[Fanfic] Be Mine Part 10

Cast: Kim Myungsoo aka L Infinite, Shin Hyunmi (Imagine), Sungkyu,

Other cast: Lee Junghwan aka Sandeul B1A4, Seungyeol, Sungjong, Haena (imagine), Hoya Infinite, Yang Seungmi (imagine).

Genre: Romance, School, friendship

Author: RyeoChan aka YunTaeryeo

Twitter: @RyeoChan12

Disclaimer: Fanfic ini murni dari kepala author, ga ada plagiat2an… Rangkaian kata juga dari author…😀

 

Happy reading! ^^

= = = = =

“Gomawo! Hari ini kau baik sekali!”

“Apa selama ini aku tidak baik?” Myungsoo menghirup milkshake yang dia pegang.

“Tuan Kim, jadi selama ini kau tidak sadar?” Hyunmi menelengkan kepalanya melihat Myungsoo.

“Sadar apa? Kajja!” Myungsoo berdiri lalu menarik Hyunmi.

“Chamkan!” Hyunmi menarik Myungsoo kembali duduk dan memperhatikan Myungsoo yang sedang menarik tangannya. “Dimana?” Hyunmi membolak-balik tangan Myungsoo mencari sesuatu.

“Mwoya?” Myungsoo bingung apa yang dimaksud Hyunmi.

“Cincinmu!” Hyunmi mulai terlihat kesaal.

“Cincin? Cincin apa?” Myungsoo pura-pura tak mengerti.

“Sudahlah, lupakan!” Hyunmi melepaskan tangan Myungsoo dan meninggalkan Myungsoo, tapi sekarang giliran Myungsoo menarik Hyunmi kembali duduk.

“Ige?” Myungsoo mengeluarkan sesuatu yang menggantung di lehernya, kalung berliontinkan cincin. Myungsoo tersenyum senang mengerjai Hyunmi.

“Kenapa tidak dipakai?” Tanya Hyunmi kesal.

“Kau mau aku mengumumkan kepada semua orang kalau aku sudah tunangan?”

“Ani! Jangan pernah lakukan itu!”

“Ya sudah!” Hyunmi mendekat dan meraih kalung yang menggantung di dada Myungsoo. Dia memperhatikan cincin itu. “Wae?”

“Tidak jauh beda! Oh iya, siapa nama haraboji-mu?”

“Wae?”

“Bilang saja!”

“Kim Minsoo!”

“Oh, jadi inisial di kalung ini Minsoo dan Hyunji!” Hyunmi masih memperhatikan cincin itu hingga dia sangat dekat dengan Myungsoo. Myungsoo ikut memegang cincin itu dan tangan Hyunmi.

“Aniya, ini inisial Myungsoo dan Hyunmi! Kajja!” Myungsoo menarik hyunmi pergi, dan Hyunmi tersenyum mendengar yang dikatakan Myungsoo barusan. Myungsoo dan Hyunmi.

Setelah itu mereka langsung makan malam di sebuah kedai di pinggir jalan. “Kenapa harus ke sini?” Myungsoo dan Hyunmi duduk di salah satu meja.

“Wae? Kau tidak mau karena kau seorang idol?” Hyunmi meledek Myungsoo.

“Ani, aku pikir malah putri tunggal keluarga Shin tidak akan mau makan di tempat seperti ini!”

“Yak jangan salah! Aku sering ke sini bersama Junghwan Oppa!”

“Hwaa daebak, kau di sini bersama seorang namja dan dengan bangganya menceritakan namja lain?” Myungsoo menaikkan sudut bibirnya.

“Mianhae! Hehe.” Mereka berdua lalu memesan makanan.

“Hey, bisakah aku melepaskan ini? Ini sangat menggaggu!” Pinta Myungsoo sambil menunjuk sesuatu di bawah hidungnya. Hyunmi tertawa.

“Sepertinya tidak akan ada yang mengenali L di sini! Di sini hanya ada uri Myungsoo!” Hyunmi mendekat dan melepaskan benda hitam yang menempel di bawah hidung Myungsoo perlahan.

