[Fanfic] Be Mine Part 8

Cast: Kim Myungsoo aka L Infinite, Shin Hyunmi (Imagine), Sungkyu,

Other cast: Lee Junghwan aka Sandeul B1A4, Seungyeol, Sungjong, Haena (imagine), Hoya Infinite, Yang Seungmi (imagine).

Genre: Romance, School, friendship

Author: RyeoChan aka YunTaeryeo

Twitter: @RyeoChan12

= = = = =

Myungsoo POV

“Hyunmi-yah?” Entah apa yang membawaku ke apartemen ini, tiba-tiba saja langkah kakiku membawaku ke sini. Aku mencari ke sekeliling ruangan namun dia tidak ada. Aku memutuskan untuk berbaring sejenak di sofa karena merasa sangat lelah. Tiba-tiba aku teringat sesuatu, aku segera masuk ke kamar dan memeriksa lemari. “Ini dia!” Aku membuka sebuah kotak yang berisi surat dari yeoja yang bahkan aku tidak tahu siapa. Sebuah surat yang bisa membuatku bersemangat, sebuah surat yang aku tidak tahu siapa pemiliknya, aku menemukannya 5 tahun yang lalu di sebuah taman, yeoja kecil yang menangis dan meninggalkan surat ini di sana.

Masalah bukan ada untuk mejatuhkan kita
melainkan ada untuk membuat kita semakin kuat

Ada belum tentu ada, tidak ada belum tentu tidak ada.
Mata bisa berbohong namun rasa tak pernah berdusta.
Tidak ada di sampingmu bukan berarti aku tak ada untukmu.
Ada di sampingmu, bukan berarti hatinya untukmu.
Mata ini tak bisa melihatmu, tapi rasa ini tahu kau ada untukku.

I’m Waiting for U

Kata-kata yang begitu sederhana yang mampu membuatku jatuh cinta pada yeoja kecil itu.

“Mengapa kau di sini?” Hyunmi tiba-tiba datang, dengan cepat aku menyembunyikan surat tersebut ke dalam kotak dan memasukkanya ke sela-sela pakaianku.

“Aniya, aku mau ganti baju karena tadi tidak sengaja bajuku kotor!” Aku sengaja membohonginya, padahal aku sendiri tidak tahu tujuanku ke sini. “Aku harap dia tidak melihatnya!” batinku.

“Arayo, palliwa!” Dia lalu keluar dan menutup pintu kamar. Aku segera mengganti pakaianku yang tidak kotor sama sekali.

Bruukkk… Tiba-tiba terdengar suara kaca terjatuh. Aku segera keluar untuk melihat apa yang terjadi. Ternyata suara itu dari arah dapur, aku panik dan berlari ke sana.

“Myungsoo, chamkan!” Hyunmi berlari ke arahku untuk mencegahku, tiba-tiba saja dia tergelincir dan jatuh tepat di atasku. “Argghhh…,” rintihnya.

“Gwenchana?” Dia merintih kesakitan, aku berusaha melihat keadaannya ternyata pecahan kaca melukai lututnya. “Omo~” Aku segera bangun dan mengangkatnya duduk di dapur. “Gwenchana?” tanyaku, tapi dia hanya diam dan berusaha menahan rasa sakit. Aku segera mengambil kotak P3K dan mengobati lututnya yang mengeluarkan darah lumayan banyak. Entah kenapa aku sangat khawatir padanya, melihatnya terluka seperti ini perasaanku jadi tidak jelas.

“Hiks…hiks…hiks…,” dia tiba-tiba saja menangis. Aku mendongak untuk menatapnya.

“Appo?” Apa ini terlalu sakit hingga dia harus menangis seperti itu, dia menangis semakin keras.

“Mani appo!” Dia masih menangis sambil memukul bahuku. Aku merasa ada hal lain yang membuatnya menangis. “Tidak bisakah kau membuatnya lebih mudah?” Aku tak mengerti apa yang dikatakannya. Dia mengusap air matanya tapi masih menangis.

“Wae?” tanyaku.

“Mani appo! hiks…hiks…hiks…!” Aku masih memandangnya tak mengerti, apa aku sudah menyakiti yeoja ini.

“Hyunmi-yah, wae gurae?” tanyaku sambil mengusap air matanya. Dia masih terdiam. Aku tidak bertanya lagi dan hanya membantunya turun dari meja dapur lalu membawanya ke kamar. Tangisnya mulai redah, aku mengambilkan segelas air putih dan menyuruhnya untuk minum. “Aku harus segera pergi, aku akan menghubungi Haena agar dia bisa ke sini.” Tidak ada respon darinya, aku mengambil ponselnya yang tadi tergeletak di meja makan dan mencari nama Haena sahabatnya.

