[Fanfic] Be Mine Part 7

Cast: Kim Myungsoo aka L Infinite, Shin Hyunmi (Imagine), Sungkyu,

Other cast: Lee Junghwan aka Sandeul B1A4, Seungyeol, Sungjong, Haena (imagine), Hoya Infinite, Yang Seungmi (imagine).

Genre: Romance, School, friendship

Author: RyeoChan aka YunTaeryeo

Twitter: @RyeoChan12

= = = = =

“Hyunmi-yah, bagaimana pengumumanmu?” tanya Eomma Myungsoo yang menghubungiku saat aku selesai registrasi.

“Aku lulus, eomonim!”

“Wah, chukka! Kalau begitu mulai sekarang kalian akan satu kampus?” tanya Eomma Myungsoo, dia tahu?

“Mworagoyo? Eomonim tahu Myungsoo lulus?”

“Apa dia tidak bilang padamu? Dia tiba-tiba saja berkata pada eomonim kalau dia masu daftar Daekyung university bersama teman-temannya, eomonim pikir kau tahu!” jelas eomma Myungsoo. Aku masih tidak percaya dengan semua ini, bagaimana bisa dia tiba-tiba di sini?

“Annyeong, aku pulang!” sapaku saat memasuki rumah, namun tidak ada jawaban. Tiba-tiba ponselku berdering. “Yeoboseyo?”

“Shin Hyunmi, cepat keluar!” hanya satu kalimat dan telpon terputus.

“Namja babo!” gumamku sambil memasukkan ponsel kembali ke saku dan melangkah kesal keluar rumah.

“Kajja!” perintahnya saat aku keluar.

“Yak, Kim..?”

“Palli!”

“Yak jinjja, namja ini benar-benar tidak punya rasa bersalah?” batinku sambil berniat memukul kepalanya namun kuurungkan karena dia menggunakan helm. Aku naik ke motornya dan kemudian dia menyerahkan helm yang biasa aku pakai. “Kau mau menculikku kemana?” tanyaku padanya.

“Diam saja!” katanya. Namja ini semakin menyebalkan, bahkan aku lupa alasanku dulu menyukainya. Setelah cukup lama dalam perjalanan yang hening, akhirnya kami sampai di rumah orang tuanya.

“Hyunmi-yah, annyeong!” sapa Myungjoo dongsaeng Myungsoo.

“Annyeong!” sapaku lagi, anak ini bahkan lebih ramah dari hyungnya. Aku dan dia seumuran bahkan dia lebih tua beberapa bulan dariku.

“Hey Hyunmi-sshi, bagaimana bisa kau sekarang masuk universitas dan aku baru saja naik tingkat dua padahal aku lebih tua beberapa bulan darimu?” tanyanya sambil berjalan beriringan denganku masuk ke dalam rumah, semestara Myungsoo? Moolla!

“Chukka!” teriak orang-orang dalam rumah bersamaan sambil meniupkan terompet dan menyebarkan potongan-potongan kertas mengkilat yang biasa digunakan saat memberi kejutan.

“Eomma? Appa?” ternyata Appa dan Eomma juga di sini.

“Selamat yah atas kelulusan kalian!” ucap Eomma sambil memelukku bergantian dengan Appa.

“Chukka!” gantian eomma Myungsoo yang memelukku.

“Gamsahamnida!” ucapku terharu.

“Myungsoo juga selamat yah!” kata eomma pada Myungsoo.

“Ne, gamsahamnida eomonim!” ucapnya sambil tersenyum manis.

“Ayo duduk, kita rayakan sama-sama!” ajak eomma Myungsoo. Kami semua pun duduk dan menikmati hidangan yang sudah disiapkan sambil mengobrol.

“Hyunmi-yah, bukankah Daekyung lumayan jauh dari rumah?” tanya eomma Myungsoo.

“Ne, eomonim! Aku masih berpikir bagaimana agar tidak terlambat sampai ke sana tiap harinya!” jawabku.

“Kami masih mencarikan apartemen untuknya, takutnya perjalanan yang akan membuatnya kelelahan sampai tidak konsentrasi belajar!” lanjut eomma.

“Omo~ Kenapa tidak tinggal di apartemen hyung saja?” saran Myungjoo tiba-tiba. Myungsoo langsung melotot pada Myungjoo.

“Gurae, kenapa tidak terpikirkan eomma?” kata eomma Myungsoo. Myungsoo semakin membulatkan matanya. “Myungsoo kan sudah jarang menempati tempat itu, dia sekarang tinggal di dorm dan hanya sesekali ke apartemennya, biarkan saja Hyunmi yang menempatinya!” lanjut eomma Myungsoo.

