[Fanfic] The Special Gift, The Last Saranghaeyo? (2/2) End

Author POV

“Hyunchan-ah, sepertinya kau bahagia sekali?” tanya Eunmin.

“Ne, kau juga, kan?” tanya Hyunchan kembali.

“Ne, tentu saja!” Hyunchan terus berkonsentrasi menyetir menuju bandara.

Pada perempatan menuju bandara tiba-tiba saja truk besar melintas…..

Bruuuuukkkkkkkkk, terjadi tabrakan saat truk besar itu melaju dengan kecepatan penuh keluar dari area bandara sedangkan dari sisi lain terdapat mobil yang melaju menuju bandara.

Itu adalah mobil yang ditumpangi Hyunchan dan Eunmin. Truk yang menabraknya adalah truk pengangkut barang yang sangat besar sehingga mobil yang kira-kira sepersepuluh dari truk itu tebalik dan terhempas kepinggir jalan kemudian menabrak sebuah pohon besar…..

“Wah, kepalaku pusing sekali,” keluh Eunmin yang masih sadar setelah kecelakaan itu. “Apa yang terjadi?” tanya Eunmin terbata-bata. “Kyaaaaa, Channie! Channie, sadarlah!” pekik Eunmin sambil mengguncang-guncang tubuh Hyunchan yang tidak sadarkan diri, tubuh Eunmin pun masih dalam keadaan lemas dan berlumuran darah. “Aku… aku harus cari bantuan, Yesung oppa!!” Eunmin segera mengambil handphonenya dengan susah payah karena tasnya terjatuh di kolong mobil. Dia menekan panggilan cepat di nomor pertamanya. “Yesung oppa!”

“Eunmin-ah, kau ada di mana? Kami sudah sampai di bandara,” kata Yesung.

“Op…oppa, aku…aku… aisshhhhh.”

“Eunmin-ah, gwenchanayo?” tanya Yesung panik.

“Oppa, mobil kami mengalami kecelakaan di depan area bandara,” jelas Eunmin dengan menahan rasa sakit.

“Jinjjayo? Gwenchanayo? Aku akan segera ke sana, bertahanlah! Jebal!” Yesung sangat panik mendengar kabar ini dan tanpa sadar air matanya terjatuh.

“Ne, gwenchana oppa, tapi Hyunchan? Hyunchannie terluka sangat parah, aku tidak bisa keluar dari mobil,” Eunmin tiba-tiba tidak sadarkan diri.

“Kyaa Eunmin-ah bertahanlah! Jebal!” Yesung segera berlari untuk memberitahu Ryeowook. “Wookie-yah!” panggil Yesung. Yesung melambaikan tangannya untuk memberikan tanda pada Ryeowook agar datang padanya. “Wookie-yah, jebal! Cepat ke sini!” batin Yesung. Dia tidak bisa begitu saja memberi tahu Ryeowook karena di hadapannya terdapat ribuan ELF. Ryeowook yang melihat Yesung akhirnya segera mungkin ke sana.

“Hyung, ada apa? Apa Hyunchan dan Eunmin sudah datang?” tanya Ryeowook dengan senyuman yang lebar.

“Wookie-yah, kaja!” Yesung sudah tidak tahan lagi, dia langsung saja menarik Wookie menuju tempat Eunmin dan Hyunchan kecelakaan.

“Hyung, sebenarnya ada apa?” tanya Ryeowook bingung, ia menarik kembali tangannya.

“Wookie-yah, jebal! Kita harus segera ke sana Eunmin… Eunmin dan Hyunchan kecelakaan!” bentak Yesung. Tiba-tiba saja tubuh Yesung lemas dan menjatuhkan dirinya di lantai. “Wookie-yah apa yang harus kita lakukan?”

“Hyung, kau bercanda, kan? Ini bohong, kan?” Ryeowook mungguncang tubuh Yesung yang berlutut di hadapannya.

“Sudah, tidak ada waktu lagi, kita harus segera ke sana!” Yesung bangkit dan berlari lagi diikuti oleh Ryewook, mereka sudah tidak mempedulikan apa pun termasuk panggilan member lain. Sesampainya di tempat itu, mereka berhenti tiba-tiba, karena di sana sudah banyak sekali orang. Yesung dan Ryeowook melangkah semakin dekat ke arah mobil itu, namun tiba-tiba Leeteuk menarik mereka berdua.

“Hyung, apa yang kau lakukan? Hyunchanku di sana? Aku harus menolongnya!” bentak Ryeowook pada Leeteuk.

“Iya, Hyung. Eunmin… Eunmin juga di sana, mereka membutuhkan kami!” Yesung juga ikut memberontak. Tanpa sadar air mata mereka berdua mengalir. Leeteuk terus saja menahan Ryeowook dan Sungmin menahan Yesung untuk tidak ke sana karena di sana banyak sekali orang dan mereka tidak boleh tahu hubungan korban itu dengan Super Junior.

“Kalian  mau semua orang tahu hubungan kalian!” bentak Leeteuk.

“Aku tidak peduli, Hyung!” Ryeowook terus saja berusaha lepas dari Leeteuk begitupun dengan Yesung. “Hyunchanku di sana,” Ryeowook semakin menangis.

“Sudahlah, tampaknya mereka akan dibawa ke rumah sakit, lebih baik kita mengikutinya ke sana!” perintah Leeteuk.

“Hyunchan-ah, mianhae!” Ryeowook dan Yesung mengikuti kata-kata Leeteuk. Mereka menyerah dan mengikuti ambulance yang membawa Hyunchan dan Eunmin ke rumah sakit.

“Kalian sabar, yah!” ucap Sungmin menenangkan Ryeowook dan Yesung di selama perjalanan. Leeteuk dan Sungmin harus memberi alasan yang logis tentang kepergian mereka yang tiba-tiba pada member lain dan manager. Leeteuk hanya berusaha menjelaskannya lewat telpon sementara Sungmin menyetir mobil milik Kazuko yang mereka pinjam karena mereka tidak sempat pulang. Kazuko memang sengaja datang untuk menjemput Sungmin.

“Aku memang namja tidak berguna!” ucap Yesung.

* * * * *

Sekarang mereka sudah sampai di rumah sakit, Ryeowook melihat di sana ada Sora sahabat Hyunchan sedang menunggu, dia memang sedang koas di rumah sakit ini.

“Sora-sshi, bagaimana keadaannya?” tanya Ryeowook khawatir masih dengan wajah penuh air mata.

“Aku belum tahu, Jinhoo oppa belum keluar, dia masih memeriksa Hyunchan di dalam,” jawab Sora.

“Sora, kalau Eunmin dimana?” tanya Yesung yang tidak kalah khawatirnya.

“Eunmin-sshi, ada di UGD, dia mengalami luka-luka, namun tidak separah Hyunchan, dan kata dokter dia akan segera sadar,” jelas Sora. “Oh, iya. Aku harus mengabari Choi ahjumma tentang ini karena Jinhoo oppa tidak sempat mengabarinya,” Sora mengambil hpnya dan menelpon umma Hyunchan. Tiba-tiba Jinhoo keluar dengan raut wajah yang khawatir.

“Jinho-sshi, bagaimana keadaan Hyunchan?” tanya Ryeowook.

“Dia belum sadar, sepertinya lukanya parah sekali, aku khawatir kalau dalam seminggu dia tidak sadarkan diri, dia…,” tiba-tiba Jinhoo tidak melanjutkan perkataannya.

“Dia kenapa Jinhoo-yah?” Ryeowook mengguncang tubuh Jinhoo sepupu Hyunchan.