“Yeoboseyo, Hyunmi-yah wae?”

“Yeoboseyo, bisa kau tolong ke apartemen Hyunmi? Dia sedang sakit tapi aku harus pergi!” Pintaku.

“Ini dengan siapa?” tanya orang itu.

“Naega… Hyunmi namjachingu!” Aku tidak memberitahu yang sebenarnya karena bagi orang kebanyakan tidak akan percaya seumuran kami sudah tunangan.

“Oh, ne!”

“Gansahamnida!” Aku memutuskan telpon lalu kembali ke kamar untuk melihat keadaannya. Dia masih berbalik dan tidak mau menatapku.

“Aku pergi dulu yah! Sebentar lagi Haena akan datang!” Kulihat dia mengangguk.

“Gomawo!” Suaranya masih bisa terdengar. Ada apa dengan yeoja ini? Apa aku sudah menyakitinya?

Ting Tong Ting Tong… Bell berbunyi, aku sengaja menunggu Haena datang sebelum aku pergi. Aku segera membukakan pintu untuknya menggunakan sedikit penyamaran agar dia tidak mengenaliku.

“Silahkan masuk!”

“Annyeong haseyo, bagaimana keadaan Hyunmi?” Dia memandangku sedikit kebingungan dengan penampilanku yang memakai syal yang menutup hingga mulutku.

“Dia ada di kamar, aku harap kau bisa menjaganya! Aku akan kembali malam ini, bisakah kau menjaganya?” tanyaku.

“Ne, arasseoyo!” Aku mengantarnya ke kamarku yang sekarang sudah menjadi kamar Hyunmi, lalu pergi karena masih ada jadwal hari ini.

= = = = =

Author POV

“Hyunmi-yah, gwenchana?” Haena mendekati Hyunmi yang duduk di tempat tidur.

“Haena?” Hyunmi langsung memeluk sahabatnya itu.

“Wae?” Haena kembali bertanya saat Hyunmi sudah tenang.

“Haena-yah,  namja yang selalu ada di sampingku tiba-tiba meninggalkanku sekian lama dan kembali lagi!”

“Apa yang kau maksud namja tadi?” tanya Haena. Hyunmi menggeleng. “Tapi tadi dia bilang, dia namjachingumu!”

“Mwo? Kau tidak mengenalnya?” Hyunmi kaget ternyata Haena tidak mengenali Myungsoo.

“Ani, apa aku mengenalnya?” Haena jadi bingung.

“Ani, lupakan saja!” Hyunmi mengerti, Myungsoo pasti menyamar agar tidak dilihat Haena.

“Lalu intinya, kau masih mencintai namja di masa lalumu tapi sekarang kau sudah punya namjachingu?” Myungsoo sejak tadi di sana, dia kembali karena ingin mengambil jaketnya. Setelah mendengar hal yang membuat Hyunmi menangis, dia langsung pergi.

“Aniyo, aku tidak tahu sama sekali bagaimana perasaanku saat ini! Namja itu tiba-tiba datang dan bilang tidak akan menyerahkanku pada namja lain!”

“Hyunmi-yah, tanya hatimu! Hatimu pasti lebih tahu yang mana yang kau cintai!”

“Gomawo, Haena-yah!”

“Lalu lututmu kenapa?” Haena mengamati lutut Hyunmi yang terluka.

“Tadi tidak sengaja aku terjatuh dan lututku terkena pecahan gelas yang aku jatuhkan!” jelas Hyunmi.

“Tapi sudah diobati kan?”

“Ne, namjachinguku sudah mengobatinya!”

“Yak, Shin Hyunmi! Sejak kapan kalian pacaran? Kau bahkan tidak memperkenalkannya pada sahabatmu ini?”

“Mianhae, ada beberapa alasan yang tidak bisa aku beritahukan!”

“Arasseo, apa aku boleh tahu namanya siapa?”

“Hmm.. Myung?? Kim Myungjoo!” Hyunmi berbohong agar Haena tidak curiga.

“Haha… kau ini lucu, sebelumnya pacaran dengan Kim Myungsoo! Aneh-aneh saja!” Haena tertawa untuk mencairkan suasana.

