[Fanfic] Only Learned Bad Things (Oneshoot)

 

ONLY LEARNED BAD THINGS

Cast:    – Cha Sun Woo aka Baro

– Shin Hee Ra

– Jung Jinyoung

– Lee Junghwan aka Sandeul

– Gongchan Shik

– Shin Dong Woo aka CNU

Genre: Romance, Friendship

Theme song: B1A4 – Only learned bad things

Notes: FF ini dibuat berdasarkan MV B1A4 – Only learned bad things

= = = = =

saramdeuri bojanha nunmul jom dakkgo gogae deureobwa
mianhada haetjanha mureupirado kkurheo boilkka

heunhan malsilsu gatgo ireoke ulmyeon naega mwoga dwae
saranghae raneun mallon deo isang neoreul dallael su eopgesseo

maeil hyu hyu hyu hyu hyu
gin hansumeul baeteumyeo neul banseonghae

Baby U U U U U
jalharyeogo haneunde an dwae

motdoen malman baewoseo motdoen jitman baewoseo chakhan ni mam mollaseo
mwonga jakkuman kkoyeo kkoyeo

ajik cheori eobseoseo gipeun sarangi eoryeowo
sarang geukkajit geo geunyang mireobutyeo
saenggageul haetdeon naega meongcheonghaesseo

mianhae deo jalhalge (deo jalhalge naega deo jalhalgeHey~ yeah)
mianhae hwa pureojwo
naega da jalmotaesseo

banjjakbanjjak byeolcheonji
nae nune neon wangbi i bami
dagal ttaejjeum alge doen ni maeryeok

jamgwojin maeum hankyeon
salposi bureul jipyeo
dalkomhan moksori
gin saengmeori like jyaseumin

Baby U U U U U

Baby U U U U U
ni gaseumi apeumyeon nan jjijeojyeo

Baby U U U U U
naega jeongmal akkineun neonde

motdoen malman baewoseo motdoen jitman baewoseo chakhan ni mam mollaseo
mwonga jakkuman kkoyeo kkoyeo

ajik cheori eobseoseo gipeun sarangi eoryeowo
sarang geukkajit geo geunyang mireobutyeo
saenggageul haetdeon naega meongcheonghaesseo

eorin naega jaju hagien
sarangiran mari eosaekhae

 ‘mianhae deo jalhalge’
gikkeot ireon ppeonhan gamdong eomneun malman

jebal o jebal
jom deo nal jikyeobwajwo
nae noryeok ni mideum geu kkeuten haengbongman isseo

ja ije geuman ulja
geuman ttuk nunmul dakkja

geurae eolmana joha
neon useul ttae jel yeppeo yeppeo Yeah

joheun malman baewoseo joheun geotman baewoseo nado neoreul darmaseo
meotjin aeini doelge OK

orae orae gal geoya eotteon yeoninboda orae
sajugo sipeun geot meogigo sipeun geot
sandeomicheoreom manha jinsimiya

saranghae neol saranghae (neol saranghae naega deo saranghae Hey~ yeah)
saranghae neol saranghae
saranghae neol saranghae (deo Oh deo)
saranghae neol saranghae

 

Annyeong jumuseyoooooooooo~~~ dering ponsel Baro.

“Yobeoseyo?”

“Oppa, apa kau ada waktu? Bagaimana kalau kita makan siang sama-sama?” tanya yeoja diseberang sana.

“Arasseo, tunggu aku di caffe dekat sekolahmu saja!” kata Baro.

“Sa…,” tuuuuttt telpon terputus. “Saranghae…Huft!” Hee Ra menghela napas panjang lalu melangkah gontai kembali ke kelas.

“Wae? Kenapa wajahmu kusut sekali?” tanya Chanmi.

“Gwenchana,” ucap Hee Ra sambil membenamkan wajahnya di meja.

* * * *

Hee Ra POV

Aku senang, akhirnya aku bisa makan siang bersama Sun Woo. “Kemana dia?” tanyaku sambil menatap jam di ponselku. Makan siang hampir berakhir dan dia belum juga datang.

