[Fanfic] Shining Star: My Mr. Simple (1/4)

Ryeowook POV

“Annyeong!” aku memunculkan diri tiba-tiba di depan kamar rawat yeoja chinguku. Tapi hanya dibalas senyum kilat darinya. Beberapa hari yang lalu dia memintaku untuk memperdengarkannya lagu baru di album ke-5 Super Junior, namun aku menolaknya dengan berbagai alasan. “Waeyo, jagiya?”

“Hmm, ani!” ucapnya singkat.

“Masih marah karena aku tidak memberitahumu tentang lagu kami?” tanyaku.

“Hyung, kau di sini juga?” tanya Kyu tiba-tiba masuk sebelum Hyunchan sempat menjawabku.

“Ah, untuk apa kau ke sini?” tanyaku heran melihatnya ada di sini.

“Aku? Aku sejak tadi di sini, setelah menyelesaikan schedule aku langsung ke sini!” jawab Kyu. Aku sedikit cemburu.

“Aniya, Kyu oppa apa-apaan sih! Wook oppa, dia belum lama datang kok sebelum oppa. Tadi Kyu oppa dipanggil Wang ajusshi ke ruangannya,” jelas Hyunchan.

“Huh, kau tidak seru! Sekali-sekali kerjai sedikit nanja chingumu supaya tidak manja! Liat saja, aku baru bilang begitu wajahnya sudah kusut,” gumam Kyu.

“Dasar Evil!” umpatku. Setidaknya karena Kyu, Hyunchan mau berbicara denganku lagi tanpa ia sadari.

* * * * *

Kyuhyun POV

Aku baru saja sampai di rumah sakit untuk menjenguk Hyunchan, tapi Wang-nim memanggilku hanya untuk menanyakan keadaanku. Saat aku masuk ke kamar Hyunchan, aku melihat Wookie hyung sudah ada di sana. Alhasil, aku hanya jadi obat nyamuk mereka di sana. Aku memutuskan untuk keluar dari ruangan ini. Bukannya aku tidak pernah mengenal cinta, tapi perasaan dulu aku juga tidak sebegininya. Aku berjalan-jalan menyusuri koridor rumah sakit, saat tiba-tiba seseorang menabrakku saat akan berbelok.

“Arghhh,” pekik orang yang menabrakku tadi sambil memegang dahinya yang menabrak bahuku.

“Kalau jalan pakai mata dong!” bentakku. *heh? orang tuh jalan pakai kaki, oppa…oppa…*

“Jwaseonghamnida!” ucapnya. Jantungku tiba-tiba berdebar ketika dia mengangkat wajahnya. Dia Lee Sora. “Mwo, Kyuhyun-sshi?” sapanya sambil tersenyum manis, bahkan sangat manis. ‘Mwo? Kyu, apa yang kau pikirkan? Kau masih sadar, kan?’ batinku. Aku tidak bisa menahan kegugupanku, aku tidak mempedulikannya dan mulai menghindarinya. “Arghh, appo!” pekiknya lagi. Aku tersentak kaget karena khawatir terjadi sesuatu padanya.

‘Perasaan apa ini?’ tanyaku dalam hati. Aku lega saat mendapatinya tidak apa-apa, hanya saja rambutnya tersangkut di kancing kemejaku. “Tenang! Jangan bergerak!” Titahku. Aku mencoba melepaskannya pelan-pelan.

“Bagaimana?” tanyanya sambil mengangkat wajahnya. Aku terdiam, ini untuk pertama kalinya aku menatapnya dalam jarak sedekat ini. Aku terpesona sekali lagi melihat wajahnya dan kali ini terlihat begitu jelas, dia benar-benar cantik. “Gwenchana?” Aku tersentak kaget karena dia menatapku semakin dekat. Aku semakin tidak bisa mengontrol detak jantungku, aku tidak mau dia melihat wajahku yang semakin merah. Tanpa berfikir, aku menghentakkan rambutnya agar cepat terlepas dari kancing kemejaku. “Arghhh,” pekiknya lebih keras dari sebelumnya. Tanpa berfikir aku langsung meninggalkannya tanpa berkata apa pun.

