[Fanfic] Dream Star in Love Part 1: First Story….?

Annyeong reader! Author Yun Taeryeo kembali membuat ff yg tak selesai alias part…hehe

Hyera POV

Namaku Goo Hyera, 16 tahun. Aku lahir di Korea, ayah dan ibuku berasal dari Korea. Umur empat tahun aku pindah ke Jepang karena ayahku ditugaskan di sana (maaf yah, kalau ceritanya agak mirip dengan ff sblmnya). Enam tahun kemudian, aku dan keluargaku kembali ke Korea dan pada saat itu aku sudah mempunyai adik yang berumur 2 tahun.

Hidup ini memang memusingkan, tiga bulan lalu aku baru saja pindah lagi ke Jepang, karena sekarang orang tuaku benar-benar akan menetap di sini. Tapi aku tidak bisa meninggalkan Korea dalam waktu yang lama, karena aku masih sekolah di ChungDam dan aku adalah seorang trainer di SM Entertainment. Sebentar lagi aku akan debut di dalam sebuah grup baru di bawah naungan SME.

Dari sinilah ceritaku dimulai…..

“Jinwoo-san, lama tidak bertemu. Bagaimana kabarmu dan keluargamu?” tanya Kamiki oji-san. Sesampainya di Jepang kami tidak langsung ke rumah yang akan kami tempati melainkan ke rumah sahabat ayahku, kami akan menempati rumah lama kami, rumah yang pernah kami tempati waktu tinggal di Jepang dulu, rumah itu kurang dari 500 meter dari rumah ini.

“Aku dan keluargaku baik-baik saja, bagaimana denganmu?” jawab appaku, kemudian ia juga menanyakan hal yang sama.

“Aku dan keluargaku juga baik-baik saja, senang sekali waktu mendengar kabar kalau kau akan menetap di Jepang,” jawab oji-san.

“Yah, perusahaan memutuskan untuk menempatkanku di Jepang kembali dan aku sama sekali tidak menolak dengan keputusan itu,” jelas appa.

“Anata wa, Goo Hyera desuka?” tanya oba-san padaku.

“Hai, oba-san, Goo Hyera desu,” jawabku sambil tersenyum padanya.

“Kau sudah besar sekarang, kau manis sekali,” ucap Oba-san.

“Arigatou, oba-san!”

“Dan si kecil ini pasti Goo Jinhoo?” tanya Oba-san sambil mengelus kepala Jinhoo adikku.

“Hai, oba-san,” jawab Jinhoo singkat, sebenarnya Jinhoo tidak terlalu tahu berbahasa Jepang karena dia tinggal di Jepang hanya selama dua tahun, itu pun waktu dia belum pintar berbicara.

”Aku ragu dia mengerti apa yang kita bicarakan, hahahaha,” kata appa yang sukses membuat umma, oji-san dan obasan tertawa.

Kami berbincang-bincang cukup lama samai tidak terasa sudah tiga jam. Oba-san dan Oji-san menanyakan banyak pertanyaan tentang kegiatanku di Korea. Aku memang sudah dekat dengan mereka karena di rumah inilah aku manghabiskan waktu selama tujuh tahun terakhir sebelum kembali ke Korea. Di rumah inilah aku mengukir kenangan masa kecilku hingga berumur sembilan tahun bersama dengan seorang sahabat yang lebih tua dua tahun dariku… tunggu! Sahabat? Aku hampir lupa tentangnya. Dimana dia sekarang? Kenapa aku tidak melihatnya?

“Oba-san, dimana Ka…?”

“Konnichiwa, aku pulang! Oh, my sweet home,” belum sempat aku bertanya, seseorang datang.

“Onii-chan?” aku reflek, aku langsung berdiri dan memeluknya. Yah, dialah orang yang aku tunggu, sahabat kecilku Kamiki Ryunosuke.

“Hyera-chan!” dia membalas pelukanku dengan erat. “Kapan kau ke sini?”

“Aku baru saja datang tadi pagi,” jawabku sambil melepaskan pelukan.

“Kenapa kau tidak mengabariku?” tanyanya lagi.

“Kami sudah mengabari kalian dari minggu lalu,” jawabku.

“Okaa-san, kenapa tidak memberitahu kalau mereka akan ke sini?” Kamiki kesal karena tidak diberitahu kami akan ke sini, bahkan dia tidak tahu kalau kami sebenarnya akan menetap di sini. “Aku kan bisa pulang lebih cepat.”

