[Fanfic] Nan Neoui Boyfriend Part 5

Author POV

“Hey, kau tau Jo Kwangmin, kan?” tanya seorang teman kelas yang bernama Min Ah, pada teman sebangkunya Lee Ra, sepertinya mereka membiacaran Jo Kwangmin, Haejin tertarik untuk mendengarkannya.

“Ne, wae?” Lee Ra bertanya kembali.

“Ternyata aku pernah bertemu dengannya!” ujarnya lagi.

“Wah, jangan mimpi kau, mana mungkin?”

“Ani, aku bertemu dengannya sebelum debut sebagai member Boyfriend,” lanjutnya.

“Mwo? Jeongmal? Dimana?”

“Aku melihatnya jalan berdua dengan seorang yeoja di taman ria sekitar sebulan yang lalu, aku sempat menabraknya waktu itu.”

“Masa sih?”

“Iya, lihat ini! Aku tidak sengaja mengambil gambarnya saat mengambil gambar adikku!” katanya sambil menunjukkan gambar yang ada di ponselnya.

“Mwo? Iya, ini Jo Kwangmin! Tapi yeoja bercardigan putih itu siapa?” tanya Lee Ra dengan raut sedih.

“Mwo? Cardigan putih? Jangan-jangan yeoja yang mereka maksud adalah aku? Iya, sebulan yang lalu kan aku ke taman ria bersama Kwang,” kata Haejin dalam hati.

“Apa dia yeojachingu, Kwang?” tanya Min Ah.

“Mwo? Andwee! Tidak mungkin seorang Jo Kwangmin yang tinggi dan tampan pacaran dengan yeoja pendek seperti dia,” kata Lee Ra

“Mwo? Pendek?” Haejin emosi namun menahannya karena tidak ingin dikatai berkhayal. “Tapi benar sih, dibanding Lee Ra, aku memang pendek!” ujar Haejin dalam hati lalu menghembuskan napas lesu. Haejin memutuskan untuk keluar kelas karena memang waktunya istirahat.

“Kenapa Kwang tidak menghubungiku, yah?” Haejin duduk di sebuah taman sambil memandangi ponselnya.

“Pwaaa! Ayo, lagi ngapain?” Jinyoung datang mengagetkan Haejin.

“Hehe, annyeong sunbae! Hanya duduk diam saja.”

“Kau pasti menunggu telpon, kan? Aku tebak telpon dari Kwangmin? hahaha.”

“Aniyo sunbae.”

“Mengaku saja!” desak Jinyoung. “Ngomong-ngomong sampai kapan kau akan memanggilku sunbae?”

“Hmm…?”

“Mulai sekarang panggil aku oppa!” Titah Jinyoung. “Kita kan sahabat tapi kau masih memanggilku sunbae.”

“Arasseo, Jinyoung oppa!”

“Nah begitu dong!”

“Eh, bagaimana kabar, Minchan?” tanya Jinyoung.

“Mwo? Sudah kuduga, oppa pasti menyukai Minchan, kan?”

“Hehe, aniyo.”

“Ayolah, mengaku saja! Tidak apa-apa kok, setau aku sampai sekarang belum ada namja yang dekat dengannya, oppa tau sendiri kan segalak apa Minchan, haha,” jelas Haejin.

“Jinjja?”

“Tuh kan, yang begini dibilang tidak suka?”

“Hehehe, dia itu cantik, keren, penuh karisma!”

“Wah oppa sampai segitunya,” Haejin cengar-cengir melihat tingkah namja di hadapannya itu.

Nan neoui boyfriend eh…eh…eh…

Ponsel Haejin berdering. Haejin buru-buru mengangkatnya mengira itu dari Kwang, tapi saat melihat ponselnya ternyata Sandeul yang menelpon.

“Yoboseyo, oppa!”

“Yoboseyo, Haejin! Aku cuma memberitahu kalau aku akan menjemputmu pulang nanti. Aboji yang menghubungiku tadi dan menyuruhku untuk menjagamu!” Sandeul memang sudah sangat dengan dengan semua keluarga Haejin, bahkan appa dan eomma Haejin dipanggilnya aboji dan eomonim.

“Oh, aracchi oppa!”

“Ne, tunggu yah!” telpon pun terputus. “Aku terlalu mencintaimu Jin-ah dan tidak akan kulepaskan untuk namja lain, terutama Jo Kwangmin. Mungkin aku egois, tapi sejak kecil cintamu hanya milikku, aku lebih dulu berada di dalam hidupmu dibanding Kwangmin,” batin Sandeul.

“Gwenchana?” tanya Jinyoung yang melihat Haejin tak bersemangat.

“Gwenchana, kita makan sekarang saja yah! Aku sudah lapar!”

“Arasseo, ayo!” Haejin dan Jinyoung ke cafetaria.

* * * * *

@Kwang&Young school

Kwangmin terus membolak-balik ponselnya. “Sudahlah, telpon saja!” celoteh Young yang baru kembali membeli minuman untuk Kwang dan dirinya.