“Dia mungkin saja bisa kehilangan nyawanya,” lanjut Jinhoo. Ryeowook sangat terpukul dengan kata-kata Jinhoo.

* * * * *

Ryeowook POV

Aku hanya bisa duduk terdiam memandangi wajahnya yang tanpa daya sedikitpun. Hatiku sangat teriris melihatnya hanya diam tanpa mengatakan sepatah kata pun dan terus saja menutup matanya.

“Channie-yah, buka matamu! Jebal!” pinta Ryeowook sambil memegang tangan Hyunchan yang tidak ada daya.

“Hyunchan-ah, anakku. Kenapa kau bisa seperti ini?” Umma Hyunchan tiba-tiba datang dan menagisi tubuh anaknya yang terbaring di tempat tidur. Hatiku semakin sakit melihat pemandangan di hadapanku ini.

“Eomonim, aku yakin Hyunchan pasti bisa melewati semua ini,” ujarku menenangkan padahal hatiku sendiri tidak kuat melihat yeojaku terbaring seperti ini.

“Ryeowooga, aku yakin kau pasti tidak kalah sedihnya dengan kami,” kata Appa Hyunchan sambil memegang bahuku. “Kau harus kuat demi Hyunchan!” Ryeowook hanya mengangguk dan menggenggam tangan Hyunchan erat.

“Jinhoo-yah, kau bisa kan menyembuhkan dongsaengmu? Dia kan satu-satunya dongsaengmu, kau tidak akan membiarkannya seperti ini, kan?” tanya Umma Hyunchan pada Jinhoo dengan mengguncang tubuh Jinhoo yang berdiri mematung memandang dongsaeng kesayangannya.

* * * * *

Author POV

Ryeowook terus saja menunggui Hyunchan di kamarnya begitupun Yesung yang menunggui Eunmin hingga sadar.

Di kamar Eunmin….

“Eunmin-ah, sadarlah! Jebal!” Yesung masih saja menangisi tubuh Eunmin yang terbaring lemas di ranjang. Dia menggenggam tangan Eunmin erat dan menenggelamkan wajahnya ke dalam lipatan tangannya. Orang tua Eunmin tinggal di Busan dan mungkin saja mereka masih dalam perjalanan ke Seoul, jadi Yesung menjaganya semalaman.

Tiba-tiba tangan Eunmin bergerak dan mengelus kepala Yesung yang sedang tertidur di tepi ranjang. “Eunmin-ah, kau sudah sadar!” Yesung tiba-tiba terbangun dan sangat senang melihat Eunmin membuka matanya.

“Oppa,” Eunmin berusaha bangun dari tempat tidur.

“Kau jangan bangun dulu, kau baru saja sadar. Aku akan panggilkan dokter!” Yesung meninggalkan Eunmin dan mencari dokter untuk memeriksa keadaan Eunmin. Tidak begitu lama dia kembali bersama Dokter Jinhoo sepupu Hyunchan.

“Dia sudah baikan, dia hanya butuh banyak istirahat untuk memulihkan luka luar dan luka dalam akibat benturan di kepala yang sangat keras,” jelas Jinhoo pada Yesung.

“Oppa!” panggil Eunmin.

“Waeyo? Gwenchanayo? Mana yang sakit?” tanya Yesung panik.

“Andwe, bagaimana keadaan Hyunchan? Dia tadi terluka sangat parah karena tubuhnya terkena pecahan kaca,” tanya Eunmin sambil menangis. “Jinhoo oppa, kau yang menangani Hyunchan, kan? Kau pasti tau keadaan dongsaengmu,” paksa Eunmin. Jinhoo hanya menundukkan kepalanya tidak tahu harus berkata apa.

“Hyunchan…. dia… masih belum sadar,” jawab Jinhoo. “Dia mengalami luka yang sangat parah di bagian kepala dan ada beberapa bagian tubuhnya yang terkena pecahan kaca, dia mendapat banyak luka karena dia ada di bangku setir,” lanjut Jinhoo.

“Hiks… ini semua salahku! Seharusnya aku tidak menyuruhnya untuk menyetir,” Eunmin menyalahkan dirinya.

“Aniya, ini bukan salahmu! Tidak ada orang yang bisa menyangka kapan kecelakaan akan terjadi,” ujar Yesung menenangkan Eunmin. Dia memeluk Eunmin untuk menenangkannya. Tidak begitu lama, Eunmin akhirnya tertidur karena pengaruh obat yang diminumnya juga karena mengalami shock yang berat.

* * * * *

Sudah tiga hari sejak kecelakaan itu, Hyunchan masih juga belum sadar. Ryeowook setiap hari datang untuk menjaga Hyunchan, dia sama sekali tidak bisa melepaskan Hyunchan dalam pengawasannya, dia terus menunggu dan menunggu. Ryeowook bahkan sering kehilangan konsentrasi saat performance, member Super Junior sangat prihatin melihat keadaan eternal maknae mereka yang terus saja diam dan tidak mau makan. Para member lebih sering makan di luar karena Ryeowook orang yang selalu memasak untuk mereka tidak memasak.

Hari ini Kyuhyun yang pergi menjenguk Hyunchan seorang diri.

“Hei, dokter Choi! Cepatlah bangun! Kalau kau tidak segera bangun kami semua akan mendadak kurus karena namjamu itu tidak memasak apa-apa untuk kami,” omel Kyuhyun yang sedang duduk di samping Hyunchan namun tetap saja tidak ada tanggapan dari Hyunchan. Ryeowook sedang tidak ada di sini karena harus mengahadiri acara peresmian Super Junior menjadi duta ‘Seoul Summer Sale’ bersama member lain, Kyuhyun tidak ikut karena ada urusan lain dan setelah itu dia menjenguk Hyunchan.

“Yak, jebal! Tinggal tiga hari, jadi kau harus bangun!” pinta Kyuhyun lagi. “Aishh, bagaimana mungkin rencana kita berhasil kalau kau tetap tidur di sini!” Tiba-tiba saja dia diam dan memandangi tubuh yang tergeletak di hadapannya. dan tanpa sadar air matanya pun terjatuh, bahkan seorang Cho Kyuhyun yang tidak pernah terlihat menangis, akhirnya mengeluarkan air mata untuk yeoja di hadapannya. “Dulu aku yang berbaring lemah di hadapanmu, tapi kau tidak perlu membalas itu dengan berbaring lemah sepertiku, karena aku bukan dokter yang bisa menyembuhkanmu seperti kau menyembuhkanku dulu,” Kyuhyun masih terus berbicara. “Choi Hyunchan, kau sahabatku! Masa’ kau tega membuatku berbicara sendiri seperti orang gila,” ujar Kyuhyun dengan air mata yang masih terus berlinang. Kyuhyun pamit pada Umma Hyunchan setelah Umma Hyunchan datang karena dia masih ada schedule lain.

* * * * *

“Hari ini Eunmin sudah bisa pulang,” ujar Jinhoo setelah memeriksa keadaan Eunmin.

“Jinjja? Gomawo, Jinhoo-sshi!” ucap Yesung, umma dan appa Eunmin terlihat sangat senang.

“Aku bisa pulang? Sedangkan sahabatku masih terbaring lemas di sana,” gumam Eunmin dengan suara yang hampir tak terdengar. Yesung memeluk Eunmin.

“Eunmin-ah, jangan pikirkan itu lagi, pikirkan kesehatanmu, kau juga harus kuat supaya Hyunchan sadar kalau banyak orang yang menunggunya, dia juga pasti tidak ingin kau sedih,” kata Yesung sambil mengelus punggung yeojanya itu. Sebelum Eunmin pulang, dia mampir ke kamar Hyunchan dulu untuk melihat keadaannya.

