Hwang Family – Prolog

Cast:    Lee Hyuk Jae (Super Junior) as Hwang Hyuk Jae

Woo Sung Hyun – Kevin (U-Kiss) as Hwang Sung Hyun

Hwang Na Ra (Admin imagination)

nb: sebelumnya saya KazukazU, sebagai pemilik asli dari fanfic ini minta maaf karena ada perbedaan karakter dari cast-nya di fanfic ini dengan kenyataannya, khususnya pada Kevin U-Kiss. Mohon dimaklumi. m(_ _)m

 

Sebuah rumah sederhana di salah satu kawasan perumahan di Seoul, Korea Selatan. Tinggallah keluarga Hwang. Mereka terdiri dari 3 orang bersaudara, yaitu Hwang Hyuk Jae anak sulung yang saat ini telah bekerja di salah satu perusahaan properti, Hwang Sung Hyun atau yang biasa di panggil Kevin karena mukanya kebarat-baratan, anak ke-2 yang masih kuliah di salah satu universitas negeri di Seoul, dan Hwang Na Ra si bungsu dan juga satu-satunya anak perempuan di rumah ini dan saat ini masih merupakan siswa di salah satu SMA di Seoul.

Ibu mereka telah meninggal 10 tahun yang lalu dan ayah mereka telah menikah lagi dan sekarang tinggal di Inggris untuk bekerja. Sebenarnya, ayah mereka sempat menawarkan untuk tinggal bersama, namun mereka bertiga memutuskan untuk tetap tinggal di Seoul. Mereka bukannya tidak suka dengan ibu tiri mereka, tapi mereka hanya tidak ingin mengganggu rumah tangga mereka. Mereka juga mempunyai saudara dari ibu tiri mereka. Alexander (23 tahun) dan Key (19 tahun).

Inilah kisah mereka….

Suatu pagi di rumah keluarga Hwang.

“Na Ra, tolong bikinkan kopi dong. Jangan terlalu manis ya!” kata Hyuk Jae sambil membaca koran pagi itu.

“Aku juga tapi dengan sedikit krim ya!” kata Kevin sambil membaca komik.

“Iya, iya, tunggu!” kata Na Ra yang sibuk menyiapkan sarapan.

“Na Ra, udah jam 7 nih. Aku bisa terlambat nanti,” kata Kevin.

“Iya tunggu,” kata Na Ra.

“Na Ra, kopinya mana?” kata Hyuk Jae.

BRAAAKK…

Kevin dan Hyuk Jae tersentak kaget mendengar suara pukulan meja yang dilakukan oleh Na Ra. Tubuh Na Ra bergetar saking marahnya. Ia menghentakkan sebuah pisau pada sebuah papan pemotong.

“Na… Na Ra, kamu baik-baik saja?” tanya Hyuk Jae yang sedikit takut.

“Baik-baik saja? Oppa bilang baik-baik saja? Aku sudah muak. Aku capek diperlakukan seperti pembantu. Memasak, mencuci pakaian, mencuci piring, membereskan rumah. Aku lelah!” kata Na Ra.

“Kita bisa bicarakan ini baik-baik,” kata Kevin.

“Tidak bisa! Kevin oppa juga. Aku capek harus membersihkan buku-buku kedokteran yang oppa taruh begitu saja di sembarang tempat. Aku mau pergi ke sekolah. Urus sendiri sarapan kalian,” kata Na Ra lalu keluar rumah sambil membanting pintu.

“Hyung, kayaknya kita sudah keterlaluan deh,” kata Kevin.

“Iya. Lalu apa yang harus kita lakukan?” kata Hyuk Jae.

“Bagaimana kalau kita bikin kejutan untuk Na Ra?”

“Kejutan?”

“Iya. Misalnya, selama satu hari kita melakukan seluruh pekerjaan rumah,”

“Ide yang bagus! Tapi, kapan kita melaksanakannya?”

“Bagaimana kalau akhir pekan ini?”

Hyuk Jae mengangguk setuju. Namun, tiba-tiba mereka mencium bau aneh. Bau gosong makanan yang ditinggalkan Na Ra tadi.

“Huwaaa… hyung, bagaimana ini?” kata Kevin panik.

“Matikan kompornya! Cepat!” kata Hyuk Jae.

***

Hari ini adalah hari sabtu dan hari libur bagi Na Ra. Ia sengaja tidur lebih lama untuk mengisi kembali tenaganya yang terkuras selama satu minggu ini. Sekitar pukul 08.12, ia pun bangun dari tidur panjangnya.

Setelah mencuci muka dan menyikat giginya. Ia segera keluar dari kamar dan mendapati meja makan di rumahnya telah dipenuhi dengan berbagai menu.

“Eh? Ada apa ini?” kata Na Ra yang terheran-heran.

“Ah, Na Ra. Selamat pagi!” kata Kevin.

“Se…selamat pagi. Kalian yang membuat semua ini?”

“Iya dong. Tentu saja! Lebih baik sekarang kamu duduk dulu,” kata Hyuk Jae sambil mendudukkan Na Ra di salah satu kursi.

Hyuk Jae menyendokkan nasi ke piring Na Ra. Sementara Kevin memijit punggung Na Ra. Hyuk Jae juga menyendokkan semua menu ke piring Na Ra hingga piring Na Ra tidak dapat menampung makanan lagi.

“Baiklah, akan kucicipi,” kata Na Ra lalu memasukkan sesuap sup ke dalam mulutnya.

“Bagaimana rasanya? Enak, kan?” kata Kevin.

“Ya, lumayan. Kenapa tidak dari dulu saja kalian masak?”

“Ini adalah bakat yang terpendam,” kata Hyuk Jae sambil menyunggingkan senyum mempesonanya.

“Baiklah, mulai sekarang kita bagi tugas. Siapa yang akan memasak, mencuci piring, dan membersihkan rumah,” kata Na Ra lalu mengeluarkan undian yang seolah telah dipersiapkan sejak tadi.

Setelah mengambil lipatan kertas undian masing-masing, mereka membukanya bersama-sama. Hasilnya adalah yang bertugas memasak adalah Na Ra, mencuci piring adalah Kevin, dan membersihkan rumah adalah Hyuk Jae.

“Baiklah! Sudah diputuskan! Hahaha,” kata Na Ra dengan tawa yang bahagia.

Sejak saat itu, suasana di rumah keluarga Hwang kembali seperti biasanya. Dari suasana tegang akibat kemarahan Na Ra menjadi suasana ceria dan penuh kehangatan.

To be continued…

2 thoughts on “Hwang Family – Prolog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s