“Telpon siapa?”

“Siapa lagi yang bisa membuatmu seperti ini? Hanya seorang Kim Haejin, kan?”

“Ani,” bantah Kwangmin.

“Gengsi amat sih jadi namja! Huft….,” Young menyeruput minuman di hadapannya. Kwangmin mengambil minumannya dan pergi. “He eh, Kwang tunggu!” Panggil Young masih dengan pipet di mulutnya.

* * * * *

“Sudah lama menunggu?” Sandeul turun dari mobil dengan penyamaran secukupnya.

“Aniyo oppa, aku baru pulang kok!”

“Oh, kalau begitu naiklah!” Haejin dan Sandeul masuk ke mobil tanpa menyadari kalau Kwangmin juga di sana, di dalam mobilnya bersama Young, melihat pemandangan itu Kwangmin jadi kesal.

“Itu Sandeul hyung, kan?” tanya Youngmin namun tidak dijawab oleh Kwangmin.

* * * * *

@MuBank

“Kwangmin kemana yah?” tanya Haejin dari bangku penonton. “Aku kan tidak mungkin masuk ke ruang persiapan begitu saja tanpa Kwang,” batin Haejin. “Sekarang FT Island, Boyfriend tampil kapan yah? Kwang masih belum membalas pesanku lagi.”

“Ternyata benar ini kau!” Tiba-tiba seorang namja dengan jaket berkupluk dan kipas yang menutup wajahnya datang.

“Mianhae, nuguya?” namja itu membuka sedikit kipasnya.

“Oh, Junghwan oppa? Kenapa di sini?”

“Mwo? Kau lupa? Aku kan member B1A4 saeng-ah!”

“Oh iya yah.”

“Aku tebak kau ke sini untuk Kwangmin, kan?”

“Ne, tapi sekalian saja bisa melihat penampilan oppa nih!”

“Haha, mau ikut aku masuk?”

“Jeongmal? Ah, gomawo oppa!”

“Ne, cheonman!” Sandeul mengantar Haejin ke dressing room Boyfriend yang juga dressing room B1A4.

“Haejin, kau di sini?” Young datang dengan memakai topi sepertinya dari luar dan wajahnya senang sekali. “Oh, annyeong hyung!”

“Ne, Youngmi-ah nado annyeong!” balas Sandeul sambil tersenyum.

“Aku panggilkan Kwang dulu yah!” Youngmin masuk ke dressing room Boyfriend yang juga dressing room B1A4 dan X-5, Haejin dan Sandeul menunggu di bangku yang tidak jauh dari ruangan itu dan mengobrol.

“Hmm…,” deham Kwangmin.

“Hai Kwangmin!” Sapa Sandeul. “Jin-ah, aku pergi dulu yah!”

“Ne, gomawo sudah mengantarku!” Sandeul meninggalkan Haejin dan Kwangmin.

“Ada apa?” tanya Kwangmin dingin.

“Galak amat sih? Marah yah? Atau cemburu?” goda Haejin.

“Kenapa tidak menungguku tadi pagi?”

“Mwo? Jadi kau tetap menjemputku?” tanya Haejin kaget. “Aku sudah mengirimimu pesan, tadi pagi itu Junghwan oppa datang ke rumah, katanya dia mau pinda….”

“Oh, jadi karena dia kau me…..”

“Aish, dengar dulu!”

“Apa yang harus aku dengar? Kau berangkat bersamanya atau kau pulang bersamanya juga atau tidak sekalian saja pacaran sama dia?”

“Kau ini…! Chu~!” Haejin mencium Kwangmin dan membuat Kwangmin terdiam.

“Aku bilang dengar dulu, Chagiya! teman Junghwan oppa akan pindah ke sekolahku kalau tidak salah Gongchan Shik namanya. Terus katanya appa menyuruh Junghwan oppa ,enjagaku jadi dia akan menjemputku tiap hari dan sepertinya mulai minggu depan dia akan pindah ke ruamhku bersama Youngmi eonnie.

“MWOO? Pindah ke rumahmu? Kau gila?”

“Tenang dulu! Dia tidak akan tinggal terus di rumahku, dia hanya pulang sesekali karena dia kan tinggal di dorm.”

“Tetap saja tidak boleh, dia kan namja!”

“Itu perintah appa, aku tidak bisa menolaknya.”

“Sudahlah, terserah kau saja.”

“Marah yah?”

“Ani.” Haejin menggenggam tangan Kwangmin.

“Kau percaya kan padaku?”

“Arasseo!” ucap Kwang. Kau tidak tau saja Haejin-ah, seberapa cintanya Junghwan hyung padamu,” batin Kwang.

“Kim Haejin, jangan pernah pergi dariku lagi, arasseo?”

“Ne, sudah sana! Sebentar lagi giliran kalian, aku akan keluar lagi dan tampilkan yang terbaik!”

The 1st, Lets Get It. Boyfriend tampil dengan penuh karisma.

