[Fanfic] Nan Neoui Boyfriend Part 4

Wah, kelamaan post part selanjutnya nih! hehe

*****

Kwangmin POV

“Haejin-ah! Kim Haejin!” Aku berlari mengejar Haejin, dia pasti melihat apa yang terjadi tadi.

“Kwang-ah!” Panggil Hyeri, yeoja yang menciumku tadi. Dia teman kelasku yang sudah lama menyukaiku, yeoja yang katanya tercantik di sekolah, tapi bagiku biasa saja.

“Lee Hyeri, jangan ganggu Kwang!” masih bisa kudengar suara Young yang mencegat Hyeri.

“Haejin-ah, dimana kau?” teriakku kemana-mana.

“Wah, bukankah itu Jo Kwangmin?” tiba-tiba sekelompok yeoja menyedari keberadaanku karena aku memang sama sekali tidak menggunakan penyamaran, lalu mereka menyerbuku.

“Wah, dia cute sekali,” ujar salah satu yeoja.

“Kwangmin-ah, minta tanda tangannya!” yeoja-yeoja ini menghalangi jalanku. Padahal aku baru saja melihat sosok Haejin yang menaiki sebuah taxi. Aku tahu sia-sia saja mengejarnya.

“Mianhae, aku harus pergi!” aku memutuskan segera pergi dari sini.

“Bagaimana?” tanya Young saat aku kembali.

* * * * *

Hari ini, new boyband Boyfriend tampil keren sekali di recording, terutama namjachinguku Jo Kwangmin. Setelah selesai recording, aku menuju ruang persiapan mereka untuk memberikan hadiah  yang sudah aku siapkan untuk Kwang. Aku sampai di depan ruangan mereka yang pintunya sedikit terbuka. Saat aku baru saja memegang gagang pintu, terlihat pemandangan yang sangat menyakitkan, seorang yeoja mencium pipi Kwang.

“Haejin, kenapa tidak masuk?” tiba-tiba Young sudah berdiri di belakangku. Aku tersadar dan lari menjauh dari tempat itu.

“Haejin-ah! Haejin!” panggil Kwang yang tidak kuhiraukan. Saat aku baru saja mau naik ke taxi, aku melihatnya keluar meneriakkan namaku tapi dalam sekejap dia sudah tidak terlihat lagi karena kerumunan yeoja. Aku memutuskan untuk pergi saja.

“Haejin-ah, kau kenapa?” tanya Minchan saat aku masuk ke rumah sambil masih menangis. Aku memeluk Minchan dan menangis terisak.

“Kwang…..? hiks….hiks…,”

“Wae? Dia menyakitimu?” Aku mengangguk di bahunya.

“Mwo? Apa yang dia lakukan?”

“Dia berciuman dengan yeoja lain di depanku,” kataku masih menangis.

“Mworago? Awas kau Jo Kwangmin! Berani-beraninya menyakiti saabatku, tenanglah! Aku kan memberi pelajaran padanya,” ucap Minchan. Minchan kemudian mengambilkan minuman untukku.

“Gomawo, Minchan-ah!”

“Gwenchana?”

“Ne,” aku merasa sedikit lebih tenang.

* * * * *

Author POV

Setelah kembali dengan schedulenya hari ini, Kwangmin langsung ke rumah Haejin. Kwangmin menekan bell rumah Haejin, dan beberapa saat kemudian Minchan membukakan pintu.

“Mwo, Kwangmin? Beraninya kau datang ke sini setelah apa yang kau lakukan pada Haejin!” kata Minchan.

“Jebal, Minchan-ah! Biarkan aku bertemu dengan Haejin!” pinta Kwangmin.

“Andwe, kau sudah menyakitinya dan membuatnya menangis,” ujar Minchan.

“Nuguya, Minchan-ah?” tanya Haejin yang baru saja keluar.

“Haejin, kajima!” Kwangmin menerobos masuk melewati Minchan.

“Mau apa kau ke sini?”

“Aku ingin menjelaskan kejadian tadi,” ujar Kwangmin.

“Untuk apa? Sudah jelas! Kalian berciuman di depanku.”

“Mwo? Aniya, dia yang menciumku! Aku sama sekali tidak menyangka kalau Hyeri datang dan tiba-tiba menciumku,” jelas Kwangmin.

“Tapi kau kan bisa saja menghindar!”

“Ani, kalau aku bisa, walaupun tak kau suruh aku pasti menghindar. Dia menciumku tiba-tiba, aku bahkan tidak tahu kalau dia di sana,” jelas Kwangmin lagi. “Jebal, percaya padaku!”

