[Fanfic] Shining Star: LeeRa, Believe! Part 1

Cast: Leeteuk/Park Jungsoo SJ, Hwang Na Ra, Other member SJ, Kang So Ra

Genre: Romance

Author: YunTaeryeo aka RyeoChan

 

Akhirnya selesai part 1-nya, hehe…

Mian kalau ceritanya ga sesuai harapan, ini baru part 1. Dan no bash yah!

Happy reading! ^^

 

= = = = = =

 

#Flash Back

 

“Yak, Park Jungsoo baboya!” teriak seorang yeoja sambil menangis dan memukuli namja di hadapannya.

 

“Hmm… jadi kau mau menerimaku?” tanya namja itu.

 

“Jeongmal baboya…hiks…hiks…,” yeoja itu memeluk namja di hadapannya.

 

“Gomawo Hwang Na Ra,” ucap Jungsoo sambil mengelus puncak kepala yeoja yang sudah menjadi miliknya itu.

 

“Kenapa kau melakukan semua ini?” tanya Na Ra masih menangis.

 

“Hey hey, uljima! Kau tahu betapa jeleknya Hwang Na Ra yang galak ketika menangis?” goda Jungsoo. Na Ra kembali memukul Jungsoo pelan tapi di lengannya. “Ini semua karena aku mencintaimu.

 

“Maaf, Tuan! Kau harus kembali ke ruanganmu!”pesan seorang perawat.

 

“Kembalilah ke kamarmu!” pinta Na Ra.

 

“Aniya, kita baru saja pacaran, aku tidak mau berpisah denganmu!” rengek Jungsoo.

 

“Omo~ Jungsoo-sshi! Ingat umurmu, jangan bertingkah seperti anak kecil, kau baru sadar tapi malah ke sini,” omel Na Ra.

 

“Omo~ Na Ra-sshi, ingat umurmu! Panggil aku oppa, aku lebih tua tiga tahun darimu!” kata Jungsoo.

 

“Ani.”

 

“Gurae, aku juga tidak  akan pergi dari sini,” kata Leeteuk sambil mengambil posisi di tempat tidur Na Ra.

 

“Hmmm… arasseo! Jungsoo oppa, bisakah oppa pindah ke kamar oppa?” kata Na Ra dengan nada lembut dibuat-buat.

 

“Arasseo, chagiya!” balas Leeteuk. Dia kemudian berdiri mendekati Na Ra.

 

“Mwo? Mau apa kau?” tanya Na Ra karena Jungsoo tiba-tiba mendekatinya. Leeteuk melayangkan ciumannya di pipi Na Ra.

 

“Saranghae!” bisiknya lalu melangkah keluar dari kamar rawat Na Ra. Na Ra masih terdiam.

 

“Yak Park Jungsoo mitcheyo!” teriak Na Ra tapi Jungsoo sudah pergi.

 

#Flashback END

 

“Jungsoo-sshi, sebentar lagi syuting dimulai! Bersiap-siaplah!” teriak director WGM.

 

“Ne,” jawab Leeteuk. Leeteuk bangkit dari tempat duduknya lalu mulai mendakati Kang So Ra istrinya. Sebelum itu, dia

memandang seorang gadis berkacamata yang sibuk dengan laptopnya.

 

“Tunggu sebentar!” kata Leeteuk. Dia kemudian berlari ke arah gadis itu dan melepaskan sebuah cincin dari tangannya.

“Na Ra-sshi!” panggilnya.

 

“Oh, oppa! Waeyo?” tanya Na Ra sambil menyelipkan rambut panjangnya ke belakang telinganya.

 

“Ulurkan tanganmu!” Na Ra mengulurkan tangannya. “Pegang dulu yah!” pinta Leeteuk.

 

“Kenapa dilepas?” tanya Na Ra.

 

“Gwenchana, tidak mungkin aku menggunakannya saat syuting,” jelas Leeteuk.

 

“Oppa tidak mau kan kalau ketahuan sudah tunangan?” selidik Na Ra.

 

“Yak, nyonya Park, bisakah kau percaya padaku? Naega jeongmal saranghae!” ucap Leeteuk.

