[Fanfic] Be Mine Part 4


Cast:

  • Kim Myungsoo aka L Infinite,
  • Shin Hyunmi (Imagine),
  • Lee Junghwan aka Sandeul B1A4,
  • Seungyeol,
  • Sunjong,
  • Haena (imagine),
  • Other member Infinite.

Genre: Romance, School, friendship

Author: RyeoChan aka YunTaeryeo

Twitter: @RyeoChan12

FB: Fachrunnisa Nakajima

= = = = =

Myungsoo POV

Aku tidak berstatus pacaran lagi, aku dan Hyunmi memutuskan untuk menjadi teman. Hyunmi juga lebih sering bersama Junghwan, Hyunmi terlihat lebih bahagia bersamanya. Tugas kelompok kami berdua juga sudah selesai jadi tidak ada alasan lagi untuk bersamanya. Minggu depan perayaan kelulusan kami, yang mengherankan sejak aku pacaran dengan Hyunmi, surat-surat untukku tak pernah ada lagi hingga sekarang. Sudah hampir saatnya aku bertemu dengan yeoja yang harus aku cintai itu, Eomma berjanji akan mempertemukan kami setelah kami lulus dan aku sudah bertekad akan menerimanya bagaimanapun keadaannya, apa salahnya? Yang jelas dia manusia.

“Myungsoo-yah!” panggil beberapa orang, mereka sahabatku Sungjong dan Seungyeol.

“Wae?” tanyaku.

“Apa kau tahu? Hyunmi akan tampil di acara perpisahan nanti!” kata Seungyeol.

“Kenapa aku perlu tau?” tanyaku pura-pura tidak peduli.

“Dia akan berpasangan dengan seorang namja!” lanjut Seungyeol. Aku akui aku sedikit kaget.

“Urusannya denganku?” tanyaku datar sambil kembali fokus dengan ponselku.

“Tckk, aku pikir kau menyukainya, ternyata benar selama ini aku cuma mempermainkannya!” gumam Sungjong sinis.

“Apa kau bilang?” tanyaku sambil melemparkan tatapan sinis pada Sungjong.

“Yak yak, kalian jangan seperti ini! Kalian mengerikan tau!” kata Seungyeol.

“Kau diam saja!” Ucapku dan Sungjong bersamaan. Seungyeol langsung menutup rapat mulutnya. Aku sangat kesal lalu berdiri dan meninggalkan mereka berdua. Kulewati sebuah ruang tempat latihan perpisahan, di dalam ada seorang yeoja dan seorang namja, dia Hyunmi dan namja itu Lee Junghwan, namja yang selalu menempel padanya.

“Hyunmi-yah, aku tidak rela melihatmu duet dengan namja lain!” ucap Junghwan.

“Oppa, kau sudah dapat bagianmu kan? Nyanyikan lagumu dengan baik! Suaramu itu terlalu bagus untuk tidak ditampilkan!” puji Hyunmi.

“Arasseo!” ucap Junghwan sambil memanyunkan bibirnya, childish skali pikirku. “Ngomong-ngomong siapa pasanganmu?”

“Mollayo, katanya hari ini akan ada audisi untuk itu,” jawab Hyunmi.

“Jeongmal? Bagaimana kalau aku ikut?” tanya Junghwan senang.

“Oppa…?”

“Ne..?”

“Oppa sudah diberi kepercayaan bernyanyi di pentas nanti, kan?” tanya Hyunmi yang dibalas anggukan lesuh dari Junghwan.

“Hyunmi-yah, aku mencintaimu dan aku tidak mau kalau ada yang mendekatimu!” kata Junghwan sambil menggenggam tangan Hyunmi. Tebakanku benar! Namja itu memang mencintai Hyunmi, dan aku tebak Hyunmi juga. Aku segera pergi dari tempat itu karena tidak tahan melihat mereka.

Author POV

“Oppa…?” Hyunmi terdiam mendengar pernyataan Junghwan yang memang sering diungkapkannya namun kali ini terlihat sangat serius.

“Haha… lihat wajahmu, Shin Hyunmi!” Junghwan langsung tertawa.

“Aishh Oppa, aku hampir saja percaya!” gumam Hyunmi.

