[Fanfic] Be Mine Part 3

Cast: Kim Myungsoo aka L Infinite, Shin Hyunmi (Imagine), Lee Junghwan aka Sandeul B1A4, Seungyeol, Sunjong, Haena (imagine), Other member Infinite.

Genre: Romance, School, friendship

Author: RyeoChan aka YunTaeryeo

Twitter: @RyeoChan12

FB: Fachrunnisa Nakajima

= = = = =

“Myungsoo-yah, kau masih menyimpannya?” tanya eomma Myungsoo saat sampai di rumah mereka.

“Mwo?”

“Cincin!” jawab eommanya.

“Oh, ini?” tanya Myungsoo sambil menunjukkan kalung yang tergantung di lehernya yang tertutupi kemeja. Eomma Myungsoo hanya tersenyum.

“Apa ini berat bagimu, Nak?” tanya eomma Myungsoo. Myungsoo tersenyum dan merangkul eommanya.

“Gwenchana, Eomma!” jawab Myungsoo sambil menenangkan eommanya.

“Myungsoo-yah, eomma harap kau akan bahagia siapapun yeoja itu!” ujar eomma Myungsoo sambil mengusap pipi anaknya itu. Myungsoo hanya tersenyum.

= = = = =

Myungsoo POV

Aku berbaring di tempat tidurku menatap langit-langit, tiba-tiba bayangan Hyunmi terbersit di pikranku. “Aku akan menyakiti yeoja itu?” gumamku. “Hyunmi-yah, aku bukan ingin menyakitimu secara sengaja! Aku tidak akan jatuh cinta dan tidak bisa jatuh cinta!” batinku.

Drrttt…drrttt…Ponselku bergetar, aku meraih ponsel yang tergeletak di sampingku dan membuka pesan itu.

From: Shin Hyunmi

Jangan memikirkanku! ㅋㅋㅋㅋ
Haha, aku cuma mau mengingatkan!
Besok kita harus mengerjakan laporan lagi!
Jaljayo! Jangan berharap aku masih menyukaimu! :p

Aku tersenyum membaca pesan darinya.

To: Hyunmi

Ara!
Aku peringatkan, sebaiknya jangan tunjukkan
perasaanmu secara terang-terangan seperti ini! Naega nappeun namja! ;p

= = = = =

Aku duduk sendirian di atas gedung sekolah sambil mendengarkan musik, tiba-tiba pipiku terasa dingin. “Aishh, dingin!” keluhku sambil mengambil minuman itu.

“Jangan terlalu keras berpikir untuk menyukaiku! haha,” guraunya.

“Tsk!” aku hanya tersenyum mendengarnya, aku baru sadar yeoja ini sudah masuk ke dalam kehidupanku sedikit lebih jauh. Aku dan Hyunmi kembali ke kelas, dalam perjalanan ke kelas, tiba-tiba seorang namja menutup mata Hyunmi, aku hanya menatapnya tidak suka.

“Myungsoo-yah, ige mwo?” tanyanya yang mengira aku yang melakukannya.

“Mwo? Naega wae?” tanyaku pura-pura tidak peduli.

“Hyunmi-yah, kau melupakan Oppa?” tanya namja itu. Hyunmi terlihat berpikir dan langsung tersenyum.

“Oppa?” Namja itu melepaskan tangannya dari wajah Hyunmi, Hyunmi lalu berbalik.

“Wah, nae dongsaeng beogoshipeo!” ujar namja itu lalu langsung memeluk Hyunmi.

“Oppa, lepaskan!” pinta Hyunmi.

“Aniya, aku sangat merindukanmu!” katanya.

“Tsk,” aku pergi dari sana lalu masuk ke kelas.

“Myungsoo? Wae?” tanya Sungjong.

“Aniya!” jawabku.

= = = = =

Author POV

“Mwo? Oppa akan sekolah di sini?” tanya Hyunmi tidak percaya.

“Ne!” jawab Junghwan senang.

“Oppa kenapa tidak bilang pulang hari ini?” tanya Hyunmi kesal.

“Aku pulang tadi malam dan hari ini mengurus berkas-berkas yang aku perlukan untuk sekolah di sini, dan mulai besok aku sudah bisa masuk! Aku mencarimu sejak tadi pagi loh!” jelas Junghwan.

“Siapa suruh tidak bilang-bilang?” omel Hyunmi.

