasanmu terus mengusirku karena ini?”

“Sejak 2 minggu yang lalu!”

“Eomonim tahu kau ikut audisi?” Hyunmi hanya menggeleng.

“Hentikan semuanya! Kau tidak boleh ikut audisi!” Hyunmi mengangkat kepalanya mendengar apa yang dikatakan Myungsoo barusan.

“Itu tidak mungkin!”

“Apa masalahnya?”

“Ini maslaah tanggung jawab!”

“Tanggung jawab? Haha…” Myungsoo tertawa sinis. “Ini bukan tanggung jawabmu! Apa kau berniat menjadi seorang artis?”  Hyunmi kembali menundukkan kepalanya. “Shin Hyunmi, liat aku!” Myungsoo memegang kedua bahu Hyunmi. “Dunia entertainment tidak semudah yang kau bayangkan!” Myungsoo menatap lekat yeoja di hadapannya itu. “Hentikan sekarang!”

“Apa yang salah? Apa aku tidak pantas berdiri di atas panggung?”Hyunmi akhirnya menaikkan nada bicaranya lalu meninggalkan Myungsoo yang masih bediri mematung tidak menyangka Hyunmi akan mengatakan itu.

“Dia pikir dia siapa mengatur-aturku seperti itu?” Hyunmi melangkah kesal berjalan mencari udara segar untuk menenangkan dirinya. “Ahh, molla!” Dia berjalan dalam kegelapan malam di tengah kota Seoul. “Dia pasti meragukanku bisa berdiri di atas panggung! Kau senang kan bersama girl group di atas panggung?” Dia terus saja mengomel sendiri selama berjalan. Akhirnya setelah meminum banyak cola dia memutuskan kembali ke apartemen, larangan Myungsoo membuatnya semakin bersemangat untuk ikut audisi.

Setelah mengurus berkas-berkas yang harus dia bawa untuk lomba ke Jepang, Hyunmi ke gedung SBS karena diminta membantu coordi, hari ini Infinite comeback di SBS. Dia sebenarnya enggan bertemu Myungsoo, sampai sekarang dia dan Myungsoo sama sekali belum bertemu dan bicara sejak malam itu.

“Hyunmi, kenapa berdiri di sana? Palliwa, recording sebentar lagi!” Hyunmi yang sejak tadi berdiri di ambang pintu menimbang-nimbang harus masuk atau tidak, di sana ada Myungsoo. Hyunmi memasuki ruang tunggu Infinite tanpa menyapa Myungsoo, hanya tersenyum pada member lain. Hyunmi membantu para member berpakaian dan saat membantu Myungsoo hanya ada keheningan di antara mereka.

“Ada apa?” Bisik Woohyun saat Hyunmi membantunya.

“Aniyo!” Jawab Hyunmi singkat. Semua member bingung melihat sikap Hyunmi dan Myungsoo yang hanya diam satu sama lain. Hingga selesai perform, belum ada sepatah katapun yang keluar dari bibir mereka.

“Ada apa ini? Sepertinya ada peran dingin?” Canda Dongwoo sambil melirik Myungsoo dan Hyunmi bergantian.

“Molla, sepertinya mereka ada masalah!” Tambah Seongyeol. Orang yang dibicarakan tetap diam dan tidak peduli. Mereka berdua masih bertahan tidak bicara sampai Hyunmi kembali ke apartemen.

Hyunmi duduk di sofa sambil membolak-balik ponselnya. Pagi ini dia akan berangkat ke Jepang, dia bingung apa dia harus memberitahu Myungsoo apa tidak. Akhirnya dengan pertimbangan yang cukup lama, Hyunmi mengirim pesan pada tunangannya itu.

To: Myungsoo babo

Oppa, aku berangkat hari ini jam 9!”

Pesan singkat itu dikirimnya dengan mengurangi gengsinya. Setelah mengirim pesan tersebut, dia ke Daekyung dan berangkat bersama seniornya ke bandara. Dan tepat jam 9 naik pesawat ke Jepang.

= = = = =

Setelah menyelesaikan aktivitasnya hari ini, dia kembali ke hotel dan beristirahat karena kelelahan. Dia sudah dua hari di Jepang dan menjalani beberapa sesi perlombaan. Selesai membersihkan diri, Hyunmi merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Ponselnya berdering.

“Yeoboseyo?”

“….”

“Sunbae? Ne, besok pagi jam 9 kan?”

“….”

“Makan malam? Malam ini?”