“Arghh!” Myungsoo menggosok hidungnya. Hyunmi hanya cengingisan.

“Bogopta!” Hyunmi melanjutkan makannya. Myungsoo hanya tersenyum lalu melanjutkan makannya.

“Masih ada tempat yang ingin kau kunjungi?” Mereka berdua berjalan menuju tempat mereka memarkirkan motor yang agak jauh dari kedai tersebut. “Aku hanya bisa menemanimu hari ini!” Lanjut Myungsoo. Hyunmi terlihat berpikir.

“Kajja!” Hyunmi menarik lengan Myungsoo tidak sabar.

“Kemana?”

“Namsan tower!” Hyunmi tersenyum senang.

“Mwo? Jangan bilang kau mau menulis pesan dan mau memasang gembok di sana?”

“Menurutmu? Haha!” Hyunmi hanya tertawa. Sebenarnya Hyunmi hanya ingin melihat keindahan sungai Han di malam hari seperti yang didengarnya dari orang-orang. Dia tidak pernah ke tempat itu sekalipun. Mereka berdua benar-benar ke sana.

“Joha?” Myungsoo dan Hyunmi duduk di sebuah bangku yang lumayan jauh dari keramaian sungai Han.

“Ne, gomapta!” Hyunmi sangat senang akhirnya bisa menikmati pemandangan sungai Han.

“Kau percaya semua pasangan yang memasang gembok cintanya akan abadi?” Myungsoo menatap jauh ke arah sungai Han.

“Ani, cinta hanya bisa abadi tergantung pada pasangan itu sendiri!” Hyunmi ikut menatap ke arah tatapan Myungsoo. Myungsoo tersenyum mendengar ungkapan yeoja di sebelahnya itu.

“Kemari!” Myungsoo mendekat lalu merangkul Hyunmi.

“Wa…wae?” Hyunmi malah tegang tiba-tiba Myungsoo memeluknya.

“Apa aku tidak boleh memeluk tunanganku?” Myungsoo hanya terkekeh. “Akhirnya aku menemukan ketenanganku!” Gumamnya.

“Mwo?” Myungsoo tidak menjawab, mereka berdua hanya terdiam dalam waktu yang lama.

“Kajja!” Mereka berdua kembali ke apartemen, dalam perjalanan tiba-tiba hujan turun.

“Untung saja kita pulang lebih cepat! Haha.” Hyunmi melepas sepatunya lalu masuk ke apartemen, Myungsoo berjalan mengikutinya dan langsung duduk di sofa. “Pakaianmu basah?”

“Ne, kau juga! Aku kan tadi sudah bilang untuk berteduh dulu!” Omelnya.

“Sudahlah, kau mandi saja dulu baru pulang!”

“Kau mengusirku?”

“Hey, apa manajer tidak mencarimu? Ini sudah larut malam!”

“Molla!” Myungsoo mengeluarkan ponsel dari saku celananya lalu mengaktifkannya.

“Yak, kau mematikannya?” Hyunmi mendekat untuk melihat ponsel Myungsoo.

“Hmm… Menurutmu apa mungkin manajer tidak mencariku? Sebelas panggilan tak terjawab, lima dari manajer hyung, dua dari Seungyeol hyung, satu dari Hoya, satu dari Dongwoo hyung, dan dua dari Woohyun hyung, juga ada empat pesan masuk!” Jelas Myungsoo sambil memeriksa ponselnya.

“Yak pabo!” hyunmi menjitak kepala Myungsoo.

“Setelah apa yang kulakukan hari ini kau masih memukulku?” Myungsoo mengusap kepalanya.

“Mian!” Hyunmi ikut mengusap kepala Myungsoo. “Appo? Lain kali jangan lakukan itu!”

“Tidak lagi, aku hanya bisa menjadi Kim Myungsoo hari ini! Setelah itu aku harus kembali menjadi L!” Hyunmi terdiam. Dia lalu berdiri dan menuju kamarnya mengambil handuk.

“Keringkan badanmu lalu pulang!” Hyunmi memberikan handuk pada Myungsoo.

“Kau tega mengusirku di saat hujan deras seperti ini?”