‘Huft, hampir saja jantungku lepas! Tapi bagaimana sekarang persepsinya tentang aku?’ batinku. Masa bodoh! Yang penting jantungku selamat.

Setelah membeli minuman, aku memutuskan untuk kembali ke ruang rawat Hyunchan. Saat aku membuka pintu kamar tiba-tiba seorang yeoja berdiri tepat dihadapanku, mendapati dia yang berdiri di sana, entah apa yang membuatku melakukan ini, secara refleks aku menyiramkan minuman yang ada ditanganku.

“Aishh, jinjja!” gumam yeoja itu. Dia menatapku lekat dengan pandangan sinis lalu menghembuskan napas hingga poninya melayang. Itu membuatnya semakin cantik dimataku. Aku mengerjabkan mata untuk membawaku kembali ke alam sadar. Aku lalu mengambil sapu tangan dari kantong celanaku dan melap minuman yang tersiram ke wajah dan pakainnya. Tapi dia menepis tanganku.

“Ya sudah!” hanya itu kata yang keluar dari mulutku. Kebodohanku, sangking gengsinya aku meminta maaf, aku memberikan sapu tangan itu ke tangannya dengan kasar dan pergi begitu saja.

“Oppa, kau sudah kembali?” tanya Hyunchan saat aku meninggalkan Sora yang mungkin sedikit geram padaku. Entah kenapa aku suka melihat wajahnya yang geram. Aku mulai suka mengerjainya, aku tersenyum bangga, yah senyuman khasku yang biasa disebut senyum evil.

“Hmm,” jawabku sambil mengangguk.

“Aigoo, eonnie! Apa yang terjadi padamu?” kini pandangan Hyunchan beralih pada Sora yang masih berdiri mematung di depan pintu.

“Kyu, kau apakan Sora?” tanya Ryeowook hyung padaku.

“Molla….!” jawabku singkat sambil sekali lagi tersenyum evil dan mengambil posisi duduk di sofa di sudut ruangan. Hyunchan turun dari tempat tidurnya dan mendekati Sora.

“Eonnie, maafkan Kyu oppa yah! Dia memang orangnya begitu, tidak usah dipedulikan!” bujuk Hyunchan sambil mengusap bahu Sora.

“Ne, gwenchana saeng-ah!” Sora tersenyum kilat lalu pergi meninggalkan kamar rawat Hyunchan.

“Aigoo, oppa! Baru pertama kalinya aku melihat Sora eonnie marah, dasar kau ini!” gumam Hyunchan.

“Dasar evil, aku yakin dia tidak akan mau bertemu denganmu lagi!” timpal Wookie hyung.

“Molla!” jawabku singkat lagi dan mengambil posisi berbaring di sofa yang lumayan panjang itu.

“Huft..” pasangan itu menghembuskan napas putus asa.

* * * * *

“Kyu, aku pergi dulu yah!” pamit Wookie padaku aku tahu dia pasti akan ke rumah Hyunchan.

“Channie, Wookie datang!” kata oppa setelah membuka pintu kamarku. Aku tidak menjawabnya. Aku sangat senang, hari ini Super Junior merilis music video baru mereka yang berjudul Mr. Simple. Sebelumnya aku sempat shock karena di teaser picnya, namchinku hanya menggunakan hot pants, mana warnanya kuning terang begitu, untung saja tidak di suruh telanjang dada seperti Siwon oppa. Inilah hal yang aku paling syukuri mendapatkan namja yang biasa saja, tapi tetap sangat luar biasa dimataku.

“Bilang saja, aku tidak mau bertemu dengannya!” kataku pada Jinhoo oppa, aku ingin sedikit mengujinya, kira-kira apa yang akan dia lakukan kalau aku tidak mau bertemu dengannya, ini sudah seminggu sejak kepulanganku dari rumah sakit dan sejak saat itu aku belum bertemu dengannya. Kalau ditanya apa aku merindukannya, jawabannya adalah sangat, hingga aku rasanya hampir mati hanya karena tak melihat wajahnya. Andai saja tidak ingat saran Kyu oppa untuk menguji cinta kami, aku sekarang sudah berlari ke dalam pelukannya. Aku menutup seluruh tubuhku ke dalam selimut agar bisa menahan kerinduanku pada namja itu. Tiba-tiba kudengar suara pintu kamarku terbuka. “Apa wookie oppa sudah pergi?” tanyaku pada Jinhoo oppa yang kuduga memasuki kamarku. Tapi tidak ada jawaban. Kubuka selimut yang menutupi tubuhku dan menyadari orang yang sekarang berdiri di hadapanku adalah Ryeowook oppa. Dia kemudian duduk di sisi tempat tidurku, aku hanya berbalik memunggunginya.