“….”

“Algesseoyo!”

“….”

“Annyeong haseyo!” Hyunmi menutup telponnya, itu telpon dari sunbaenya yang datang bersamanya ke Jepang untuk lomba menulis. Dia mengajak Hyunmi makan malam di restoran hotel malam ini. Setelah menutup telpon, seseorang mengetuk pintu kamarnya. Dia bangkit dari tempat tidurnya lalu membuka pintu kamar.

“Nuguseyo?” Dia menginti keluar. “Oppa?” Namja itu tengah bersandar di dinding dekat pintu kamar.

“Kajja!” Dia langsung menarik Hyunmi.

“Chamkaman!” Hyunmi menahannya. “Mau kemana?”

“Aku hampir lupa! Kunci kamarmu dulu!” Hyunmi masuk sebentar ke kamarnya untuk mengambil kardigan dan tasnya, kemudian mengunci kamarnya.

“Mau kemana? Aku sangat lelah!” Hyunmi mengikuti namja itu, dia Myungsoo.

“Kau tidak bertanya kenapa aku di sini?” Myungsoo berhenti tiba-tiba.

“Oppa ke sini untuk syuting drama!”

“Dari mana kau tahu?”

“Babo! Kau sendiri yang bilang beberapa hari yang lalu!” Hyunmi melangkah kesal meninggalkan Myungsoo.

“Kau masih marah?” Myungsoo melangkah lebih cepat menyusul Hyunmi.

“Molla!” Hyunmi mengalihkan pandangannya.

“Aku ke sini bukan untuk meminta maaf! Kajja!” Dia menarik Hyunmi berjalan lebih cepat, mereka berdua naik kereta entah kemana.

“Kita mau kemana? Bagaimana kalau kita tersesat? Aku tidak tahu daerah di Jepang, kalau Taiwan aku masih bisa mengerti!” Hyunmi memanyunkan bibirnya, mereka berdiri di dalam kereta karena sudah tidak ada tempat duduk.

“Tenang saja! Aku sudah pernah ke sini sebelumnya!” Berbagai pasang mata mengamati mereka berdua. Beberapa orang terlihat sedang membaca buku dalam kereta.

“Ngomong-ngomong kau tidak memakai penyamaran?”

“Ani, untuk apa? Mereka juga tidak akan mengenalku!” Hyunmi berpura-pura tidak peduli.

“Kenapa ekspresimu seperti itu?”

“Ani!” Tiba-tiba kereta berhenti, Hyunmi malah terjatuh dalam pelukan Myungsoo. Mereka berdua jadi salah tingkah.

“Aneh, kenapa aku masih saja deg-degan kalau tiba-tiba berdekatan dengannya!” Batin Hyunmi.

“Apa yang salah?” Myungsoo juga terlihat gugup. Mereka berdua turun dari kereta dan berjalan menuju pantai.  Berjalan dengan saling menggenggam tangan.

“Myungsoo Oppa!”

“Ne?”

“Aku mau naik sepeda!” Hyunmi menarik Myungsoo ke tempat penyewaan sepeda.

“Kau benar-benar mau naik sepeda ke pantai?” Hyunmi mengangguk semangat. “Arasseo!”

“Tapi aku tidak begitu lancar naik sepeda!”

“Mwo? Jadi kenapa kau mau naik sepeda?”

“Kan ada Oppa!” Jawab Hyunmi polos.

“Hwaa daebak!! Arasseo, kajja!” Myungsoo melangkah kesal mengambil sepeda.

Hyunmi tersenyum senang, Myungsoo mengayuh sepeda menuju ke pantai dengan membonceng Hyunmi. Semakin lama senyum  merekah di wajah mereka berdua menikmati angin yang menerpa wajah mereka berdua.

“Tidak buruk!” Gumam Myungsoo, senyumnya semakin lebar. Untuk pertama kalinya bersepeda membuatnya merasa sangat senang. Mereka berdua hanya terhanyut dalam dialog hati masing-masing, hingga mereka sampai tidak jauh dari pantai. Pantai yang tidak terlalu ramai karena bukan hari libur. Myungsoo memarkirkan sepeda dan berjalan bersama Hyunmi menyusuri pantai.