“Oh iya, mana ada bus jam segini? kau juga tidak mungkin pulang naik motor!” Hyunmi terlihat berpikir.

“Aku hanya akan tinggal sampai besok pagi!” Myungsoo berjalan santai menuju kamar Hyunmi.

“Bagaimana kalau manajer memarahimu?” Myungsoo tidak menjawab dan masuk ke kamar lalu mengganti bajunya. Hyunmi hanya menggeleng. Dia memutuskan untuk membuat teh hangat. Selesai membuatnya, Myungsoo masih belum keluar padahal Hyunmi juga harus ganti baju. “Myungsoo, palliwa! Aku juga mau ganti baju!” Teriak Hyunmi sambil mengetuk pintu.

“Kau mau ganti baju sama-sama? Haha!” Canda Myungsoo.

“Haha, lucu!” Ucap Hyunmi dingin. “Palli!” Myungsoo tiba-tiba keluar.

“Haha, arasseo!” Myungsoo  langsung berjalan menuju sofa dan meneguk teh yang sudah disiapkan Hyunmi di meja. Hyunmi masuk ke kamarnya untuk ganti baju. Hyunmi mengambil handuk dan pakaiannya lalu menuju ke kamar mandi.

“Aku mau mandi dulu, kau sebaiknya juga mandi supaya tidak sakit!” Pesannya sebelum menghilang di balik pintu kamar mandi. Myungsoo hanya melirik sekilas lalu menyalakan TV. Ponselnya berdering.

“Yeoboseyo?”

“….”

“Ne, hyung! Aku sedang menginap di rumah temanku. Ini sedang hujan jadi aku tidak bisa pulang!”

“….”

“Aniyo, aku janji besok pagi-pagi sekali aku akan kembali!”

“….”

“Ne, mianhaeyo!” Myungsoo mematikan ponselnya. Itu telpon dari managernya. Dia melanjutkan menonton TV dan memakan cemilan yang ada di meja kecil di samping sofa. Setelah cukup lama, Hyunmi selesai mandi dan menyuruh Myungsoo mandi. Sebaliknya, sekarang malah Hyunmi yang duduk di depan TV melakukan aktivitas yang dilakukan Myungsoo tadi, bedanya Hyunmi duduk di lantai bukan di sofa. Ponselnya berdering bersamaan dengan keluarnya Myungsoo dari kamar mandi.

“Yeoboseyo?” Jawab Hyunmi.

“…”

“Oppa, beogoshipeo!” Gumamnya senang.

“….”

“Naega gwenchanayo, Oppa?”

“….”

“Mworago? Jinjjayo?”

“….”

“Pantas saja Oppa bahkan melupakanku!”

“….”

“Bagaimana bisa itu disebut tidak melupakanku?” Myungsoo hanya menatap Hyunmi kesal.

“Bagaimana bisa dia semesra itu dengan seorang namja di hadapanku?” Gumamnya sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.

“Hmm… Ne arasseoyo!”

“….”

“Nado saranghaeyo! FIGHTING!” Hyunmi mengakhiri telponnya. “Kenapa kau berdiri di sana?” Hyunmi menatap Myungsoo yang tengah berdiri memperhatikannya.

“Nuguya?” Myungsoo mencoba tidak terlihat kesal.

“Junghwan Oppa!” Hyunmi melanjutkan aktivitasnya. “Oh, Myungsoo-yah kau tahu dia juga sudah debut! Wah aku tidak heran sih, suaranya memang sangat bagus! Hmm… aku rasa aku akan jadi fansnya, tapi aku memang sudah fansnya sejak dulu!” Hyunmi terlihat sangat senang. Myungsoo juga ikut kaget. Tapi tiba-tiba dia ingat sesuatu.

“Coba sini ponselmu!”

“Wae?”

“Sebentar!” Hyunmi menyerahkan ponselnya. Myungsoo memeriksa ponsel itu dan dugaannya benar. “Yak Shin Hyunmi, apa-apaan ini? Kenapa wallpapermu masih namja ini?” Myungsoo terlihat kesal.