“Oppa mau memberikan kejutan! haha,” kata Junghwan. “Ngomong-ngomong kenapa dari tadi banyak yang menatap kita? Aku tau aku memang tampan tapi kan tidak perlu segitunya,” gurau Junghwan.

Pletakk..Junghwan mendapatkan jitakan tepat di kepala oleh Hyunmi.

“Oppa masih narsis saja! ckckck,” gumam Hyunmi. Dia menatap sekeliling dan baru sadar kalau banyak yang mengamati mereka berdua. “Omo~ Myungsoo?” Hyunmi tersadar sesuatu, dia bahkan lupa Myungsoo kemana karena terlalu senang bertemu Junghwan.

“Nuguya?” tanya Junghwan.

“Aniya,” jawab Hyunmi sambil tersenyum. “Sudahlah, dia tidak mungkin cemburu padaku!” batin Hyunmi.

“Ara, kau harus masuk kan?” tanya Junghwan.

“Ne,” jawab Hyunmi.

“Kalau begitu Oppa pulang dulu, masih banyak yang harus Oppa urus, hehe,” pamit Junghwan.

“Ne, annyeong!”

= = = = =

Hyunmi memasuki kelasnya, dia sudah menyiapkan sebuat surat yang dulunya rutin dia simpan di laci meja Myungsoo, namun dia berpikir lagi sebelum menyimpannya, dia berdiri di depan meja Myungsoo sambil berpikir.

“Chagiya!” tiba-tiba seseorang datang mengagetkannya.

“Omo~ Oppa aku hampir jantungan karenamu!” Hyunmi kaget setengah mati, dia menarik napas panjang.

“Pagi sekali! Apa mejamu di sini?” tanya Junghwan sambil menunjuk meja Myungsoo.

“Aniya, aku hanya lewat saja! Bangkuku di sana!” Hyunmi cepat cepat menaruh suratnya saat Junghwan menatap ke arah mejanya yang berada agak depan.

“Ohh, sayang Oppa tidak di kelas ini!” gumam Junghwan.

“Jeongmal?” tanya Hyunmi sedikit kecewa.

“Ne, Oppa di kelas sebelah! Tapi tenang saja, kalau ada yang menjahilimu bilang saja pada Oppa, Oppa akan selalu siap menjagamu!” kata Junghwan dengan cengir kudanya, Hyunmi hanya tersenyum. Junghwan kembali ke kelasnya dan Hyunmi kini telah duduk di kursinya, satu demi satu siswa kelas 3B memasuki kelas, termasuk Sungjoong, Seungyeol, dan… Hyunmi mencari-cari sosok yang belum dilihatnya pagi ini.

“Hyunmi, annyeong!” sapa Seungyeol dan Sungjong bergantian.

“Eh, annyeong!” balas Hyunmi lalu kembali mencari sosok itu.

“Kau mencari Myungsoo? Dia demam hari ini!” kata Seungyeol. Hyunmi kaget mendengarnya, namun tidak begitu ditampakkan, dia hanya menghembuskan napas pelan. Saat jam pelajaran Hyunmi sesekali menatap kursi Myungsoo yang kosong.

“Chagiya~” panggil Junghwan sambil merangkul Hyunmi saat Hyunmi berjalan menuju cefetaria bersama Haena.

“Yak Oppa berhenti memanggilku seperti itu!” bisik Hyunmi, tapi terlambat semua mata kini menatapnya, tidak terkecuali hoobae kurang ajar itu. Hoobaenya itu mendekati Hyunmi perlahan bersama dua sahabatnya yang lain.

“Oh jadi ini yang kau lakukan di belakang prince kami?” tanya hoobae itu dengan tatapan sinis pada Hyunmi.

“Kalian siapa? Jangan coba-coba mengganggu Hyunmiku yah!” ancam Junghwan.

“Hyunmiku? Apa dia yeojachingumu?” tanya hoobae itu lagi.

“Ne, wae?” bentaknya.

“Oppa!!” bantah Hyunmi.

“Oppa?? hahaha, jadi kalau dia namjachingumu, kau anggap apa prince kami? Dasar yeoja tidak tau diri!” bentak hoobae itu ayng hendak menampar Hyunmi namun ditahan Junghwan.

“Oppa jahat!” teriak Hyunmi.

Hyunmi berlari dari tempat itu dan menuju ke toilet, orang-orang di sana menatapnya sinis lalu keluar dari toilet. Dia marah pada Junghwan dan tidak ingin bertemu Junghwan.