“Hyunchan-ah, cepatlah sadar! Kau tidak mau melihatku terus-terusan merasa bersalah, kan? Kau tidak kasihan pada ummamu yang terus saja menangis, bukankah kau paling tidak suka melihat ummamu menangis?” omel Eunmin sambil menggenggam tangan sahabatnya itu. “Liat juga oppamu ini! Kau tahu? dia itu semakin kurus, lihat pipinya semakin tirus!” lanjutnya sambil memandangi Ryeowook yang duduk di sisi lain ranjang sambil tersenyum paksa namun tiba-tiba meneteskan air mata. “Mianhae, Hyunchan!” Yesung mengelus pundak Eunmin agar Eunmin merasa lebih tenang. “Kau tidak bermaksud menggagalkannya, kan Choi Hyunchan? Kau sudah mempersiapkan ini lama sekali,” bisik Eunmin ke telinga Hyunchan.

* * * * *

Ryeowook POV

Ini sudah hari kelima dia terbaring dan aku hanya bisa memandangnya dan sesekali meneteskan air mata, yeoja yang sudah menemaniku selama hampir dua tahun untuk pertama kalinya terbaring lemas di hadapanku seperti ini, dia memang belum resmi menjadi dokter tapi dia sering ke rumah sakit ini membantu oppanya merawat pasien-pasien di sini dan salah satunya adalah Kyu, dia yang terus menjaga Kyu waktu Kyu sakit dan di sanalah pertama kali aku bertemu dengannya, dia yang menemukanku menangisi tubuh Kyuhyun yang lemah, aku sangat merasa bersalah karena tidak ada di samping Kyu waktu dia baru saja mengalami kecelakaan itu, dan yeoja inilah yang menghiburku saat berada sendirian manangis di kamar rawat Kyu, saat itu juga aku jatuh cinta padanya. Setelah satu tahun lebih mengenalnya, aku merasa perasaanku semakin kuat dan memberanikan diri untuk menyatakan perasaanku padanya dan hasilnya dia selalu berada di sisiku hingga saat ini, yah hingga saat ini dan aku harap untuk selamanya. Aku membaringkan kepalaku di sisi tempat tidurnya.

“Ryeowooga, kau makan dulu yah!” pinta eomonim padaku. Aku mengangkat kepalaku menyadari dia sudah ada di sampingku dan menepuk pundakku.

“Aku tidak lapar, eomonim!” jawabku sambil tersenyum tegar padanya.

“Ryeowooga, jangan bohong! Leeteuk bilang kau belum makan sejak tadi malam, itu pun waktu terakhir makan kau hanya makan sedikit karena paksaan hyung-hyungmu,” ujar eomonim lagi. Entah kenapa tidak ada makanan satu pun yang bisa melewati tenggorokanku bahkan aku merasa sulit sekali bernapas melihatnya yang tak berdaya seperti ini. “Kau makan yah! Kau tidak mau kan saat dia bangun nanti dia akan mengomelimu karena melihatmu semakin kurus?” eomonim menyodorkan rantang makanan yang dibawanya. Aku pun menuruti kata-katanya.

Aku kasihan pada umma Hyunchan dan memaksanya untuk pulang saja, aku ingin terus berada di samping Hyunchan dan enggan untuk kembali ke dorm karena yang aku tahu walaupun aku kembali ke dorm namun hati dan pikiranku masih tertinggal bersamanya. “Ah aku ingat, kau sering menyuruhku menyanyikan shining star untukmu, kan? Terakhir kali aku menyanyikannya untukmu waktu pulang dari pembuatan music video KRY Fly, kau pasti mau aku menyanyikannya, kan? Tapi kau harus janji, buka matamu setelah aku menyanyikannya, arasseo?” Aku pikir mungkin dengan ini dia mau sadar, aku akan melakukan apa pun untuk membuatnya sadar sebelum satu minggu.

shining star! like a little diamond, makes me love
nehgen ggoomgyul gateun dalkomhan misolo nal balabomyuh soksakyuhjwuh
hangsang hamggeh halgguhla til the end of time

neul barago itjyo hangsang guhgi ehsuh ooseum jitgileul
ddeut moleul ohehwa iyoo ubneun mioomeh himi deuluhdo
duh muh gosseul bwayo ijeh shijak ijyo oolgo shippeul dden nehgeh gidehyo
boojok hajiman geudeul jikilgeh yo

sarangeun geuluhkeh chueum soon gan boottuh chajawa gajang gippeun gosseh nalawa nal ddeugub geh heh
byunhaji anneun ddullim geudehneun

shining star! like a little diamond, makes me love
nehgen ggoomgyul gateun dalkomhan misolo nal balabomyuh soksakyuhjwuh
hangsang hamggeh halgguhla
till the end of time

sarangeun geuluhkeh chueum soon gan boottuh chajawa
gajang gippeun gosseh nalawa nal ddeugub geh heh
byunhaji anneun ddullim geudehneun

shining star! like a little diamond, makes me love
nehgen ggoomgyul gateun dalkomhan misolo nal balabomyuh soksakyuhjwuh
hangsang hamggeh halgguhla

shining star! like a little diamond, makes me love
nehgen ggoomgyul gateun dalkomhan misolo nal balabomyuh soksakyuhjwuh
hangsang hamggeh halgguhla
till the end of time

“Aku sudah menyikannya untukmu, jadi bangunlah, jebal!” aku menggenggam tangannya semakin erat dan terus memohon padanya, namun nihil dia tidak melakukan reaksi apa pun. Aku kembali rapuh, air mataku kembali mengalir tak bisa kubendung, hatiku terlalu sakit melihatnya seperti ini. “Choi Hyunchan, jebal!” Aku membenamkan wajahku ke lipatan tanganku yang masih tetap menggenggam tangannya.

* * * * *

Author POV

Leeteuk dan member lain sangat khawatir Ryeowook tidak memberi kabar dan tidak kembali ke dorm padahal ini sudah jam 11 malam. Akhirnya mereka semua pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan Ryeowook. Sesampainya di sana mereka melihat Ryeowook duduk di sisi ranjang dan menyanyikan lagu mereka ‘Shining Star’…

“Itu lagu favorit Hyunchan,” ujar Kyuhyun. Kyuhyun kembali duduk di kursi tunggu depan kamar Hyunchan dan membenamkan wajahnya ke dalam dua belah tangannya. “Dia sering menyuruhku menyanyikan itu untuknya, tapi katanya Ryeowook lebih bagus saat menyanyikan itu,” Kyuhyun tersenyum simpul setelah mengatakannya. Sungmin duduk di samping Kyuhyun dan menepuk pundak dongsaengnya itu. Leeteuk yang masih berdiri di depan pintu kamar meneteskan air matanya, member lain yang mendengar cerita Kyuhyun, juga ikut menangis.

“Aku tidak pernah melihat Wookie seperti ini sebelumnya, terakhir kali dia menangis seperti ini saat haramoninya meninggal,” ujar Heechul yang akhirnya angkat bicara.

“Aku sudah menyanyikannya untukmu, jadi bangunlah, jebal!” terdengar suara Ryeowook memohon setelah menyelesaikan lagunya, dia menggenggam erat tangan Hyunchan, setelah menyadari tak ada respon dari Hyunchan Ryeowook menangis, “Choi Hyunchan, jebal!” Ryeowook membenamkan kepalanya ke dalam lipatan tangannya yang masih menggenggam tangan Hyunchan.

Leeteuk segera menghapus air matanya dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam, dia menepuk bahu Ryeowook dan Ryewook mengangkat kepalanya.

“Hyung?” Ryeowook segera mengahapus air matanya tidak ingin ada orang yang melihat kerapuhannya. Member lain satu per satu juga masuk.