 

“Arasseo!” Na Ra mengambil cincin itu dan menaruhnya dalam kotak kecil kemudian dimasukkan ke dalam tas. Leeteuk hanya tersenyum dan kembali ke tempatnya tadi.

 

Syuting dimulai, Leeteuk mencoba sangat keras dekat dengan Kang Sora, dia berpegangan tangan dengannya. Sesekali Leeteuk melihat ke arah tunangannya tadi tapi tidak sesuai harapannya, Na Ra bahkan tidak meliriknya sedikit pun apalagi cemburu melihat kemesraan dumpled couple.

 

“Aishh, yeoja itu!” batin Leeteuk kesal.

“Wae, Oppa?” tanya Sora.

 

“Ah gwenchana!” ucap Leeteuk. “Sekarang dia mau kemana?” tanya Leeteuk dalam hati melihat tunangannya pergi entah kemana. Na Ra pergi ke kamar mandi dan sesampainya di sana.

 

“Hiks….hiks…Park Jungsoo baboya!” Na Ra mulai meneteskan air matanya. “Mereka bilang dumple couple?” Na Ra masih menangis, rupanya dia pura-pura tidak peduli dengan semua yang dilakukan Leeteuk terhadap Sora. “Sora istrinya,

sedangkan aku?” gumam Na Ra. “Aniya, gwenchana! Jeongmal gwenchana! Kau tahu ini cuma permainan,” gumam Na Ra pada dirinya yang notabennya editor dalam acara ini. Dia keluar dari toilet lalu mencuci wajahnya di wastafel, lalu setelah yakin wajahnya sudah tidak terlihat seperti habis menangis, dia kembali.

 

Na Ra mengamati tiap rekaman syuting yang dilakukan Leeteuk dan Kang Sora dengan manahan perasaannya, dia berusaha sekeras mungkin untuk  bersikap profesional. Leeteuk yang berdiri bersama Sora juga ikut menonton dan sesekali melirik ke arah Na Ra ingin tau ekspresinya.

 

= = = =

 

Leeteuk POV

 

Aku tidak pernah menyangka ini akan terjadi, Na Ra tunanganku menjadi editor di variety show yang akan aku kerjakan. Hari ini syuting pertama kami, Na Ra memang tak di sini tapi dia pasti akan melihat rekamannya karena dia editor. Aku berfikir keras, aku harus profesional dan di sisi lain aku juga harus menjaga perasaan Na Ra. Kami belum pernah membicarakan ini, jadwalku padat sehingga aku tidak ada kesempatan menemuinya, aku cuma sekedar tau Na Ra editor dan setiap aku menanyakannya lewat pesan atau telpon, dia tidak mau membahasnya.

 

“Hyung, bagaimana?” tanya Eunhyuk menghampiriku saat selesai take.

 

“Molla,” ucapku.

 

“Sepertinya Na Ra benar-benar profesional, dia bahkan tak menampakkan wajah cemburu,” gumam Sungmin. “Kalau

Kazuko di posisinya, aku pasti sudah habis!” gumamnya lagi.

 

Untuk pertama kalinya aku bekerja di tempat yang sama dengan kekasihku, tapi naasnya aku malah harus pulang bersama yeoja lain yaitu orang yang menjadi istriku, Kang Sora. Istri? Aku bahkan tidak pernah berniat menikahi siapapun kecuali satu orang, Hwang Na Ra seorang editor muda profesional yang cantik, manis, dan anggun.

 

“Oppa, gwenchanayo?” tanya Sora yang berada di bangku penumpang.

 

“Ah, ne gwenchana!” jawabku. Tidak bisa dipungkiri, yeoja ini memang cantik, lembut, dan bisa dibilang idaman para

namja, tapi hatiku sudah terlanjur terpaut untuk nona Hwang. Saat aku memikirnya, aku kini melihatnya berdiri di sebuah terminal dekat tempat syuting kami. Kalau dalam keadaan normal, aku pasti sudah turun dan membukakan pintu untuknya, tapi ini berbeda tidak ada yang tahu tentang hubungan kami selain keluarga kami dan member Super Junior. Entah apa yang ada dalam pikiranku, aku memberhentikan mobil tepat di hadapannya. “Na Ra-sshi, masuklah! Pulanglah bersama kami!” pintaku.

