[Fanfic] Be Mine Part 11

CCast: Kim Myungsoo aka L Infinite, Shin Hyunmi (Imagine), Sungkyu,

Other cast: Lee Junghwan aka Sandeul B1A4, Seungyeol, Sungjong, Haena (imagine), Hoya Infinite, Yang Seungmi (imagine).

Genre: Romance, friendship

Author: RyeoChan aka YunTaeryeo

Twitter: @RyeoChan12

Disclaimer: Fanfic ini murni dari kepala author, ga ada plagiat2an… Rangkaian kata juga dari author… :Dast: Kim Myungsoo aka L Infinite, Shin Hyunmi (Imagine), Sungkyu,

= = = = =

Myungsoo POV

Hari ini recording di MBC, aku sangat kaget mendapati yeoja itu berhadapan dengan Woohyun hyung. Sangat dekat. Sejak kapan dia mengenal Woohyun hyung? Semua member menyapanya sangat ramah. Sungkyu hyung yang sangat dekat dengan Hyunmi malah terlihat tidak begitu dekat dibanding Woohyun hyung dan Hyunmi. Woohyun hyung memang gampang sekali akrab dengan yeoja, apalagi yeoja polos seperti Hyunmi. Aku sangat merindukannya, andai saja aku tidak ingat janjiku, aku sudah menarik Hyunmi keluar dari tempat ini segera.

“Kenapa kalian baru datang sekarang?” Tiba-tiba coordi noona datang. “Palliwa! Sebentar lagi pre-recording!

Hyunmi-sshi, bantu mereka menyiapkan kostum yah?” Memang ada apa dengan Hyunmi?

“Ne!” Hyunmi merapikan dasi Woohyun hyung, mereka sangat dekat. Terlalu dekat. Perasaan apa ini? Woohyun hyung membisikkan sesuatu ke telinga Hyunmi. Dan setelah itu gantian Hyunmi yang berbisik pada Woohyun hyung. Yeoja itu!

Argghh.. aku hampir tidak sanggup melihat mereka.

“Hey, apa yang kalian lakukan? Mesra sekali!” Dongwoo menyadari apa yang mereka lakukan.

“Aniyo!”

“Aww!”

“Omo~ Mianhaeyo Oppa!” Woohyun hyung tertawa.

“Kau gugup bersamaku?” Mwo? Woohyun hyung, apa yang kau katakan?

“Yak, aniyo!”

“Hey, kau mau dibunuh dia?” Dongwoo melayangkan pandangannya padaku yang sebenarnya sejak tadi memperhatikan mereka dari cermin. Aku berpura-pura tidak peduli.

“Hyunmi, apa Woohyun sudah selesai?”

“Ne!”

“Kalau begitu sekarang bantu L!” Hyunmi perlahan mendekatku.

“L-sshi, apa ada yang bisa aku bantu?” Tanya Hyunmi gugup.

“Hey, kenapa kau memanggil Woohyun dengan panggilan Oppa, tapi L dengan panggilan –sshi?” Celetuk Seungyeol sambil tertawa kecil.

“Panggil aku Oppa seperti yang lain!” Perintahku dingin. Benar juga! Semua member dia panggil Oppa, bahkan Seongyeol yang nyatanya juga teman SMA kami, dia panggil Oppa.

“Shireo!” dia dengan cepat menolaknya. “A… maksudku ne, L Oppa!” Aku ingin sekali tertawa mendengarnya, tapi aku harus tetap terlihat dingin.

“Apa yang salah, Hyunmi bahkan muda dari Myungsoo…Haha.” Woohyun hyung tertawa. Hyunmi merapikan jasku, lalu merapikan rambutku dengan kedua tangannya, aku tanpa sadar menahannya, aku merindukan sentuhannya. Aku mengalungkan lengannya di leherku, untuk beberapa saat aku mendapatkan kembali ketenanganku. Manajer tiba-tiba datang hingga Hyunmi dengan cepat melepas tangannya.

“Kalian siap-siap!” Aku sadar, aku sudah melakukan hal yang salah. Woohyun hyung menghampiri Hyunmi lagi.

“Nuguseyo?” Tanya manajer. Bagaimana kalau dia tahu?