“Argh, apa yang harus aku katakan?” tanyanya. “Melihatmu sebentar saja sudah membuat kepenatanku sedikit berkurang, mungkin kalau aku bisa memelukmu semuanya akan terasa lebih ringan,” mendengar kata-katanya itu, aku rasa dia sedang tidak dalam keadaan yang baik-baik saja. Aku membuka selimut yang menutupiku dan duduk berhadapan dengannya.

“Kemari!” perintahku. Wookie oppa pun mendekat dengan wajah bingung, aku mencium pipinya saat dia mendekat. Dia tiba-tiba tersenyum.”Wae? Apa aku tidak boleh mencium namja chinguku?” tanyaku.

“Kau hobi sekali menciumku tiba-tiba,” godanya. “Gomawo! Ini sudah membuatku lebih baik!”

“Apa yang terjadi? Kenapa wajah oppa pucat sekali?” tanyaku sambil mengusap wajahnya. Dia tiba-tiba menarik tanganku dan memelukku.

“Neomu beogoshippo!” ucapnya.

“Naddo!” balasku sambil mengeratkan pelukanku. Kami hanya terdiam beberapa saat dan aku menyadari Wookie oppa sudah tertidur. Aku membaringkan tubuhnya di tempat tidur dan melonggarkan dasinya, dia masih memakai pakaian dari press conference ke sini. Aku merapikan rambut yang menutupi wajahnya dan tanpa sengaja menyadari kalau tubuhnya sedikit demam. “Aigoo, apa yang kau lakukan selama ini, hingga bisa seperti ini?”

“Channie, oppa pergi ke rumah sakit dulu yah! Ada pasien yang kritis,” pamit Jinhoo oppa padaku saat turun ke dapur mengambilkan Wookie oppa makanan dan kompres untuk menurunkan demamnya.

“Ne, oppa,” jawabku.

“Kalian jangan melakukan hal yang tidak-tidak selama oppa tidak di rumah, arasseo?” pesan oppa.

“Oppa ada-ada saja, oppa tahu kan Wookie oppaku itu namja baik-baik,” kataku sambil tersenyum simpul.

“Oppa hanya mengingatkan, lagipula kalian hanya berdua di rumah, tidak ada yang tahu apa yang bisa terjadi,” kata oppa lagi.

“Aniya, aku bisa jaga diri!” kataku.

“Ngomong-ngomong, mau kau apakan air itu?” tanya oppa.

“Wookie oppa demam, sepertinya dia kelelahan sekali,” jelasku.

“Jinjja? Aku lihat dia memang pucat! Ya sudah, jaga namja chingumu baik-baik! Oppa pergi dulu yah!”

“Ne, hati-hati oppa!” Aku kembali ke kamar saat Jinhoo oppa sudah pergi.

Shining Star! like a little diamond, makes me love
Naegen kkoomgyeolgateun dalkomhan misoro nal barabomyeo soksagyeojweo

Sebuah ponsel berdering, aku memeriksa ponselku namun ternyata bukan milikku yang berdering. Aku melihat ke arah kantong jas Wookie oppa dan memeriksanya, seperti dugaanku, ponselnya yang berdering, di sana terpampang nama Yesung hyung.

“Yeoboseyo?” aku menjawab telponnya.

“Ah, Hyunchan-ah apa ini kau?” tanya Yesung oppa.

“Ne, oppa! Wookie oppa sedang tidur, ada apa?”

“Kami semua mencarinya, syukurlah kalau dia bersamamu! Apa dia baik-baik saja?”

“Sepertinya tidak, Wookie oppa demam! Sebenarnya apa yang terjadi?” tanyaku.

“Wookie terlalu memforsir tenaganya, sepertinya dia sangat lelah. Dia kurang tidur karena sibuk memperdiapkan album ini, Kyuhyun saja sempat masuk ke rumah sakit,” ujar Yesung oppa.