“Hee Ra-yah!” Panggil seseorang, aku berbalik dan mendapati orang yang aku tunggu sudah datang, aku tidak menyangka dia membawakan nampan berisi minuman dan makanan saat dia datang.

“Sun Woo oppa, akhirnya kau datang juga,” kataku sambil tersenyum senang padanya.

“Aku banyak tugas jadi baru bisa datang ke sini, tidak apa-apa kan?” Sun Woo oppa menuangkan minuman ke gelas untukku.

“Arasseo,” aku berniat mengambil gelas itu namun ternyata itu untuknya sendiri.

“Wae? Kenapa tidak minum?” tanyanya sambil meneguk minumannya.

“Oh, ani!” jawabku kaku sambil mengambil kaleng minuman dan menuangkannya ke gelas.

“Hee Ra-sshi, apa besok kau ada kegiatan setelah pulang sekolah?” tanya Ba Ro.

“Ani, wae?” tanyaku. “Apa dia mau mengajakku kencan?” tanyaku senang dalam hati.

“Ada beberapa barang yang harus aku beli, kau mau menemaniku?” tanya Sun Woo oppa.

“Gurae,” ucapku senang, walaupun bukan kencan setidaknya tetap pergi bersamanya.

“Apa kita langsung saja sehabis sekolah?” tanyaSun Woo oppa.

“Ani, aku harus pulang dulu,” jawanku.

“Kalau begitu besok kujemput di rumahmu saja,” tawarnya.

“Arasseo!” jawabku.

“Mianhae, aku tidak bisa mengantarmu pulang.”

* * * * *

“Sepertinya kau senang sekali?” tanya Chanmi sahabatku.

“Hmmm….. hari ini aku akan pergi bersama Sun Woo oppa,” kataku senang.

“Aku kira ada apa, mau jalan toh dengan namchinmu,” kata Chanmi kecewa. Aku hanya memanyunkan bibir dan berpaling darinya.

* * * * *

“Hee Ra-yah! Sun Woo di sini!” teriak eomma.

“Ne, eomma!” sahutku. Aku melangkah keluar kamar dan menemui Sun Woo oppa.

“Kau sudah siap?” tanyanya.

“Ne,” kami pun pergi ke sebuah toko elektronik, setelah lama berpikir akhirnya Oppa membeli sebuah earphone.

“Sun Woo Oppa, kita ke sini sebentar yah!” pintaku sambil menariknya masuk ke sebuah toko aksesoris. Aku melihat-lihat beberapa, gelang, cincin, bando, sementara Sun Woo oppa sibuk sendiri mencari aksesoris untuknya.

“Oppa~” panggilku agar dia berbalik. Dia berbalik. “Apa ini bagus?” tanyaku sambil menggunakan bando yang kusuka.

“He em, yeppo!” jawabnya singkat lalu kembali ke kegiatannya tanpa mempedulikanku.

“Huftt,” dengusku kesal. Aku menyimpan bando itu kembali dengan perasaan kesal.

“Wae? Kenapa wajahmu begitu? Jangan pasang wajah begitu! Jelek, tau!” katanya sambil mengedipkan mata dan memegang kedua bahuku. Aku hanya tersenyum.

“Hehe…”

“Kau mau mencari beberapa baju?” tanyanya.

“Ne,” jawabku sambil mengangguk semangat. Aku dan Sun Woo oppa masuk ke sebuah butik.

“Sepertinya ini cocok untukmu?” katanya sambil mencocokkan T-Shirt soft pink padaku. “Kau pasti cantik dengan ini,” katanya lagi.