“Wookie-yah, bagaimana Hyunchan mau bangun, kau kan tidak menyanyikan semua liriknya,” ujar Leeteuk sambil berusaha tersenyum.

“Maksud hyung?” tanya Ryeowook bingung.

“Yak, Kim Ryeowook! Kau tidak menyikan bagianku, kau kan tidak bisa rap!” Eunhyuk kemudian mendorong pelan tubuh Ryeowook.

“Ne, kau benar. Aku tidak bisa rap,” ujar Ryeowook membenarkan.

“Aku rasa Hyunchan sudah bosan mendengar kau bernyanyi untuknya, dia pasti ingin kalau lagu itu dinyanyikan oleh penyanyi-penyanyi aslinya,” sekarang Kyuhyun yang masuk setelah berhasil menenangkan dirinya.

“Kau mau kan menyanyikan lagu ini bersama kami untuk Hyunchan?” tanya Leeteuk bersemangat.

“Gomawoyo, chingu-yah!” ucap Ryeowook sambil tersenyum.

Shining Star! like a little diamond, makes me love
Naegen kkoomgyeolgateun dalkomhan misoro nal barabomyeo soksagyeojweo
,” Mereka mulai menyanyikan ‘Shining Star’ bersama-sama

 

Kyuhyun…”Hangsang hamkke halgeora till the end of time

Oh! Day by Day hangsang nae gyeote Eunhyuk memulai rap-nya….. geudaega meomoolleo jweo. Stay in my heart noonbooshin Shining my love,” dia berusaha menahan tangisnya agar terlihat tegar di hadapan Ryeowook….

Sungmin mengeluarkan suara indahnya dan bernyanyi sepenuh hati…”Neul barago ijjyo hangsang geogieseo wooseumjitgireul.”

Sebelum bernyanyipun namja ini sudah menangis, giliran Donghae…”Ddeut moreul ohaewa iyoo eobneun miwoome himi deureodo”

Tidak biasanya dia bisa datang ditengah-tengah kesibukannya, ini semua demi dongsaengnya… Siwon part….”Deo meon goseul bwayo ije shijakijyo woolgo shipeul ddaen naege gidaeyo.”

Ternyata dia tidak bisa setegar tekadnya tadi, Leeteuk kembali meneteskan air matanya….”Boojokhajiman geudael jikilgeyo.”

“Sarangeun geureohke cheoeum soonganbooteo chajawa gajang gipeun gose narawa nal ddeugeopge hae, Byeonhaji anhneun ddeollim geudaeneun,” Kyuhyun, Kyuhyun bisa tersenyum saat menyanyikan bagiannya karena dikepalanya terbayang saat dimana dia manyanyikan lagu ini untuk Hyunchan….

Ryeowook part, “Shining Star! like a little diamond, makes me love
Naegen kkoomgyeolgateun dalkomhan misoro nal barabomyeo soksagyeojweo hangsang hamkke halgeora till the end of time,
” Ryeowook terus bernyanyi dan membiarkan air matanya mengalir begitu saja, “Lihat Choi Hyunchan! Banyak yang menyayangimu, jadi sadarlah!” batin Ryeowook saat menyanyikan bagiannya.

“Shining Star taeyangboda balka haetsal gateun geudae nonbicheun naege hyooshigeul jweo
Jichyeoisseul ddaen nae mameul balkhyeo jweo Promise midgiro hae eonjedeun ne pyeoni dweyeojoolge
Noogooboda deo keun sarangeuro ni jageun eoggae gamssajoolge,”
Rap yang sempurna dari Eunhyuk dan Shindong, mereka juga sudah tidak bisa membendung air mata mereka dan mebiarkannya jatuh begitu saja.

Yesung part, “Sarangeun geureohke cheoeum soonganbooteo chajawa gajang gipeun gose narawa nal ddeugeopge hae, Byeonhaji anhneun ddeollim geudaeneun,” suaranya betul-betul indah.
Kemudian dua main vocal Super Junior memadukan suaranya, “Shining Star! Like a little diamond, makes me love, Naegen kkoomgyeolgateun dalkomhan misoro nal barabomyeo soksagyeojweo hangsang hamkke halgeora.” Dua orang yang sangat Hyunchan cintai, namja chingunya dan sahabatnya. “Shining Star! Like a little diamond, makes me love. Naegen kkoomgyeolgateun dalkomhan misoro nal barabomyeo soksagyeojweo.”
Dan diakhiri oleh suara merdu Kyuhyun, “Hangsang hamkke halgeora till the end of time.”

 

Sekarang kamar ini dibanjiri air mata Super Junior, sampai lagu selesai Hyunchan tidak bereaksi sedikitpun. Kyuhyun tidak tahan dan segera keluar ruangan. Ryeowook semakin frustasi dan kembali membenamkan wajahnya ke dalam lipatan tangannya yang tidak berhenti menggenggam tangan Hyunchan. Tiba-tiba Ryeowook tersentak dan mengangkat kepalanya.

“Hyung, dia… dia menggenggam tanganku,” ujar Ryeowook sambil mengahapus air matanya. Tiba-tiba Hyunchan meneteskan air mata tanpa membuka matanya dan masih dalam keadaan diam. Tanpa di suruh Eunhyuk langsung berlari memanggil dokter dan tidak begitu lama Jinhoo sudah datang membawa peralatannya untuk memeriksa Hyunchan. Semua member termasuk Ryeowook menunggu di luar. Di dalam kamar Jinhoo terlihat kecewa, “Dongsaeng-ah, aku sangat mencintaimu, kau satu-satunya dongsaengku jadi aku mohon bertahanlah! Kau tidak mau kan aku hidup sendirian?” Jinhoo meneteskan air matanya untuk pertama kalinya di hadapan dongsaengnya, sebelumnya dia hanya menangis sendirian di dalam kantornya. Dia membelai wajah dongsaengnya yang semakin pucat.

“Seosangnim, gwenchanayo?” tanya seorang suster yang bersamanya. Dia langsung menghapus air matanya.

“Ne, gwenchana!” Jinhoo berjalan keluar bersama dengan dua suster. Jinhoo berhenti sebentar sebelum membuka pintu untuk memikirkan apa yang harus ia katakan pada Ryeowook. Dia menegakkan tubuhnya lalu membuka pintu perlahan.

“Jinhoo-sshi, bagaimana keadaannya?” tanya Ryeowook saat Jinhoo baru saja melangkahkan kakinya keluar. Member Super Junior semuanya menatap padanya dan mata mereka bersinar mengharapkan kabar yang baik.

“Hyunchan… itu hanya sesuatu yang sering dialami orang yang koma, yah gerakan biasa,” ungkap Jinhoo dan berusaha meyakinkan dirinya sendiri, terdapat raut kecewa di wajah Ryeowook begitupun member lain. “Detak jantungnya melemah dan….,”

“Dan….?” tanya Ryeowook.

“Satu hari lagi, Wookie-yah!” lanjut Jinhoo sambil menghela napas panjang berusaha menahan tangis.

“Tapi tadi dia membalas genggamanku,” gumam Ryeowook dengan suara yang hampir tak terdengar. Yesung mengelus pundaknya. Leeteuk mendekat dan memeluk dongsaengnya.

“Tenanglah! Dia pasti bisa bertahan!” ucap Leeteuk.

“Harus, Hyung! Dia napasku, aku takkan bertahan tanpanya!” ujar Ryeowook lalu melepas pelukan Leeteuk dan segera mungkin masuk ke kamar Hyunchan.