“Wae?”

“Apa maksudmu wae?”

“Kau cemburu yah?” Selidik Hyunmi sambil tersenyum evil.

“Aa… ani! Apa kata eomma nanti kalau melihat ponselmu?” Hyunmi hanya tersenyum, dia yakin itu bukan alasannya kesal.

“Arasseo! Apa aku harus menggantinya dengan gambar pororo! Kekeke…,” Hyunmi tertawa. Dia benar-benar menggantinya dengan gambar pororo. Myungsoo duduk di sebelah Hyunmi dan kembali meminum tehnya.

“Ne! Hwaa, aku lelah sekali, aku butuh ketenangan!” Myungsoo tiba-tiba berbaring di pangkuan Hyunmi.

“Hey, apa yang kau lakukan?” Hyunmi menyelipkan rambutnya ke belakang telinga agar tidak menghalangi Myungsoo yang tengah memejamkan mata.

“Aku hanya akan menjadi Kim Myungsoo hari ini!” Gumamnya tanpa membuka mata. Hyunmi hanya tersenyum. Tangannya perlahan mengusap kepala Myungsoo. “Apa aku terlihat seperti seorang bayi bagimu sekarang?”

“Bisakah seorang Kim Myungsoo melakukan aegyo?” Hyunmi masih mengusap kepala namja dipangkuannya itu.

“Kau belum pernah menonton acara reality show kami, yah? Aku itu anak baik dan kyeopta!” Myungsoo tersenyum. Myungsoo menggenggam tangan Hyunmi yang mengusap kepalanya. “Lakukan seperti ini!” Myungsoo meletakkan tangan Hyunmi di pipinya.

“Haha, kau benar-benar bisa bersikap seperti ini?” Hyunmi masih tidak percaya perubahan sikap tunangannya itu.

“Shin Hyunmi!”

“Ne?”

“Kau harus selalu ada saat aku harus melihatmu, mendengar suaramu, dan memelukmu!” Myungsoo benar-benar berbeda hari ini, hatinya sudah mulai dia berikan pada yeoja yang kini menjadi tunangannya.

“Aku tidak yakin!”

“Wae?” Myungsoo langsung membuka matanya.

“Aku tidak yakin kau bahkan ada waktu untuk merindukanku atau bahkan sekedar mengingat wajahku!” Hyunmi tersenyum simpul.

“Kau tidak perlu meyakininya, hanya tunggu dan lihat!” Hyunmi terdiam.

“Bangun dari sana! Aku juga mau tidur!”

“Hmm… Rasanya tidak adil kalau salah satu dari kita menggunakan kamar itu!”

“Jadi?” Hyunmi berdiri saat Myungsoo kembali duduk.

“Aku juga sudah terbiasa tidur di lantai!”

“Hmm…?”

“Kita tidur di sini saja!” Myungsoo menarik tangan Hyunmi.

“Kita? Shireo!” Hyunmi melepas genggaman Myungsoo lalu melangkah menuju kamar. Myungsoo hanya tertawa melihat ekspresi Hyunmi.

“Dasar anak kecil!”

Munjaga! Ponsel Hyunmi berdering, Myungsoo segera mengambil dan membuka pesan tersebut.

From: Hwannie Oppa

Yeobo, Oppa tidak bisa tidur! Biasanya dengan mendengar
celotehanmu saja, Oppa bisa tertidur. Haha
Ya sudah, jalja chagiya! Oppa masih harus latihan!
Jgn lupa kau harus datang saat perform kami yah!
^_~

Myungsoo tersenyum simpul membaca pesan itu. “Yeobo? Chagiya?”

“Yak, apa yang kau lakukan?” Hyunmi keluar dengan membawa selimut dan bantal. Dia menjatuhkan bantal dan selimut lalu merampas ponselnya dari tangan Myungsoo.

“Melihat itu, orang-orang pasti berpikir kalian pacaran!” Omel Myungsoo. Hyunmi tidak peduli, dia membaca pesan itu dan segera mungkin menghubunginya.