“Hwaa~ arumdaun~” Hyunmi merengtangkan tangannya menikmati sejuknya angin laut yang berhembus. “Gomawo!” Hyunmi berbalik mengucapkan terima kasih pada namja yang menatap lurus ke arah laut sambil meliat tangannya di dada. Warna orange langit membuat pemandangan di hadapan mereka terlihat lebih indah. Myungsoo mengalihkan pandangannya pada yeoja yang kini sudah bisa tersenyum padanya. Namja itu tersenyum lalu mendekat pada Hyunmi, dia menggenggam kedua tangan Hyunmi.

“Apa kau benar-benar ingin berdiri di atas panggung?” Hyunmi menundukkan wajahnya, dia tahu dengan jelas, berdiri di atas panggung benar-benar bukan keinginannya. Tidak pernah sedetikpun terlintas dipikirannya menjadi seorang penyanyi. Baru beberapa hari yang lalu karena larangan Myungsoo hingga dia bertekad untuk jadi penyanyi, agar bisa seimbang dengan tunangannya itu. Hyunmi perlahan menggelengkan kepalanya. “Lalu kenapa?” Myungsoo melembutkan suaranya agar Hyunmi mau memberitahu yang sebenarnya.

“Aku… aku hanya ingin berada seimbang denganmu! Aku merasa selama ini aku di sampingmu hanya sebagai bayangan, hanya kebetulan yang membuat aku sekarang berada di sini! Aku ingin semua orang menganggap aku pantas bersamamu bukan hanya sebuah kebetulan!” Mata Hyunmi mulai basah, pertama kalinya dia bisa mengungkapkan isi hatinya pada namja yang kini berdiri di hadapannya. Myungsoo melepaskan genggaman tangannya lalu menghapus air mata yang membasahi pipi Hyunmi.

“Kita berada dalam satu kelas bukan kebetulan tapi takdir, kau penggemar rahasiaku itu takdir, kau hadir di hadapanku saat membutuhkan seorang yeoja untuk jadi yeojachinguku itu takdir, kita putus dan dipertemukan kembali sebagai tunangan itu takdir. Petemuan, perjodohan, rasa cinta, itu semua bukan kebetulan! Itu semua takdir, tidak ada kata kebetulan untuk hati seseorang! Perasaan cintaku kepada yeoja manja ini nyata bukan hanya sekedar kata sesederhana  kebetulan!” Myungsoo mencium kening Hyunmi yang masih terdiam mendengar kata-kata yang keluar dari bibir yang selama ini bahkan tidak pernah mengeluarkan kata-kata indah. “Aku mencintaimu jauh sebelum kau mencintaiku!” Myungsoo mengakhiri kata-katanya. Dia memeluk Hyunmi sangat lama, langit seakan tersenyum menyaksikan cinta mereka berdua. Mereka berdua hanya terdiam dalam keadaan seperti itu hingga matahari sudah berganti bulan.

“Gomawo! hiks…hiks….!” Hyunmi akhirnya tersadar dengan kata-kata Myungsoo, air matanya tertumpah begitu saja, dia sama sekali tidak menyangka Myungsoo akan berkata seperti itu. Myungsoo melepaskan pelukannya lalu memegang pipi Hyunmi dengan kedua tangannya dan perlahan mendekatkan wajahnya kemudian mencium bibir Hyunmi dengan lembut.

“Saranghae!” Bisik Myungsoo saat melepaskan ciumannya kemudian memeluk Hyunmi lagi. Hyunmi semakin tidak bisa menahan air matanya mendengar kata yang barusan diucapkan Myungsoo, satu kata yang belum pernah sekalipun Myungsoo ucapkan untuknya. “Sudah, jangan menangis lagi! Kita kembali sekarang?” Myungsoo menghapus air mata Hyunmi. Hyunmi hanya mengangguk. Mereka berdua berjalan untuk mengambil sepeda. Ponsel Hyunmi berdering.

“Yeoboseyo?”

“….”

“Sunbae? Ah, ne!”

“….”

“Jwaseonghamnida, aku lupa ada janji dengan sunbae! Tapi aku sedang di luar!”

“….”

“Jwaseonghamnida, aku lupa memberitahu! Sunbae menungguku?”

“….”

“Jwaseonghaeyo!”

“….”

“Gamsahamnida atas pengertiannya! Ne, aku akan menemui sunbae setelah kembali!”

“….”

“Annyeong haseyo!” Hyunmi menutup telpon, dia tidak sadar namja di sampingnya kini berdiri menatapnya sambil menunggu penjelasan.

“Itu siapa?”

“Yoojin sunbae! Dia senior di Daekyung yang datang bersamaku!”