“Apa kau mencintai Oppa, huh?” tanya Junghwan, Hyunmi hanya menggeleng. “Masih ingat pesanku?” tanya Junghwan.

“Mwoya?”

“Jangan pernah menganggap serius pernyataan cintaku padamu!”

“Ne, aku ingat! Oppa kan tidak mungkin mencintaiku,” kata Hyunmi.

“Gurae, kau tahu kan bagaimana sikap Oppa terhadap yeoja yang Oppa sukai?” tanya Junghwan lagi.

“Oppa tidak akan pernah mendekatinya seperti Oppa mendekatiku,” jelas Hyunmi.

“Daebak kau masih ingat!” Junghwan hanya mengacak rambut Hyunmi.

“Aku sudah menganggap Oppa seperti Oppaku sendiri.”

“Kau sudah mengatakannya ribuan kali…haha,” gumam Junghwan. “Jadi apa sekarang kau mau menjadi yeochin, Oppa?” canda Junghwan.

Plakkk…Jitakan keras melayang di kepala Junghwan.

“Oppa sudah orang-orang mengira kita pacaran!”

“Apa yang salah? Hoho… apa jangan-jangan kau…?” Junghwan melayangkan senyum curiga pada Hyunmi.

“Wae?”

“Kau menyukai namja itu, kan?” tanya Junghwan.

“Nuguya?” tanya Hyunmi pura-pura tidak mengerti.

“Jangan pura-pura tidak mengerti…haha.”

“Yak Oppa, aniya!”

“Kau pikir Oppa tidak tahu kalau kau pernah menyatakan cinta padanya?”

“Mwo? Kenapa Oppa bisa tahu?” tanya Hyunmi.

“Aku mendengar beberapa yeoja di cafetaria sedang menceritakanmu, bahkan kalian sempat pacaran, kan?” tanya Junghwan, Hyunmi mengangguk.

“Kami sudah putus, aku juga sudah melupakannya!” kata Hyunmi.

“Jeongmal?”

“Haramoni sudah menjodohkanku dengan seseorang sejak kecil,” ungkap Hyunmi.

“Mwo? Nuguya?”

“Mollayo, aku belum bertemu dengan namja itu! Katanya kami hanya boleh bertemu saat kami berdua lulus,” jelas Hyunmi.

“Aishh, kenapa mereka keterlaluan membiarkanmu dijodohkan?” omel Junghwan.

“Gwenchana, Oppa! Apa yang salah?” kata Hyunmi sambil tertawa kecil melihat ekspresi Junghwan.

= = = = =

Sekarang saatnya audisi untuk mencari pemeran-pemeran dalam drama dan pembagian performance dalam acara kelulusan.

“Baiklah peserta pertama, silahkan!” panggil seosangnim pembina teater. Lumayan yang mendaftar menjadi peserta, ada 10 orang. Hingga saat ini beberapa peserta tampil dengan baik.

“Selanjutnya, Lee Sungjong!” panggil MC. Sungjong naik ke atas panggung dan mulai bernyanyi. Suaranya sangat indah.

“Gansahamnida!” ucap Sungjong di akhir performnya.

“Selanjutnya, Kim Myungsoo!” panggil MC.

“Mwo? Myungsoo ikut?” tanya Hyunmi. Dia menatap sekelilingnya namun tidak mendapatkan namja yang dicarinya. Di sana hanya ada Seungyeol dan Sungjong, Seungyeol segera berlari mencari Myungsoo.

“Myungsoo-yah, kau dipanggil!” kata Seungyeol yang masih ngos-ngosan pada Myungsoo yang sedang duduk di cafetaria.

“Mwo? Nuguya?” tanya Myungsoo sambil menyeruput minumannya.

“Huffttt, audi…audisi!” jawab Seungyeol sambil menarik napas. “Palliwa!”

“Mwo? Aku tidak pernah daftar!” kata Myungsoo.

“Whatever, palliwa!” Seungyeol langsung menarik Myungsoo. Dengan sangat terpaksa, Myungsoo berdiri di hadapan juri dan tentunya di hadapan Hyunmi. Tiba-tiba terdengar musik mulai dimainkan, Myungsoo menatap sekelilingnya, semua mata memandang ke arahnya kecuali Hyunmi. Pandangan Myungsoo tertuju pada yeoja yang sejak tadi enggan memandangnya.