“Oppa, bagaimana kalau yang i….??” Aku baru saja ingin menanyakan pendapatnya tentang kaos pink, ternyata dia tidak ada. Aku mencari ke segala arah tapi aku masih belum mendapatkan sosoknya. “Oppa…?” panggilku lagi namun tidak ada jawaban. Aku takut sekali, aku sangat kebingungan, aku masih terus mencarinya hingga akhirnya aku berbalik dan melihat Sun Woo oppa sedang bercermin mencocokkan sebuah T-Shirt untuknya. “Huftt!” dengusku sekali lagi, aku sangat sedih melihat sikapnya yang terus saja tidak peduli padaku.

“Gwenchana?” tanyanya saat kami dalam perjalanan pulang.

“Ne,” jawabku tidak acuh.

“Kenapa tidak jadi beli T-Shirt tadi?” tanyanya. Aku sudah terlanjur bad mood dengan sikapnya jadi tidak berniat untuk membeli apa pun.

“Molla,” jawabku singkat.

“Kita mau kemana lagi?” tanyanya.

“Pulang,” jawabku singkat.

“Arasseo!” ucapnya.

“Omona~ namja ini, ahh jeongmal jinjja? Dia bahkan tidak peka dengan perasaanku saat ini,” gumamku dalam hati sambil meninggalkannya di belakang.

Aku terus saja memikirkan hal ini, “Apa Sun Woo oppa benar-benar mencintaiku?” tanyaku. “Dia bahkan belum pernah mengatakan ‘saranghae’ padaku selain waktu memintaku menjadi pacarnya,” gumamku sendirian di kamar. Aku hampir frustasi memikirkannya. Aku mencoba menghubunginya, nadanya tersambung namun sama sekali tidak diangkat. Aku terus menelponnya namun sama saja, tidak dingakat malah dimatikan. Aku mengirimi Sun Woo oppa pesan.

To: Sun Woo oppa

Gurae, kita putus saja!

Sent!!

“Ya Tuhan, semoga aku tidak menyesali keputusanku,” gumamku sambil membenamkan wajahku ke bantal.

* * * * *

Baro POV

“Hyung, sepertinya ini bagus!” kata Gongchan pada Junghwan hyung sambil menunjuk majalah di hadapan mereka. Mereka sibuk melihat-lihat majalah fasion untuk style kami pada saat perform nanti.

OK, girl noegeman yes man mwodeunji da haejulge
OK, girl ijebuteo nikkoya I love you

Ponselku terus berdering, membuat kepalaku pusing saja. Aku tidak mempedulikannya.

OK, girl noegeman yes man mwodeunji da haejulge
OK, girl ijebuteo nikkoya I love you

Lama-lama dering ponsel itu mengganggu, “Arghhh,” aku langsung saja mematikannya dan kembali fokus pada laptopku.

Tring tring tring,,, sepertinya ada pesan masuk, aku mengambil ponselku dan membaca pesan itu.

From: Shin Hee Ra

Gurae, kita putus saja!

“Putus?” Ada apa ini? Kenapa Hee Ra ingin putus?

“Wae?” tanya Jinyoung hyung.

“Lihat ini!” kataku sambil menunjukkan pesan Hee Ra tadi.

“Mwo?? Memang apa yang kau lakukan? Kau pasti menyakitinya!” kata Jinyoung hyung.

“Ada apa?” tanya Sandeul.

“Lihat ini!” Jinyoung hyung mengambil ponselku dan memperlihatkan pesan Hee Ra pada yang lain.

“Omo~ apa yang sudah kau lakukan?” tanya Junghwan hyung.

“Molla, aku benar-benar tak tau. Tapi sepertinya dia marah kemarin, aku tidak tahu kenapa dia marah,” jelasku.

“Memang apa yang kau lakukan?” tanya Dongwoo hyung.

“Kemarin kami jalan-jalan, aku memilihkannya sebuah T-Shirt lalu pergi sebentar untuk mencari T-Shirt untukku saat  dia sedang memilih, setelah itu aku sudah tidak melihat senyumnya lagi,” jelasku.

“Aigoo hyung, kau ini tidak peka sekali dengan perasaannya! Hee Ra pasti ingin diperhatikan!” kata Gongchan.