“Yak, Oppa-yah! Ini sudah jam 12 dan kau masih latihan?” Hyunmi memarahi lawan bicaranya itu tapi masih terdengar nada khawatir di dalamnya.

“….”

“Jebalyo, jaga kesehatanmu!” Hyunmi mulai melemahkan suaranya.

“….”

“Shireo, aku tidak akan menjadi fansmu kalau oppa terlihat pucat diperform Oppa nanti!”

“….”

“Yaksokeyo?”

“….”

“Arasseoyo, aku benar-benar tidak akan menemui Oppa kalau Oppa sakit!”

“Daebak! Tskk…!” Myungsoo sudah tidak tahan, dia mengambil bantal dan selimut lalu tidur.

“….”

“Ne, Myungsoo?” Mendengar namanya, Myungsoo langsung membuka selimutnya.

“….”

“Ada hal kecil terjadi hari ini, jadi dia tidak bisa kembali!”

“…”

“Arasseoyo!” Hyunmi memberikan ponsel pada Myungsoo. “Junghwan Oppa ingin bicara padamu!”

“Naega wae?”

“Molla!” Myungsoo mengambil ponsel Hyunmi.

“Yeoboseyo?”

“….”

“Arayo, kau tidak perlu khawatir! Hmm… Ne dia tunanganku, aku tahu apa yang harus aku lakukan!”

“….”

“Ehngg, bisakah kau berhenti memanggilnya…? Hmm… Chagiya? Yeobo? Dan sebagainya?” Hyunmi langsung terkekeh mendengar itu.

“….”

“Aniyo, oh ya chukkahamnida sebentar atas debutmu! Jwaseonghaeyo belum sempat menyapamu!”

“….”

“Haha, ne! Sunbae?”

“….”

“Ah, Gamsahamnida! Ne, Infinite pasti mendukung kalian! Arasseoyo!”

“….”

“Ne, jaljayo!” Myungsoo menutup telpon.

“Daebak, kalian bisa seakrab itu?” Hyunmi tidak percaya, Myungsoo bahkan bisa tertawa pada namja yang baru pertama kali mengobrol dengannya. “Wah, tidak heran! Junghwan Oppa memang gampang sekali akrab dengan orang lain!”

“Sudahlah! Berhenti berbicara tentangnya!”

“Yakkk~” Myungsoo menarik Hyunmi hingga terjatuh tepat di atasnya.

“Aku tidak akan membiarkanmu pergi!” Bisik Myungsoo.

= = = = =

Hyunmi POV

Aku merasakan deringan alarm dari kamarku, perlahan aku membuka mata. Aku mengerjapkan mataku untuk mendapat kesadaran penuh, tiba-tiba perhatianku tertuju pada lengan tengah melingkar dipinggangku. Aku teringat sesuatu, namja itu masih di sini. Tepat di sampingku, baru saja aku akan membangunkannya, kuurungkan niatku saat menatap wajahnya yang benar-benar polos ketika tertidur.

“Shin Hyunmi, kau bahkan belum 17 tahun dan sudah berpikiran jauh? Haha… Aku tidak akan melakukan apa-apa padamu! Hanya tetap di sisiku sampai aku membuka mata besok pagi!” Aku teringat kata-katanya yang mampu membuatku berbaring di sini, di sebelahnya.

“Seongyeol Oppa benar! Dalam keadaan apapun kau bisa terlihat tetap tampan!” Aku merapikan rambut yang menutupi wajah namja ini. “Tapi aku baru sadar, kebiasaanmu saat tidur itu sangat mengganggu! Terakhir kali kau sangat jauh dan sekarang sudah sedekat ini! Ckckck~ Sama sekali tidak bisa disebut sleep well! Sangat mengganggu, bisakah kau tidak bergerak terus saat tidur?” Dia itu terlihat seperti bayi ketika tidur. “Omo~ manajer?” Aku ingat, dia janji kembali ke dorm pagi-pagi sekali. “Hey, Myungsoo-yah! Ireona!” Aku menepuk pipinya agar bangun.

“Sebentar lagi, Hyung! Kita bisa sampai bandara dalam waktu setengah jam!” Gumamnya. Aku menahan tawa.  Dia mengigau.

