[Fanfic] Be Mine Part 9

Image

Cast: Kim Myungsoo aka L Infinite, Shin Hyunmi (Imagine), Sungkyu,

Other cast: Lee Junghwan aka Sandeul B1A4, Seungyeol, Sungjong, Haena (imagine), Hoya Infinite, Yang Seungmi (imagine).

Genre: Romance, School, friendship

Author: RyeoChan aka YunTaeryeo

Twitter: @RyeoChan12

= = = = =

“Wae? Seorang sahabat berkata, semua yang kau rasakan itu adalah sugesti! Jadi mulai sekarang aku hanya akan mensugesti diriku bahwa kau ada dan sudah pasti ada untukku!” Myungsoo merasakan jantungnya berdetak sangat cepat sekarang.

“Ada bukan berarti ada, dan tidak ada bukan berarti tidak ada?” Gumamnya. “Shin Hyunmi, neon?” Wajah Hyunmi berubah, dia baru ingat kata-kata ini sering dia sebutkan dalam surat-surat yang dia berikan pada Myungsoo semasa SMA.

“Maksudku…? Kata-kata itu aku dapat dari…?” Myungsoo makin mendekat pada Hyunmi yang malah melangkah mundur. “Myungsoo-yah, wae?” tanya Hyunmi takut.

“Aku tidak perlu penjelasan! Aku sudah tahu sekarang!” Langkah Hyunmi tepat terhenti karena sebuah pohon, dan kata-kata Myungsoo berakhir dengan mencium Hyunmi, sekali lagi.

“Wa…wae? Kenapa kau selalu melakukan ini?” Hyunmi mendorong Myungsoo menjauh dan meninggalkannya.

“Hyunmi-yah!” Panggil Myungsoo sambil menyusul Hyunmi yang pergi. Hyunmi menaiki bus dan Myungsoo juga ikut naik ke bus itu, dia duduk tepat di sebelah Hyunmi yang langsung menatap keluar jendela. Myungsoo terlihat bingung.

 * * *

Myungsoo POV

“Apa yang aku lakukan?” Hyunmi sekarang bahkan tidak mau menatapku, entah apa yang ada dalam pikiranku, saat aku melihat yeoja ini, ada sesuatu perasaan yang tidak bisa aku jelaskan. Dia datang ke hadapanku tiba-tiba dan menyatakan perasaannya, aku harus menekan perasaanku yang sepertinya mulai menyukainya untuk seorang yeoja yang ternyata dirinya, dan selama ini aku jatuh cinta pada yeoja yang memang seharusnya jadi milikku sejak awal, intinya ternyata aku yang lebih dulu menyukai yeoja ini? Aku mengacak rambut frustasi, dia masih tidak peduli. Sudut matanya kini meneteskan air mata, perlahan tanganku mulai menggenggam tangannya, dia menepisnya tapi dengan cepat kugenggam erat tangan itu. Bus berhenti. Dia masih enggan menatapku, aku masih berjalan mengikutinya sambil menggenggam tangannya. Saat sampai di depan apartemen, dia memaksa melepas genggaman tanganku. Dia masuk lalu menutup pintu tanpa mengatakan apapun. Aku memutuskan untuk kembali ke dorm.

* * *

Author POV

“Gansahamnida untuk hari ini, Gyuseong-sshi!” Sungkyu mengantar Haena sampai ke rumahnya dan sampai sekarang belum melepas topengnya.

“Gwenchanayo, ngomong-ngomong aku mau memberi tahu sesuatu!”

“Mworagoyo?”

“Hmm… tapi jangan salahkan Hyunmi yah? Dia hanya ingin merahasiakan identitas kami!” Sungkyu mulai melepas topengnya.

“Cheoneun, Kim Sungkyu imnida!” Haena terlihat sedikit kaget melihat seorang Sungkyu Infinite berada di hadapannya.

“Neon, Sungkyu-sshi??” Haena masih tak percaya. Sungkyu tersenyum lalu mengangguk. “Moonsoo?” Haena berpikir mungkin saja Moonsoo juga orang lain.

“Hmm… kalau lebih jelasnya, tanya saja pada Hyunmi! Dia pasti akan memberitahumu, aku takut kalau aku yang memberitahumu malah jadi masalah.”