“Jinjja? Bagaimana keadaannya sekarang? Kenapa dia tidak memberitahuku?”

“Hei, dokter Choi! Apa aku harus memberitahumu apapun yang kulakukan?” ternyata ponsel Yesung oppa sudah berpindah ke tangan si evil Kyu.

“Yak, oppa! Kenapa kau tidak bilang-bilang kalau kau sakit?” tanyaku membentaknya.

“Wah, sekarang kau sudah berani membentakku?”

“Sudah, jangan mengalihkan pembicaraan! Bagaimana keadaan oppa sekarang?” tanyaku memaksa.

“Aku baik-baik saja! Sora sudah mengobatiku!”

“Hmm, ciee…,” godaku.

“Kenapa? Maksudku, dia yang merawatku di rumah sakit, hanya sebagai dokter!” jelasnya.

“Sudahlah oppa, tapi kau senang, kan?” godaku lagi.

“Sudahlah! Jaga namja chingumu baik-baik, tidak usah pedulikan aku!” aku hanya tertawa mendengar kata-katanya. “Kau sendiri, bagaimana keadaanmu?”

“Gwenchana, aku hanya perlu beristirahat untuk menyembuhkan luka-luka akibat kecelakaan itu.”

“Arasseo! Apa kalian hanya berdua di sana?” tanya Kyu oppa.

“Ne, Jinhoo oppa baru saja ke rumah sakit!” jawabku.

“Yak, jangan berbuat macam-macam di sana, arasseo?”

“Ne, kau pikir Wookie oppaku itu punya pikiran mesum seperti oppa! haha.”

“Enak saja! Asal kau tau saja, Wookie itu tidak sepolos yang kau duga selama ini, aku lebih tau dia!” katanya.

“Jinjja? haha, terserah oppa saja!”

“Anak ini! Aku sudah mengingatkanmu, istirahatlah!” dia masih seperti dulu, sangat perhatian padaku.

“Oppa juga, jangan terlalu memaksakan diri!” Aku menutup telponnya dan melap keringat yang mengucur di dahi Ryeowook oppa. Tidak lama, Ryeowook oppa bangun.

“Oppa sudah bangun, Gwenchana?” tanyaku.

“Ne, aku ketiduran yah? Mian sudah merepotkanmu!”

“Aniya,” kataku kemudian menyentuh dahinya dengan punggung tanganku. “Oppa masih sedikit demam! Minum obat dulu, lalu istirahat lagi!” titahku.

“Tidak perlu, aku baik-baik saja!”

“Aku bukan memberi saran tapi memerintahkan, arasseo?” kataku sambil mengambil obat dan memasukkannya ke mulutnya.

“Aigoo, aku memang tidak pernah bisa menolak apa yang kau mau,” Ryeowook oppa menggeleng-gelengkan kepalanya, aku hanya tersenyum bangga. “Kemana Jinhoo?

“Oppa ke rumah sakit. Sudah! Sekarang oppa tidur lagi!”

“Sekarang jam berapa? Sudah berapa lama aku tidur? Kau sendiri kenapa tidak tidur?”

“Sekarang jam 12, oppa tidur sekitar 3 jam, dan tidak mungkin aku tidur,” jawabku. Wook oppa memandangi sekelilingnya.

“Mianhae, aku tidur di tempat tidurmu! Lebih baik aku pulang!” Wookie oppa berdiri dari tempat tidur kemudian duduk kembali sambil memegang kepalanya.

“Andwe, oppa belum sepenuhnya pulih jadi menginaplah di sini!” pintaku. Aku membaringkannya kembali ke tempat tidur dan menyelimutinya, dia meraih tanganku dan menggenggamnya.

“Kau tidak takut aku akan berbuat macam-macam? Di sini hanya ada kita berdua!”

“Memangnya apa yang bisa oppa lakukan?” Tiba-tiba Wook oppa menarikku sehingga terjatuh dipelukannya.

“Aku bisa melakukan apa saja,” katanya.

“Misalnya?” tanyaku sambil mengeratkan pelukanku.

“Haha, kau menantangku?”

“Menurut oppa?” aku bangun dan mendekatkan wajahku ke wajahnya.