“Mana bisa sampai ke Incheon dalam waktu setengah jam? Dasar Myungsoo babo! Haha.” Namja ini benar-benar babo. “Myungsoo-yah, ireona! Palli!” Aku mengguncang tubuhnya, dia masih tidak bergeming. “Myungsoo-yah, kau bisa terlambat!” Perlahan dia membuka matanya, wajahnya itu…haha. Dia berantakan sekali.

“Wae?” Dia mengusap matanya dan menguap.

“Kau janji kembali pagi-pagi sekali!”

“Wah jeongmal? Sekarang jam berapa?” Dia mulai panik.

“Jam 7!”

“Omo~” Dia bangkit lalu segera mencuci wajahnya. Aku hanya bisa tertawa melihatnya sepanik itu. “Aku pergi dulu!” Ucapnya sambil memasang sepatu. “Aku hampir lupa sesuatu!” Sesaat kemudian dia sudah menciumku. Aku tidak tahu harus bagaimana, dia melakukannya lagi. “Kau jangan berpikir terlalu keras tentang perasaanku! Aku akan kembali menjadi L!” Aku tidak mengerti apa yang dikatakannya. Dia pergi begitu saja setelah membuat teka-teki di kepalaku.

Sejak hari itu, aku tidak pernah bertemu dengannya. Dua minggu. Dia bahkan tidak menghubungiku.

“Yeoboseyo?” Aku memutuskan menghubungi Gyu Oppa.

“Oppa? Apa kabar?”

“Mimi-yah? Gwenchana! Bagaimana denganmu?”

“Gwenchanayo! Oppa, chukahaeyo! Aku sudah mendengarnya dari Haena.”

“Mwo? Hmm… Ne! Aku sebenarnya tidak bisa melupakanmu begitu saja, tapi Haena datang dan membuat aku merasa harus melindunginya!”

“Aniyo, gwenchanayo! Aku harap Oppa bisa menyangi Haena lebih dari Oppa menyayangiku! Haena itu yeoja yang sangat baik!”

“Oppa tahu, mungkin awalnya dia akan menjadi alatku melupakanmu seperti yang dia katakan! Tapi dia malah tidak masalah dengan semua itu.” Kudengar Sungkyu Oppa tertawa kecil.

“Itulah Haena! Jangan sakiti dia, Oppa! Dia orang yang sangat berharga!”

“Arasseo, tapi kau mungkin akan kehilangan Oppa!”

“Aniyo, aku punya…?” Aku menghentikan kata-kataku, tanpa sadar aku benar-benar merindukannya.

“Myungsoo? Haha… Arasseo, Oppa tahu!” Kami mengobrol cukup lama, Sungkyu Oppa sekarang milik Haena, Kim Haena yang entah sejak kapan jatuh cinta pada namja yang baru dia kenalnya.

= = = = =

Author POV

Hyunmi keluar dari Daekyung setelah menyelesaikan kuliahnya hari ini. Haena masih ada kuliah, jadi Hyunmi memutuskan pulang sendiri.

“Aku lapar!” Gumamnya. Dia memasuki sebuah caffe yang tidak jauh dari Daekyung.

“Aku pesan coffe latte!” ucap Hyunmi bersamaan dengan seorang namja.

“Hyunmi-sshi?” Namja itu mengenali Hyunmi, dia menggunakan topi dan kacamata kuda juga masker.

“Nuguseyo?” Namja itu membuka maskernya setelah yakin tidak ada orang lain di caffe ini.

“Woohyun!”

“Woohyun Oppa?” Namja itu tersenyum sangat manis. Mereka berdua lalu memutuskan duduk di salah satu meja.

“Wah, lama tidak jumpa! Waktu itu pertemuan kita sangat singkat yah? Aku tidak sempat bicara banyak! Haha…” Canda Woohyun.

“Ne…hehe!”

“Bagaimana hubungan kalian?” Wajah Woohyun terlihat khawatir.