“Annyeong haseyo, choneun Shin Hyunmi imnida! Asisten coordi yang baru!” Hyunmi memperkenalkan diri. Aku terdiam, untung saja manajer tidak tahu nama yeoja yang dia pikir yeojachinguku.

“Ohh…!” Manajer tampak berpikir sejenak. Aku harap dia tidak curiga.

“Hyung, kajja!” Woohyun hyung menarik manajer hyung. Aku menghembuskan napas legah. Kami segera melakukan pre-recording,

“Terima kasih atas kerja keras kalian!” Kami mengucapkan terimakasih pada staff setelah itu memasuki ruang ganti untuk perform selanjutnya. Hyunmi segera mengambil beberapa botol minuman, lalu membagikannya satu per satu.

“Gomawo!” Dia memberikan botol pertama pada Sungjong. Hyunmi lalu memberikan botol pada Hoya, lalu Seongyeol. Aku meliriknya sebentar, dia sedang membicarakan sesuatu dengan Seongyeol.

“Hyunmi-yah, tolong berikan satu padaku!” Pinta Woohyun hyung yang duduk di sampingku. Hyunmi segera mendekati Woohyun dan memberikan botol minuman padanya.

“Apa maksud mereka? Apa semua member berniat mendekati yeojaku?” Tiba-tiba seseorang meberikan botol minuman padaku. Aku berusaha agar tidak menatapnya, kalau tidak pertahananku dalam sekejab bisa saja runtuh.

“Ini untuk, L-sshi!” Aku mengambil botol itu tanpa menatapnya.

“Gomawo!” Aku berusaha tetap terlihat dingin. Selesai perform, kami kembali ke kantor agensi untuk latihan lagi. Coordi noona dan Hyunmi juga ikut.

“Nam Woohyun, dia bukan yeojachingu-mu kan?” Selidik Manajer hyung, aku tahu yang dia maksud adalah Hyunmi.

“Aniyo, Hyung! Kau tahu kan, aku ini punya keluarga sangat besar, dia itu cucu dari kakak sepupunya adik ipar nenekku!” Hyung terlihat bingung. “Singkatnya, dia sepupuku!” Woohyun hyung tersenyum meyakinkan.

“Arasseo, kau bisa pastikan dia tidak akan berhubungan dengan member lain?” Tanya manajer lagi.

“Ne, dia itu sudah tunangan dan tunangannya itu sangat mengerikan jadi tidak mungkin dia akan mengkhianati tunangannya itu! Haha.” Mwo? Apa yang dikatakan Woohyun hyung?

“Okay, kupegang kata-katamu!”

= = = = =

Hyunmi hampir setiap hari berkeliaran di hadapanku. Aku tidak tahu harus bagaimana bersikap, aku tidak mungkin berkata pada orang-orang kalau dia tunanganku, manajer hyung terus saja mengawasinya.

“Kemana Hyunmi?” Tanya coordi noona.

“Hari ini dia tidak bisa datang karena harus mengerjakan tugas bersama temannya!” Jelas Woohyun hyung. Aku merasa sangat tidak berguna, bahkan Woohyun hyung tahu apa yang dilakukan dan akan dilakukan Hyunmi.

= = = = =

Author POV

“Ini sudah sangat malam, apa aku perlu mengantarmu?” Kyuni teman Hyunmi mengantar Hyunmi sampai ke depan rumahnya.

“Ani, tidak perlu repot-repot! Masih ada bus jam segini!” Hyunmi tersenyum meyakinkannya. “Aku pulang dulu yah! Annyeong!”

“Gomawo atas bantuanmu hari ini!” Hyunmi lalu meninggalkan rumah temannya itu. Dia berjalan ke halte lalu naik bus untuk kembali ke apartemen. Dia turun dari bus lalu berjalan menuju apartemen tiba-tiba saja hujan turun dengan lumayan deras. “Kenapa hujan? Padahal musim panas!” Hyunmi berlari agar segera sampai di apartemennya, butuh waktu 10 menit untuk sampai ke sana.

And, Can you smile?

niga weonhajana Niga barajanha

Nae mam maneuroneun Neol jabeul suga obtneungabwa

And, Can you smile?

nega galajanha Nan gwenchanhdajeonha

Majimak neoege Nan igeot bakken mot junabwa

Lagu ‘Can you smile’ milik Infinte melantun kesunyian malam yang hanya ada suara hujan turun dengan deras saat Hyunmi sampai di depan pintu apartemen. “Chamkaman!” ucapnya seakan ponsel itu makhluk hidup yang dapat ditemaninya bicara. Dia meraih kunci apartemen di tas kecil yang dia bawa, lalu membuka pintu sesegera dia menemukan kunci.