“Mworago?” Myungsoo terlihat kesal. “Kau naik pesawat bersamanya, menginap di hotel yang sama, makan bersama, dan kemana-mana bersama?” Hyunmi hanya mengangguk polos. “Aisshhh…jinjja!” Myungsoo melangkah lebih cepat meninggalkan Hyunmi.

“Wae gurae? Dia hanya seorang sunbae!” Hyunmi menyusul Myungsoo.

“Tapi bagaimanapun dia namja!”

“Kami tidak melakukan apa-apa, aku kan hanya mengenalnya di sini!” Hyunmi membela diri.

“Arasseo, awas kalau kau berani-berani dekat-dekat dengannya!” Pesan Myungsoo. “Hwaaa~ mitcheyo! Dia dekat-dekat dengan member lain saja sudah membuat kepalaku pusing… arrghhh~” Myungsoo mengacak rambutnya. Hyunmi hanya menggeleng melihat sikap Myungsoo yang aneh. Mereka berdua makan malam di restoran yang tidak jauh dari pantai. Setelah itu mereka kembali naik sepeda.

“Oppa kenapa tidak mengijinkanku ikut audisi?”

“Aku tidak mau kau menari di hadapan jutaan namja di dunia, aku tidak mau melihatmu memamerkan tubuh dengan pakaian terbuka di hadapan banyak orang seperti kebanyakan girl band saat ini! Apa kau pernah melihatku tertarik menatap mereka? Bagiku mereka semua itu seperti tidak menghargai diri mereka sendiri!” Jelas Myungsoo. Hyunmi kagum mendengar kata-kata Myungsoo, dia tahu Myungsoo bukan namja yang menilai seorang yeoja dari fisiknya. Namja ini sangat baik dan menghargai yeoja. Hyunmi merasa sangat nyaman berada di sampingnya, Hyunmi mengeratkan pelukannya pada namja yang sedang mengayuh sepeda itu. Myungsoo hanya tersenyum.

“Dia namja yang tidak mengedepankan nafsu, selama ini dia sering membuatku khawatir kalau dia datang. Mulai sekarang aku akan lebih percaya padamu! Dia tidak akan macam-macam padaku!” Batin Hyunmi sambil tersenyum sangat bahagia. “Baiklah, aku janji tidak akan ikut audisi!” kata Hyunmi tegas.

= = = = =

“Kemarin kalian sama-sama ke Jepang, apa kalian bertemu?” Selidik Woohyun. Hyunmi sedang memasangkan kostum Myungsoo.

“Ani” Ucap mereka bersamaan.

“Tidak mungkin tidak! Haha…” Gumam Dongwoo.

“Husstt… Bahaya kalau hyung dengar!” Kata Gyu. Mereka semua langsung diam. “Bagaimana lombamu kemarin?”

“Aku cuma dapat juara 3!” Hyunmi memanyunkan bibirnya.

“Wah daebak! Juara 3 itu sudah sanga bagus! Lagian lawanmu juga dari berbagai negara!” Puji Gyu.

“Jeongmal daebak!” Terdapat decak kagum dari para member.

“Gomawoyo, tapi tetap saja bukan juara 1!”

“Babo! Sampai kapan kau terus mau jadi nomor satu?” Omel Myungsoo.

“Haha… Iya juga sih, selama ini Hyunmi selalu nomor 1. Waktu SMA saja selalu peringkat satu, dia juga kan anak tunggal!” Seongyeol tertawa.

“Bukan itu maksudku, Oppa!” Bantah Hyunmi.

“Ne, mian!” Seongyeol memilih untuk diam.

“Targetku di lomba ini memang juara 1!”

“Ya sudahlah, tapi jangan lama-lama di sana! Kau dari tadi cuma mengurus Myungsoo…haha.” Ujar Woohyun, Hyunmi sadar dari tadi memang cuma Myungsoo yang dia urus. Mereka berdua jadi salah tingkah. Setelah mengurus kostum para member, Hyunmi berjalan-jalan keluar karena member Infinite sedang bersiap-siap recording.

“Yeobo~” Panggil seseorang, siapa lagi kalau bukan Junghwan.

“Oppa?” Hyunmi sangat senang.

“Aku merindukanmu!”

“Aku sering melihat Oppa perform tapi tidak pernah sempat menyapamu!”

“Jinjja?” Hyunmi mengangguk mengiyakan. “Lalu apa yang kau lakukan di sini?”