“Gomenne, kau sibuk sekali dengan drama barumu, jadi kami tidak sempat memberitahumu.”

“Minnasan, Oba-san! Oji-san! Ohisashiburidesune (lama tak jumpa)!” sapa Kamiki pada appa dan umma.

“Hai, Kamiki-kun! Ogenki desuka’ (apa kabar)?” tanya appa.

“Hai, genkidesu (baik-baik saja)!” jawab Kamiki.

“Kamiki-kun! Kau sudah besar, kau lebih tampan sekarang,” kata umma.

“Arigatou, oba-san.”

“Kalian duduk dulu, pasti Kamiki lelah sekali,” ajak oba-san.

“Tidak juga Okaa-san, aku senang melakukan pekerjaanku,” jawab Kamiki dengan senyum merekah. Senyuman yang sangat aku rindukan dari sahabat kecilku.

Aku dan Kamiki bergabung bersama mereka. “Apa dia Jinhoo?” tanya Kamiki sambil menunjuk Jinhoo.

“Hai!” jawabku.

“Jinhoo-kun, kau sudah besar rupanya. Masih ingat padaku?” tanya Kamiki pada Jinhoo.

“Dore wa?” hanya itu kata yang keluar dari mulut Jinhoo, sepertinya dia bingung.

“Aku Kamiki, orang yang selalu menemanimu bermain waktu kau tinggal di Jepang,” ujar Kamiki. Tentu saja Jinhoo tidak ingat pada Kamiki, sudah 7 tahun dia tidak betemu dengan Kamiki dan terakhir kali dia bertemu dengan Kamiki waktu dia masih berumur dua tahun.

“Noona, bantu aku! Aku tidak begitu mengerti apa yang kalian bicarakan! (dalam bahasa Korea)” bisik Jinhoo padaku.

“Dia itu Kamiki-niichan, orang yang selalu menemanimu bermain dulu,” kataku.

“Gomawoyo, noona!”

“Apa yang kalian bicarakan?” tanya Kamiki-niichan yang sejak tadi mendengarkan omongan kami namun tak mengerti.

“Sebenarnya, Jinhoo tidak begitu mengerti apa yang kau bicarakan,” jelasku.

“Hahaha, gomen(maaf) Jinhoo-kun!” ucap Kamiki-niichan.

“Hai, onii-chan!” balas Jinhoo.

“Hyera-chan, apa kalian akan tinggal di rumah kalian yang dulu?”

“Hai, kami beruntung karena orang yang menempati rumah itu sudah pindah dan ayah dengan mudah mendapatkannya kembali.”

“Wakatta,” ujar Kamiki. “Hyera-chan, kalian belum ke sana? Aku lihat barang-barang kalian di sini.”

“Hai, kami langsung singgah ke sini sebelum sempat sampai rumah.”

“Ah, sou ka. Bagaimana kalau sekarang kita ke sana?” ajak Kamiki-niichan padaku.

“Ayo,” jawabku.

“Mau bertaruh?”

“Bertaruh apa?”

“Seperti dulu, ayo kita berlomba lari sampai di rumahmu. Dan yang menang bisa meminta satu permintaan, oke?”

“Baiklah, siapa takut! (bhs Jepang)” kataku. “Appa, aku duluan yah ke rumah! (bhs Korea)”

“Ne, ini kuncinya!” jawab Appa sambil memberikan kunci rumah.

Sekarang kami berdua sudah berdiri di depan rumah Kamiki-niichan untuk bersiap-siap berlari ke rumahku, ah bukan berdua tapi bertiga, Jinhoo juga mau ikut dengan kami.

“Siap? Ich, Ni, San, Let’s Go!” aba-aba Kamiki-niichan. Kami pun berlari secepat mungkin dan aku jauh meninggalkan Kamiki dan Jinhoo di belakang.

Aku sampai di depan rumah dan terpaku melihat rumahku tidak berubah sama sekali, “Rumah ini, aku rindu sekali!”

Tiba-tiba saja Kamiki datang, “Hah, kau menang! Aku lelah sekali. Dari mana kau mempunyai tenaga sebanyak itu? Dulu kau sama sekali tidak pernah mengalahkanku, Hyera-chan? Hyera-chan?” aku terlarut dalam kerinduanku dengan rumah ini sehingga tidak sadar kalau Kamiki-niichan sudah berbicara denganku sejak tadi.

