[Fanfic] Love Letter

Saengil chukkae hamnida, saengil chukkae hamnida…
Saranghaeyo admin chibisukechan…. Saengil chukkae hamnida!!

Nah, ff ini khusus buat ulang tahunnya admin chibisukechan, tapi telat sudah dua hari yang lalu….. Tapi reader juga bisa menganggap kalau peran dalam ff ini diri kalian…..Please enjoy it!! ^^
* * * * *

Cast: Jaejin FT Island, Youngmin Boyfriend, other member FT Island, Youngmi, other member Boyfriend.

Genre: Romance

Sepuluh hari lagi ulang tahunnya, apakah aku harus mengungkapkannya? Perasaan yang sudah hampir 3 tahun aku pendam…

“Yak, Youngmi-ah kau bisa kerja tidak sih! Kenapa barang-barangku berantakan begini?” tanya Jaejin dengan wajah yang sangat kesal.

“Ne, Oppa! Mianhae, aku akan segera membereskannya!” jawab Youngmi.

“Hyung, bisakah kau sedikit lembut padanya? Dia kan seorang yeoja,” nasehat Minhwan.

“Untuk apa aku melakukannya, kalau dikasi hati terus bisa-bisa dia melunjak, dia kan hanya asisten kita,” bantah Jaejin.

“Asisten kita?” sekarang Hongki angkat bicara. “Dari segi mana kau bilang dia asisten kita? Yang ada juga asisten pribadimu, setiap waktu hanya mengurusimu, kau memonopoli dia tahu, tepatnya menyiksanya!”

“Ah, kalian saja yang tidak tegaan menyuruh-nyuruhnya,” bela Jaejin lagi.

“Huft, namja sialan! Memangnya aku ini pembantunya, aku asisten bukan pembantu,” batin Youngmi.

“Kau sabar yah! Jaejin itu sebenarnya baik kok,” bisik Seonghyun yang sedang membaca majalah di sofa.

“Ayo, sebentar lagi giliran kalian tampil!” kata seorang staff di Music Core.

“Ne!” ucap member serentak.

Para member FT Island bersiap-siap di panggung, inilah adalah comeback stage mereka dengan  lagu comeback yang berjudul “Hello Hello”

Annyeongiran mal Hello Hello Ijen Goodbye goodbye,” Hongki mulai menyanyikan lagunya.

“Wah, Hongki oppa keren sekali!” kata Youngmi dengan mata yang berbinar, dia menonton perform FT Island dari bangku paling atas.

mariya saranghandan mariya motitneundan mariya dasi doraoran mariya, aniya ije waseo igeon aniya neowa na jeongmal saranghaetjana.

“Wah, suaranya memang tidak tertandingi,” lanjutYoungmi.

Listen up I,” sekarang giliran Jaejin.

“Huft, namja stres ini! Aku bingung kenapa aku bisa menyukainya yah?” tanya Youngmi dalam hati.

Nobody nobody nobody no one neo bakeneobseo.”

“Seandainya saja dia sedikit lembut padaku, aku pasti sangat bahagia ketika melihatnya, sama pada waktu SMA dulu,” batin Youngmi.

Simnyeoni jinado gangsani byeonhedo neo bakeneobseo,” Jaejin kembali ngerap.

“Dia memang keren, yah semuanya telah berubah. Aku sering sekali melihatnya tertawa, tetapi kenapa di depanku dia sama sekali tidak pernah menampakkan sisi baiknya sedikit pun?” tanya Youngmi dalam hati lagi. “Ah, Youngmi-yah, dia itu selalu memperlakukanmu dengan kasar, jadi lupakan saja dia!” Youngmi mengibaskan tangannya ke udara.

“Noona!” panggil seorang namja yang tiba-tiba duduk di samping Youngmi, dia menutup kepalanya dengan kupluk.

“Nuguya?” tanya Youngmi sambil berusaha mengintip wajah namja itu.

“Ah, noona payah! Masa tidak mengenali suaraku,” kata namja itu sambil membuka sedikit kupluknya.

“Kyaaa, Youngmin-ah!” pekik Youngmi sambil mengguncang-guncang tubuh namja itu.

“Noona, hussstt, jangan keras-keras, nanti orang lain lihat,” kata Youngmin.

“Nah, untuk apa kau ada di sini?” tanya Youngmi. “Dan gayamu so’ misterius sekali, pakai kupluk segala.”

“Yak, noona, kau benar-benar tidak tahu aku? Seharusnya aku yang tanya padamu, untuk apa kau di sini? Aku tadi melihatmu di belakang panggung, jadi aku mengikutimu sampai ke sini,” jelas Youngmin.

“Oh, jinjja? Haha, kau pasti tidak percaya. Aku ini asisten FT Island,” kata Youngmin.

“Jinjjayo? Kalau aku….,”

“Kau pasti primadona, kan?” tebak Youngmi sambil melirik balon yang ada di sebelah Youngmin.

“Ah aniya, aku ini…,”

“Ah, Youngmin-ah, aku ke belakang dulu yah! FT Island sudah selesai, mereka pasti mencariku, annyeong!” Youngmin lalu pergi dan meninggalkan Youngmin.

“Youngmin-ah, sebentar lagi giliran kita!” kata seorang namja yang wajahnya mirip dengan Youngmin, dia juga berpenampilan misterius.

* * * * *

“Kyaa, dari mana saja kau?” tanya Jaejin dengan nada sedikit tinggi.

“Biasa saja tau’,” kata Youngmi.

“Sekarang kau sudah bisa menjawab yah!” bentak Jaejin, member FT Island yang lain hanya menggeleng.

“Ne, ne, ada apa mencariku?” tanya Youngmi tidak mau dapat masalah.

“Aku mau minum, cepat ambilkan!” perintah Jaejin.