“Yeoboseyo?” Hyunmi menutup pintu sambil mengangkat ponselnya yang dari tadi tidak mau diam.

“….”

“Oppa? Aku baru saja sampai apartemen!”

“….”

“Ne, sedikit!”

“…..”

“Arasseoyo! Besok aku ada kuliah pagi-pagi sekali!”

“….”

“Ne, bisa kok! Iya aku akan datang tepat waktu…hehe!”

“….”

“Annyeong haseyo!” Setelah mengangkat telpon yang ternyata dari Woohyun itu, yeoja berambut panjang itu masuk ke kamar untuk mengganti pakaiannya yang basah. “Lelah sekali!” Dia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.

Pandangannya kini tertuju pada foto seorang namja yang terpajang di atas meja sebelah tempat tidur. “Argghhh…”

Yeoja itu mengerang memegangi perutnya, tiba-tiba saja keringat dingin mengucur di wajahnya. Perasaan sakit itu semakin menjadi-jadi. “Appo!” Dia berusaha meraih laci meja untuk mengambil obatnya, namun setelah berusaha keras dia akhirnya tidak sadarkan diri.

= = = = =

Alarm berdering dengan sangat keras di sebuah ruangan yang tidak begitu besar dan sangat sunyi. Seseorang berbaring di atas tempat tidur dengan wajah yang sangat pucat. Dia Hyunmi. Perlahan yeoja itu membuka matanya, dia berusaha turun dari tempat tidur dan melangkah lunglai menuju ke dapur sambil memegangi perutnya untuk sekedar membasahi tenggorokannya yang terasa sangat kering. Diambilnya gelas lalu diisikan air dari dispenser lalu kemudian dia

meminumnya.

“Argghh… appo!” Rasa sakit itu datang lagi, dia menjatuhkan gelas yang dipegangnya dan terbaring lemah sambil mengerang memegangi perutnya yang sangat sakit, di saat yang bersamaan kepalanya juga terasa sangat pusing.

= = = = =

Ketujuh member Infinite menuju ke tempat latihan mereka.

“Myungsoo-yah, bagaimana kalau kita ke apartemenmu? Aku sudah lama tak ke sana! Masih banyak waktu sebelum kita latihan!” Saran Seongyeol.

“Ne, hyung! Aku sangat ingin beristirahat di sana, jebal!”

“Arasseo, Myungsoo-yah kita ke sana saja dulu sebelum ke kantor? Lagian dia juga sudah pergi kuliah pagi-pagi sekali!” Myungsoo tercengang, Woohyun bahkan tahu Hyunmi pergi kuliah kapan. Karena desakan para member akhirnya mereka singgah di apaetemen Myungsoo yang tidak terlalu jauh dari kantor woolim. Dia membuka pintu apartemen dengan kunci miliknya. Apartemen itu sangat sepi.

“Dia pasti sudah pergi!” Batin Myungsoo. Para member menghambur begitu saja sesaat setelah Myungsoo membuka pintu. Member serasa mendapatkan kebebasan mereka sesaat di dalam sebuah apartemen yang tidak begitu luas.

“Biar aku yang ambil minum!” Sungjong menawarkan diri.

“Ani, biar aku saja!” Myungsoo tidak membiarkan maknae itu memeriksa yang tidak-tidak di apartemen yang kini di tempati Hyunmi. Sungjong langsung memanyunkan bibirnya. Myungsoo ke dapur dan mebuka kulkas mengambil beberapa minuman kaleng. Dia merasakan ada sesuatu di dekat meja saat baru saja akan kembali ke ruang depan. Dia mundur dan mendapati Hyunmi berbaring di sana. “Omo, Hyunmi?” Myungsoo menjatuhkan kaleng-kaleng di tangannya lalu dengan panik mendekati tubuh yang tidak sadarkan diri itu. “Hyunmi-yah, apa yang terjadi? Hyunmi-yah ireona!” Namja itu sangat khawatir, dia terus mengguncang tubuh yang kini telah berpindah dalam dekapannya.