“Ehhgg… Mollayo, biasa saja!” Hyunmi berusaha tersenyum, semenjak hari dimana Myungsoo mengajak Hyunmi kencan, Myungsoo bahkan tidak menghubunginya. “Dia sibuk, aku tahu!”

“Dia sangat bekerja keras!”

“Dia sudah pulang dari Jepang?”

“Kau tidak tahu? Dia sudah pulang sejak tiga hari yang lalu! Sebenarnya tadinya aku mengajaknya makan di sini tapi tiba-tiba saja dia ada kelas.”

“Dia bahkan tidak memberitahuku!” Gumam Hyunmi.

“Dia terlihat sedang tidak baik!” Hyunmi menghentikan minumnya mendengar perkataan Woohyun.

“Dia terlihat pucat, dan kurang tidur! Aku tidak bermaksud membuatmu khawatir, tapi kondisinya cuma terlihat baik di depan kamera!” Jelas Woohyun.

“Jeongmalyo? Aku bahkan tidak tahu keadaannya seperti itu!” Hyunmi mulai khawatir.

“Aku juga khawatir, di antara kami semua, dia yang paling bekerja keras! Dia harus tetap latihan mengejar kekurangannya karena ke Jepang, dia juga masih harus kuliah!” Hyunmi merasa bersalah, dia tidak tahu Myungsoo mengalami masa-masa yang begitu sulit. Dia malah menyalahkan Myungsoo karena tidak menghubunginya.

“Apa yang bisa aku lakukan untuknya?” Hyunmi terlihat sangat sedih mendengar cerita Woohyun.

“Aku ada ide!” Woohyun tersenyum lalu segera mengeluarkan ponselnya. “Yeoboseyo?”

“…”

“Noona-yah, apa kau sudah menemukan asisten?”

“….”

“Baguslah! Aku ada teman yang sangat butuh pekerjaan. Dia rajin kok, tenang saja!”

“….”

“Besok? Algesseoyo!”

“Ne~ aku yang tanggung jawab masalah pekerjaannya!”

“….”

“Annyeong haseyo!” Woohyun mengakhiri telponnya. Hyunmi menatap Woohyun bingung.

“Besok kau harus datang ke MBC Music core!”

“Waeyo?”

“Datang saja!” Woohyun mengedipkan sebelah matanya.

= = = = =

“Noona-yah, annyeng haseyo!” Sapa Woohyun saat memasuki ruang persiapan.

“Oh, Woohyun-ah?”

“Aku bawa temanku yang kemarin kuceritakan!”

“Annyeong haseyo, Shin Hyunmi imnida!” Hyunmi membungkukkan badannya memberi salam.

“Yeppuda!” Gumam yeoja yang dipanggil noona oleh Woohyun tadi. “Kau yakin dia bisa membantuku?”

“Tentu saja!” Woohyun mengedipkan sebelah matanya lagi.

“Apa maksudnya?” Bisik Hyunmi pada Woohyun.

“Ikuti saja apa yang dia katakan, arasseo?” Hyunmi mengangguk mengerti.

“Mana member lain?” Tanya Yeoja tadi yang sebenarnya adalah coordi Infinite.

“Mereka masih dalam perjalanan, aku tadi langsung ke sini karena ada urusan!” Jelas Woohyun.

“Kalau begitu, ganti baju sekarang!” Perintahnya. “Hyunmi-sshi, bantu Woohyun berpakaian!”

“Ne!”  Hyunmi mengambilkan kostum untuk Woohyun. Woohyun segera mengambil kostum itu dan mengganti pakaiannya kemudian kembali menemui Hyunmi.

“Sebenarnya apa yang aku lakukan di sini?” Hyunmi membantu Woohyun memakai dasinya.

“Asisten coordi!” Woohyun tersenyum.

“Mworagoyo, Oppa?” Hyunmi kaget medengar hal itu.

“Ne! Kau hanya perlu membantu kami bersiap-siap! Menyiapkan segala kebutuhan kami!” Jelas Woohyun.

“Omo~ Bagaimana kalau Myung…?”

“Annyeong haseyo!” Belum selesai Hyunmi bicara, member lain sudah datang.