“Ne, gomawoyo sudah mau jujur!”

“Hmm… tidak perlu sungkan, aku ini lebih tua darimu jadi sebaiknya kau memanggilku oppa!” Canda Sungkyu.

“Hehe… ne… Sungkyu… Oppa?” Haena melafalkan dengan kaku.

“Haha… biasakan saja! Annyeong, aku harus pulang!”

“Ne! Hati-hati!” Gyu tersenyum lalu masuk ke dalam mobil.

* * *

Hyunmi POV

“Kenapa kau selalu membuatku bingung?” Hyunmi menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur. “Apa aku harus bertanya bagaimana perasaanmu sebenarnya? Babo!” Aku sebenarnya senang, namun aku takut cinta ini hanya akan berakhir dengan cinta sepihak saja.

Drrttt…drrttt… Ponselku berdering, aku segera mengambilnya. Sebuah pesan.

From: Myungsoo babo

Mian!

 Aku tidak tahu harus membalas apa, hatiku terlalu marah serasa dipermainkan seperti ini. Aku membenamkan wajahku ke dalam selimut.

Perlahan aku membuka mata. “Aigoo, aku bahkan tidak melepas gaunku!” Aku mengucek mata dan menatap jam yang berdiri tegap di atas meja di samping tempat tidur. Perlahan aku mulai mendapat kesadaran, semalam tanpa sadar aku tertidur. Aku masuk ke kamar mandi lalu membersihkan diri. Hari ini hari minggu jadi aku tidak perlu ke kampus dan bertemu namja itu. Aku ke dapur lalu memasak makanan kesukaanku, ramyun. Kalau Eomma tahu aku makan ini, dia pasti akan marah.

Ting tong…ting tong… Bell apartemen berbunyi. Aku melangkah gontai menuju ke pintu lalu membukanya.

“Haena-yah? Ayo masuk!” Ajakku. Aku kembali ke dapur diikuti Haena. Kami berdua sekarang duduk di meja makan. “Sudah sarapan?”

“Kau belum? Ini sudah jam 9 loh!”

“Keke… aku sangat lelah jadi baru bangun!”

“Dan kau makan ramyun pagi-pagi? Aishh, jinjja! Itu tidak sehat!”

“Sejak kapan kau jadi seperti eommaku?” Aku mulai menyuapkan ramyun ke mulutnya. “Mau?”

“Ani, gomawo!” Haena hanya menatapku yang sedang makan.

“Hyunmi-yah, semalam Sungkyu Oppa mengantarku pulang!”

“Hmm… Wajar saja!” Aku masih melanjutkan makan. “Uhukkk…uhukkk… Sungkyu Oppa?”Aku tiba-tiba tersedak, sadar kalau Haena menyebut nama Sungkyu Oppa?

“Ne, aku tahu dia Sungkyu Oppa bukan Gyuseong! Bisa kau menjelaskannya?” Aku meletakkan sendok.

“Mianhae, Haena-yah! Karena Gyu Oppa sudah memberitahumu, jadi aku akan menjelaskannya! Aku hanya tidak ingin semakin banyak orang tahu tentang hubungan kami, karena mereka itu public figure!” Aku tertunduk menyesal.

“Namjachingumu Moonsoo? Siapa dia? Myungsoo L?” Tebak Haena yang sangat benar. Aku hanya mengangguk.

“Dia bukan namjachinguku, tapi…” Aku memperlihatkan tanganku, lebih tepatnya memperlihatkan cincin yang melingkar di jari manisku.

“Kalian sudah bertunangan? Bukannya kalian dulu sudah putus?” Haena semakin tak percaya.

“Kami dijodohkan!”

“Wah daebak! Kalian pacaran, putus, lalu dipertemukan kembali sebagai tunangan??” Haena membulatkan mulutnya. Aku hanya bisa terdiam. “Dan apa hubunganmu dengan Sungkyu Oppa?”

“Dia cinta pertamaku yang aku ceritakan padamu!” kataku jujur.

“Benar-benar kebetulan! Kau dipertemukan dengan cinta pertamamu yang sangat dekat dengan tunanganmu?” Haena makin tak percaya.