“Aku pulang!” ucap Hyunmi saat memasuki rumahnya dengan lemas.

“Anak eomma kenapa? Sepertinya ada masalah!” tanya Eomma Hyunmi.

“Aniya, Eomma!” jawab Hyunmi sambil berusaha tersenyum.

“Jangan bohong, kau paling tidak bisa menyembunyikan sesuatu, kan? Mana Myungsoo? Apa kau bertengkar lagi dengannya?” tanya Eommanya lagi.

“Aniya, Myungsoo tidak datang hari ini. Dia sakit!” jawab Hyunmi.

“Apa karena itu kau jadi lemah seperti ini? haha,” canda Eomma Hyunmi.

“Aniya, masa cuma gara-gara itu!” Hyunmi memanyunkan bibirnya.

“Eomma ke belakang sebentar yah!” Eomma Hyunmi menghubungi eomma Myungsoo, lalu kembali ke Hyunmi. “Sayang, bagaimana kalau kau menjenguk Myungsoo? Bawakan bubur untuknya!” saran Eomma Hyunmi.

“Shireo!” jawab Hyunmi.

“Hyunmi…??”

“Ne ne ne, arasseo!” jawab Hyunmi. Eomma Hyunmi membuatkan bubur untuk Myungsoo, lalu meminta Hyunmi membawakannya untuk Myungsoo. Sebenarnya eomma Hyunmi kasihan pada Myungsoo karena Myungsoo sendirian di rumah Appa dan Eommanya sedang di luar kota, Myungsoo tinggal sendirian di apartement karena dia dalam masa training.

“Eomma tahu darimana alamat Myungsoo?” tanya Hyunmi saat eommanya memberikan alamat Myungsoo.

“O’ itu aa… oh iya Myungsoo memberikannya waktu dia datang ke rumah belajar bersamamu!” elak Eomma Hyunmi padahal alamat itu dari Eomma Myungsoo.

“Ara!” Hyunmi mengambil alamat itu lalu pergi dengan membawa rantang bubur. Tidak perlu waktu lama Hyunmi dapat menemukan apartement yang dicarinya. Dia kemudian menekan bell apartement itu. Hampir 20 menit Hyunmi menunggu di depan pintu tapi tetap tidak ada yang membukanya, perlahan kenok pintu bergerak dan pintu sedikit demi sedikit terbuka, terlihat seorang namja berdiri di hadapannya.

“Annyeong!” sapa Hyunmi kikuk.

“Kau? Ada apa kemari?” tanya Myungsoo sambil berjalan masuk, dia terlihat tidak sehat. Hyunmi masuk dan menutup pintu lalu mengikuti Myungsoo yang kini telah berbaring di sofa.

“Gwenchana?” tanya Hyunmi sambil menatap Myungsoo, Myungsoo mendongakkan kepalanya sedikit lalu menjawab.

“Ani gwenchana!” jawabnya lemas. Hyunmi mendekat dan duduk di pinggir lalu menyentuh dahi Myungsoo dengan punggung tangannya.

“Aigoo, kau panas sekali!” gumam Hyunmi. “Apa kau sudah minum obat?” tanya Hyunmi.

“Sudah, semalam eomma datang dan memberikan obat!” jawab Myungsoo.

“Kau sudah makan siang?” tanya Hyunmi.

“Kau ini seperti istriku saja, tsk!” gumam Myungsoo. “Ani, apa yang bisa aku makan?”

“Babo!” Hyunmi menjitak dahi Myungsoo pelan. Hyunmi bangkit menuju ke dapur lalu menyiapkan bubur ke mangkuk. “Makan dulu yah!” pinta Hyunmi sambil meletakkan mangkuk dan segelas air di atas meja. “Eomma membuatkan ini untukmu,” Myungsoo bangkit lalu duduk dan memakan bubur itu. “Minum obat lagi!” perintah Hyunmi sambil memberikan obat pada Myungsoo.

“Aku mau tidur!” ucap Myungsoo.

“Baiklah aku pulang dulu, yah!” kata Hyunmi.

“Andwe, kajima! Kau tidak mau menjelaskan sesuatu?” tanya Myungsoo.

“Mworago?” tanya Hyunmi kembali.

“Ige!” Myungsoo memperlihatkan ponselnya pada Hyunmi. Hyunmi menatap layar ponsel dan segera mengambilnya dari tangan Myungsoo.