 

“Aniya, aku baik-baik saja! Kalian pulang saja berdua, tidak enak kalau aku menjadi ORANG KETIGA di antara kalian,” katanya dengan menekankan kata orang ketiga.

 

“Arasseo!” gumam Leeteuk. “Hati-hati!” pesan Leeteuk lalu melajukan mobilnya. “Mianhae, Chagi! Apa kau marah?” batin Leeteuk. Aku mengantarkan Sora sampai depan apartemennya. Lalu kembali untuk melakukan jadwalku selanjutnya. Setelah semuanya selesai, aku segera ke apartemen Na Ra.

 

“Hyung, mau kemana?” tanya Eunhyuk.

 

“Aku harus pergi sebentar,” aku langsung mengambil jasku dan ke apartemen Na Ra.

 

= = = = =

 

Author POV

 

Leeteuk melajukan mobilnya menuju apartement Na Ra.

 

Ting Tong Ting Tong…

 

Na Ra membuka pintu apartemennya. “Oppa?” ucap Na Ra. Dia berbalik meninggalkan Leeteuk, tiba-tiba Leeteuk memeluknya dari belakang.

 

“Neumo bogoshipeo!” gumam Leeteuk. Na Ra hanya diam. “Kau tidak merindukanku?” tanya Leeteuk.

 

“Ani, nado bogoshipeo!” jawab Na Ra sambil berbalik dan memeluk Leeteuk.

 

“Chagiya, mianhae!” ucap Leeteuk.

 

“Untuk apa?” tanya Na Ra.

 

“Untuk hari ini, kenapa kau menerima pekerjaan itu?” tanya Leeteuk sambil melepaskan pelukannya tapi masih memegang bahu Na Ra.

 

“Aku kan profesional, tidak pilih-pilih pekerjaan,” gurau Na Ra.

 

“Yak nyonya Park, kau tau aku sudah shock sekali waktu tau kau editor dalam acara ini, kenapa tidak pernah memberitahuku?”

 

“Mana aku tahu kalau artisnya itu, oppa? Dan sejak kapan aku menjadi nyonya park, huh?”

 

“Arasseo, mulai sekarang biasakan dirimu dengan panggilan itu,” ucap Leeteuk sambil duduk di sofa.

 

“Ani, siapa bilang aku mau menjadi nyonya Park? Kalau Park Yoochun aku mau?” gurau Na Ra.

 

“Yak, aku tidak akan membiarkan itu, kau hanya milikku!” Leeteuk merangkul Na Ra yang duduk di sampingnya. Na Ra hanya tertawa kecil melihat tingkah Leeteuk yang seperti anak kecil.

 

“Sudah oppa! Aku buatkan minum dulu!” Baru saja Na Ra ingin berdiri, Leeteuk menariknya kembali duduk.

 

“Aku hanya membutuhkanmu di sini,” Leeteuk merebahkan kepalanya di bahu Na Ra.

 

“Oppa?”

 

“Ne’?” jawab Leeteuk dengan suara nyaris tak terdengar.

 

“Gwenchanayo?” tanya Na Ra sambil melirik ke arah tunangannya itu.

 

“Ne, gwenchana!” Na Ra merasa ada yang tidak beres. Dia merapikan rambut Leeteuk yang menutupi wajahnya, tiba-tiba Leeteuk terjatuh dari bahunya.

 

“Oppa, Jungsoo oppa, gwenchana?” Na Ra mulai panik, Leeteuk kini terjatuh di pangkuan Na Ra. “Oppa, Ireona!” Na Ra mengguncang tubuh Leeteuk yang lemas itu dan meraba dahinya. “Omo~ badanmu panas!” Dia lalu merebahkan tubuh Leeteuk di sofa, mengambilkan selimut dan menyelimutinya, kemudian mengambil kompres. “Omo~ kenapa oppa jadi seperti ini?” tanya Na Ra sambil mengkompres Leeteuk. Setelah itu, Na Ra membuatkan makan malam untuk namjanya itu dan meletakkannya di atas meja agar Leeteuk bisa memakannya setelah dia sadar. Na Ra kembali ke perkajaannya mengedit rekaman We Got Married.