“Hyunmi-yah, kau dimana?” Terdengar suara seorang namja memanggil-manggil, itu Myungsoo. Dia memang bisa masuk kapan saja ke apartemen ini. Tidak lama kemudian Myungsoo muncul dan terdiam melihat Haena juga ada di dekat Hyunmi.

“Sepertinya kalian ada masalah!” Aku hanya mengalihkan pandangan dari namja itu.

“Haena-yah, kau mau jalan-jalan? Kajja!” Aku berdiri dan menarik Haena melewati Myungsoo, tiba-tiba saat melewatinya, dia menahan tanganku.

“Jangan seperti anak kecil!” Katanya. Aku memaksa melepas tangannya.

“Hyunmi-yah, bicarakan dulu! Jangan seperti ini!” Haena mengusap bahuku. “Aku pulang dulu! Annyeong haseyo!”

“Haena-yah!” Panggilku, dia berbalik dan meyakinkanku dengan senyumnya lalu pergi. Aku meninggalkan Myungsoo tapi dia kembali menahanku.

“Sebelumnya, buatkan aku makanan! Aku sangat lapar!” Pintanya datar, aku ingin tertawa melihat ekspresinya, namun kuurungkan niatku.

“Yak, kau ini! Jinjja!” Aku ingin menjitak kepalanya, namun tidak melakukannya dan melangkah menuju dapur membuatkan Ramyun. Dia mengikutiku dan duduk di meja makan tempatku duduk tadi. Aku meliriknya dan mendapatinya menyentuh ramyunku. “Ah andwe!” Terlambat, dia sudah memakannya. Dia terdiam. “Yak, kau ini benar-benar! Itu ramyunku!” Makanan yang paling berharga dalam hidupku.

“Aku lapar! Cepat buatkan!” Perintahnya.

“Enak saja! Buat saja sendiri!” Aku melemparkan bungkusan ramyun padanya.

“Hey, ayolah! Aku mau yang seperti ini!” Katanya sambil menunjuk ramyunku.

“Shireo!”

“Hmm… Buatkan aku atau aku hanya akan makan yang ini?”

“Tckkk…!” Aku sangat kesal padanya, dia bahkan belum minta maaf tapi sudah berani memerintahku. Aku merampas bungkusan ramyun dari tangannya lalu memasakkan ramyun itu untuknya. Dia tersenyum penuh kemenangan. Aku meletakkan mangkuk berisi ramyun di hadapannya lalu duduk melanjutkan makanku tadi. Sepertinya dia benar-benar lapar, ini baru kedua kalinya aku melihat dia makan senikmat ini, dulu pertama kali ke rumahku dia juga makan dengan lahap. Setelah selesai makan, aku langsung ke ruang tengah dan menonton TV. Tidak lama kemudian dia juga muncul dan duduk di sebelahku.

“Aku akan melakukan apapun untukmu hari ini, tapi  hmmm..,” Dia mulai berbicara.

“Apa?”

“Tapi hari ini kau harus menemaniku jalan-jalan! Maksudku…”

“Maksudmu?”

“Date!” Kami sudah tiga bulan bersama dan pernah pacaran tapi tidak pernah kencan sekalipun. Dan sekarang dia mengajakku kencan? Aku menyentuh dahinya dengan punggung tangan. “Wae? Arasseo, lupakan saja!”

“Ani ani, kau benar akan melakukan apa kataku?” Tanyaku memastikan.

“Sudah, lupakan saja! Ini juga saran dari Woohyun hyung!”

“Shireo, kau sudah mengatakannya! Ara, aku menerima tawaranmu! Kau harus melakukan apapun yang aku mau!”

“Arasseo, tapi jangan yang aneh-aneh!”

“Terserah aku!”

“Cepat ganti baju!” Perintahnya. Aku langsung masuk ke kamar dan mengganti baju. Setelah ganti baju, aku langsung keluar. Dia menatapku, apa ini kelihatan aneh? Aku mengenakan dress putih selutut dan cardigan biru tua.

“Wae?” Tanyaku sambil memandang pakaianku.

“Ani, kajja!”