“Myungsoo! Myungsoo! Myungsoo!” Seru semua penonton yang kebanyakan memang menyukai Myungsoo.

“Kajja!” kata Seosangnim yang menyeleksi. Dengan sedikit enggan, Myungsoo mulai bernyanyi karena merasa harga dirinya dipertaruhkan. Myungsoo sedikit memasukkan dance pada intro lagu dan membuat sebuah performance yang diakhiri dengan decak kagum dan tepuk tangan penonton.

“Baiklah, semua peserta sudah tampil! Kita akan segera mengumumkan siapa saja yang memerankan cast-cast di drama nanti dan apa saja bagian yang kalian akan dapatkan,” kata Seosangnim.

“Pertama, pemeran utama drama adalah Lee Seungyeol!” pengumuman Seosangmin yang disambut tepuk tangan. Kemudian Seosangnim mengumumkan peran-peran yang didapatkan peserta audisi.

“Lee Sungjong akan berduet bersama Jung Haena dan Kim Myungsoo akan berduet besama Shin Hyunmi,” Seosangnim mengakhiri pengumumannya. Hyunmi menepuk jidatnya.

“Chukka!” tiba-tiba Junghwan muncul di sampingnya.

“Mwoya?” tanya Hyunmi kesal dan meninggalkan Junghwan.

Sejak hari itu, Hyunmi dan Myungsoo menjalani waktunya kembali bersama-sama. Hyunmi dan Myungsoo benar-benar bersikap profesional, mereka terlihat akrab hanya saat latihan dan kembali bersikap biasa saat di luar latihan. Tiba saat hari kelulusan, siswa-siswa di JangChoong bersiap menampilkan penampilan terakhirnya di hari kelulusan.

“Kau siap?” tanya Myungsoo pada yeoja di sampingnya.

“Ne!” jawab Hyunmi, mereka berdua melangkah bersama menuju panggung. Mereka menampilkan hasil latihan mereka, mereka menampilkan performance yang sangat bagus dan mempesona penonton. Mereka menyanyikan sebuah lagu dan beberapa koreografi. Penampilan mereka diakhiri dengan tepuk tangan meriah dari penonton.

“Gansahamnida!” ucap Hyunmi dan Myungsoo sambil memberi hormat.

“Hwaa~ legahnya! Aku senang! Gomawo, Myungsoo-yah!” teriak Hyunmi sambil memeluk Myungsoo.

“Ini juga kerja kerasmu!” kata Myungsoo, Hyunmi baru sadar kalau dia terlalu dekat dengan Myungsoo, dia segera melepas pelukannya.

“Mianhae!” ucap Hyunmi. Setelah acara kelulusan selesai, semuanya sangat senang karena kerja keras mereka selama tiga tahun akhirnya selesai.

“Hyunmi-yah, bagaimana kalau kita merayakannya?” tanya Junghwan.

“Mianhae Oppa, malam ini aku ada acara makan malam bersama eomma dan appa!” jawab Hyunmi.

“Jeongmal?” tanya Junghwan kecewa. Junghwan lalu mengantar Hyunmi pulang.

“Annyeong, aku pulang!” kata Hyunmi.

“O’ Hyunmi-ah?” Appa Hyunmi terlihat buru-buru dan mecoba mengancing jasnya.

“Appa!” Hyunmi mencium appanya lalu merapikan dasi appanya.

“Gomawo, chagi!” ucap Appanya sambil mencium puncak kepala putrinya itu. “Mian appa dan eomma tadi tidak bisa lama-lama di sekolahmu!”

“Gwenchana, yang penting appa dan eomma sudah datang!”

“Appa pergi dulu yah! Ingat malam ini jam 7! Okay?” kata Appa Hyunmi mengingatkan.

“Ne, igesseo!” kata Hyunmi sambil membungkukkan badan pada Appanya.

“Anak baik!” Appa mengacak rambut Hyunmi lalu pergi.