“Kau jangan bilang siapa-siapa yah kalau aku pernah pacaran dengan Myungsoo!” pinta Hyunmi.

“Arasseo, aku juga tidak akan membiarkan sahabatku dimangsa para fansnya L! haha,” canda Haena, Hyunmi tersenyum.

= = = = =

Sejak hari itu Myungsoo tidak pernah menemui Hyunmi, dia bahkan menghindari Hyunmi di kampus. Belakangan ini, Sungkyu juga lebih sering memberikan perhatian pada Hyunmi walaupun perhatian Hyunmi masih pada namja yang menghindarinya itu.

“Hyunmi-yah, apa masih ada tempat untukku di hatimu?” tanya Sungkyu saat duduk berdua dengan Hyunmi di perpustakaan. Sudah seminggu terakhir ini, mereka berdua belajar bersama di perpustakaan, tepatnya Sungkyu selalu menemui Hyunmi yang memang sering ke perpustakaan. Mendengar pertanyaan itu, Hyunmi berpikir lalu menatap namja itu.

“Oppa, mianhaeyo!”

“Ani, aku akan membuat diriku kembali ada di hatimu!” Sungkyu kembali fokus pada buku yang sebenarnya tidak pernah ia baca.

“Mianhaeyo, Oppa!” Hyunmi lalu pergi meninggalkan Sungkyu sendiri, ia berlari dan menaiki bus kembali ke apartemen berharap orang yang dia ingin temui ada di sana. Setelah dari turun dari bus, dia kembali berlari dan tanpa sengaja dia terjatuh, lututnya tergores. Dia kembali berlari tanpa memikirkan luka di lututnya yang sebelumnya pernah terkena pecahan beling. Dia memasuki apartemen dengan napas tak beraturan.

“Hyunmi? Bukannya kau masih ada…? Lututmu?” Pandangan Myungsoo beralih ke arah lutut Hyunmi yang berdarah. Hyunmi menangis lagi, perlahan dia berjalan mendekati Myungsoo dan memeluknya.

“Aku berbohong! Aku bohong kalau bilang aku sudah melupakanmu!” Hyunmi menangis dan mengungkapkan semua apa yang ingin dikatakannya. “Aku pernah berusaha melupakanmu, tapi tetap tidak bisa!”

“Shikkuro!” Myungsoo melepas pelukan Hyunmi lalu menopangnya duduk di sofa. Hyunmi terdiam, dia hanya bisa menatap tunangannya itu, seperti sebelumnya Myungsoo berlutut dan mengobati lutut Hyunmi. “Lain kali jangan pakai rok kalau mau berlari!” omel Myungsoo. Hyunmi sedikit lebih tenang dengan perlakuan Myungsoo padanya. “Kenapa kau memandangku seperti itu?” Entah apa yang ada dipikiran Hyunmi, dia mencium Myungsoo kilat.

“Bisakah kau membuatnya lebih mudah?” Hyunmi tidak menatap namja di hadapannya lagi, dia memalingkan wajahnya. “Kau memintaku untuk memikirkanmu dan kau bahkan tidak pernah memikirkanku! Gyu Oppa datang dan memberikan cintanya padaku, aku..?” Myungsoo yang sejak tadi tidak tahan, langsung membungkam Hyunmi dengan ciumannya.

“Tidak peduli kau menganggapku egois atau apa, namja yang boleh ada dalam pikiranmu hanya aku! Aku pernah bilang, aku tidak boleh mencintai yeoja lain selain takdirku! Dan takdirku adalah Shin Hyunmi, intinya aku tidak boleh mencintai yeoja lain selain Shin Hyunmi, arasseo?” Myungsoo sangat marah, terpancar kekhawatiran dan kemarahan di saat yang bersamaan dan membuat Hyunmi mematung. “Istirahatlah dan jangan berpikir terlalu keras untuk melupakanku, karena itu hanya pekerjaan sia-sia!” Myungsoo lalu pergi.

= = = = =

“Cantik sekali!” gumam  Haena saat menatap Hyunmi yang telah selesai ganti baju untuk ke promnite mereka.

“Kau juga!” Hyunmi tersenyum.

“Tapi kita dalam masalah besar, kita belum ada pasangan sampai sekarang!” Haena menepuk dahinya.

“Gwenchana, hari ini tema diganti jadi pesta topeng. Kau tahu itu?”

“Ne, terus??” Haena bingung.

“Dasar lemot! Baiklah, aku akan mencarikan satu pasangan untukmu nanti di sana!”