“Wah, hai! Gomenasai, aku tidak menyadari kau di sini, aku terpaku dengan rumah ini, sama sekali tidak berubah,” ucapku.

“Kau benar, rumah ini tidak banyak berubah,” ujar Kamiki-niichan menyetujui.

“Onii-chan, Noonah! Kalian meninggalkanku!” panggil Jinhoo dengan napas terengah-engah.

“Oh, iya, aku menang, jadi aku bisa meminta sesuatu, kan?” tanyaku.

“Hai,” jawab Kamiki-niichan mengalah.

“Kita masuk saja dulu! Aku mau melihat taman belakangku dulu,” ajakku sambil menarik tangan Kamiki-niichan.

“Noonah tunggu aku!” panggil Jinhoo.

“Jinhoo-ah, palliwa!”

Sekarang kami di taman belakang, tidak banyak yang berubah hanya pohonnya bertambah banyak dan ayunanku sudah tidak ada. Kami bertiga melepas lelah di halaman yang dipenuhi rumput ini.

“Hyera-chan, aku lelah sekali sekarang. Cepat bilang apa yang kau mau!” pinta Kamiki-niichan.

“Aku sudah menunggu hari ini, datang ke Jepang,” gumamku sambil menyatukan kedua tanganku penuh harap.

“Apa itu?” tanya Kamiki-niichan lagi.

“Kau tahu? Aku sudah menonton semua dramamu!”

“Benarkah? Lalu?” tanyanya lagi.

“Aku suka sekali dengan Taentei Gakuen Q,” lanjutku.

“Kau pasti terpesona dengan Kyuu, kan?” tanyanya bangga.

“He? Siapa bilang?” ucapku.

“Noonah suka dengan Ryu Amakusa, onii-chan,” Jinhoo ternyata mengerti dengan apa yang kami bicarakan.

“Hai, aku ingin sekali bertemu dengannya, tolong pertemukan aku!” pintaku penuh harap. Dia mendengus kesal.

“Kau jahat, aku kan main role di drama itu, kenapa malah ngefans dengan Yamada,” ujarnya sambil memanyunkan bibirnya.

“Hehe, jangan marah, oh iya namanya Yamada Ryosuke, kan? Aku dengar dia penyanyi yah?” tanyaku lagi.

“Iya, dia member Hey!Say!JUMP,” jawab Kamiki-niichan.

“Omo! Onii-chan, aku ingin bertemu dengannya, kalian satu sekolahan, kan?” tanyaku lagi.

“Hai, aku satu kelas dengannya.”

“Benarkah?” tanyaku tak percaya.

“Hai, aku akan menanyakannya dulu kalau dia tidak sibuk, dia juga sering ke rumahku,” kata Kamiki-niichan, aku bahagia sekali.

“Arigatou, niichan!” ucapku sambil memeluknya. “Tapi bisakah kau memintanya secepatnya, soalnya aku tidak lama di sini.”

“Benarkah? Aku pikir kalian akan menetap di sini?” tanyanya.

“Memang sih, hanya aku yang tidak bisa menetap, aku masih sekolah dan aku adalah trainer di SME,” jelasku.

“Maksudmu, kau akan jadi artis?”

“Hai, 3 bulan yang akan datang, rencananya aku akan debut sebagai penyanyi,” kulihat wajah tidak percaya di wajahnya.

“Sou desu, baiklah! Besok sepulang sekolah, aku akan ajak Yama-chan ke sini!” aku sangat senang dengan perkataannya itu.

“Benarkah? Arigatou!” ucapku.

“Kau jahat!”

“Doshite?”

“Dari awal kita bertemu kau tidak menanyakan keadaanku,” rajuknya.

“Gomenasai, aku lupa. Apa yang kau lakukan tujuh tahun terakhir ini? Aku hanya tahu kalau kau sibuk syuting,” ujarku.

“Yah begitulah, setiap hari syuting, sekolah seperti siswa lainnya,” jawabnya.

“Aku suka sekali drama dan moviemu, terutama Tantei Gakuen, omo~ Ryu Amakusa-kun!” kataku dengan mata berbinar-binar. “Dia itu keren!”

“Bukankah Kyuu lebih keren?”

“Hai, tapi tetap Ryu yang lebih keren,” jawabku dan kulihat wajah kecewa.

“Sudahlah, ini minum dulu!” Kamiki-niichan menyodorkan minuman kaleng padaku. “Ini untuk Jinhoo!” katanya lagi sambil menyodorkan satu lagi minuman untuk Jinhoo.