“Chamkan! Kau mau pergi begitu saja?” Aku memandang penampilannya, dia seperti biasa! Apapun yang dikenakannya selalu membuatnya tampan, tapi aku tidak suka dia berpenampilan selayaknya L Infinite.

“Apa lagi?”

“Kemari!” Aku menariknya ke kamar lalu membuka lemari dan memilihkan kaos lengan panjang putih bergaris miliknya, ini pertama kalinya aku membuka bagian lemari yang berisi pakaiannya. Tiba-tiba mataku tertuju pada sebuah kotak. Aku mengambilnya.

“Yak, andwee!” Teriaknya sambil merampas kotak itu.

“Itu apa?” tanyaku penasaran.

“Bukan apa-apa!” Dia menyembunyikannya di belakang punggung.

“Berikan!” Aku mencoba merebutnya dan tiba-tiba saja kotak itu terjatuh dan kertas-kertas berserakan. Aku menunduk dan mengambil salah satu dari kertas itu, tepatnya amplop.

“Andwee!” Gumamnya tak terdengar. Aku semakin penasaran, dia berbalik tanpa  menatapku. Aku mulai membaca isinya.

“Bukankah ini suratku?” Aku kembali mengambil surat-surat yang berserakan, semuanya suratku. “Kenapa kau menyimpannya?”

“Hmm… apa aku harus membuangnya?” Kulihat sikapnya berubah.

“Aku tebak tidak ada alasan dibalik semuanya!” Aku memasukkan kembali ke dalam kotak dan memasukkan kotaknya kembali ke dalam lemari Myungsoo. “Pakai ini!” Aku merasa bad mood, aku tidak boleh salah paham dengan semua itu, mungkin saja dia cuma suka mengkoleksi surat. Aku melangkah keluar kamar.

“Kau tidak mau tahu alasanku semalam menciummu? Dan kau tidak mau tahu alasanku  menyimpan surat-surat itu?” Pertanyaannya membuat langkahku berhenti. Itu pertanyaan yang sejak semalam berputar di kepalaku dan pertanyaan yang baru saja terlintas di kepalaku. “Aku menyukai penggemar rahasiaku itu!” Pernyataannya membuat jantungku berdegup kencang. Dia membalikkan tubuhku menghadapnya lalu tiba-tiba memelukku. “Nan johae!” Auranya berubah, dia seketika menjadi namja yang lembut dan hangat. Aku senang, dia memang menyukaiku.

“Cepat ganti bajumu, ini sudah siang!” Aku rasa wajahku memerah sekarang, dia tersenyum saat melepaskan pelukannya.

= = = =

Author POV

Myungsoo mengeluarkan motornya yang sudah cukup lama tidak dia pakai. “Sebelumnya kita ke toko di ujung jalan!” Pinta Hyunmi.

“Wae?”

“Ikut saja!” Myungsoo tidak bertanya lagi dan menutup kaca helm-nya. Motor  itu mulai melaju dan berhenti tepat di depan toko yang ditunjuk Hyunmi. Hyunmi menarik Myungsoo masuk ke toko itu, lebih tepatnya toko pakaian.

“Kau mau beli pakaian?”

“Aniya!” Hyunmi terlihat mencari sesuatu. “Ini dia!”

“Kumis palsu?”

“Hmm… Kau kan tidak mungkin berada di tempat umum bersama seorang yeoja. Aku juga tidak mau kencan kita berakhir dengan amukan para Elements!”

“Shireo!”

“Kau harus mengikuti semua permintaanku!” Hyunmi mengingatkan tentang janji Myungsoo. Myungsoo terpaksa mengiyakan. Hyunmi memasangkan kumis palsu itu di wajah Myungsoo. Hyunmi terkekeh mencoba menahan tawanya.

“Puas menertawakanku?” Myungsoo terlihat kesal.

“Ani!” Hyunmi memeletkan lidahnya. “Satu lagi!” Hyunmi mengambil kacamata lalu memasangkannya pada Myungsoo. “Hwaa~ Johaa!” Hyunmi membulatkan mulutnya kagum melihat hasil karyanya. “Sepertinya kau lebih tampan begini! Hahaha…,” Hyunmi memasangkan topi fedora seraya memuji penampilan baru Myungsoo. Myungsoo berbalik ke arah cermin dan memperhatikan penampilannya.