“Bagaimana dengan namjachingumu?”

“Aku rasa dia tidak akan datang!”

“Dia mahasiswa Daekyung?” Hyunmi mengangguk.

“Wah teganya tak memberitahuku!”

“Hehe, suatu saat aku akan memberitahumu!”

Ting Tong… bell berbunyi. Dua orang namja kini telah berdiri di hadapan Hyunmi yang mengenakan gaun soft green selutut dan Haena yang mengenakan gaun soft blue selutut.

“Nuguseyo?” tanya Hyunmi. Dia memandang ke arah Haena mengira Haena tahu, tapi Haena hanya mengangkat bahunya tidak tahu. Kedua namja itu mengulurkan tangannya pada Hyunmi tanpa bicara satu kata pun. Hyunmi bingung, dia menatap satu per satu mata namja yang wajahnya tersembunyi di balik topeng itu. Hyunmi tergerak untuk mengulurkan tangannya kepada namja yang mengenakan setelan jas abu-abu, tapi dia ragu dan dengan pasti mengubah pilihannya ke namja yang mengenakan setelan jas putih. Tiba-tiba namja yang mengenakan jas abu-abu memandang Haena yang juga kebingungan dan jelas tak mengerti. “Hmm…Annyeong haseyo, apakah anda mau menjadi pasanganku untuk malam ini?” Haena tersentak melihat namja itu mengulurkan tangan padanya. Dia menatap Hyunmi, Hyunmi hanya membalas menatapnya dengan pandangan terserah. Haena perlahan mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan namja itu.

Setelah mengambil tas mereka, Hyunmi dan Haena juga kedua namja tadi masuk ke dalam mobil hitam yang memarkir di depan gedung apartemen itu. Namja berjas abu-abu membukakan pintu depan untuk Haena.

“Gamsahamnida!” Haena pun masuk ke mobil, Hyunmi menatap namja di sampingnya, lalu menatap Haena dan namja tadi iri. Dia berharap namja di sampingnya melakukan hal yang sama, tapi sama sekali tidak. namja berjas abu-abu tersenyum lalu membukakan pintu belakang untuk Hyunmi, Hyunmi balas tersenyum padanya lalu naik ke mobil meninggalkan namja berjas putih.

“Dasar yeoja!” Namja berjas putih lalu naik ke mobil juga, namja berjas abu-abu menyetir mobil menuju gedung tempat promnite diadakan.

“Aku pikir kalian tidak akan datang!” Kata Hyunmi saat dalam perjalanan menuju promnite.

“Sudah kuduga, kau pasti tahu ini aku!” Namja berjas putih itu adalah Myungsoo. ia menatap keluar jendela sejak tadi.

“Hehe, kau tahu yah! Mianhae, ini semua ideku! Awalnya dia tidak mau pergi, tapi aku memaksanya untuk membuktikan sebenarnya siapa yang ada di hatimu!”  Dan namja berjas abu-abu adalah Sungkyu.

“Nuguseyo?” Haena yang bingung akhirnya bertanya.

“Mianhae Haena-yah! Mereka berdua temanku!” Kata hyunmi. “Yang di sampingmu itu Sung.. maksudku Gyusung! Dan dia Myungjoo!” kata Hyunmi bohong, Sungkyu kaget dan Myungsoo yang tadinya menatap jendela langsung menatap Hyunmi dari topengnya.

“Oh, Myungjoo namjachingu-mu?” Myungsoo membulatkan matanya. Hyunmi hanya mengangguk meyakinkan Haena.

“Mimi-yah, hari ini aku akan  membiarkan kau bersamanya, aku tidak akan melakukan ini lagi di masa yang akan datang sampai dia bisa betul-betul yakin dengan perasaanya!” Sungkyu menatap Myungsoo dari kaca mobil, Myungsoo hanya cuek mendengarnya.

“Gomawoyo, Oppa!” Hyunmi menunduk mendengar kata-kata Sungkyu.

“Oh iya,  bagaimana kau tahu kalau ini kami?” tanya Gyu.

“Siapa lagi namja yang dingin, tidak romantis, dan cuek sepertinya?” sindir Hyunmi, Myungsoo masih bertahan tidak peduli.

“Haha, separah itu kah dia?” tanya Hyu lagi.