“Kapan kau mempersiapkan ini?”

“Tadi waktu berlari, aku singgah beli minuman dulu, aku kehausan karena tidak sempat minum tadi,” jelasnya.

“Artinya seharusnya kau yang menang, gomenasai!”

“Tidak apa, aku memang sudah lelah tadi.”

“Sou ka.”

“Sekarang ceritakan apa yang kau lakukan di Korea!” pinta Kamiki-niichan.

“Tidak jauh berbeda, aku sekolah di SMA ChungDam dan selama 4 tahun terakhir aku training di SM Entertainment.”

“Kau benar-benar akan menjadi penyanyi?” tanya Kamiki-niichan.

“Hai.”

“Aku senang mendengarnya, semoga sukses!”

“Arigatou!”

“Kau tidak sekolah hari ini?”

“Aku mengambil cuti 2 minggu dan 2 minggu selanjutnya ada test kelulusan untuk siswa tingkat 3 dan penerimaan murid baru, jadi aku akan libur 4 minggu,” jawabku.

“Perusahaanmu?”

“SM memberikanku waktu liburan dan mengerti keadaan keluargaku yang pindah ke Jepang.”

“Kau sudah punya pacar?” tanyanya lagi sambil merebahkan badan di rumput.

“Pacar? Aku sama sekali tidak punya pacar,” jawabku malu.

“Tapi kau pasti pernah suka seseorang, kan?” godanya.

“Taeminnie hyung!” ucap Jinhoo tiba-tiba, aku kaget setengah mati.

“Jinhoo-ah!” bentakku sambil membungkam mulutnya.

“Jadi namanya Taeminnie?” Kamiki-niichan mengerti yang dimaksud Jinhoo.

“Tidak, kau salah dengar, dia cuman mengigau,” ujarku membela diri.

“Lalu kenapa kau gelagapan begitu?” tanyanya curiga dan melayangkan senyuman devil.

“Tidak, di sini panas!” jawabku sambil mengibaskan tanganku.

“Sudahlah, ayo ceritakan siapa dia! Kau tahu kan, kau tidak bisa menyembunyikan sesuatu dariku sejak kecil,” Kamiki-niichan memang selalu tahu kalau aku menyembunyikan sesuatu.

“Baiklah aku menyerah, dia itu senpaiiku di sekolah, kau tahu SHINee boyband Korea?” tanyaku.

“Oh, jadi dia member boyband?” tanyanya lagi.

“Hai.” Kami bertiga masuk kerumah dan bersantai di ruang tengah, tidak lama Appa dan Umma juga sudah datang bersama dengan Kamiki ojii-san dan oba-san.

* * * * *

Author POV

Kamiki menepati janjinya, dia mengajak Yamada ke rumah Hyera, dia berkata kepada Yamada kalau sahabatnya yang baru datang dari Korea, sangat ingin bertemu dengan Ryu Amakusa. Bukan hanya Yamada, Kamiki juga mengajak Nakajima Yuuto dan Chinen Yuuri ke sana karena mereka juga teman sekelas Kamiki yang bersal dari group yang sama dengan Yamada.

“Konnichiwa oba-san!” Kamiki masuk ke rumah Hyera dan menyapa Umma Hyera yang sedang duduk di teras depan.

“Ah, Ryunosuke! Ayo masuk! Hyera ada di dalam, kau bersama siapa?” tanya Umma Hyera.

“Mereka teman-teman kelasku, aku mau mengenalkan mereka pada Hyera,” jawab Kamiki.

“Ah, wakatta. Ayo masuk!” Umma Hyera mempersilahkan mereka masuk. “Tunggu yah! Aku panggilkan Hyera dulu!

“Arigatou oba-san!” ucap mereka bertiga bersamaan.

“Kamiki-kun, bisa kau mengantarku ke toilet?” pinta Chinen.

“Aku juga, aku sudah dari tadi mau buang air kecil,” kata Yamada.

“Hai, ayo ikut aku! Yuuto-kun kau tidak mau ikut?” tanya Kamiki.

“Heh? Iyada (tidak)!” jawabnya singkat. Kamiki, Chinen, dan Yamada berjalan ke toilet yang ada di dekat dapur. Kamiki memang sudah tahu seluk beluk rumah ini, dia sudah menganggapnya seperti rumah sendiri. Sementara di ruang tamu……

“Onii-chan!” panggil Hyera sambil memeluk pria yang duduk di ruang tamu dari belakang mengira dia Kamiki. Dia sontak kaget ketika tahu kalau itu bukan Kamiki, wajahnya pun memerah begitu pula dengan pria yang dia peluk yang tidak lain adalah Yuuto.