“Hyunchan-ah, Choi Hyunchan!” panggil Ryeowook dengan suara sedikit tinggi. “Aku akan memberimu waktu istirahat sampai 23 jam dan saat itu kau harus meminta maaf padaku karena sudah membuatku gila, arasseo?” Ryeowook mendekat ke ranjang Hyunchan dan mencium kening kekasihnya itu, “Aku tahu kau sangat mencintaiku, jadi turuti permintaanku kali ini, yah! Kalau kau menuruti permintaanku, aku akan menuruti semua permintaanmu dan hanya mendengarkan permintaanmu seumur hidupku,” Ryeowook membelai wajah Hyunchan. “Saranghae!” ucapnya lagi. Member lain ikut terluka melihat dongsaengnya seperti ini.

“Choi Hyunchan, aku… aku tidak tahu bagaimana kau bisa membuat dongsaengku jadi gila seperti ini, tapi aku mohon sadarlah!” Heechul angkat bicara tidak tahan melihat Ryeowook yang semakin berantakan. Sedangkan Ryeowook hanya mengelus rambut Hyunchan dan merapikannya. Beberapa saat kemudian para member kembali ke dorm kecuali Ryeowook dan Kyuhyun. Ryeowook terus saja duduk di sisi ranjang sambil menggenggam tangan Hyunchan, sedangkan Kyuhyun tidur di sofa di sisi ruangan ini.

“Apakah ini tujuanmu terus mengatakan ‘Saranghae’ selama aku di Paris? Kau tidak bermaksud untuk menjadikan itu….. saranghae terakhir untukku, kan? Tidak, pasti tidak, kan? Aku yakin kau masih bisa mengatakan kata itu untukku!” Ryeowook terus saja bertanya pada Hyunchan sambil sesekali mencium tangan Hyunchan yang digenggamnya, dia tidak membiarkan dirinya terlelap.

* * * * *

Ryeowook POV

Aku merasakan kepalaku berat sekali saat aku mengangkatnya dari sisi tempat tidur, entah kapan aku tertidur.

“Wookie-yah, ini sarapan dulu!” Kyuhyun datang dan menyodorkan sekotak makanan padaku.

“Kau saja yang makan, aku tidak lapar,” ujar Ryeowook. Dia kemudian merapikan rambut yang menutupi wajah Hyunchan.

“Yak, Kim Ryeowook, aku sudah membelikannya untukmu, jadi kau harus makan ini. Apa aku harus menelpon ibumu untuk menyuruhmu makan?” Aku mengambil kotak makanan itu agar Kyuhyun selesai berceloteh. “Tumben kau tidak protes, aku tidak memanggilmu hyung?” Aku tidak menjawabnya dan hanya makan makanan, aku sedang tidak bersemangat memperdebatkan hal kecil seperti itu. “Wah, sepertinya aku akan benar-benar gila di sini, pasangan ini membuatku seperti orang gila bicara sendirian,” Kyuhyun mengomel sendiri padahal aku tahu dalam hatinya dia sangat prihatin.

“Kyuhyun-ah, kau pulanglah!” ucapku saat melihatnya menguap.

“Baiklah, aku akan pulang tapi kau juga harus pulang,” ajak Kyu.

“Aku harus menjaganya,” jawabku tanpa berbalik ke arahnya.

“Ryeowooga, kau pulang saja! Biar umma yang menjaganya!” tiba-tiba suara yang familiar di telingaku terdengar.

“Umma? Sejak kapan kau datang?” ya, ummaku yang datang, aku memandang Kyu menduga dia benar-benar menelpon ibuku, tapi dia membalasku dengan tatapan ‘aku tidak melakukannya’.

“Kau harus istirahat nak, dan kau juga harus melaksanakan tanggung jawabmu sebagai bintang,” nasehat umma. Akhirnya aku menurutinya, aku ikut Kyu pulang ke dorm dan menjalani jadwal seperti biasanya, rekaman, latihan dance, dan segala persiapan untuk album ke-5 kami.

* * * * *

Aku kembali ke rumah sakit setelah menyelesaikan semuanya, aku tidak mau membuat banyak orang khawatir lagi,“Umma, bagaimana keadaan, Hyunchan?” tanyaku sesampainya di kamar Hyunchan, aku langsung menghampiri ranjangnya dan duduk di sampingnya kemudian menggenggam tangannya seperti biasa.

“Sejauh ini belum ada perkembangan, kata Jinhoo-sshi Hyunchan…..,”

“Waeyo umma?” tanya Ryeowook menduga apa yang sudah dikatakan Jinhoo.

“Waktunya sebentar lagi,” lanjut ummaku. Aku tertunduk sebentar kemudian mengangkat kepala yakin.

“Aku percaya pada Hyunchanku, dia pasti bisa bertahan!” gumamku dengan penuh keyakinan, aku menggenggam tangan Hyunchan lebih erat agar mendapatkan kekuatan, “Hyunchan-ah, bantu aku!” ucapku dalam hati.

Ummaku langsung pulang ke Incheon saat aku menyuruhnya untuk pulang dan tidak perlu khawatir dengan keadaanku dan keadaan Hyunchan. Appa dan Umma Hyunchan menunggu di ruangan Jinhoo dan aku berada di sini bersama yeojaku. Aku merasa kepalaku semakin berat dan membenamkan kepalaku dalam lipatan tangan, aku berfikir ‘apakah aku masih bisa hidup setelah ini?’ Tanpa sadar air mataku terjatuh dan tangisku semakin pecah di hadapan tubuh yang tidak berdaya ini. “Choi Hyunchan, waktumu tinggal 5 jam lagi, a…arasseo?” suaraku bergetar memperingatkan padanya. Ini batas kesabaranku, aku tidak bisa menyimpan air mata ini lebih lama lagi, aku melampiaskan semuanya…. semuanya…. bahkan untuk mengangkat kepalaku saja…. “Aku tidak sanggup, aku memang hanya namja cengeng yang tidak bisa begitu tegar seperti Heechul hyung, tidak bisa sebijak Leeteuk hyung,” gumamku, aku membiarkan tetes air mata ini keluar berharap hatiku bisa lega dengan semua ini. “Apa aku tidak begitu pantas bersamamu sehingga kau mau meninggalkanku?…hiks….hiks….., apa kau sengaja mengucapkan saranghaeyo padaku kata yang kau ucapkan dengan suara bergetar saat itu? Aku ingin mendengarnya, Choi Hyunchan! Jangan membuatku seperti ini!” aku tidak peduli lagi, aku melampiaskan semua kesakitan yang terpendam di dalam hatiku.

Tiba-tiba saja aku merasakan seseorang menyentuh kepalaku tepatnya mengelus rambutku, tangan yang sangat aku kenal. “Sekarang aku bahkan merasa kau mengelus kepalaku, aku sudah gila, Choi Hyunchan!” aku mengeraskan suaraku, mana mungkin Hyunchan yang mengelus kepalaku sedangkan tangannya berada dalam genggamanku, aku berkhalusinasi lagi. “O… oppa!” sekarang aku mendengar suaranya, apa aku benar-benar gila?” aku mangacak-acak rambutku dan tanpa sengaja memegang sebuah tangan, aku memegang pergelangan tangannya dan menyingkikannya dari kepalaku perlahan agar bisa mengangkat kepalaku. Saat aku mengangkat kepalaku sebuah senyum yang kurindukan terpampang jelas di depan wajahku.

“Hyun…Hyunchan?” aku tidak berkhalusinasi, Hyunchan sadar.

“Wook oppa!” dia memanggilku dengan terbata-bata sepertinya menahan rasa sakit. Aku segera memeluknya.

“Hyunchan kau sudah sadar, gomawo! Gomawo!”