“Ide yang bagus!” kata Appa Myungsoo. Aku tak mampu berkata apa-apa, bahkan sang pemilik apartemen saja hanya terpaku mendengarkannya.

“Andweyo, takutnya merepotkan kalian!” kata eomma.

“Aniyo, kita kan keluarga!” kata eomma Myungsoo. “Kau tidak keberatan kan, Myungsoo?”

“A…,” sepertinya dia kaget dengan pertanyaan eommanya. “Aniyo, tentu saja tidak! Lagi pula aku juga sekarang tinggal di dorm!” katanya.

“Apa yang dipikirkan namja ini?” batinku sambil memandangnya penuh selidik.

“Arasseoyo, kalau nak Myungsoo tidak keberatan, boleh kan, yeobo?” tanya Eomma pada Appa.

“Tentu saja, bukankah lebih baik karena kita tidak perlu khawatir tetang keselamatan Hyunmi, Myungsoo pasti menjaganya,” ujar Appa. Myungsoo hanya mengangguk dan tersenyum.

“Apanya yang menjaga? Tsskk…,” gumamku dengan suara hampir tak terdengar.

“Hyunmi, kau mau kan tinggal di apartemen Myungsoo?” tanya Eomma.

“O’!” Aku bingung harus menjawab apa.

= = = = =

Author POV

Tiga hari sebelum perkuliahan dimulai, Hyunmi mulai pindah ke apartemen Myungsoo. Eomma Hyunmi membantu Hyunmi memindahkan sebagian barang-barangnya ke apartemen Hyunmi.

“Apa masih ada barang yang mau kau bawa?” tanya eomma Hyunmi sambil membereskan pakaian Hyunmi ke dalam lemari Myungsoo, di lemari itu masih ada sebagian pakaian Myungsoo karena Myungsoo biasanya memang ke apartemen untuk beristirahat sejenak.

“Eomma, apa tidak apa-apa kalau aku tinggal di sini?” tanya Hyunmi.

“Wae? Hmm… Myungsoo itu anak yang baik, dia tidak akan macam-macam padamu!” kata Eomma.

“Aniyo, maksudku apa kata orang kalau aku tinggal di apartemen Myungsoo?” tanya Hyunmi.

“Chagi, Myungsoo kan sekarang tinggal di dorm, dia akan sangat jarang ke sini, Myungsoo juga sudah berjanji pada Eomma akan menjagamu!” kata Eomma Hyunmi. Hyunmi hanya tersenyum.

“Annyeong haseyo!” tiba-tiba seseorang datang.

“Oh, kau sudah datang!”

“Aku pikir mungkin ada sesuatu yang bisa aku bantu!”

“Gomawo, kami sudah hampir selesai!” kata Eomma Hyunmi.

“Jwaseonghamnida, aku belum membawa semua barang-barangku ke dorm, karena sangat sulit untuk membawa mereka semua ke dorm kami,” kata Myungsoo.

“Gwenchana, biarkan saja barang-barangmu di sini! Bagaimana kalau kau mau beristirahat di sini? Kan kau tidak perlu bingung ambil pakaian dari mana!”

“Ne!”

“Apa kau tidak ada jadwal hari ini?” tanya Eomma Hyunmi.

“Setelah ini, aku harus berangkat ke KBS studio untuk reheaseal!”

“Kalau begitu sarapan dulu yah!”

“Ne!” Jawab Myungsoo.

“Eomma siapkan sarapan, kalian berdua di sini saja!”

“Biar aku bantu!” kata Hyunmi.

“Ani, kau tetap di sini!” kata Eomma Hyunmi. Mereka berdua hanya duduk dalam diam.

“Aku mau bantu Eomma!” kata Hyunmi sambil berdiri namun ditarik Myungsoo hingga Hyunmi malah terduduk dipangkuan Myungsoo. “Lepaskan!” pinta Hyunmi.

“Ani!” Myungsoo masih menahannya. “Kau masih marah dengan kejadian hari itu?” tanya Myungsoo.

“Ah Molla!” Hyunmi mendorong Myungsoo dan berdiri meninggalkannya.

“Itu yang kau bilang sudah melupakanku?” gumam Myungsoo sambil tertawa kecil melihat wajah Hyunmi yang memerah. “Arasseo, coba saja lupakan aku!”

“Eomma sejak kapan…?” Hyunmi melihat Eommanya yang sejak tadi memperhatikan mereka berdua. Pandangan Myungsoo juga tertuju pada Eomma Hyunmi.

“O’, mian! Eomma baru mau memanggil kalian! hehe,” kata Eomma Hyunmi. Hyunmi hanya menatap Myungsoo kesal. Mereka bertiga lalu sarapan bersama.