“Hyunmi?” Gyu kaget melihat Hyunmi ada di tempat ini. Member lain pun ikut menatapnya, Myungsoo menghentikan langkahnya.

“Annyeong haseyo!” Sapa Hyunmi.

“Apa yang kau lakukan di sini?” Tanya Sungkyu.

“Kenapa kalian baru datang sekarang?” Tiba-tiba coordi datang. “Palliwa! Sebentar lagi pre-recording! Hyunmi-sshi, bantu mereka menyiapkan kostum yah?”

“Ne!” Hyunmi kembali merapikan dasi Woohyun.

“Tenang saja!” Bisik Woohyun.

“Dia terlihat lelah!” Bisik Hyunmi.

“Hey, apa yang kalian lakukan? Mesra sekali!” Tegur Dongwoo sambil tersenyum jail.

“Aniyo!” Hyunmi langsung gugup.

“Aww!” Tanpa sengaja Hyunmi mengeratkan dasi Woohyun.

“Omo~ Mianhaeyo Oppa!” Woohyun hanya tertawa.

“Kau gugup bersamaku?” Canda Woohyun.

“Yak, aniyo!”

“Hey, kau mau dibunuh dia?” Dongwoo melayangkan pandangannya pada seorang namja berjas merah yang sejak tadi selesai berpakaian dan duduk di depan cermin.

“Hyunmi, apa Woohyun sudah selesai?”

“Ne!”

“Kalau begitu sekarang bantu L!” Perintah coordi. Hyunmi perlahan mendekat pada Myungsoo yang sedang duduk depan cermin.

“L-sshi, apa ada yang bisa aku bantu?” Tanya Hyunmi gugup.

“Hey, kenapa kau memanggil Woohyun dengan panggilan Oppa, tapi L dengan panggilan –sshi?” Celetuk Seungyeol sambil tertawa kecil menyaksikan kecanggungan mereka berdua.

“Panggil aku Oppa seperti yang lain!” Perintah Myungsoo dingin.

“Shireo!” Hyunmi refleks menolaknya. “A… maksudku ne, L Oppa!” Member lain tertawa kecil melihat sikap mereka berdua.

“Apa yang salah, Hyunmi bahkan muda dari Myungsoo…Haha.” Woohyun tertawa. Hyunmi merapikan jas Myungsoo, lalu merapikan rambut Myungsoo dengan kedua tangannya, Myungsoo tiba-tiba menahannya. Hyunmi sekarang terlihat seperti memeluk Myungsoo dari belakang. Manajer tiba-tiba datang. Hyunmi langsung melepas tangannya.

“Kalian siap-siap!” Myungsoo tiba-tiba berubah, dia langsung bersikap dingin pada Hyunmi.

“Wae?” Woohyun menghampiri Hyunmi.

“Mollayo!”

“Nuguseyo?” Tanya manajer.

“Annyeong haseyo, choneun Shin Hyunmi imnida! Asisten coordi yang baru!” Hyunmi memperkenalkan diri.

“Ohh…!” Manajer tampak berpikir sejenak.

“Hyung, kajja!” Woohyun menarik manajer-nya agar tidak bertanya macam-macam pada Hyunmi. Mereka melakukan pre-recording, Hyunmi hanya menonton dari ruang ganti.

“Ada apa dengannya? Sikapnya aneh!” Batin Hyunmi.

 

To be continued…

 

Mian yah, kalau part ini agak berantakan! Soalnya lagi merasa bersalah ga buat FF untuk ultahnya Wookie Oppa! Hikss~ T.T

Semoga saja suka! Author sblumnya lgi suka sma gyu jd masukin Gyu, skrg lgi suka sama Woohyun jd Woohyun lagi yang dimasukin…keke #dicekikMyungsoo

Don’t be silent reader! ^_-

2 thoughts on “[Fanfic] Be Mine Part 10

  1. aduh kalau aq jdy myungsoo,udah q cekik tuch wohyun..panas donk ngeliat hyunmi bntuin wohyun..
    Ff tambh seru aj nie..jgn lma2 admin publish part selanjut.nya..ff rainbow family jga d tnggu nih min..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s