“Aku seorang asisten coordi!”

“Mworago? Asisten coordi siapa?”

“Infinite!” Junghwan menganga mendengar jawaban Hyunmi.

“Mwoya? Apa Myungsoo yang membuatmu menjadi asisten coordi?”

“Aniyo, dia awalnya tidak tahu aku jadi asisten coordi!”

“Hwaa~ bagaimana kabarmu? Oppa benar-benar merindukanmu!”

“Nan gwenchanayo! Aku yang harusnya bertanya bagaimana keadaan Oppa?” Hyunmi mendorong pelan bahu Junghwan.

“Oppa neomu gwenchana! Sangat menyenangkan bersama teman-teman Oppa! Apa kau mau kenalan dengan mereka? Mereka itu semuanya sangat baik!”

“Jeongmal? Apa aku juga bisa kenalan dengan Gongchan Oppa?” Tanya Hyunmi penuh harap.

“Yak, sejak kapan kau jadi tertarik dengan namja lain huh? Aku ada di sini! Kau hanya boleh mengidolakan Oppa!”

“Shireo, Gongchan Oppa itu kyeopta!”

“Naega?”

“Hmmm…. bagaimana yah?” Jitakan Junghwan kini melayang di kepalanya.

“Apa ada reuni?” Seorang namja tiba-tiba datang.

“Oh, annyeong haseyo!” sapa Junghwan.

“Annyeong haseyo!” Balas namja itu.

“Permisi, tapi Hyunmi masih banyak pekerjaan!” Namja itu, siapa lagi kalau bukan Myungsoo yang hobinya menarik Hyunmi. Junghwan hanya mengangguk dan mengamati kepergian mereka. “Kau belum pernah nonton perform kami live, kan?” Hyunmi mengangguk. “Kalau begitu kau ke depan saja, sebentar lagi penampilan kami! Mulai sekarang kau hanya perlu melihatku sebagai L di bangku penonton tidak usah berpikir untuk berdiri di atas panggung sepertiku, aracchi?”

“Ne!” Hyunmi duduk di salah satu bangku penonton. Infinite naik ke panggung dan mulai perform. Musik Intro Be Mine mulai dimainkan.

Jikyeobwa wat janha ni sarangeul gin ibyeoreul
Aku mengawasi dirimu semua tentang cintamu dan cintamu yang telah lama putus
neul sangcheo badeul ba en nan ge na, ah
Jika kau selalu terluka, itu akan lebih baik jika bersama ku

kkok baro bwa, uneunge shilheoseo geurae
Terlihat – aku hanya tidak suka ketika kau menangis
apeunge himdeureo geurae, geureon neol bolttae mada
Itu menyakitiku ketika melihatmu dalam kesedihan

naekkeo haja, naega neol saranghae, eo? naega neol geokjeonghae, eo?
Jadilah milikku, aku akan mencintaimu, Aku akan khawatir semua tentangmu
naega neol kkeut kkaji, chaekim jil ge
Aku akan bertanggungjawab padamu hingga akhir

naekkeo haja, niga nal aljanha, eo? niga nal bwat janha, eo?
Jadilah milikku, kau tau aku? Kau melihat ku setiap waktu
naega neol kkeut kkaji, jikyeo julge
Aku akan melindungi mu hingga akhir

Do you hear me… Do you hear me… oh
Kau dengar aku… Kau dengar aku… oh
jeojeun gieok bakhin nungil kkeut nae
Seluruh air mata membasahi kenangan
pumeseo jukkil barae
Aku berharap semuanya hilang di dalam pelukanku

jallin maeumi heullin nunmul samki neun geon
Bahkan jika kau mendengar kau secara perlahan menyembunyikan air mata
naji magi deullin neora do gamchu neun na
Dengan hatimu yang terluka, aku akan menghilangkan itu

neom chinda saenggakhae neon na ege neul geuraesseo
Kau menghanyutkan, sepertinya kau hanya untuk ku
ni sangcheo ga neul surok keoji neun mam
Seperti bekas lukamu yang meningkat, cintaku padamu meningkat juga
naegero wa, utneunge johaseo geurae
Ku mohon datang padaku, karena aku cinta senyum mu
pyeon hage haejuryeo geurae, jeogeo do namaneun neol