“Aku pergi dulu, annyeong haseyo!” pamit Myungsoo.

“Hati-hati!” pesan Eomma Hyunmi.

“Ne, gamsahamnida!” Myungsoo lalu pergi.

= = = = =

Dua hari kemudian Hyunmi benar-benar pindah ke apartemen Myungsoo, hari ini hari pertama Hyunmi di universitas. Dia sangat bersemangat kuliah, dia janjian bertemu dengan Haena sahabatnya di depan gerbang Daekyung, dia sudah berdiri di sana sejak 10 menit yang lalu.

“Hyumi-yah!” panggil Haena. “Sudah lama menunggu?” tanya Haena.

“Aniya, kajja!” ajak Hyunmi semangat.

“Kau semangat sekali hari ini!” komentar Haena.

“Ne, begitu terlihat yah?” tanya Hyunmi yang dijawab anggukan Haena. “Hehe, aku senang!” katanya.

“Hari ini ada pengenalan kampus!” kata Haena.

“Hmm… ne!”

“Kita ke aula saja sekarang!” ajak Haena. Mereka berdua lalu berjalan ke arah Aula. Di saat bersamaan saat akan memasuki aula, member Infinite tanpa Sungjong dan Woohyun juga datang.

“Hyunmi, annyeong!” sapa Seungyeol berbisik agar tidak ada yang mendengar. Mereka bertiga lalu masuk sebelum Hyunmi dan Haena. Mereka semua mengikuti acara pengenalan lingkungan Daekyung  university.

“Myungsoo kemana?” tanya Hyunmi dalam hati. “Dan Gyu Oppa…?” Tidak lama kemudian dua orang masuk Sungkyu dan Myungsoo, tiba-tiba ruangan heboh dengan kedatangan mereka berdua, sama saja sebelumnya saat tiga member lain  yang datang lebih dulu. Mereka mengikuti upacara penerimaan mahasiswa baru dengan senang.

“Untuk menjalin hubungan yang baik antar sesama mahasiswa Daekyung, dalam promnite penyambutan mahasiswa baru akhir minggu ini, kalian harus datang berpasangan dengan salah satu mahasiswa Daekyung, baik itu yang baru maupun senior, arasseoyo?” seorang yeoja yang merupakan mahasiswa senior di Daekyung University mengumumkannya di akhir acara.

“Arasseoyo!” jawab semuanya serempak.

“Jadi kalian masih ada waktu lima hari untuk mencari pasangan!” lanjutnya.

“Hyunmi, otthokae??” tanya Haena.

“Wae otthokae?”

“Yak, apa kau tidak dengar? Kita harus membawa pasangan ke promnite nanti dan harus mahasiswa Daekyung, aku tidak punya teman namja di Daekyung!” Haena terlihat gelisah.

“Kita kan masih ada lima hari untuk mencarinya, nanti kau bisa mengajak berkenalan salah satu dari namja di sini, di kampus ini ada banyak sekali namja dan masa tidak ada satu pun yang tertarik pada Haena yang manis ini?” Hyunmi mencubit pipi Haena.

“Arasseo!” Haena masih memanyunkan bibirnya. Hyunmi mengedarkan pandangannya ke seluruh ruang aula melihat satu per satu mahasiswa Daekyung hingga matanya tertuju pada beberapa namja yang kini dikerumuni mahasiswa yeoja. “Andai saja aku bisa berpasangan dengan salah satu dari mereka?” gumam Haena.

“Mwo?”

“Apa aku coba minta Seungyeol saja yah? Dia kan teman SMA kita!” Haena lalu tersenyum.

“Andwe andwe!” Hyunmi menggeleng.

“Wae?”

“Apa kau tidak lihat begitu banyak yeoja yang menginginkan mereka!”

“Iya yah! Bukan hanya mahasiswa baru tapi para senior juga memperebutkan mereka untuk jadi pasangan,” Haena mendengus putus asa. “Bagaimana denganmu? Kau tidak mungkin mengajak Junghwan Oppa kan?”

“Tentu saja, Junghwan Oppa kan sekarang di KyungHee bukan di Daekyung,” Hyunmi menjitak kepala Haena. Akhirnya Hyunmi dan Haena meninggalkan aula setelah ruangan ruangan itu sudah lumayan sepi karena member Infinite yang dikerumuni tadi sudah pergi.

“Kita ke perpustakaan yah!” Hyunmi menarik lengan Haena semangat.

“Dasar kutu buku! haha,” canda Haena. Mereka berdua lalu menuju perpustakaan. Saat baru saja akan masuk perpustakaan seseorang menarik Hyunmi.

“Oppa?” Hyunmi hanya menunduk mengetahui siapa yang menariknya.