“Aku rasa penjelasannya masuk akal!” ujar Minchan sambil berjalan ke arah Haejin. “Dengarkan hatimu, Haejin-ah! Kau yang lebih mengenal namjachingumu.”

Haejin segera memeluk Kwangmin. “Baiklah, kali ini kau kumaafkan! Tapi jangan lakukan itu lagi dengan yeoja manapun.”

Kwangmin membalas pelukan Haejin, “Tidak, kecuali dengan satu yeoja!”

“Mwo? Kau jahat sekali!” Haejin memukul dada Kwang.

“Jangan marah! Kalau yang ini kau tidak boleh marah,” ucap Kwang. “Chu~” Kwangmin mencium pipi Haejin.

“Hmm…” deham Minchan. Wajah Kwangmin dan Haejin berubah merah. “Sebaiknya aku pergi saja dari sini, haha,” Minchan dalam sekejap menghilang meninggalkan Kwangmin dan Haejin berdua.

“Kim Haejin, saranghaeyo!” ucap Kwangmin.

“Nado jeongmal!” balas Haejin.

“Mau jalan-jalan?” tanya Kwangmin.

“Ne, kita sekalian makan malam yah! Traktir aku!”

“Aniya, hari ini aku kan sudah tampil dengan baik, jadi kau yang harus mentraktirku.”

“Huh, gwenchana! Aku ganti baju dulu,” Haejin pamit pada Minchandan pergi bersama Kwangmin.

Haejin dan Kwangmin masuk ke sebuah restoran dan duduk berhadapan. “Itu untukku, kan?” tanya Kwangmin sambil menunjuk bungkusan yang sejak tadi dibawa Haejin.

“Oh, ne! Sebenarnya aku mau memberikannya waktu selesai perform tadi, tapi yaaahh…. begitulah!”

“Hmmm, apa ini?” Kwangin mengambil bungkusan yang diberikan Haejin dan membukanya.

“Wah, pikachu? Ada namaku pula!” Itu adalah boneka pikachu yang membawa bantalan berbentuk love bertuliskan nama Kwangmin.

“Aku juga punya loh! Tentunya dengan namaku sendiri!” ujar Haejin sambil membantu pelayan meletakkan makanan di meja. “Gomawo!” ucap Haejin pada pelayan.

“Aku tidak mau yang ini!” Kwangmin memasukkan kembali boneka ke dalam bungkusannya.

“Waeyo? Aku sudah susah-susah membuatkan namanya!” Haejin memanyunkan bibirnya.

“Aku mau punyamu! Pasti lebih bagus, karena itu untuk dirimu sendiri, aku akan mengambilnya pulang nanti. Yang ini kau simpan saja!”

“Apa sih? Aku kan sudah membuatkan ini untukmu!”

“Pokoknya aku mau punyamu, titik!”

“Huft, ya sudahlah!” Haejin tak mengerti kalau sebenarnya Kwangmin menginginkan Haejin menyimpan namanya dan dia sendiri yang menyimpan nama Haejin, sebagai tanda kalau mereka pemilik hati satu sama lain. Selesai makan ternyata Kwangmin sudah membayar semuanya saat Haejin ke toilet.

“Katanya aku yang bayar! Dasar kau ini!” ucap Haejin sambil tersenyum senang.

“Sudahlah! Ayo pulang!” Kwangmin menggandeng tangan Haejin selama perjalanan pulang. Sesampainya di rumah Haejin, Kwangmin mengambil pikachu milik Haejin.

“Aku pergi dulu yah!” ujar Kwangmin.

“Ne, hati-hati di jalan!”

“Ne, besok aku akan menjemputmu lagi dan mengantarmu ke sekolah!” kata Kwangmin.

“Tidak usah! Aku bisa berangkat bersama Minchan!” ucap Haejin.

“Ani, pokoknya tunggu aku saja!”

“Arasseo! Pulang sana!” usir Haejin.

“Ne, jangan lupa kunci pintu dan jendela! Sebagaimana hebatnya pun Michan, dia tetap saja seorang yeoja, jadi hati-hati!” pesan Kwangmin, lalu berbalik pergi.

* * * * *

Ting tong ting tong…

Bel rumah Haejin berbunyi.

“Itu pasti tuan Jo!” ujar Haejin pada Minchan yang sedang sarapan sambil sibuk memasang dasi seragamnya, dia bergegas ke arah pintu. “Bisa sabar sebantar tidak sih, tuan Jo…,” Haejin membuka.