“Arggh,” Aku mendengarnya kesakitan aku segera melepas pelukanku.

“Hehe, mianhae. Aku terlalu senang,” dia hanya tersenyum sepertinya masih kesulitan berbicara. Tiba-tiba saja matanya mengeluarkan tetesan air yang membesahi pipinya. “Hyunchan, kau kenapa? Jangan menangis!” aku panik melihatnya, dia tiba-tiba tersenyum dalam air matanya.

“Wook oppa?”

“Ne, apa kau butuh sesuatu?”

“Aniya, gomawoyo!” ucapnya dengan suara dipaksakan.

“Untuk apa berterima kasih?”

“Untuk percaya padaku, untuk menungguku, dan untuk air matamu,”

“Heh?” aku hanya tersenyum. “Itu tidak seberapa dengan perjuanganmu, jagiya!”

“Apa Hyunchan sudah sadar?” tiba-tiba saja Jinhoo datang bersama eomonim dan aboji.

“Umma!” panggil Hyunchan.

“Channie-yah!” Umma Hyunchan berlari ke arah Hyunchan kemudian memeluk Hyunchan yang masih belum bisa bergerak.

“Kalian tunggu sebentar yah! Aku mau memeriksa keadaan Hyunchan dulu,” pinta Jinhoo. Aku, umma dan appa Hyunchan menuruti kata-kata Jinhoo, kami semua menunggu di ruang tunggu.

* * * * *

Author POV

“Sepertinya keadaanmu sudah semakin baik! Aku bersyukur kau bisa sadar dongsaeng-ah!” ucap Jinhoo sambil membelai wajah Hyunchan.

“Ne, oppa gomawoyo!” ucap Hyunchan masih dengan susah payah. “Oppa, waktu itu menangis yah?” tanya Hyunchan.

“Kau tahu?” tanya Jinhoo kaget.

“Ne, aku mendengar semua apa yang kalian katakan walaupun hanya samar-samar, tapi aku sangat sedih karena aku tidak bisa menghapus air mata kalian,” Hyunchan mulai menangis, Jinhoo menghapus air mata dongsaengnya dengan ibu jarinya.

“Tidak apa-apa dongsaeng-ah, aku sangat bahagia kau bisa sadar sebelum waktumu habis, terima kasih karena sudah berjuang!” ujar Jinhoo.

“Aku keluar dulu yah, pasti umma, appa, dan namjamu itu sudah tidak sabar bertemu denganmu, mereka terlalu lama menunggu, hahaha” gurau Jinhoo.

“Oppa?”

“Ne…ne…. namjamu itu sudah seperti orang gila melihatmu hanya bisa diam, bukan hanya dia bahkan Cho Kyuhyun yang tak pernah menagis itu menangis di hadapanmu…,”

“Ah, jinjja? Cho Kyuhyun menangis?”

“Kau bilang kau dengar semuanya?” tanya Jinhoo.

“Tidak juga, aku tidak tahu kalau Cho Kyuhyun menangis, aku hanya ingat mulai waktu Ryeowook oppa bernyanyi, member Super Junior bernyanyi, dan….,”

“Sepertinya kau sudah baikan, lihat saja kau sudah kembali cerewet sekarang,” Jinhoo mengacak rambut dongsaengnya.

“Ahh, oppa kan memancingku. Kau memang paling tahu bagaimana cara membangkitkanku,” Hyunchan semakin lancar berbicara namun suaranya masih lemah.

“Haha, kalau menyangkut Kim Ryeowook atau Cho Kyuhyun kau pasti semangat,” gurau Jinhoo lagi.

“Kim Ryeowook pacarku dan Cho Kyuhyun sahabatku, mereka itu sangat berharga bagiku,”

“Jadi aku tidak?”

“Andwe, oppa berbeda… bagiku oppa itu? yak, susah menjelaskannya.”

“Sudahlah, aku mengerti. Aku kan lebih hebat dari mereka berdua, aku sudah menemanimu selama 15 tahun sejak aku tinggal di rumahmu. Sudah istirahat sana!” Hyunchan hanya mengangguk. Jinhoo keluar dan memberitahu bahwa keadaan Hyunchan baik-baik saja.

“Hyunchan-ah, gwenchana?” tanya umma Hyunchan setibanya di dekat Hyunchan.

“Ne, umma gwenchana!”

“Kami sangat mengkhawatitkanmu,” ucap appa Hyunchan.

“Ne, gansahamnida umma, appa!” Hyunchan memandang Ryeowook yang berdiri di belakang appa dan ummanya. Appanya yang mengerti tentang perasaan anaknya yang rindu sekali pada kekasihnya menarik lengan umma Hyunchan keluar ruangan.

“Umma, sepertinya Hyunchan mau makan, ayo kita keluar mencari makan untuknya,” ajak Appa Hyunchan.

“Appa bagaimana sih? Hyunchan kan baru sadar, masa’ meninggalkannya,” omel Umma Hyunchan.

“Sudahlah, ayo! Biar Ryeowook saja yang menjaga Hyunchan di sini,” Appa Hyunchan terus menarik lengan umma Hyunchan hingga umma Hyunchan mengalah. Sekarang di ruangan ini hanya ada Ryeowook dan Hyunchan.

* * * * *

Hyunchan POV

Dia di sini, wajah yang sangat aku rindukan. Hatiku sakit sekali mendengarnya menangisiku setiap hari. Kami hanya terdiam beberapa waktu saat appa dan umma meninggalkan kami di sini berdua. Dia meraih tanganku dan menggenggamnya kemudian sibuk dengan pikirannya sendiri.

“Oppa!”

“Ne?”

“Kenapa hanya diam?” tanyaku bingung.

“Ah, aku tidak tahu harus berkata apa, aku…aku terlalu bahagia,” kulihat dia menangis.

“Oppa, uljima!” ucapku. “Aku sudah melakukan sesuai perkataanmu kan? Bahkan ini belum sampai 23 jam.”

“Ne, gomawo!” ucapnya.

“Oppa!”

“Ne?”

“Yah, kenapa kita jadi canggung begini sih?”

“Hehe, mian! Sepertinya keadaanmu jauh lebih baik, sekarang kau sudah bisa marah walaupun masih dengan suara yang lemah,” ujar Ryeowook oppa.

“Saranghaeyo, oppa!” aku ingat dia bilang, dia ingin mendengarku mengatakannya.

“Naddo saranghae, Hyunchan-ah. Jeongmal saranghae!” balasnya sambil mencium tanganku yang digenggamnya.

“Aku ingat oppa ingin aku mengucapkannya, kan?”

“Ne, jangan pernah mengucapkan kata itu untuk terakhir kalinya padaku. Berjanjilah aku bisa mendengarnya  dari mulutmu setiap hari!” pinta Wook oppa, aku hanya mengagguk.

“Oppa, sekali lagi gomawo!” ucapku.

“Untuk?”

“Untuk lagu ‘Shining Star’ yang kau nyanyikan dan untuk lagu ‘Shining Star’ yang Super Junior nyanyikan,” jelasku.

“Jadi kau mendengarnya?” tanya Wook oppa kaget, sekali lagi aku hanya mengangguk karena masih susah sekali untuk berbicara.

“Kau jahat sekali, mendengar tapi tak menjawab,” Ryeowook oppa memanyunkan bibirnya.

“Aku ingin sekali mengahapus setiap air mata yang…… menetes tapi aku….. sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa, jadi aku hanya menangis dan….  menggenggam tangan oppa yang entah bagaimana bisa aku melakukannya.”

“Sudah, jangan memaksakan dirimu lagi!” ujar Wook oppa kemudian menyodorkan segelas air dan meminumkannya padaku.