“Tidak buruk!” Mendengar hal itu, Hyunmi merasa kecewa karena Myungsoo malah menyukainya. “Dengan begini, aku Kim Myungsoo bukan Infinite L Kim!” Myungsoo merapikan letak kacama kudanya. “Sudah selesai, kan?” Hyunmi mengangguk lemas karena tidak berhasil mengerjai Myungsoo. “Kajja!” Hyunmi mengikuti Myungsoo menuju kasir, setelah membayar, mereka berdua meninggalkan toko itu. Hyunmi memegangkan topi dan kacamata Myungsoo saat perjalanan. Mereka sampai di Lotte World.

“Lotte World?” Hyunmi kagum melihat tempat yang dipilih Myungsoo.

“Wae?”

“Ani, apa ini juga saran Woohyun Oppa?”

“Ani!”

“Ini atas inisiatifmu?” Hyunmi senang, tunangannya itu ternyata pandai juga.

“Ani, ini saran Seungyeol hyung!” Jawab Myungsoo dengan wajah tak berdosa.

“Hufftt..” Hyunmi menghembuskan napas kecewa. Dia memberikan topi dan kacamata pada Myungsoo lalu pergi mendahuluinya. “Myungsoo-yah, palliwa!” Myungsoo sedikit berlari menyusul Hyunmi. “Kita ke sana!” Hyunmi berjalan lebih cepat memasuki toko aksesoris.

“Untuk apa kita ke sini?” Protes Myungsoo. Hyunmi tidak menjawabnya, dia memasangkan bando telinga kelinci di kepala Myungsoo. “Yak, ige mwo?” Myungsoo menepis tangan Hyunmi.

“Kau namja, kan?”

“Maksudmu?”

“Katanya, bagi seorang namja janji itu adalah kehormatan mereka!” Myungsoo merampas bando itu lalu memakainya dengan kesal tanpa mengatakan apapun. Hyunmi kembali terkekeh. Dia mengambil bando  satu lagi dan memakainya. Lalu berjalan ke arah kaos.

“Mau apa lagi?” Hyunmi nampak memilih-milih kaos. “Memalukan!”

“Yak, apanya? Dalam kencan, ini sering orang-orang sering menggunakannya, namanya Couple T-shirt. Pakai ini!” Hyunmi tahu Myungsoo sangat tidak suka hal-hal seperti ini, tapi dari dulu dia benar-benar ingin melakukan kencan seperti itu, terutama memakai baju couple.

“Warna pink?” Myungsoo semakin kesal.

“Ne! Aku tidak suka warna pink, jadi kau saja yang pakai!” Kata Hyunmi senyum penuh kemenangan.

“Yak jebal, apapun asal jangan pakai kaos ini!” Pinta Myungsoo memelas.

“Arasseo, kali ini akan kubiarkan kau memilihnya!” Myungsoo mulai melihat-lihat dan menemukan sepasang kaos yang lumayan kelihatan normal, hanya saja ada potongan hati di depannya, setengan di kaos satu dan setangah lagi di kaos pasangannya. Mereka berdua langsung menggunakannya. Setelah selesai, mereka berjalan-jalan mengelilingi Lotte World ini. Hyunmi terlihat sangat senang, Myungsoo tersenyum saat memperhatikan Hyunmi yang sangat bahagia. “Apa di tasmu itu?” Tanya Hyunmi sambil menunjuk tas yang sejak tadi dibawa Myungsoo.

“Ini, hanya kamera!” Myungsoo ingat kalau dia membawa kamera, dia lalu mengeluarkannya. Hyunmi berlari menuju ke tempat es skating dan memperhatikan orang-orang yang sedang bermain. “Hyunmi-yah!” panggil Myungsoo. Hyunmi berbalik dan ceklek Myungsoo berhasil mengambil gambar Hyunmi.

“Yak, apa-apaan ini?” Hyunmi mendekati Myungsoo berusaha mengambil kameranya. Tapi Myungsoo malah memeluknya.

“Kau mau menghapusnya? Haha” Hyunmi diam.

“Myungsoo-yah!”

“Hmm…?”