“Tau apa kau anak kecil!” ucapku.

“Ani, yang dibilang Gongchan benar! Selama ini kau hanya sibuk sendiri dan tidak memperhatikannya, kau bahkan jarang bersamanya,” kata Jinyoung hyung dan Gongchan tersenyum penuh kemenangan.

“Aigoo, lalu apa yang harus kulakukan?” tanyaku. “Aku terlalu gengsi untuk selalu mengatakan ‘saranghae’ padanya, aku takut akan diledek teman-temanku jika terlalu lembut padanya.”

“Babo yah!” ucap Jinyoung hyung sambil menjitak kepalaku.

“Appo!”

“Dia itu yeochinmu! Kau yang memintanya untuk jadi pacarmu tapi kenapa malah dia yang lebih mencintaimu?” kata Jinyoung hyung.

“Arasseo arasseo, aku akan bersikap lebih baik lagi,” janjiku. “Otthokae?”

“Kau harus meminta maaf padanya!” gumam Dongwoo hyung.

“Dengan cara?”

“Bagaimana kalau buat sureprize untuknya?” saran Junghwan hyung.

“Gurae!” ucapku semangat. “Bagaimana kalau kita hias kamarnya? Kalian mau membantuku, kan?”

“Ara, kita gunakan balon yang banyak, lilin, bunga, hadiah, semua yang disukai para gadis!” kata Junghwan hyung semangat.

“Ne, ide bagus! Ah aku baru ingat sesuatu yang sangat disukainya!” kataku sambil memetikkan jari senang. “Tunggulah Hee Ra-yah! Aku akan membuktikan cintaku!” batinku.

* * * * *

Author POV

“Eomonim, bisakah aku melakuakannya? Aku benar-benar merasa bersalah dengannya!” pinta Baro pada eomma Hee Ra.

“Arasseo, tapi janji kau tidak akan pernah menyakiti putriku lagi, dia bahkan tidak makan seharian ini,” kata eooma Hee Ra.

“Jinjjayo? Jwaseonghamnida, eomonim! Aku janji akan membuatnya bahagia!” janji Baro pada eomma Hee Ra.

“Manfaatkanlah kesempatan ini baik-baik, Hee Ra mencintaimu, dia hanya perlu perhatianmu. Aku harus pergi jadi tidak bisa di rumah hari ini, mianhae eomonim tidak bisa membantumu, semuanya kuserahkan padamu!” pinta eomonim sambil menyerahkan kunci rumahnya.

“Ne, jeongmal gansahamnida, eomonim!” kata Baro sambil membungkukkan badan. Eomma Hee Ra pun pergi karena ada acara. Baro menelpon teman-temannya untuk membantu mempersiapkan semuanya. Tidak lama, Sandeul dan Gongchan datang membawa bahan-bahan yang mereka perlukan untuk menghias kamar Hee Ra.

“Apa eomma Hee Ra mengijinkanmu?” tanya Sandeul. Baro hanya menunjukkan kunci rumah dengan perasaan senang.

“Daebak, hyung! Kau pasti punya jurus maut untuk merayu eomma Hee Ra,” komentar Gongchan.

“Siapa dulu dong! Namja tertampan di B1A4, Cha Sun Woo a.k.a Baro! hahaha,” ujar Baro sambil tertawa bangga.

“huuhhh~” Baro mendapat seruan dari Sandeul dan Gongchan.

“Ngomong-ngomong, dimana Dongwoo hyung dan Jinyoung hyung?” tanya Baro.

“Mereka katanya mau beli minuman dulu!”

“Ohh,” akhirnya mereka berdua pun masuk ke kamar Hee Ra dan mulai menghiasnya. Baro dan Sandeul meniup balon-balon yang sudah mereka persiapkan, sedangkan Gongchan merapikan balon-balon itu. Kemudian CNU dan Jinyoung datang.

“Ah, mana minumannya?” teriak Sandeul.