“Dari mana kau mendapatkan gambar ini?” tanya Hyunmi yang kaget melihat fotonya sedang dirangkul oleh Junghwan dan pesan yang tertulis di foto itu.

“Siapa lagi kalau bukan hoobae gila itu?” ujar Myungsoo.

“Apa kau benar-benar ingin aku menjelaskannya? Aku rasa tidak!” kata Hyunmi sambil memberikan ponsel Myungsoo kembali, lalu hendak pergi.

“Mau kemana?” Myungsoo menarik tangan Hyunmi. Hyunmi menahan air matanya karena sebenarnya dia berharap Myungsoo cemburu namun yang diharapkannya tidak mungkin. “Kau menangis?” tanya Myungsoo sambil mencoba berdiri. “Kau berharap aku cemburu? Kau masih menyukaiku?” tanya Myungsoo lagi sambil memaksa Hyunmi berbalik.

“Ne, gurae! Aku memang berharap kau cemburu, aku memang masih menyukaimu? Apa semua itu penting bagimu? Aku rasa tidak! Aku tahu kau menggunakanku hanya untuk menghindari penggemar-penggemarmu itu, aku tahu kau tidak akan pernah mungkin menyukaiku,” kata Hyunmi yang sudah  tidak bisa membendung air matanya, dia baru menyadari semakin dekat dengan Myungsoo membuatnya semakin banyak berharap.

“Nan…??” Myungsoo baru ingin bicara, tiba-tiba kakinya terasa kaku dan tidak bisa menopang berat badannya lagi hingga terjatuh di pelukan Hyunmi.

“Myungsoo-yah, Myungsoo-yah!!” Hyunmi refleks menahan tubuh Myungsoo yang sangat lemas, dia sangat panik dan berusaha menopang Myungsoo menuju tempat tidurnya. “Dia menyiapkan kompres karena suhu tubuh Myungsoo panas lagi. “Myungsoo-yah, kau sakit apa? Cepat sadar! Mianhae sudah memarahimu tadi! Sadarlah, jeball!!” Hyunmi terus merawat Myungsoo yang masih terbaring tak sadarkan diri di tempat tidur, hingga Hyunmi tidak sadar dan tertidur di tepi tempat tidur Myungsoo.

Myungsoo POV

Aku merasa pusing sekali, aku mengerjapkan mata beberapa kali hingga aku sadar ada seseorang di sampingku. “Hyunmi?” Aku baru ingat tadi aku memang bersamanya hingga aku tidak ingat apa-apa lagi. Yeoja ini begitu baik, tapi aku tak akan mampu membalas perasaannya. Aku akui aku memang mulai menyukainya dan tidak senang melihatnya bersama namja kemarin itu.

“Sekarang jam berapa?” Aku berusaha bangkit namun kepalaku terasa sangat berat. Aku melirik jam dinding, sudah malam ternyata. “Hyunmi? Ireona!” kataku pada yeoja yang tengah tertidur ini. Aku tidak tega melihatnya, aku bangkit lalu berusaha menggendongnya naik ke tempat tidur lalu berbaring di sampingnya. Apa aku benar-benar sudah menyukai yeoja ini? Tapi aku tidak boleh menyukai yeoja lain! Aku menghindari terjebak dengan seorang yeoja malah terjebak dengan yeoja ini. “Mianhae Hyunmi-sshi, aku bisa saja membalas perasaanmu tapi aku sudah berjanji mencintai seseorang! Aku sudah membawamu sejauh ini dalam keegoisanku,” gumamku, tiba-tiba aku merasa sangat mengantuk.

= = = = =

“Omo~ kenapa aku bisa di sini?” terdengar suara seorang yeoja, aku mengerjapkan mataku lalu terbangun mendapat tatapan membunuh dari seorang yeoja.

“Wae?” tanyaku sambil menguap, aku masih ngantuk.

“Yak Kim Myungsoo, apa yang kau lakukan padaku?” tanya Hyunmi.

“Mwoya? Aku tidak melakukan apapun!” jawabku santai sambil mengacak rambut. Tiba-tiba dia tertawa kecil. “Wae? Kenapa tertawa?” tanyaku.

“Haha, aku baru tahu kalau wajah prince JangChoong seperti ini saat bangun tidur!” guraunya. Aku refleks menatap cermin di dinding kamarku.