“Yak, kau serius?” sepertinya Kyu oppa benar, namja chinguku ini tak sepolos yang kukira,  aku hanya mendaratkan ciuman di dahinya.

“Sudahlah! Jangan berfikir yang tidak-tidak! Istirahat saja, yah! Kalau butuh apa-apa panggil aku saja, aku ada di kamar Jinhoo oppa tepat di sebelah kamarku, oppa tahu, kan?” Kulihat dia menarik napas panjang dan wajah memerah. Aku terkekeh melihatnya.

“Aku pikir kau akan tidur di sini bersamaku!” katanya jujur. Aku melemparkan bantal ke wajahnya dan turun dari tempat tidur. “Huh, appo! Aku hanya bercanda, pergi sana! Cepat tidur!” Aku meninggalkannya menuju kamar Jinhoo oppa.

 

Ryeowook POV

“Huft, jantungku hampir saja copot! Walaupun kami sudah  dua tahun lebih pacaran, tetap saja jantungku tak terkontrol jika dia di dekatku,” gumamku dalam hati saat melihatnya menutup pintu menuju kamar sebelah. “Lelah sekali! Sabar yah, chagi!” gumamku.

* * * * *

Aku bangun pagi-pagi sekali dan keluar dari kamar Hyunchan. “Semuanya kemana? Apa Hyunchan belum bangun? Dia pasti capek sekali!” Aku memandangi sekeliling rumah ini dan menuju kamar Jinhoo untuk melihat Hyunchan. Dia tertidur sangat pulas, aku merapikan rambut yang menutupi wajahnya dan melangkah keluar dari kamar ini. Tiba-tiba seseorang keluar dari kamar mandi. “Jinhoo-sshi, kau sudah pulang?”

“Ne, apa yang kau lakukan di sini?” tanya Jinhoo.

“Aku hanya ingin melihat keadaan Hyunchan,” jawabku. “Kau tidur dimana semalam?”

“Aku? Hahaha, jangan bilang kau cemburu dengan sepupu Hyunchan ini,” ejeknya. Aku mendengus kesal. “Tenang saja, aku semalam tidur di rumah sakit dan baru saja pulang dan langsung mandi. Aku juga tidak mungkin berbuat macam-macam pada dongsaengku sendiri.”

“Arasseo, aku tahu! Aku siapkan sarapan dulu yah!” kataku.

“Tidak usah repot-repot!”

“Aniya, ini sudah kebiasaanku menyiapkan sarapan! Aigoo, aku hampir lupa! Member makan apa di dorm?” Aku tiba-tiba teringat pada member lain. Aku keluar dari kamar itu dan menuju dapur rumah ini. Aku menyiapkan sarapan untuk kami bertiga sebelum Hyunchanku bangun.

“Good morning, oppa!” Tiba-tiba seseorang datang dan memelukku dari belakang.

“Chagiku sudah bangun!” Aku berbalik dan memeluknya.

“Aku bantu, yah!” Hyunchan membantuku memasak dan mengatur sarapan di atas meja. Setelah itu Jinhoo datang dan kami pun duduk untuk sarapan.

“Aigoo, kalian ini seperti pengantin baru saja!” goda Jinhoo.

“Oppa sirik saja! Makanya cepat punya pacar,” kata Hyunchan.

“Kau ini!” aku hanya tersenyum melihat mereka berdua.

“Oh iya, bukannya haraboji ingin menjodohkan oppa? Omo~ sebegitu tidak lakunya kah oppaku ini sampai dijodohkan?” tanya Hyunchan.

“Aku belum menyetujuinya, lagi pula apa salahnya di coba? Siapa tau gadis itu cocok denganku, iyakan Wookie?” kata Jinhoo.

“Ah, ne!” jawabku kelabakan.

“Oppa sudah tau kalau gadis yang akan dijodohkan oleh haraboji juga dokter?” tanya Hyunchan lagi.

“Mwo? Kau tau darimana?” tanya Jinhoo kaget, aku pun juga kaget.

“Hehe, itulah hebatnya Choi Hyunchan! Haraboji sudah cerita padaku waktu menjengukku,” kata Hyunchan.

“Haraboji…!” gumam Jinhoo.