“Hati-hati, Appa!” teriak Hyunmi sebelum Appanya sempat keluar. Hyunmi melangkah masuk ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. “Jam berapa sekarang?” Hyunmi menatap jam tangan yang melingkar di tangannya. “Omo~ Jam 4? Oddhika??” Hyunmi segera bangun dan membersihkan diri, dia duduk di depan cermin dan mulai merias wajahnya. “Haha, apa aku harus melakukan ini untuk namja yang bahkan belum pernah aku temui?” gumam Hyunmi sambil menatap dirinya dalam cermin. “Shin Hyunmi, first sight is everything!” gumamnya lagi sambil tersenyum. “Bagaimana kalau dia seperti Ho Dong ajusshi? Atau Dongmin ajusshi? keke… mianhae ajusshideul, aku tak bermaksud mencela kalian! Jwaseonghamnida!” gurau Hyunmi yang berbicara sendiri sambil tetap merias wajahnya dengan riasan yang tipis. “Aku akan beruntung kalau namja itu seperti Siwon Oppa! kekeke,” guraunya lagi. Hyunmi terus saja tersenyum dan sesekali khawatir membayangkan bagaimana rupa dari calon tunangannya itu.

“Chagiya, kau dimana?” terdengar suara eomma Hyunmi memasuki rumah.

“Aku di kamar!” teriak Hyunmi.

“Hyunmi, ini gaun yang eomma belikan untukmu! Pakai ini saja yah!” pinta eomma.

“Ne!” jawab Hyunmi sambil mengambil kotak yang dibawa eommanya.

“Aigoo, anak eomma penurut sekali!” gumam Eommanya sambil tersenyum, dia kemudian mendekati Hyunmi lalu membantu Hyunmi merias wajahnya. “Wah anak eomma memang cantik! Eomma yakin, anak itu pasti langsung jatuh cinta padamu!”

“Hehe, eomma bisa saja!”

= = = = =

“Myungsoo-yah, kau siap?” tanya Eomma Myungsoo.

“Ne,” jawab Myungsoo. Myungsoo

“Palli, Tuan Shin pasti sudah menunggu!” kata Appa Myungsoo.

“Ne, aboji!” jawab Myungsoo.

“Appa, aku ikut yah!” tiba-tiba adik Myungsoo, Myungjoo datang.

“Untuk apa?” tanya Appa.

“Aku bosan di rumah, sekalian kenalan sama calon kakak ipar!” gurau Myungjoo yang cuma beda dua tahun dari Myungsoo.

“Arasseo, palliwa!”

“Anak ini menyusahkan saja!” gumam Myungsoo. Setelah Myungjoo selesai bersiap, mereka berempat pun pergi ke hotel tempat ayah Hyunmi bekerja, mereka memang janjian makan malam di sana.

“Tuan Shin, annyeong haseyo!” sapa Appa Myungsoo pada pria separuh baya yang sudah menunggunya di sebuah meja.

“Omo~ Tuan Kim, sudah lama tidak berjumpa!” sapa pria itu yang tidak lain adalah ayah Hyunmi.

“Anda sudah lama menunggu yah?” tanya appa Myungsoo.

“Aniyo, aku baru saja sampai di sini!”

“Annyeong haseyo!” sapa Myungsoo dan Myungjoo bersamaan.

“Wah kalian sudah besar-besar yah! Pasti ini Myungsoo dan yang ini Myungjoo,” tebak Appa Hyunmi sambil menunjuk orang yang dia maksud.

“Ne, anda benar! haha,” ucap Appa Myungsoo.

“Aku hampir lupa, ayo silahkan duduk!” pinta Appa Hyunmi. Keluarga Kim pun duduk di meja yang yang sudah dipersiapkan Appa Hyunmi. “Maaf yah, istri dan putriku sepertinya agak terlambat!”

“Gwenchanayo!” kata Appa Myungsoo sambil tersenyum ramah.

“Permisi, aku ke toilet dulu!” kata Myungsoo.

“Oh, silahkan!” kata Appa Hyunmi. Myungsoo pun pergi ke toilet. Tidak lama kemudian Hyunmi dan eommanya datang.

“Annyeong haseyo!” sapa Eomma Hyunmi dan Hyunmi bersamaan.

“Wah kalian sudah datang!” kata Appa Myungsoo.

“Jwaseonghamnida kami terlambat!” kata Eomma Hyunmi.