“Aku bahagia sekali bisa melihat oppa kembali.”

“Aku lebih lebih bahagia lagi,” ucapnya sambil tersenyum, senyuman yang kurindukan.

* * * * *

Ryeowook POV

“Yeoboseyo?” Aku segera menelpon Kyu setelah Hyunchan tertidur mungkin karena kelelahan, kepalanya yang masih terbalut perban kelihatannya begitu sakit.

“Ryeowooga, wae?” jawab Kyu dengan bahasa informal tanpa memanggilku hyung.

“Yak, Cho Kyuhyun panggil aku hyung!” bentakku.

“Ada apa? Sepertinya kau sudah kembali seperti dulu.”

“Ne, napasku sudah kembali, dan berhubung karena aku sedang senang jadi terserahlah kau mau memanggiku apa,” ujarku sambil tersenyum.

“Apa Hyunchan sudah sadar?” tanya Kyu kedengarnya sangat bersemangat.

“Yah, dia sudah sadar sejam yang lalu,” jawabku.

“Jinjja? Kau tidak sedang gila, kan?” tanyanya tak percaya namun kurasakan nada bahagia di dalamnya.

“Kau kira aku gila apa?”

“Kau memang seperti orang gila sejak kecelakaan itu terjadi,” jawab Kyu.

“Sudahlah, aku sedang tidak ingin berdebat, aku masih ingin bersama yeojaku, dadah Kyu!” aku memutuskan sambungan telpon.

Aku hanya memandangi wajahnya yang sedang tertidur, sebenarnya sejak seminggu yang lalu aku hanya memandanginya seperti ini tapi hari ini terasa berbeda, dia dalam diam tapi hatiku sangat senang tidak seperti hari-hari sebelumnya, betul kata Kyu aku seperti orang gila sejak kecelakaan itu, tapi hari ini seakan hidupku kembali cerah bahkan lebih dari sebelumnya. Kata Saranghae itu bukan yang terakhir…..

* * * * *

Pagi-pagi aku terbangun karena menyadari seseorang terus memperhatikaku dan menyentuh wajahku hati-hati. Saat aku membuka mata ternyata Hyunchan sedang menyentuh wajahku dengan telunjuknya,  aku hanya tersenyum dan dia mencubit pipiku.

“Oppa, kau tidak makan yah?” raut wajahnya berubah menjadi serius.

“Aku makan kok,” jawabku.

“Kau makan tapi sangat sedikit,” ujar seseorang yang sepertinya baru memasuki ruangan ini.

“Leeteuk hyung?” Ternyata dia tidak sendiri, dia bersama hyung-hyungku yang lain dan bersama Eunmin. Eunmin langsung mendekat dan memeluk Hyunchan yang keadaannya semakin membaik.

“Yak, Hyunchan. Kau lama sekali kembali,” ujar Eunmin.

“Hehe, mian membuatmu khawatir! Tapi kau baik-baik saja, kan?”

“Yah Choi Hyunchan! Kau seharusnya tidak hanya meminta maaf pada Eunmin,” ujar Kyuhyun yang baru saja masuk.

“Hehe, maaf dan terima kasih karena oppadeul khawatir padaku,” lanjutnya.

“Ne, tidak apa-apa,” ucap Leeteuk hyung. Aku melihat Eunmin membisikkan sesuatu ke Hyunchan.

“Kya, jinjja? Aku hampir lupa!” pekik Hyunchan.

“Sttttt.” Aku penasaran apa yang mereka bicarakan.

* * * * *

Hyunchan POV

“Kya, jinjja? Aku hampir lupa,” Eunmin memberitahuku kalau besok ulang tahun Ryeowook oppa, seberapa lama sih aku tidak sadar sampai waktu berlalu begitu lama.

“Ssttt,” Eunmin memperingatkanku, aku lupa kalau Ryeowook oppa ada di sini, dia tidak boleh tau rencanaku. Hanya aku, Eunmin, dan Kyuhyun oppa yang tahu.

* * * * *

Aku bingung bagaimana aku bisa menjalankan rencanaku dalam keadaan begini, aku bahkan belum boleh banyak bergerak. Aku menelpon Kyu oppa untuk merubah rencana saat Ryeowook oppa kembali ke dorm karena ada jadwal latihan musical.

“Yeoboseyo, oppa?”

“Ne?”

“Bagaimana semua persiapannya?”

“Tempat yang kau pesan dua minggu lalu itu sudah siap!” ujar Kyu oppa.

“Ne, tapi bagaimana aku bisa ke sana?”

“Tenang saja! Aku akan membantumu.”

“Tapi Jinhoo oppa pasti tidak akan mengijinkanku.”

“Aku yang akan bicara padanya!”

“Gomawoyo, oppa!”

“Ne,” telponpun terputus.

Aku sudah menyiapkan tempat untuk sureprize party untuk ulang tahunnya jam 12 malam ini, di sebuah taman yang kecil. Aku menyuruh orang untuk mendekorasinya.

* * * * *

“Jagiya, bagaimana keadaanmu?” Ryeowook oppa datang dan menyembunyikan sesuatu di balik badannya.

“Gwenchana oppa!” jawabku sambil memperhatikan gelagatnya.

“Ini untukmu!” dia mengeluarkan sebucket bunga dari belakangnya dan memberikannya padaku.

“Kya, neomu yeppo! Gomawoyo oppa!”

“Aniya, kau lebih indah dari bunga ini,” dia sekali lagi membuatku melayang. Aku hanya bisa tersenyum dan menyembunyikan wajahku yang memerah dibalik bucket bunga ini. Aku mencium wangi dari bunga ini dan memandanginya yang sedang duduk di tepi ranjang dengan senyum yang merekah semerekah bunga yang diberikannya padaku.

“Kim Ryeowook, sudah kuduga kau di sini!” Sungmin oppa tiba-tiba. Dia mengedipkan matanya padaku, aku tahu maksudnya ini bagian dari rencana.

“Ada apa hyung? Ini kan sudah jam 11 malam, apa kita ada schedule?” tanya Wook oppa bingung.

“Ne, kita ada performance di XXX, semua member menunggumu! Ayo cepat!” Sungmin oppa menariknya.

“Aniya, aku mau di sini, kenapa tiba-tiba sekali sih?” tanya Wook oppa lagi.

“Kita semua sudah diberitahu sejak 3 hari yang lalu,” jawab Sungmin oppa asal.

“Oppa, ingat janji oppa, kan?”

“Janji yang mana?” tanya Wook oppa padaku.

“Kau bilang kalau dalam 23 jam aku sadar, kau akan menuruti semua perintaku, apa aku benar?”

“Ne, dia bilang begitu Hyunchan, kami semua mendengarnya,” Sungmin oppa yang menjawab.

“Kalau begitu pergi saja yah! Ikut dengan Sungmin oppa! Ini kan tanggung jawabmu,” nasehatku.

“Baiklah kalau begitu aku menyerah, kau jaga diri baik-baik yah! Tidur yang nyenyak!!” Wook oppa mencium keningku dan pergi dengan setengah hati bersama Sungmin oppa.

* * * * *

Author POV

Ryeowook dan Sungmin melaju ke taman yang sudah dipersiapkan Hyunchan.

“Hyung, kita mau ke mana sih?” tanya Ryeowook bingung saat Sungmin memberhentikan mobilnya di tempat yang gelap.

“Kita harus berjalan ke sana sebentar baru bisa menemukan tempatnya,” kata Sungmin. Ryeowook yang pada dasarnya polos percaya kata-kata Sungmin. Saat berjalan selama 5 menit, tiba-tiba lampu menyala begitu menyilaukan warna-warni di sana sini karena nyala lampu.