“Sudahlah oppa! Good luck!” kata Hyunchan. “Oppa, bukankah hari ini comeback stage pertamamu?” tanya Hyunchan padaku.

“Ne, aku harap kau bisa ikut bersamaku, tapi kau masih belum benar-benar sembuh. Jangan coba-coba pergi ke sana, arasseo?” pintaku.

“Huft, padahal aku ingin sekali melihat Kyu oppa! Dia keren sekali di MVnya!” gumam Hyunchan.

“Yak, Choi Hyunchan! Namja chingumu di sini dan malah memuji namja lain?”

“Siapa suruh melarangku pergi? Keadaanku kan sudah membaik!”

“Aku juga tidak akan mengijinkanmu pergi!” Jinhoo angkat bicara. “Sudah cukup kau kabur waktu malam itu yang membuat keadaanmu semakin lemah,” Jinhoo menyinggung waktu pertama kali Hyunchan sadar dan pergi dari rumah sakit untuk memberikan kejutan di hari ulang tahunku, akibatnya keadaannya melemah setelah kembali ke rumah sakit.

“Iya, aku tidak mau melihatmu sakit lagi,” kataku.

“Arasseo… arasseo! Aku tidak akan pergi kemana-mana hari ini!” Hyunchan melanjutkan makannya dengan wajah cemberut.

“Chagiya, jangan marah!” pintaku.

“Gwenchana,” jawab Hyunchan cuek. Hyunchan membereskan peralatan makan, dia menolak aku bantu tadi, jadi aku hanya duduk di ruang tengah bersama Jinhoo yang bersiap pergi ke rumah sakit.

“Aku pergi dulu yah!” pamit Jinhoo padaku dan Hyunchan. “Kau juga sudah mau pergi?” tanya Jinhoo.

“Ne, sebentar lagi aku akan pergi. Aku harus segera ke dorm,” jawabku.

“Jaga dirimu baik-baik yah! Ingat, kau sendirian jadi jangan membiarkan orang sembarangan masuk,” pesan Jinhoo pada Hyunchan.

“Arasseo, aku bukan anak kecil oppa!”

“Oh iya, kapan eomonim dan abonim pulang?” tanyaku.

“Lusa mereka sudah pulang,” jawab Jinhoo. “Memang ada apa?”

“Aniya, aku hanya ingin bertemu mereka membicarakan sesuatu,” jelasku.

“Ooh,” Jinhoo pun melangkahkan kakinya keluar.

“Chagi, aku juga pergi dulu yah!” kataku lalu mengecup keningnya tapi dia masih saja cemberut dan hanya mengangguk. “Tersenyumlah! Aku tidak akan pergi sebelum melihat senyummu!” Dia tersenyum dan mencium pipiku.

“ Sudahlah, cepat pergi!” titahnya. Aku mengacak rambutnya.

“Jadi, sekarang kau mengusirku?” godaku.

“Tadi siapa yang bilang mau pergi, yah?”

“Hehe, arasseo! Tapi tidak bisakah aku mendapatkan satu ciuman lagi?” godaku lagi. Dia mendorongku keluar dengan paksa.

“Aku akan memberikannya setelah oppa menampilkan yang terbaik hari ini!” Hyunchan menutup pintu tapi tiba-tiba membukanya lagi. “Saranghae!” ucapnya lalu menutup pintu kembali. Entah hanya dengan satu kata itu membuatku sangat bersemangat.

* * * * *

“Annyeong!” sapaku pada semua member saat memasuki dorm. Mereka semua melongo menatapku. Leeteuk hyung tiba-tiba menyentuh dahiku dengan punggung tangannya.

“Kau baik-baik saja, kan?” tanya Hyukkie hyung. Aku mengangguk semangat.

“Sudahlah, aku ini masih waras,” ucapku.

“Semalam tidak terjadi apa-apa, kan?” tanya Kyu, kebetulan penghuni lantai 11 juga sedang ada di sini, entah menungguku atau hanya berkumpul.

“Yak, apa maksudmu Kyuhyun-ah?” Sekarang semua member menatap Kyu meminta penjelasan lalu kembali menatapku.

“Sebenarnya kau dari mana?” tanya Yesung hyung.