“Ne, lama sekali!” lanjut Gongchan.

“Dasar kalian ini tidak sabaran!” ujar Jinyoung yang membawa tiga kaleng minuman.

“Ini!” CNU melemparkan minuman kaleng pada Baro.

“Hehe… gomawo!” ucap Baro.

“Ini untukmu!” Jinyoung memberikan minuman kaleng pada Gongchan kemudian Sandeul.

“Gomawo!” ucap mereka berdua. Setelah minum mereka berlima kembali bekerja dengan dibarengi banyak candaan.

“Yak hyung, jangan main-main terus nanti balon-balonnya pecah,” omel Baro pada Sandeul.

“Arasseo arasseo tuan Baro,” Sandeul lalu melemparkan balon pada Baro. “hahaha…”

“Sudah beres! Sekarang tinggal lilinnya!” gumam Baro. Jinyoung mengambil lilin dan lilin itu dibakar oleh Baro. Mereka terus saja bermain di kamar Hee Ra. CNU sibuk berkeliling hingga menemukan sebuah buku.

“Wanita ingin dimengerti” gumam CNU sambil mengambil buku itu. Dia mengambil dan membacanya tanpa sepengetahuan member lain.

“Yak hyung! Apa yang kau baca?” goda Baro yang datang tiba-tiba di belakang CNU.

“Hussttt! berisik!” ucap CNU sambil tertawa.

“Hahahaha… oke lanjutkan saja!” Baro lalu nkembali bermain dengan member lain, mereka saling melempar balon.

“FIGHTING!!” ucap member serempak menyemangati Baro lalu pergi dari rumah Hee Ra.

* * * * *

Baro POV

“Huffttt~~!” aku menarik napas panjang. Aku sangat deg-degan, ini bahkan lebih mendebarkan dibanding waktu aku memintanya menjadi yeojachinguku. Tiba-tiba seseorang terdengar membuka pintu kamar ini, aku buru-bur bersembunyi dengan membawa sebucket mawar merah. Benar itu Hee Ra!

Hee Ra mulai melangkahkan kakinya dan terpukau melihat apa yang terjadi pada kamarnya. Aku keluar dari persembunyianku dan menepuk bahu Hee Ra yang telah terpesona dengan semua ini. Aku mengeluarkan bunga mawar dan menyerahkan padanya.

“Oppa?” Aku hanya tersenyum. Dia mengambil bunga itu. “Gomawo, oppa!” Aku melebarkan kedua tanganku untuk memeluknya. Dia pun memelukku. Kami hanye terdiam begini untuk beberapa saat.

“Mianhae atas sikapku selama ini, saranghae!” ucapku. Kami melepaskan peluakan kami dan dia kembali mengagumi kamarnya yang dipenuhi balon, lilin, dan hiasan lainnya.

“Oppa, ini…?” Dia kaget melihat bando yang dia inginkan ada di kamarnya.

“Hmmm…. aku siapa menerima segala pujianmu hari ini…haha,” ucapku narsis.

“Gomawo, oppa! Ternyata kau memperhatikan kesukaanku selama ini,” ujarnya sekali lagi aku hanya tersenyum. “Dan ini…?” Lalu sekarang dia mengambil kotak cincin di dekat bando itu.

“Hmmm, hadiah untuk yeojachinguku yang paling cantik secantik bintang-bintang ketika bersinar,” kataku, dia tiba-tiba memelukku dan menangis.

“Gomawo, jeongmal gomawo, Oppa!”

“Aishh, uljima! Kau jelek tau kalau sedang menangis, jangan menangis yah!” Aku menghapus air matanya dan dia tersenyum lagi.

“Nah, neomu yeppo!” gumamku sambil memegang kedua pipinya Dia memelukku lagi. “Aku janji akan menjadi namjachingu yang terbaik untukmu, dan membuat hubungan kita jauh lebih abadi dari pada pasangan lain, Saranghae! Jeongmal Saranghae!”

END

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s