 

“Jangan lihat itu lagi!” gumam Leeteuk dengan nada lemas.

 

“Oh oppa sudah sadar,” Na Ra yang duduk di lantai depan sofa berbalik dan menyentuh dahi Leeteuk.

 

“Gwenchana,” ucap Leeteuk menggenggam tangan Na Ra yang menyentuh dahinya.

 

“Oppa mau membuat aku jantungan, yah?” tanya Na Ra. “Istirahat lagi!”

 

“Ani, aku sudah baikan! Gomawo, Chagi!” kata Leeteuk. “Aku harus kembali sekarang, ini sudah tengah malam, member

pasti mencariku.”

 

“Oppa makan dulu yah?”

 

“Oh gurae, kebetulan aku lapar!” kata Leeteuk lalu mengambil mangkuk di hadapannya. “Chagi, sepertinya kau sibuk sekali?” tanya Leeteuk melihat Na Ra duduk di lantai dan sibuk dengan kertas dan laptopnya.

 

“Aku harus menyelesaikan ini segera!” jawab Na Ra.

 

“Makan dulu!” Leeteuk menyodorkan sendok ke hadapan Na Ra berniat menyuapinya.

 

“Aishh, kau pikir aku anak kecil?” kata Na Ra. “Arasseo!” dia membuka mulutnya dan memakan nasi yang disuapkan Leeteuk, Leeteuk hanye tersenyum.

 

“Oppa harus makan yang banyak! Sesibuk apapun kau tidak boleh lupa makan dan istirahat! Lihat, di matamu bahkan ada lingkaran hitam,” kata Na Ra.

 

“Ne… ne, eomma! Sepertinya kau sudah cocok menjadi istriku, haha,” kata Leeteuk.

 

“Kapan aku bilang mau jadi istrimu? Kau bahkan sudah punya istri, kan?” gurau Na Ra tapi dengan nada serius.

 

“Yak Hwang Na Ra, jangan bilang kau cemburu?” goda Leeteuk sambil mencolek bahu Na Ra.

 

“Ani,” ucapnya sambil mencoba fokus pada laptopnya.

 

“Kalau kau tidak mau menjadi istriku, kenapa kau mau tunangan denganku? Bukankah setelah pertunangan setiap pasangan akan menikah?”

 

“Jinjja? Aku baru tahu itu!” ucap Na Ra sambil berbalik ke Leeteuk dengan muka datar lalu kembali menatap laptopnya.

 

“Huuuuhhh,” Leeteuk mencubit pipi Na Ra. Na Ra hanya mengelus pipinya.

 

“Waktu itu kan aku tidak tega, kau sampai menangis di hadapanku, kalau aku tidak mau takutnya oppa akan bunuh diri, kan tidak lucu kalau dikabarkan seorang leader dari Super Junior ditemukan bunuh diri….hahaha,” canda Na Ra.

 

“Huuuhhh!!” Leeteuk mencubit pipi Na Ra lagi. “Masih mau bercanda?”

 

“Ahh….ahh… ne….ne… aku cuma bercanda…hahaha,” ucap Na Ra sambil mencoba melepaskan tangan Leeteuk dari pipinya. Leeteuk hanya tersenyum.

 

“Oppa, aku serius! Kau harus jaga kesehatanmu! Wajahmu pucat sekali,” kata Na Ra khawatir.

 

“Gwenchana! Kau tidak usah khawatir, kau juga jaga diri yah?”

 

“Arasseo, sekarang pulanglah! Nanti istrimu mencarimu.”

 

“Hahaha… jadi kau mengusirku?”

 

“Bukannya tadi yang ingin pergi, oppa?”

 

“Arasseo, aku memang harus kembali sekarang, masih ada jadwal latihan,” kata Leeteuk.

 

“Mwo? Oppa masih sakit, tidak boleh latihan dulu!”

 

“Gwenchana!” Na Ra lalu meraih saku jas Leeteuk dan mengambil ponsel Leeteuk. “Yak, mau apa?”

 

“Yoboseyo?” sapa Na Ra.

 

“Mwo? Aku pikir Leeteuk hyung!” jawab orang di seberang sana.

 

“Na ya, Na Ra!” ucapku.