“Saengil chukkae hamnida, saengil chukkae hamnida, saranghaeyo uri wookie, saengil chukkae hamnida,” sekelompok orang menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Ryeowook. Di tempat ini ada member Super Junior, Victoria, Sulli, dan Luna f(x), Yoona dan Taeyeon SNSD, dan semua member SHINee.  Tempat yang awalnya sepi ini menjadi sangat ramai.

“Saengil chukkae, oppa!” ucap Vic, Sulli, Luna, Yoona, dan Taeyeon bergantian.

“Saengil chukkae, hyung!” ucap member SHINee bergantian. Ryeowook masih belum bisa berkata apa-apa melihat p[emandanganyang begitu indah di hadapannya, dia baru menyadari ini tempat favoritnya bersama Hyunchan, taman yang dikelilingi bukit dan danau kecil.

“Gomawo yorobeun!” ucap Ryeowook, setidaknya hanya kata itu yang keluar dari mulutnya. Leeteuk mengelus pundak dongsaengnya itu dan dibalas dengan senyuman dari Ryeowook.

“Ini semua bukan kami yang mempersiapkan!” ucap Leeteuk.

“Heh? Lalu siapa?” tanya Wookie bingung.

“Orang yang di belakangmu,” Leeteuk menunjuk ke belakang Ryeowook. Saat Ryeowook berbalik orang itu langsung mencium pipi Ryeowook.

“Hyunchan?” Ryeowook seakan tidak percaya, kejutan yang lainnya yang lebih dari pada kejutan apapun. Hyunchan datang dengan Kyuhyun. Ryeowook langsung saja memeluk yeojanya itu.

“Oppa, saengil chukkae!” ucap Hyunchan.

“Gomawo Hyunchannie!” balas Ryeowook.

“Oh, jadi ini pacar oppa? Kenapa tidak pernah mengenalkannya padaku?” tanya Yoona mendekat. Ryeowook melepaskan pelukannya dan memapah Hyunchan yang sebelumnya dipapah oleh Kyuhyun.

“Hehe, mianhae Yoona-sshi! Ini Choi Hyunchan!”

“Choi Hyunchan imnida, senang bertemu denganmu,” Hyunchan mengulurkan tangannya dan dibalas oleh Yoona.

“Ne, Yoona imnida, sepertinya kita seumuran jadi aku memanggimu Hyunchan saja yah! Oppa, aku culik dia dulu yah!” Yoona mengambil alih tubuh Hyunchan dan mengajaknya duduk berkumpul bersama yang lainnya, Ryeowook hanya mengikuti dari belakang bersama Kyuhyun yang tiba-tiba merangkulnya.

“Jadi ini pacarmu, hyung?” tanya Key.

“Ne,” jawab Ryeowook.

“Noona, kenapa kau mau pacaran sama Ryeowook hyung, bagaimana kalau menjadi pacarku saja?” gurau Key dan sukses mendapat jitakan langsungdari Ryeowook. Key mengusap kepalanya itu.

“ Hehe, dia…. aku tidak tahu harus menjawab apa! Yang aku tahu aku menyukai Kim Ryeowook karena dia ada Kim Ryeowook, aku juga tidak mengerti kata-kataku, hehe,” jelas Hyunchan.

“Wah, hebat!” gumam Sulli. “Aku kagum padamu.”

“Noona, kau seorang dokter, kan?” tanya Taemin dengan polos.

“Belum, aku masih menyusun skripsi sekarang,” jawab Hyunchan.

“Tapi aku dengar kau dokternya Kyu hyung,” lanjut Minho.

“Aniya, aku hanya membantu merawatnya saja, karena rumah sakit itu milik kakekku yang sekarang ditangani oleh oppaku, jadi aku sering ke sana dan bertemu dengan Kyuhyun,” jelas Hyunchan.

“Ooh, lalu bagaimana kau bertemu Wookie hyung?” Jonghyun angkat bicara.

“Ehm, itu… itu rahasia!” ucap Hyunchan dan dibalas senyum dari Ryeowook, sampai sekarang bahkan member Super Junior tidak tahu cerita sebenarnya kalau Ryeowook datang dan menangis di hadapan Kyu waktu itu.

“Aigo, pasangan ini!” gumam Key.

Semuanya menikmati acara yang sudah dipersiapkan Hyunchan, acara kecil tapi menarik karena dirayakan bersama sahabat-sahabat terdekat.

“Hyunchannie, kemari!” Ryeowook memapah Hyunchan menuju ke bukit yang mereka sering datangi untuk melihat bintang sementara yang lain sibuk mengobrol dan tak menyadari mereka berdua pergi.

Seperti biasanya Hyunchan dan Ryeowook hanya terdiam dan memandangi bintang kemudian Hyunchan menyandarkan kepalanya di bahu Ryeowook.

“Gomawo Jagiya!” ucap Ryeowook.

“Oppa dari tadi hanya mengulang-ulang kata-kata itu! Lebih baik nyanyikan lagu favoritku!” pinta Hyunchan.

“Ne.”

Ryeowook menyanyikan lagu shining star untuk kesekian kalinya untuk Hyunchan.

shining star! like a little diamond, makes me love
nehgen ggoomgyul gateun dalkomhan misolo nal balabomyuh soksakyuhjwuh
hangsang hamggeh halgguhla til the end of time

neul barago itjyo hangsang guhgi ehsuh ooseum jitgileul
ddeut moleul ohehwa iyoo ubneun mioomeh himi deuluhdo
duh muh gosseul bwayo ijeh shijak ijyo oolgo shippeul dden nehgeh gidehyo
boojok hajiman geudeul jikilgeh yo

sarangeun geuluhkeh chueum soon gan boottuh chajawa gajang gippeun gosseh nalawa nal ddeugub geh heh
byunhaji anneun ddullim geudehneun

shining star! like a little diamond, makes me love
nehgen ggoomgyul gateun dalkomhan misolo nal balabomyuh soksakyuhjwuh
hangsang hamggeh halgguhla
till the end of time

sarangeun geuluhkeh chueum soon gan boottuh chajawa
gajang gippeun gosseh nalawa nal ddeugub geh heh
byunhaji anneun ddullim geudehneun

shining star! like a little diamond, makes me love
nehgen ggoomgyul gateun dalkomhan misolo nal balabomyuh soksakyuhjwuh
hangsang hamggeh halgguhla

shining star! like a little diamond, makes me love
nehgen ggoomgyul gateun dalkomhan misolo nal balabomyuh soksakyuhjwuh
hangsang hamggeh halgguhla
till the end of time

“Saranghaeyo, oppa!”

“Naddo saranghaeyo, jagiya!

 

Wah, mian kalau jadinya gj yah!! Soalnya author ngetiknya dengan mata buram dan otak setengah jalan… jam 2 bo’…hehe *curcol* mana ada berita yg menggemparkan…hoho,,,, selamat membaca yah! Oh iya, bagi reader yang mau request ff silahkan bilang di komennya!! Sekali lagi Mian ceritanya gaje!!

3 thoughts on “[Fanfic] The Special Gift, The Last Saranghaeyo? (2/2) End

  1. Chingu.. Ff bnr2 daebak!! Aq ampe nangis kirain Hyuncan bkal jd almarhuma (=,=’) *berlebihan akibat lebay tak tertahankan
    Oh ya, bikinin ff donk! Jodohin aq ma Siwon oppa. Plizzz… *ni permohonan pa pemaksaan ea???
    Habis kyknya klo chingu yg bkn, pasti keren jadinya! Yaaahhh?? Jebaaalll!!! *plus jungkir balik hahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s