“Dia menginap di rumah Hyunchan!” celetuk Kyu. Aku menatap Kyu emosi.

“Mwo? Apa yang kau lakuakn di sana?” tanya Teukie hyung.

“Aku hanya tidur di kamarnya,” jelasku enteng.

“Mwo? Wookie-ah, kau dan Hyunchan….?” Eunhyuk hyung memasang tampang yadongnya.

“Yak hyung, jangan berfikir macam-macam, aku tidur di kamar Hyunchan dan Hyunchan tidur di kamar Jinhoo,” jelasku.

“Hyunchan bilang, Jinhoo tidak di rumah yah?” Si Evil Kyu memanas-manasi member lain.

“Wah, mana mungkin seorang namja dan seorang yeoja yang semalaman berduaan tidak melakukan apa-apa?” gumam Eunhyuk.

“Jinhoo ada tugas di rumah sakit, aku dan Hyunchan benar-benar tidak melakukan apa-apa, sudahlah!” Aku melangkah masuk ke kamar dan tidak menghiraukan mereka.

“Yeoboseyo?” kudengar Kyu mengangkat teleponnya. “Hyunchan?” Aku berbalik menatap Kyu saat menyebutkan nama Hyunchan. “Oh, ne, ne, arasseo! Besok?”

“…”

“Aku akan menjemputmu,” kata Kyu lagi.

“…”

“Gwenchana, mumpung aku sedang baik hati,” Mereka janjian pergi?

“…” Kyu menutup teleponnya.

“Yak, Kyu. Mau kemana kau dengan yeojachinguku?” tanyaku.

“Mau tau saja!” Kyu berdiri dan meninggalku yang masih geram karenanya. Member lain hanya tertawa.

* * * * *

@Music Bank

Hari ini comeback stage pertama kami untuk album ke-5 Mr. Simple. Aku sudah berjanji untuk menampilkan yang terbaik hari ini. “Kim Ryeowook, FIGHTING!” teriakku sambil mengepalkan tangan. Member lain menatap ke arahku.

“Wookie-ah, gwenchana-yo?” tanya Leeteuk hyung.

“Oh ne, hyung! hehe.”

Sekarang giliran kami di penampilan terakhir, kami membawakan dua lagu, lagu pertama berjudul ‘Superman’ dan yang kedua lagu andalan kami dialbum ke-5 ‘Mr. Simple’. Aku sangat bahagia karena melihat lautan sapphire blue di hadapanku, ELF berteriak dengan semangatnya, aku rasanya ingin sekali menangis melihat semua ini, aku yakin member lain juga merasakannya, setelah kurang lebih satu setengah tahun kami tidak comeback, ternyata para ELF masih setia menanti kami.

Di akhir acara pengumuman pemenang, 2Ne1 yang meraihnya bukan kami. Mungkin karena ini masih pertama kalinya kami comeback jadi belum diberikan kesempatan untuk menang. Bagaimana janjiku dengan Hyunchan?

shining star! like a little diamond, makes me love
nehgen ggoomgyul  
hari ini!” kata Hyunchan masih tetap semangat.

“Tapi kami kan tidak…,”

“Tidak menang, bagiku dan bagi para ELF kalian ini sudah menang! Kalian akan selalu jadi pemenang di hati kami,” kata-katanya membuatku merasa menjadi orang yang sangat berharga.

“Gomawo, chagiya!” gumamku.

“Hmm, aku yang harus berterimakasih pada idolaku ini, perasaanku menjadi sangat senang hari ini, melihat kalian berdiri bersama di panggung, itu membuat perasaanku sangat damai, gomawo oppa!” aku tersenyum lagi mendengar perkataannya, yeoja ini satu-satunya yang bisa menenangkanku.

“Hmm… Saranghae!”

“Haha… Nado!”

“Tunggu aku, aku mau menagih janji!” pintaku.

“Janji apa?” tanyanya pura-pura tidak mengerti.

“Jangan pura-pura lupa, chagiya!”

“Hmm, ne aku tunggu! Bogoshipo!” ucapnya manja.

“Haha… Nado!”

“Ih oppa ikut-ikutan saja! Ya sudah, sampai jumpa di rumah,” katanya. Telepon kami pun terputus.

* * * * *

TBC

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s