“Aniyo! Hehe.” Hyunmi sedikit membela Myungsoo. Tidak lama kemudian mereka berempat sampai di tempat promnite, tidak ada yang bisa mengenali mereka karena mereka  menggunakan topeng. Sungkyu memperlakukan Haena sangat special hari ini, dia menggandeng tangan Haena memasuki gedung. Hyumi tahu Myungsoo tidak akan pernah menyiapkan lengannya untuk menggandeng Hyunmi, dia lalu berjalan menyusul Myungsoo dan meraih tangan Myungsoo dan bergandengan. Myungsoo berhenti untuk menatapnya sejenak. “Wae, Chagiya?” Hyunmi memaksakan senyumnya pada Myungsoo.

“Terserah kau saja!” Myungsoo dan Hyunmi akhirnya bergandengan memasuki gedung. “Joa?”

“Neon joa?” tanya Hyunmi kembali sambil cekikikan. “Arasseo, mulai hari ini aku akan memperlakukanmu selayaknya tunanganku!” batin Hyunmi. Hyunmi senang melihat Myungsoo terganggu, dia bertekad akan terus mengganggu Myungsoo sampai Myungsoo menyerah, menyerah untuk apa? Hyunmi pun masih tak mengerti.

“Chogiyo, neon Hyunmi-sshi?” Tiba-tiba seorang yeoja datang menghampiri Hyunmi yang bersama Myungsoo.

“Ne? Nuguseyo?” tanya Hyunmi.

“Oh, naega Yang Seungmi imnida, ingat? Aku yeoja yang bersama Hoya di perpustakaan!” Jelas yeoja itu. Myungsoo ikut mendengarkan dan memandang aneh sekali lagi pada yeoja itu.

“Myungsoo?” Hoya tiba-tiba datang lengkap dengan topengnya. Para mahasiswa ini tidak tahu keberadaan member Infinite, mereka sudah mengumumkan kalau member Infinite tidak akan datang karena kesibukan mereka namun nyatanya mereka di sini tentunya kecuali Woohyun dan Sungjong. “Akhirnya kau datang juga!” bisik Hoya. “Gyu hyung mana?”

“Dia di sana!” Myungsoo menunjuk ke arah Sungkyu yang sedang asyik mengobrol dengan Haena.

“Arasseo, jadi kau datang bersamanya?” Hoya menyenggol Myungsoo sambil melirik ke arah Hyunmi yang kini tengah asik mengobrol dengan Seungmi.

“Mari kita mulai acaranya! Hari ini akan dipilih secara random orang-orang yang akan tampil! Jadi siapkan diri kalian!” MC turun dari panggung, dan musik mulai dimainkan dan memenuhi gedung ini. Tiba-tiba lampu agak gelap dan seorang namja kini terkena sorot.

“Baiklah, kita persilahkan peserta pertama untuk naik ke atas panggung!” Namja itu tampil dengan cukup bagus dengan menampilkan magic-nya atau lebih tepatnya kecepatan tangan. Setelah penampilan pertama selesai, lampu kembali redup dan seorang yeoja kini telah tersorot lampu. Yeoja itu naik ke atas panggung. “Walaupun kita semua tahu dia tidak di sini, aku tetap berharap dia mendengarkan lagu ini, kupersembahkan untuk L Infinite!” Yeoja itu mulai bernyanyi, Hyunmi yang duduk di sebelah Myungsoo memandangi Myungsoo sesekali lalu kembali memandangi yeoja yang bernyanyi itu, sedangkan orang yang dipersembahkan lagu itu tak menatap yeoja di atas panggung sedikit pun, dia masih fokus meneguk minumannya.

“Dasar namja tidak berperasaan!” Gumam Hyunmi dengan suara nyaris tak terdengar.

“Apa kau mau aku memujinya? Atau naik ke atas dan memeluknya?” Myungsoo yang mendengar itu akhirnya berkomentar tanpa menatap Hyunmi. Yeoja itu mengakhiri lagunya, semua bertepuk tangan. Lampu kembali redup dan kini seorang namja telah tersorot lampu.

“Hoya Oppa?” Hyunmi tahu itu Hoya dari pakaian yang dia kenakan tadi, Myungsoo yang mendengar itu refleks berbalik dan mengamati namja yang dengan semangat berjalan naik ke atas panggung. Hoya memulai aksinya, dancing machine Infinite ini meminta diputarkan sebuah lagu dan mulai menari dengan lagu itu. Selesai menari, Hoya mendapatkan sambutan rtepuk tangan yang begitu luar biasa, dia kemudian mengambil microphone.