Mendengar suara Myungsoo yang panik, member lain mendatanginya.

“Wae?”

“Hyunmi-yah, ireona!” Sudut matanya mengalir air mata, dia benar-benar khawatir dengan apa yang terjadi pada

Hyunmi. Myungsoo mengangkat tubuh Hyunmi ke kamar lalu merebahkannya di atas tempat tidur.

“Apa yang terjadi dengannya?” Gyu juga sangat khawatir, bagaimana pun masih ada perasaan pada yeoja yang tak sadarkan diri itu.

“Aku sudah panggil ambulance, Hyung!” Sungjong bergerak cepat. Myungsoo masih berusaha menahan air matanya, dia terus menggenggam tangan Hyunmi. Tidak ada senyum di wajah ketujuh member, semuanya khawatir. Apalagi melihat Myungsoo yang sangat jarang menangis kini menitikkan air matanya demi seorang yeoja.

Sepuluh menit kemudian ambulance datang, Myungsoo membawa Hyunmi ke rumah sakit terdekat. Dia masih enggan melepaskan tangan yang terasa sangat dingin itu.

“Sebenarnya apa yang terjadi dokter?” Myungsoo sudah bisa mengendalikan dirinya.

“Dia terkena maag akut, lambungnya terganggu dan itu karena makan tidak teratur dan mengkonsumsi makanan tidak sehat! Dan sepertinya dia juga demam, dia pasti sudah terkena hujan!” Mendengar penjelasan dokter, Myungsoo memasuki kamar rawat Hyunmi. Hyunmi masih terbaring lemah di sana.

“Kenapa kau tidak menjaga dirimu dengan baik?” Dia menarik napas panjang. Cairan infus masih terpasang di tubuh Hyunmi membuat Myungsoo merasa sangat bersalah tidak bisa menjaga satu-satunya yeoja yang dititipkan padanya.

“Dia duduk di samping tempat tidur tunangannya, lalu membenamkan kepalanya ke dalam lipatan tangannya. Hyunmi perlahan membuka matanya, kepalanya masih sedikit pusing. Perhatiannya tertuju pada namja yang ada di sebelahnya.

“Myungsoo?” Namja itu mengangkat kepalanya.

“Kau sudah sadar? Bagaimana perasaanmu?” Myungsoo sangat khawatir.

“Gwenchana!” jawab Hyunmi lemah.

“Bagaimana mungkin kau baik-baik saja? Kau tak sadarkan diri cukup lama, lambungmu bermasalah, dan kau demam!” Dia tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya. Hyunmi tersenyum.

“Kembalilah! Kau ada schedule sebentar lagi!” Hyunmi tahu, sebentar lagi Infinite harus tampil di sebuah acara reality show.

“Ani, siapa yang akan menjagamu?” Protesnya.

“Pinjam ponselmu!” Tanpa bertanya Myungsoo memberikan ponselnya. “Kau tidak memberitahu eomma, kan?” Suaranya masih lemah.

“Omo~ Aku hampir lupa! Sini biar aku yang telpon!” Myungsoo baru saja ingin mengambil ponsel kembali, namun Hyunmi menahannya.

“Ani, jangan beritahu dia! Kalau Eomma tahu dia pasti akan sangat khawatir dan tidak akan membiarkanku tinggal sendirian di apartemenmu, eomma juga pasti akan menyalahkanmu atas semua ini!”

“Tapi siapa yang akan menjagamu?” Hyunmi perlahan menekan beberapa nomor di ponsel Myungsoo. Tepat saat telpon tersambung pintu kamar terbuka diikuti dengan dering ponsel.

“Haena?” Hyunmi tersenyum, baru saja dia ingin menghubunginya, dia sudah di sini.

“Hyunmi-yah, gwenchana?” Yeoja berambut sebahu itu menghampiri Hyunmi dengan raut khawatir.

“Gwenchana!” Hyunmi mengupayakan seulas senyum di wajahnya.

“Apa kata dokter?” Haena bertanya pada Myungsoo.

“Penyakit maag akutnya kambuh, dia juga demam!” Jelas Myungsoo agak kesal.