“Mimi-yah, mianhae!” Satu kata yang keluar dari mulut namja itu.

“Waeyo mianhae?”

“Untuk meninggalkanmu lima tahun yang lalu!” Gyu menatap Hyunmi yang masih tidak berani menatapnya.

“Aniyo!” Hyunmi berbalik pergi namun ditahan oleh Gyu.

“Kau sudah melupakanku? Aku bahkan tidak pernah lupa janji kita untuk tetap bersama!” Gyu memaksa Hyunmi menatapnya.

“Itu hanya masa lalu!” Hyunmi masih enggan menatap namja itu.

“Shin Hyunmi, tatap aku! Apa kau mencintai Myungsoo?”

“Mollayo!” Hyunmi menjawab dengan singkat. Sungkyu lalu melepaskan genggaman tangannya di pundak Hyunmi.

“Aku tidak akan pernah menyerahkanmu pada Myungsoo! Dia memang tunanganmu, tapi aku memilikimu lebih dulu dan kita tidak pernah benar-benar berpisah, lima tahun ini yang ada dipikiranku hanya kau, aku pernah berpikir untuk melupakanmu tapi tetap tidak bisa. Cinta pertamaku adalah Mimi, kalau kau mengira aku tidak pernah mencarimu, itu salah! Beberapa bulan setelah aku pindah, aku kembali untuk mencarimu namun kau sudah tidak ada.” Gyu menjelaskan keadaannya, dia benar-benar masih berharap Hyunmi belum melupakannya.

Sudut mata Hyunmi basah mengingat namja yang selalu ada di sampingnya meninggalkannya tanpa sepatah kata pun, mengetahui kenyataan namja itu sekarang di hadapannya, dan mengetahui dugaannya salah mengira namja itu tidak pernh mencarinya. “Mianhaeyo! Aku harus pergi!” Hyunmi pergi begitu saja, Sungkyu masih bisa melihat mata Hyunmi yang basah. Hyunmi masuk ke perpustakaan tanpa menemui Haena yang khawatir padanya, dia masuk ke sudut perpustakaan yang sepi dan menenggelamkan wajahnya ke dalam lipatan tangannya. Dia menangis terisak di sana, di sebuah meja panjang dan bangku panjang yang dikelilingi lemari tinggi yang dipenuhi buku memungkinkannya untuk tidak terlihat pengunjung lain. Namun dugaannya salah, ada seseorang yang sedang tertidur di bangku panjang tepat di hadapannya.

“Yeoja cengeng!” Dia seorang namja, Kim Myungsoo. Hyunmi mengangkat kepalanya untuk melihat sumber suara itu. Myungsoo tiba-tiba bangun dan menampakkan wajahnya.

“Myungsoo?” Hyunmi buru-buru menghapus air matanya.

“Aku harus bilang apa? Chagiya, uljima?? Atau…,” Myungsoo terlihat berpikir dengan menopang dagunya di atas lipatan tangannya sambil menatap Hyunmi.

“Menjijikkan!” gumam Hyunmi.

“Benar juga!” Myungsoo membenarkan, dia lalu berdiri dan mengambil posisi di sebelah Hyunmi, Hyunmi hanya bisa menatap tunangannya itu. “Aku tidak akan memintamu berhenti menangis, aku hanya akan bilang setelah kau menangis, jangan pikirkan hal yang membuatmu menangis dan kau hanya boleh memikirkanku!” Hyunmi menatap namja di sampingnya itu lekat lalu kembali menangis. Myungsoo tiba-tiba bingung apa yang harus dilakukannya, hingga akhirnya tangan kirinya melingkar di pundak yeoja itu. Hyunmi menangis dalam pelukan Myungsoo.

“Myungsoo babo!” Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya itu satu kata yang keluar dari mulut Hyunmi.

“Mwo? Naega wae?” Myungsoo mencoba menatap Hyunmi yang masih dalam pelukannya.

“Kau yang harus memikirkanku!”

“Shireo, aku punya banyak fans yang harus aku pikirkan!” Hyunmi langsung melepaskan pelukan Myungsoo dan menatapnya tajam.

“Nappeun namja!” Hyunmi berdiri dan meninggalkan Myungsoo, Myungsoo tertawa kecil dengan kepalan tangan yang menutupi mulutnya. Tiba-tiba Hyunmi kembali, dia langsung terdiam. “Bukuku!” Hyunmi pergi lagi dan akhirnya Myungsoo benar-benar tertawa melihat ekspresi Hyunmi yang marah padanya. Walaupun tidak berniat menghiburnya, setidaknya Hyunmi melupakan masalah yang membuatnya menangis.

To be continued…

2 thoughts on “[Fanfic] Be Mine Part 7

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s