“Annyeong haseyo!” Sapanya. “Aku berdiri di sini hanya karena seorang yeoja, yeoja yang membuatku memandang langit lebih berarti sekarang. Nona Yang, jangan bersedih lagi karena jika kau bersedih, maka langit juga akan bersedih!” Kalimatnya mengakhiri, dia kembali disambut dengan tepuk tangan yang begitu meriah.

“Wah, sangat mengharukan, yah?” MC naik ke atas panggung. “Bagaimana? lanjut?”

“Ne!” teriak semua serempak.

“Arasseoyo!” Lampu kembali mati, tiba-tiba kini hanya seorang namja yang bersinar.

“Myungsoo?” Hyunmi menutup mulutnya dengan tangan kirinya tak percaya, namja yang duduk di sampingnya kini tersorot lampu. Myungsoo sebenarnya juga kaget, namun tidak ada raut kekhawatiran di sana. Dia meneguk minumannya, lalu melangkah santai naik ke panggung. Dia nampak meminjam sebuah gitar dan mengalunkan sebuah melodi yang membuat seisi gedung terfokus pada permainan gitarnya. Di akhir permainan gitarnya, dia disambut tepuk tangan yang tidak kalah meriahnya.

“Aku yakin tanpa aku meminta, kau juga tidak akan pernah bisa menutup matamu dengan kehadiranku!” Myungsoo langsung turun dari panggung setelah mengucapkan kata-kata yang begitu membuat orang-orang tercengang.

“Apa maksudmu dengan kata-kata itu?” Hyunmi terlihat kesal.

“Pikir saja sendiri!” Myungsoo langsung pergi dari tempat itu bersama Hyunmi yang menyusulnya. Hyunmi mengirimi pesan ke Haena dan Sungkyu bahwa mereka berdua pulang duluan. Myungsoo membuka topengnya dan Hyunmi kini berjalan tidak terlalu jauh darinya.

“Myungsoo-yah!” panggil Hyunmi memulai pembicaraan.

“Hmm..?”

“Apa kau pikir aku bisa menyukai namja lain?” tanya Hyunmi sambil melepas topengnya juga.

“Hmm, molla!” jawabnya singkat.

“Dulu, Gyu Oppa akan selalu ada di dekatku, saat dia meninggalkanku tiba-tiba, aku masih menganggap dia ada karena aku tahu tidak ada itu bukan perati tidak ada,” Myungsoo tersentak dengan kalimat itu. “Tapi bersamamu, itu berbeda! Kau secara resmi memang milikku, tapi kau tahu? Ada bukan berarti ada, itu yang kurasakan!” Myungsoo tiba-tiba berhenti dan membuat Hyunmi juga berhenti. Myungsoo menatap Hyunmi lekat.

“Wae? Seorang sahabat berkata, semua yang kau rasakan itu adalah sugesti! Jadi mulai sekarang aku hanya akan mensugesti diriku bahwa kau ada dan sudah pasti ada untukku!” Myungsoo merasakan jantungnya berdetak sangat cepat sekarang.

“Ada bukan berarti ada, dan tidak ada bukan berarti tidak ada?” Gumamnya. “Shin Hyunmi, neon?” Wajah Hyunmi berubah, dia baru ingat kata-kata ini sering dia sebutkan dalam surat-surat yang dia berikan pada Myungsoo semasa SMA.

“Maksudku…? Kata-kata itu aku dapat dari…?” Myungsoo makin mendekat pada Hyunmi yang malah melangkah mundur. “Myungsoo-yah, wae?” tanya Hyunmi takut.

“Aku tidak perlu penjelasan! Aku sudah tahu sekarang!” Langkah Hyunmi tepat terhenti karena sebuah pohon, dan kata-kata Myungsoo berakhir dengan mencium Hyunmi, sekali lagi.

To be continued…

2 thoughts on “[Fanfic] Be Mine Part 8

  1. kereeen admin…tpi.nya kurang panjang..
    Bwt ff yg saranghaeyo oppa..Hoya kn blum pcran sma sengmi…buat sequelnya donk admin ..jebal!!

    • maap baru balas.. wkwkwk *bow bareng Hoya*
      hmm… sebenarnya udah pacaran merekanya. coba baca di saranghaeyo yang part 3 ato 4, disitu ada adegan flashback yg pas hoya nembak Suenmi di perpus, adegannya hoya ngasih kancing kedua jas seragamnya #gak ngena ya..
      maap kalao kurang jelas. xixixi
      doain aja biar ide author lancar dan cepeti keluar sekuelnya. makasih buat idenya😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s