Karena aku akan membuatmu nyaman, Setidaknya dari ku untuk mu

naekkeo haja, naega neol saranghae, eo? naega neol geokjeonghae, eo?
Jadilah milikku, aku akan mencintaimu Aku akan mengkhawatirkan semua tentangmu
naege neol kkeut kkaji, chaekim jil ge
Aku akan bertanggungjawab padamu hingga akhir
gati gaja, himdeun gil geod jima, eo? shwibji anhat janha, eo?
Ayo jalan bersama, jangan berjalan dijalan yang sulit, Itu tidaklah mudah untukmu
dashi neun geureon neol, bogi shilheo (Oh)
Aku hanya tidak ingin kau pergi menempuhnya lagi

naekkeo haja, naega neol saranghae, eo? naega neol geokjeonghae, eo?
Jadilah milikku, aku akan mencintaimu, Aku akan mengkhawatirkan semua tentangmu
naega neol kkeut kkaji, chaekim jil ge
Aku akan bertanggungjawab padamu hingga akhir

da tujin anheul kka, sangcheo tto aneul kka
Aku khawatir jika kau akan ada masalah lagi, Aku khawatir jika kau akan terluka lagi
kkeunhim eobtneun apeun gori e
Di ketidakberdayaan dan menyakitkan mu
hangsang sori eobtneun jeonjaeng neon murihae
diam diam pertempuran itu terlalu besar bagimu
geokjeong ye bang paero nan ni ape
dengan perisai kekhawatiran ku di depanmu

naneun dal cheoreom ni juwil dolgo dora
seperti bulan berputar disekitar mu
buri keojyeo beorin ni sarangeun nohgo nalbwa
meletakkan cinta mu yang padam dan lihatlah aku
gipi paeyo beorin sangcheo, deopeo julge
aku akan menutupi luka mu yang sangat menyakitkan
utge, halge, naegeollo mandeulge
aku akan membuatmu tersenyum, aku akan membuatmu tersenyum

“Saramda!” Hyunmi menyatukan kedua tangannya senag melihat penampilan “Be Mine” secara live untuk pertama kalinya. Hyunmi terhipnotis dengan penampilan mereka bertujuh, apalagi penampilan tunangannya yang begitu memukau. Setelah Infinite selesai perform, Hyunmi kembali ke belakang panggung tepat saat dia kembali member Infinite juga kembali.

“Bagaimana penampilan kami?” Tanya Woohyun.

“Jeongmal jeongmal daebak!” Woohyun melakukan high five dengan Hyunmi dan satu per satu mereka datang. “Kalian sangat keren!” Gumam Hyunmi sambil memberikan high five pada member Dongwoo, lalu Seongyeol.

“Kau melihatnya, kan?” Tanya Sungkyu.

“Ne, Oppa cool!” Hyunmi dan Sungkyu juga melakukan high five. Dan Sungjong. “Ah… Oppa juga keren! Tapi juga kyeopta!” Hyunmi histeris, dia mencubit pipi Sungjong.

“Haha… gomawo!” ucap Sungjong. Sungjong dan Hyunmi juga melakukan high five dan semua member sudah masuk, tinggal satu orang, Hyunmi memasangkan tangannya bersiap untuk high five terakhir, namun tiba-tiba dia menurunkan tangannya karena tidak ada sambutan tangan dari namja itu, dia terlihat dingin.

“Haha, liat wajahmu! Belum pernah ditolak, nona Shin?” Myungsoo langsung tertawa. Dia mengangkat tangan Hyunmi lalu menggerakkannya untuk melakukan high five. Hyunmi kembali mematung, Myungsoo berjalan masuk ke ruang ganti seperti member lain. “Naekkeo haja!” Bisiknya sebelum sempat berlalu masuk ke dalam ruang ganti. Senyum Hyunmi terukir begitu saja.

~END~

Komennya yg panjang yah, skalian saran buat FF slanjutnya….hehe

sampai jumpa di FF slanjutnya~~😀

10 thoughts on “[Fanfic] Be Mine Part 12 FINAL

  1. gak kerasa udah final…
    Admin…tlong donk buatin ff yg ide cerita.nya itu dri lgu.nya 2am yg i wonder if you hurt like me..kayaknya bkal bgus kalau admin yg buat…truz lau bsa tokoh.nya itu sungjong..

  2. kerennnnnn , so sweeet , mau panjang gmana yh komentnya ? intinya mah DAEBAK , di tunggu FF selanjutnya min🙂

  3. aku ska banget…. kerennn…
    tlng bkinin sequelnya dong min.. tlng ya..:)
    aku mw liat mereka menikah.. kekekekekke

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s