“Aishhh…,” ringisku lalu langsung melompat turun dari tempat tidur dan masuk ke kamar mandi.

“Haha, sepertinya kau sudah sembuh!” teriaknya dari luar. Selesai mencuci muka, aku keluar dan mendapatinya kini duduk di meja makan. “Myungsoo-yah!”

“Hmmm…”

“Mianhae kalau perasaanku membebanimu!”

“Gomawo sudah menyukaiku, tapi aku tidak bisa membalas perasaanmu!” kataku jujur.

“Aku mengerti, aku juga sedang mencoba menghentikan perasaanku padamu! Aku juga tidak bisa lagi menyukaimu,” katanya lagi.

“Maksudmu?” tanyaku.

“Aniya, lupakan!” jawabnya seperti menyembunyikan sesuatu. “Aku sudah terlalu lama di sini, eomma pasti khawatir! Aigoo, Eomma?” Dia sepertinya mencari sesuatu dalam tasnya. “Omo, 20 missed call dan 15 pesan? Kyaa,, semuanya dari eomma dan appa! otthe??” Dia menatapku meminta bantuan. Aku hanya mengangkat kedua tangan tanda tidak tahu. Dia lalu berdiri dan menyentuh dahiku, aku hanya terdiam saat dia semakin dekat. “Sepertinya kau sudah benar-benar sembuh, mungkin semalam itu cuma efek obat yah?” katanya sambil menyingkirkan tangannya. “Kalau begitu aku pulang sekarang yah! Annyeong!”

“Chamkan! Biar aku antar!”

“Aniya, kau masih perlu istirahat!”

“Gwenchana, aku benar-benar sudah baikan sekarang!” kataku sambil mengambil jaket dan kunci motor.

“Myungsoo-yah!” panggilnya namun tidak kupedulikan.

= = = = =

Author POV

Myungsoo mengantar Hyunmi pulang, namun ternyata dia berheti di sebuah taman.

“Untuk apa kemari?” tanya Hyunmi.

“Sepertinya kita harus menyelesaikan semuanya!” ujar Myungsoo. Mereka berdua lalu turun dari motor dan duduk di sebuah bangku di taman itu.

“Mwoya?” tanya Hyunmi.

“Apa kau masih menyukaiku?” tanya Myungsoo. Hyunmi langsung salah tingkah mendengar pertanyaan Myungsoo itu.

“Nae…naega…ah molla!” jawab Hyunmi.

“Semalam aku ingat kau bilang tidak bisa mencintaiku,” kata Myungsoo, Hyunmi hanya mengangguk. “Hyunmi-yah, aku benar-benar tidak ada maksud menyakiti perasaanmu. Aku harus mencintai orang lain, dan kau juga tidak bisa mencintaiku, aku tidak mau semakin lama menyiksamu, aku…,” jelas Myungsoo.

“Myungsoo-yah, kau mau kepura-puraan ini sampai di sini saja?” tanya Hyunmi.

“Jangan salah paham! Sebelum ini semakin menyiksamu, aku sarankan kau melupakanku!” kata Myungsoo. “Menjauhlah dariku! Karena aku sepertinya mulai menyukaimu!” jelas Myungsoo sambil tersenyum, senyuman khasnya.

“Ara! Aku tahu ini akan jadi seperti sekarang!” kata Hyunmi sambil berdiri membelakangi Myungsoo, Hyunmi meneteskan air mata. “Aku bilang tidak jangan membalas perasaanku, Myungsoo babo! Walaupun sejak awal aku tahu ini semua pura-pura, aku tetap berharap kau benar-benar jadi milikku walaupun cuma sekedar status, setidaknya itu terwujud!” katanya.

“Hyunmi-yah, kau menangis?” tanya Myungsoo sambil ikut berdiri. Hyunmi buru-buru menghapus air matanya lalu berbalik.

“Aniya, untuk apa aku menangisimu? Sekarang aku sadar kalau kau itu tidak lebih daripada namja sombong! Weekkk :p haha” gurau Hyunmi.

“Yak, Shin Hyunmi!” ucap Myungsoo ingin menjitak kepala Hyunmi.

“Hwa~ akhirnya sekarang aku bukan yeochin namja sombong ini!” gumam Hyunmi pura-pura senang, Myungsoo hanya tersenyum melihat sikap Hyunmi.

= = = = =

To be continued…

2 thoughts on “[Fanfic] Be Mine Part 3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s