“Aku mau main es skating!” Myungsoo melepaskan pelukannya lalu menatap Hyunmi.

“Arasseo! Kajja!” Myungsoo menarik tangan Hyunmimenuju ke tempat es skating. Mereka bermain es skating sepuasnya. Hyunmi semakin terlihat bahagia, Myungsoo diam-diam hanya memperhatikan yeoja itu sedang bermain. Dia menyilangkan tangannya di dada dan berdiri di tepi lapangan es skating sambil memperhatikan Hyunmi. Tiba-tiba Hyunmi terjatuh dan dengan cepat Myungsoo berlari menghampirinya. “Gwenchana?”

“Haha, Gwenchana!” Hyunmi terlalu bahagia melebihi rasa sakit di lututnya.

“Mana yang sakit?” Myungsoo malah terlihat khawatir.

“Eobseo!”

“Jeongmal?”

“Ne!” Hyunmi berdiri untuk meyakinkan Myungsoo. “Nan gwenchana!” Dia melanjutkan bermain es skating. Myungsoo tersenyum.

“Sepertinya aku benar-benar mencintaimu, Shin Hyunmi!” Dia lalu berlari mendekati Hyunmi dan menggenggam tangan Hyunmi lalu bermain bersama.

 

9 thoughts on “[Fanfic] Be Mine Part 9

  1. Pertama, saya mau minta maaf karena tidak menjadi readers yang baik di part sebelumnya… Saya terlalu penasaran dengan ceritanya jadi lupa untuk meninggalkan jejak… Maafkan lah readers yang satu ini… *bow bareng Infinite*
    Saya suka jalan cerita yang author buat disini… Penggambaran sifat Myungie oppa juga pas banget…. Sayangnya, kenapa saingan Myungie oppa itu Sung Gyu oppa bukan Woo Hyun oppa? Kayaknya lebih seru kalau saingannya Myungie oppa itu Woo Hyun oppa soalnya sifat Woo Hyun oppa yang lebih romantis nd cheesy pasti bikin yeoja lebih milih Woo Hyun, dan itu bisa jadi persaingan yang agak sulit buat Myungie oppa… But, that’s just my opinion… Whatever, this fiction is awesome, and I love it so much!! :))
    Saran saya :
    1. Kalo seandainya FF ini bakalan muncul konflik, akan lebih baik kalo jangan ada cewek lain yang jadi pihak ke tiga diantara MyungMi couple. Alasannya adalah karena, konflik yang seperti itu akan sangat membosankan, cukup Sung Gyu aja yang saingan sama Myungie… Jangan nambahin karakter X lagi buat saingan sama Hyunmi. Kan kasihan Hyunmi nya… *astaga, nih readers kurang ajar, sok ngatur authornya… Maafkan saya ya thor*
    2. Part selanjutnya jangan terlalu lama di publish ya thor..😉
    3. Kalo bisa next partnya agak panjang… Jadi lebih puas bacanya…
    Akhir kata, mohon maaf kalo ada komen saya yang menyinggung author… Sesungguhnya saya hanya menyampaikan apa yang ada di otak saya, dan begini lah cara saya menyampaikannya, apabila ada kata yang menyinggung dan tidak sesuai mohon di maafkan…. Saya juga mohon maaf kalo komentar saya hanya numpang lewat dan ga bermutu sama sekali, karena saya tidak tau komen seperti apa yang bermutu… But, apa pun yang terjadi, aku suka banget sama ff ini…
    So, Keep kece buat authornya, and keep fighting for this fiction!! Author Jjang!! ^^
    I’m always waiting for your FF! ^^

    • makasih, aku suka banget komen kamu kok! Makasih udah mau ngetik panjang2 buat komentari fanfic ini!
      Sebenarnya bocoran, baru rencana Woohyun bakal muncul sbgai saingan Myungie nanti krn di sini Woohyun belum kenal2 amat sma Hyunmi… dan emang ga bakal ada kok cwe lain diantara MyungMi! Makasih sudah suka sama karya yang bukan apa-apa ini! ^^
      Dan terima kasih sekali lagi atas komennya, ini pertama kalinya sy dapat komentar sepanjang ini dan membuat saya merasa sangat dihargai sebagai author! ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s