“Kau siapa?” tanya pria itu malu.

“Ah, sumimasen. Aku….aku kira kau Kamiki!” kata Hyera menunduk malu.

“Hai, tidak apa-apa,” ucap Yuuto singkat.

“Watashi wa Goo Hyera desu,” Hyera mengulurkan tangannya memperkenalkan diri dan dibalas oleh Yuuto.

“Hai, Nakajima Yuuto desu!” Yuuto menjabat tangan Hyera dengan wajah yang betul-betul merah sambil senyum-senyum tidak jelas.

“Apa kau teman Kamiki-niichan?” tanya Hyera sambil melepaskan tangannya.

“Hai, aku datang ke sini bersamanya, dia sedang ke toilet tadi,” jawab Yuuto kelabakan.

“Ooh, ayo duduk!” ajak Hyera. Hyera duduk di hadapan Yuuto dan mengobrol.

“Apa kau sahabat Kamiki yang dari Korea itu?” tanya Yuuto masih berusaha menutupi kegugupannya, dia sama sekali tidak pernah dekat dengan seorang gadis seperti tadi.

“Hai, dia sudah menceritakannya?” tanya Hyera.

“Hai, dia mengajak Yamada ke sini, jadi kami juga ikut ke sini,” jawab Yuuto.

“Hyera-chan, kau sudah berkenalan dengan Yuuto?” tanya Kamiki yang baru saja datang dari toilet. Hyera berdiri dan membisikkan sesuatu pada Kamiki.

“Kenapa tidak bilang kalau mau datang sekarang, aku mengira tadi dia adalah kau, jadi aku tiba-tiba memeluknya dari belakang tadi,” bisik Hyera dan Kamiki tertawa.

“Benarkah? Kau tidak apa-apa kan, Yuuto-kun?” tanya Kamiki sambil tertawa.

“Heh?” Yuuto memasang tampang bingung sekaligus malu. Hyera menjitak kepala Kamiki sampai Kamiki berhenti tertawa.

“Hehehe, gomennasai! Hyera-chan, ini Yamada Ryosuke alias Ryu Amakusa yang kau banggakan itu,” ujar Kamiki sambil menunjuk pria di sampingnya, yaitu Yamada.  Kamiki jujur sekali, “Aww,” Hyera menginjak kaki Kamiki.

“Hehe, gomen! Goo Hyera desu!” ucap Hyera sambil membungkukkan tubuhnya memperkenalkan diri.

“Yamada Ryosuke desu! Arigatou sudah menyukaiku,” ucap Yamada lalu mengulurkan tangannya pada Hyera.

“Hai.”

“Nah, ini Yuri Chinen atau biasa dipanggil Chinen! Dia juga teman satu group Yamada,” Kamiki memperkenalkan Chinen juga pada Hyera.

“Yuri Chinen desu,” ucap Chinen dan mengulurkan tangannya juga.

“Hai, Goo Hyera desu!”

“Dan kalau yang ini, kalian sudah kenalan, kan?” tanya Kamiki sambil menepuk pundak Yuuto dan duduk di sampingnya.

“Hai, dia Nakajima Yuuto, dia juga member Hey!Say!JUMP?” tanya Hyera.

“Hai, mereka semua member Hey!Say!JUMP,” ujar Kamiki.

“Yoroshiku onegaitashimasu!” ucap Yamada, Chinen, dan Yuuto bersamaan.

“Hai, Yoroshiku onegaishimasu!” balas Hyera.

Tidak butuh waktu lama, Hyera sudah bisa akrab dengan teman-teman Kamiki, dia hanya memanggil Yamada dengan sebutan Onii-chan karena hanya Yamada yang lebih tua dari Kamiki padahal seharusnya dia juga memanggil Yuuto dan Chinen dengan sebutan Onii-chan karena tetap saja mereka lebih tua dari Hyera. Setelah hari ini, Kamiki lebih sering mengajak Yamada, Chinen, dan Yuuto ke rumah Hyera. Dia bahkan mengajak Yamada, Chinen, dan Yuuto setiap mengajak Hyera jalan-jalan karena Hyera sudah bisa menjadi bagian dari mereka.

* * * * *

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s