“Aku sudah bilang jangan makan ramyun terus, bagaimana pun kau menyukainya itu tidak sehat! Kau juga sering sekali mengabaikan makan! Dan semalam kau pulang jam berapa dari rumah Kyuni?” Omelnya tidak berhenti. Myungsoo ikut mendengarkan, dia baru tahu kalau Hyunmi memang sudah lama menderita penyakit maag.

“Babo!” Gumam Myungsoo.

“Hey, kau juga tidak sadar sudah menyiksanya?”

“Haena!” Hyunmi memegang tangan Haena agar Haena tidak melanjutkan kata-katanya. Myungsoo kebingungan, apa sebenarnya yang terjadi.

“Naega wae?”

“Myungsoo-yah, kembalilah! Kau sudah hampir terlambat!”

“Haena-sshi, Hyunmi kenapa? Apa ini semua ada hubungannya denganku?” Myungsoo masih penasaran. Hyunmi sekali lagi mengisyaratkan agar Haena tidak bicara.

“Ka!”

“Aishh, jinjja! Arasseo!” Akhirnya Myungsoo mengalah. “Aku pergi dulu! Haena-sshi, tolong jaga dia yah!” Pesannya sebelum pergi.

“Kau ini! Kenapa tidak meminta penjelasannya tadi?” Haena kesal.

“Dia terlihat sangat stress, aku tidak mau menambah bebannya lagi.” Hyunmi tersenyum meyakinkan Haena kalau dia baik-baik saja. “Kenapa kau bisa tahu aku di sini?”

“Gyu Oppa yang memberitahuku, katanya tadi mereka semua berkumpul di apartemenmu dan mendapatimu tidak sadarkan diri!”

“Aigoo, jadi semua member melihat keadaanku seperti ini?” Hyunmi menyadari dia mengenakan piyama rumah sakit. Dia juga ingat kalau tadi pagi dia juga masih mengenanakn piyama.

“Haha… gwenchana! Kau masih tetap manis dengan piyama!” Canda Haena. “Kenapa malah mengkhwatirkan itu? Bagaimana perasaanmu sekarang?”

“Perutku masih sakit sedikit, tapi sudah jauh lebih baik dari semalam!”

“Omo, jadi sejak semalam kau kesakitan? Yak, kenapa kau tida menghubungiku?”

“Aku baru saja ingin menghubungimu tapi aku sudah tidak sadarkan diri!” kata Hyunmi.

“Kau pingsan sejak semalam dan baru ditemukan pagi? Aigoo, inilah susahnya karena kau tinggal sendiri! Apa kau tidak punya keluarga yang bisa menemanimu tinggal di sana?” Hyunmi menggeleng.

“Bagaimana kalau kau saja?”

“Aku harus minta izin eomma dulu, kalau aku sih sangat tidak keberatan!” Kata Haena. “Sepertinya dia sangat khawatir tadi!” Hyunmi hanya tersenyum. “Kau senang kan? Dia tidak dingin lagi!” Hyunmi mengangguk.

“Aku harap dia baik-baik saja!”

= = = = =

Myungsoo POV

Aku belum menemui Hyunmi hingga saat ini karena terlalu sibuk, sudah dua hari Hyunmi di rawat di rumah sakit. Hari ini dia sudah bisa pulang. Setelah latihan selesai aku segera ke rumah sakit.

“Kau di sini?” Hyunmi sudah bersiap, di sebelahnya ada Haena.

“Kenapa kau datang? Bagaimana kalau manager menanyakanmu?” Tanya Hyunmi.

“Ani, aku sudah bilang aku harus ke rumah temanku dulu sebentar!” Kami bertiga kembali ke apartemen dengan taxi.

“Aku harus mengambil barang-barangku dulu di rumah!” Kata Haena saat sampai di apartemen.

“Myungsoo-yah, apa kau sibuk?” Tanya Hyunmi.

“Ani!”

“Bisakah kau mengantar Haena ke rumahnya?”

“Aniya, tidak perlu! Kalau Myungsoo juga pergi siapa yang menjagamu? Aku akan segera kembali!” Haena kembali ke rumahnya untuk mengambil barang-barang yang dia butuhkan.

“Aku sudah memintanya tinggal di sini, tidak apa-apa kan?” tanya Hyunmi saat Haena sudah pergi.

“Itu bagus, jadi kau tidak akan sendirian!” Kami berdua duduk di sofa. “Aku ambil minum dulu!” Baru saja aku ingin berdiri, Hyunmi menarik tanganku. Dia langsung memelukku..