The 2nd.

Would you be my Girl Friend?
nan neoui Boy Friend
neon naui Girl Friend

geu eotteon mueotbodado
nunbusin neoreul gatgodo
maeil nan bappa bappa
ni mameun apa apa

nae sarang byeonhaji anha
neo malgo boiji anha
ireon nae mameul wae jakku mollajuneunde

gakkeumeun neomu pigonhae
neol dwiro hal ttaedo
neon nae yeope isseo jugo
eotgallime datumedo
hangsang naui soneul kkwak jabajul
You Baby You You
nega isseo maeil nan useul su isseo

ojik nan neoui Boy Friend e e e
neomanui Boy Friend e e e
naega neol jikyeojulge neol hangsang
akkyeojulge ojik neol wihan naega dwae julge

neon naui Girl Friend e e e
namanui Girl Friend e e e
naman barabwajullae neol wihan byeori doelge
neo hanamaneul wihan nan neoui Boy Friend

nan mujogeon neoui pyeon
ni nunen naega champion
museun iri itdeorado naega jikyeo
hwaksilhi neoui oenpyeon
I got your back
geokjeong ma nae pume gidae useobwa
Blow me kiss oh so sweet
I like that

gakkeumeun neomu pigonhae
neol dwiro hal ttaedo
neon nae yeope isseo jugo
eotgallime datumedo
hangsang naui soneul kkwak jabajul
You Baby You You
nega isseo maeil nan useul su isseo

ojik nan neoui Boy Friend e e e
neomanui Boy Friend e e e
naega neol jikyeojulge neol hangsang
akkyeojulge ojik neol wihan naega dwae julge

neon naui Girl Friend e e e
namanui Girl Friend e e e
naman barabwajullae neol wihan byeori doelge
neo hanamaneul wihan nan neoui Boy Friend

neol wihan naui maeumeun byeonhaji anha
i sesang banjjogi nado neol nochineun anha
geokjeonghajima neol ullijin anha
You’re my girl
My my world
neon naman mideumyeon dwae

ojik nan neoui Boy Friend e e e
neomanui Boy Friend e e e
naega neol jikyeojulge neol hangsang
akkyeojulge ojik neol wihan naega dwae julge

neon naui Girl Friend e e e
namanui Girl Friend e e e
naman barabwajullae neol wihan byeori doelge
neo hanamaneul wihan nan neoui Boy Friend

“Nae Kwangmin memang selalu keren,” gumam Haejin. Tiba-tiba ponsel Haejin berdering, itu dari Youngmin.

“Hmm, kau terpesona yah?” ujar seseorang dari sembrang sana.

“Mwo? Ternyata kau!”

“Haha, ponselku ketinggalan jadi aku pakai punya Young. Jujur saja! Aku keren, kan?”

“Ne, kau keren, neomu meotchyeo!” ujar Haejin.

“Tunggu aku di depan gedung ini, yah!” telpon pun terputus.

Haejin berdiri di depan gedung KBS menunggu Kwang, tiba-tiba seorang namja datang dan menarik Haejin. “Lepaskan!” bentak Haejin.

“Sstt, diamlah! Ini aku,” ujar namja itu sambil membuka sedikit maskernya.

“Huft, aku kira siapa,” Haejin menghembuskan napas legah. “Kenapa berpakaian seperti itu? Oh, iya aku lupa kau seorang idol rupanya,” goda Haejin.

“Sudahlah, hari ini aku mau mengajakmu kencan, sudah lama kita tidak jalan berdua,” kata Kwangmin.

“Mwo? Bukannya kau sibuk?”

“Ani, kalau aku yang mengajakmu berarti aku bisa babo!” Kwangmin menjitak kepala Haejin.

“Appo,” rengek Haejin.

“Huuh, kasian!” Kwangmin mengelus kepala Haejin dan merangkulnya. “Sebagai gantinya aku akan membelikan es krim,” mereka berdua pun berjalan pergi.

“Mwo? Kau kira aku anak kecil?”

“Bukannya kau memang anak kecil! Merong~” Kwangmin langsung berlari menuju terminal meninggalkan Haejin yang berusaha mengejarnya. Mereka berdua pun naik bus menuju XXX. Dalam perjalanan mereka berdua tertidur, Haejin terbaring di bahu Kwangmin. Sesampainya di tempat itu, Haejin membangungkan Kwangmin yang masih tertidur.

“Kasian, kau pasti sangat kelelahan!” Haejin melap keringat yang membasahi pelipis Kwangmin. “Kwang, kita sudah sampai,” kata Haejin lembut.

“Ahhh,” Kwangmin meregangkan tubuhnya. Setelah itu mereka jalan-jalan disekeliling tempat yang penuh jajanan khas Korea itu, mereka mencicipi berbagai macam menu dengan senang.

“Coba yang ini!” Haejin menyuapkan ddabokki pada Kwangmin.

“Mashita,” ujar Kwangmin.

* * * * *

TBC

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s