“Gwenchanayo, kami semua baru saja datang!” kata Appa Myungsoo. Hyunmi dan Eommanya pun duduk. Hyunmi menatap namja yang duduk di sebelah Eomma Myungsoo, Myungjoo. Hyunmi mengira dialah orang yang akan dijodohkan dengannya.

“Ini pasti Hyunmi kan?” tebak Appa Myungsoo.

“Ne!” jawab Hyunmi sambil memberi hormat dan tersenyum.

“Perkenalkan, choneun Kim Myungjoo imnida!” Myungjoo memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya.

“Annyeong haseyo!” sapa Hyunmi juga sambil membalas uluran tangan Myungjoo. Hyunmi merasa familiar dengan nama itu, bahkan sempat terlintas dipikirannya wajah Myungsoo.

“Wah Myungjoo juga sudah besar yah!” kata eomma Hyunmi.

“Ne, ahjumma! hehe…” tanpa sengaja Hyunmi menumpahkan minuman di gaunnya.

“Permisi, aku ke toilet dulu yah untuk membersihkannya!” kata Hyunmi lalu pergi ke toilet.

“Wah sepertinya mereka memang jodoh! haha…,” gurau Appa Myungsoo.

“Mereka lucu, sama-sama ke toilet!” kata Myungjoo. “Apa mereka janjian?” tanya Myungsoo.

“Hussttt, Myungsoo tidak tahu kalau yeoja yang akan dijodohkan dengannya itu Hyunmi,” kata Eomma Myungsoo.

Hyunmi POV

Aku berjalan menuju toilet untuk membersihkan pakaianku, tiba-tiba seseorang keluar dari toilet namja.

“O’, Myungsoo?”

“Hyunmi? Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Myungsoo.

“Aku makan malam di sini, ayahku manager di sini!” jawabku. “Kau sendiri?”

“Aku juga makan malam!” jawabnya. Aku melihat ke dalam toilet, tidak ada orang sama sekali. Aku sangat takut berada di toilet sendirian seperti ini, apa yang harus aku lakukan?

“Myungsoo-yah!”

“Hmm?”

“Bisa kau tolong menungguku di sini?” pintaku.

“Wae?” tanyanya.

“Aku takut sendirian di sini, bagaimana kalau ada yang tiba-tiba masuk?” pintaku memelas.

“Naega wae?”

“Aku hanya menganalmu di sini!” pintaku lagi.

“Arasseo, palliwa!” katanya sambil menyuruhku masuk cepat. Aku membersihkan gaunku lalu segera keluar dari toilet. Setelah melihatku keluar, dia langsung pergi dan aku mengikutinya dari belakang. Dia tiba-tiba berhenti sehingga aku menabraknya. “Kenapa mengikutiku?”

“Aniya, aku mau ke mejaku!” elakku. Dia langsung pergi lagi. “Myungsoo-ya, kau ini kenapa sih?” tanyaku heran melihat sikapnya.

“Bukannya kau yang menghindariku?” katanya sambil tetap berjalan dan sesekali berbalik melihatku. Aku baru perhatikan, hari ini dia sangat tampan dengan setelan jas yang sangat pas di badannya.

“Aku…aku tidak…,” sebelum selesai bicara dia berhenti lagi, aku menyadari kalau aku sudah sampai di mejaku tadi. Aku heran melihatnya, dia duduk di sebelah Myungjoo, calon tunanganku dan tepatnya di depan kursiku.

“Lama sekali!” kata Eomma Myungjoo.

“Mwo??” Aku semakin bingung.

“Ah, Hyunmi-yah ayo duduk!” pinta Eomma.

“Wah kalian datang bersama?” tanya Myungjoo.

“Apa maksudmu?” tanya Myungsoo tak mengerti.

“Myungsoo-yah, perkenalkan! Dia Shin Hyunmi yang haraboji jodohkan denganmu!” kata Appa Myungjoo.

“Mworago??” tanya kami bersamaan dengan mata terbelalak. ‘Ige mwo?’ batinku! Aku setengah mati melupakan namja ini dan sekarang aku harus mencintainya lagi?

To Be Continued…

2 thoughts on “[Fanfic] Be Mine Part 4

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s