 

“Kau sedang bersama Teukie hyung?” tanya Eunhyuk yang Na Ra telpon tadi.

 

“Ne, Hyukkie yah! Tolong jangan biarkan Jungsoo oppa capek dulu yah, dia masih sakit!” kata Na Ra.

 

“Yah chagiya, apa yang kau katakan?” Leeteuk mencoba mengampil ponselnya dari Na Ra tapi tidak berhasil.

 

“Mwo? Teukie hyung sakit?” Eunhyuk kelihatannya kaget mendengar pernyataan Na Ra.

 

“Ne,” jawab Na Ra.

 

“Na Ra-sshi, bisa aku minta tolong?” tanya Eunhyuk.

 

“Ne, wae?”

 

“Bisakah kau tahan Leeteuk hyung untuk istirahat, karena aku yakin dia tidak akan mendengarkan kami,” kata Eunhyuk.

 

“Gurae! Dia tidak akan kembali sampai besok pagi, jadi urusan di sana urusanmu!” kata Na Ra.

 

“Ara, kau harus memastikan dia dalam keadaan baik-baik saja saat pulang besok!” pinta Eunhyuk.

 

“Ne,” telpon pun terputus.

 

“Yak chagiya, apa maksudmu aku tidak akan kembali sampai besok pagi?” tanya Leeteuk saat Na Ra selesai menelpon.

 

“Oppa tidak boleh kembali sampai besok pagi, aku tidak akan mengijinkan oppa menyetir dalam keadaan sakit sendirian,” jelas Na Ra.

 

“Aigoo, jadi jadwalku bagaimana?” tanya Leeteuk gelisah.

 

“Eunhyuk setuju untuk mengurus semuanya,” kata Na Ra.

 

“Aishh, jinjja?!” gumam Leeteuk. Leeteuk berdiri mencoba pergi.

 

“Hmm… oppaaa!!” panggil Na Ra sambil memperlihatkan kunci mobil Leeteuk yang sudah ada di tangannya.

 

“Aishhh!” desis Leeteuk lalu kembali duduk di sofa. Suasana ruangan sangat tenang, Na Ra terus berfokus pada pekerjaannya sementara Leeteuk hanya duduk nonton TV dan sesekali memandangi tunangannya. “Chagiya, apa aku benar-benar harus di sini?” tanya Leeteuk yang entah sejak kapan sudah terbaring di sofa sambil menatap langit-langit.

 

“Manfaatkanlah waktu ini untuk istirahat!” gumam Na Ra tidak memalingkan pandangannya dari laptop.

 

Huft, aku deg-degan sekali,” suara video laptop Na Ra.

 

Hyung, berikan nama panggilan untuk istrimu!”

 

Hmm…..eee….baby princess?

 

“Ehmmm…aa…,” Leeteuk mencoba bicara.

 

“Hmm… Baby Princess? Bagus juga kedengarannya!” gumam Na Ra, Leeteuk hanya bisa menepuk dahinya. Baby princess panggilan yang pernah diinginkan Leeteuk untuk Na Ra tapi Na Ra menolaknya.

 

“Chagiya, istirahatlah! Kau pasti lelah,” perintah Leeteuk.

 

“Aku harus menyelesaikan pekerjaanku dulu, Oppa masih sakit jadi tidurlah dulu!”

 

“Arasseo, tapi jangan terlalu larut, yah!” Leeteuk memejamkan matanya dan tidur di sofa belakang Na Ra. Sejam kemudian, Na Ra merapikan kertas-kertas yang berserakan dan mematikan laptopnya.

 

“Oppa…Oppa…kebiasaan!” gumam Na Ra saat melihat Leeteuk terlentang di sofa. Na Ra mengambilkan selimut dan menyelimuti tubuh Leeteuk, tanpa sengaja Na Ra menyentuh tangan Leeteuk yang bertengger (?) di dahinya. “Omo~ panas sekali! Aishh oppa!!” Na Ra menurunkan tangan Leeteuk dan mengambil kompres lagi untuk menurunkan demam Leeteuk. Na Ra semalaman menjaga Leeteuk yang sakit hingga ia tertidur duduk di lantai pinggir sofa sambil menggenggam tangan Leeteuk.

 

* * * *

 

TBC

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s