“Saengie!” tiba-tiba seorang yeoja yang datang bersama seorang namja memeluk Haejin.

“Eonnie? Oppa?” Haejin takjub melihat siapa yang datang.

“Annyeong, Jin-ah!” sapa namja yang tidak lain adalah Junghwan.

“Jin-ah, eon sudah janji kan akan tinggal di sini? Urusan eon sudah selesai jadi eon sudah bisa pinda ke sini seminggu lagi!”

“Syukurlah kalau begitu! Ayo kalian masuk!” Haejin mempersilahkan mereka masuk.

“Siapa, Haejin?” tanya Minchan keluar dari ruang makan. “Oh, annyeong haseyo!” Minchan membungkukkan badan dan memberi salam.

“Minchan yah?” tebak Youngmi, Youngmi adalah sepupu Haejin, dia juga sudah menganggap Junghwan dongsaengnya sendiri karena Junghwan itu memang sudah dekat dengan semua anggota keluarga Haejin bahkan dengan kakek Haejin sekalipun.

“Ne, eonnie! Lama tak jumpa!” kata Minchan.

“Ne, Oppa dan eonnie, apa kabar?” tanya Minchan.

“Gwenchana, Minchan-ah!” jawab Junghwan.

“Aku juga baik-baik saja!” kata Youngmi eonnie. “Bagaimana denganmu? Kemana saja kau selama ini?”

“Hehe, aku mendapat beasiswa di Seoul, jadi dari Busan pindah ke sini!”

“Wah, daebak!”

“Kalian mau berangkat sekolah yah?” tanya Youngmi.

“Ne.”

“Kebetulan sekali, Junghwan mau mengantarku ke kampus, sekalian saja!”

“Tapi…,”

“Ayolah, kapan lagi kita berkumpul seperti ini?”

“Arasseo!” Haejin mengambil barang-barangnya dan mengambil ponselnya untuk mengirimi Kwangmin pesan agar tidak usah menjemputmu.

* * * * *

Kwang POV

“Tunggu di sini saja! Aku akan memanggil Haejin dan Minchan dulu.” Aku memencet bel rumah Haejin tapi tidak ada yang membukakannya, sepertinya sudah tidak ada orang di dalam.

“Mana Haejin?” tanya Young saat aku kembali ke mobil.

“Sepertinya dia sudah berangkat! Mana ponselku ketinggalan, aishhh!” dengusku kesal, “Awas kau Kim Haejin!” gumamku dalam hati. Mana ponselku ketinggalan lagi.

“Haha, liat tampangmu! Kau sepertinya akan membunuh Haejin tapi itu tidak mungkin!”

“Shikkuro!” Youngmin langsung menutup mulutnya. Aku dan Youngmin berangkat ke sekolah.

“Bukankah itu Haejin?” tanya Youngmin saat mobil kami melewati sekolah Haejin. Aku berbalik segera dan mendapati Haejin bersama seorang pria, “Tunggu, bukankah yang bersama Haejin itu Sandeul hyung?”

“Jadi dia meminggalkanku dan pergi bersama Junghwan hyung?” tanyaku dalam hati. “Sudahlah! Ajusshi, kita lanjut saja!” pinta Kwangmin pada supirnya.

* * * * *

Haejin POV

“Annyeong, eonnie!” aku dan Junghwan oppa turun di sekolahku, ternyata teman Junghwan oppa akan pindah ke sekolahku, dia baru akan mengurusnya sekarang, entah kenapa dia pindah, katanya ada alasan yang tidak bisa dia katakan, tapi tak apalah aku senang sekali. Aku mengantarnya ke ruang kepala sekolah. “Oppa, mianhae! Aku harus segera masuk ke kelasku!”

“Ne, biar aku saja yang mengurusnya.”

* * * * *

Junghwan a.k.a. Sandeul POV

Hari ini aku ke rumah Haejin menjemputnya, sebenarnya Kim ajusshi menyuruhku untuk menjaga Haejin dan memintaku untuk pindah ke sekolah Haejin agar bisa lebih muda menjaga Haejin, tapi aku sudah siswa tingkat tiga dan sebentar lagi ujian jadi tanggung kalau pindah. Kim ajusshi dan appaku sudah sepakat menjodohkan kami berdua, aku senang sekali karena aku memang sudah lama menyukai Haejin, tapi saat aku bertemu dengannya ternyata dia sudah berpacaran dengan Jo Kwangmin.

* * * * *

TBC

2 thoughts on “[Fanfic] Nan Neoui Boyfriend Part 4

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s