“Nan beogohipeo!” Bisiknya. Aku mengusap puncak kepalanya dan tersenyum.

“Apa aku sudah menyakitimu?”

“Ani!” Jawabnya.

“Kenapa kau menjadi asisten coordi?” Aku baru bisa menanyakan hal ini sekarang.

“Aku hanya ingin melihat keadaanmu!” Jadi? Hanya untuk alasan itu? Dan aku malah bersikeras tidak mau menemuinya.

“Memangnya aku kenapa? Nan gwenchana!” Kataku bohong.

“Ani, aku tahu kau pasti sangat stress!”

“Haha… Beginilah kehidupan public figure!”

“Kau harus jaga kesehatanmu!”

“Yak, kalau seperti ini siapa yang seharusnya lebih menjaga kesehatan? Aku akan membuang semua ramyunmu itu dan kau harus berhenti jadi asisten coordi!” Perintahku sambil melepas pelukannya dan menatap lekat yeoja di hadapanku ini.

“Ani, kenapa kau mau buang ramyunku? Dan aku senang jadi asisten coordi itu menyenangkan!” Protesnya.

“Kau tidak boleh makan makanan itu lagi, dan yang membuatmu kelelahan karena pekerjaan itu!”

“Ani… aku tidak…” Aku berdiri lalu menggendongnya ke kamar.

“Istirahat saja!”

“Yak turunkan aku! Aku bisa jalan sendiri!” Berontaknya, aku hanya tertawa. ini satu cara yang bisa membuatnya tidak membangkang. Aku merebahkannya di tempat tidur.

“Tidak usah banyak protes! Dengarkan kata-kataku dan tidur!”

“Shireo!”

“Shin Hyunmi?”

“Arasseo, aku tidak akan makan ramyun lagi tapi aku tidak mau berhenti jadi asisten coordi! Jebal~” Pintanya memelas.

“Arasseo, tapi kau harus menuruti dua permintaanku!”

“Mwo? Kenapa harus dua?”

“Mau tidak?” Tawarku.

“Ara…ara… aku harus apa?”

“Mulai sekarang kau harus memanggilku Oppa seperti yang lain!” Aku tersenyum penuh kemenangan.

“Shireo!”

“Ya sudah, kau harus berhenti jadi asisten coordi!”

“Andwee… arasseo aku akan…!”

“Akan apa?” Aku senang sekali melihatnya kebingungan.

“Aku akan memanggilmu…!”

“Memanggil apa?”

“Myungsoo…?”

“Hmm…?”

“Myungsoo Oppa… argghh… shireo~”

“Sebenarnya apa susahnya memanggilku Oppa? Kau bahkan hapir tiga tahun lebih muda daripada aku!” Omelku agak emosi dengan ekspresinya.

“Tapi kita seangkatan!” Dia terlihat takut-takut.

“Hmm… kau orang korea?”

“Tentu saja! Aaahh… arasseo!” Aku langsung tertawa, akhirnya yeoja ini mengalah. Memang tidak ada yang bisa

menolak permintaan Kim Myungsoo.

“Masih ada satu lagi!”

“Mwo? Apa lagi sih?”

“Argghh… Lelah sekali!” Gumamku sambil berbaring di sampingnya.

“Mwo mwo? Apa yang kau lakukan?”

“Hanya sebentar, kemarilah!” Dia perlahan mendekat, aku menariknya ke dalam pelukanku.

“Ada apa? Kenapa kau seperti ini?” Aku tidak menjawab.

“Shin Hyunmi, mianhae kalau sebelumnya aku bersikap dingin padamu! Manajer mengira aku sudah punya yeojachingu dan menyuruhku untuk mengakhiri hubungan kita! Tapi dia salah kan? Kau bukan yeojachinguku tapi tunanganku!” Batinku.

“Myungsoo?” Aku menatapnya. “Maksudku Oppa!” Sekali lagi aku tersenyum. “Mulai sekarang aku akan membuat perasaanku lebih terlihat nyata!”

To be continued…

4 thoughts on “[Fanfic] Be Mine Part 11

  1. kyyaa…

    Sweettt..

    Lanjut min.. Lanjut
    Min lanjutannya jgn klamaan ya min..
    Bs mati berkarat nih akunya..kekekek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s