“Ah dasar anak manja!” gumam Youngmi dengan suara hampir tak terdengar.

“Apa kau bilang?”

“Aniya, aku akan segera mengambilkannya untuk oppa,” kata Youngmi sambil tersenyum simpul.

* * * * *

“Lebih baik aku keluar ah, melihat perform lain, katanya hari ini ada boyband baru yang debut,” kata Youngmi. Dia kembali ke tempatnya tadi dan duduk menunggu penampilan boyband baru yang baru seminggu debut.

Musik mulai mengalun, “Would you be my Girl Friend?” lirik pertama dari lagu mereka, Youngmi penasaran dengan wajah member-member dari boyband tersebut yang namanya Boyfriend.

Nan neoui Boy Friend, Satu dari mereka berbalik.

“Kyaaa, itu… itu… bukankah itu?” pekik Youngmi.

Nan neoui Boy Friend

“Ne, dia Youngmin? Aku tidak salah dia Youngmin,” kata Youngmi sambil mengucek matanya. “Yah, dia melihat ke arahku dan mengedipkan matanya, kyaaaa neomu kyeopta!”

Neon naui Girl Friend

Neon naui Girl Friend

“Kalimat itu? Dia pernah mengucapkannya tiga tahun yang lalu, jadi dia salah satu member boyband itu, pantas saja dia ada di sini. Yah, seharusnya aku tahu itu, Youngmi babo yah!” omelnya dengan suara hampir tak kedengaran karena teriakan penonton. Dia memukul-mukul kepalanya pelan.

* * * * *

#back stage

“Annyeong Noona-yah, sekarang tahu siapa aku?” tanya Youngmin yang tiba-tiba datang dan mengagetkan Youngmi saat Youngmi baru saja mau masuk ke ruang tunggu FT Island.

“Ya, Youngmin-ah kenapa kau tidak bilang kalau kau sekarang jadi member boyband? Kau pasti sudah lupa yah pada noona, begitulah orang-orang kalau sudah terkenal!” omel Youngmi sambil melipat kedua tangannya.

“Ah noona, jangan marah! Aku tidak mungkin melupakanmu, kau itu cinta pertamaku dan orang yang pertama menolakku, masih ingat?” tanya Youngmin dengan puppy eyesnya.

“Mianhae Youngmin-ah!” ucap Youngmi.

“Andwe noona, aku senang aku bisa mencintai orang sepertimu, kau tidak mau tahu perasaanku sekarang padamu bagaimana?” tanya Youngmin polos.

“Aniya, aku takut mendengarnya,” jawab Youngmi.

“Kyaa, kemana yeoja itu? Sejak tadi tidak kelihatan,” omel seorang dari dalam ruang tunggu FT Island, siapa lagi kalau bukan Jaejin.

“Ah, mianhae Youngmin-ah, aku harus masuk, mereka semua membutuhkanku, annyeong!” kata Youngmi sebelum masuk ke ruangan FT Island namun ditarik kembali oleh Youngmin.

“Noona, kau belum memberitahuku nomor handphonemu,” kata Yooungmin.

“Oh iya, aku lupa, maaf tidak pernah menghubungimu,” Youngmin mengeluarkan handphonenya dan  Youngmi mengetik nomornya di handphone Youngmin.

“Nanti aku hubungi yah?” kata Youngmin.

“Ne, aku masuk dulu!” kata Youngmi kemudian masuk ke dalam.

“Ne, annyeong noona!”

“Kemana lagi kau?” bentak Jaejin.

“Aku keluar untuk melihat perform lain,” jawab Youngmi.

“Wah, enak sekali padahal di sini banyak sekali pekerjaan,” kata Jaejin.

* * * * *

annyong nae sarang sarang sarang

jalgayo nae sarang sarang sarang

chaorunun naye nunmuri onmomul jogsyodo

“Ne, tunggu sebentar!” teriak Youngmi dari dalam kamar mandi mendengar hpnya berdering.

“Yeobeseyo?” jawab Youngmi.

“Annyeong noona! Jangan bilang kau lupa lagi siapa aku?” kata namja di seberang sana.

“Youngmin-ah, ah jinjja? Tidak mungkin aku melupakan hoobae kesayanganku,” kata Youngmi.

“Tadi sore saja tidak mengenali suaraku, padahal kan aku pernah menyanyikan lagu untukmu,” kata Youngmin lagi.

“Mian, aku hanya takut salah,” bela Youngmi.

Youngmi dan Youngmin mengobrol di telpon lama sekali, sepertinya Youngmi sangat senang setelah bertemu dengan hoobaenya di SMP dan SMA.

* * * *

#Inkigayo

“Ah, capeknya!!” keluh Youngmi sambil membaringkan tubuhnya di sofa ruang tunggu FT Island. Dia meraih tasnya dan mencari botol minuman yang biasa dia bawa. “Ada surat!” kata Youngmi. “Dari Prince? Siapa Prince?” Youngmi mulai membuka surat itu dan membacanya.

Are you doing well?

Aren’t you sick?

I worry about you without me.

I hope that you eat well even if you are busy,

bundle up when it’s cold

and live strongly without crying.

Mianhae, aku tidak menggunakan bahasa formal padamu.

Aku hanya ingin lebih dekat denganmu.

“Kya, so sweet!” gumam Youngmi. “Ini dari siapa yah?”

“Annyeong haseyo, noona!” sapa Youngmin yang baru saja lewat di depan pintu ruangan FT Island. Youngmin melambaikan kedua tangannya dan dibalas dengan Youngmi.

“Siapa di sana?” tanya Jaejin tiba-tiba sambil meletakkan botol minumannya di atas meja yang ada di depan Youngmi. Youngmin sudah pergi jadi Jaejin tidak melihatnya.

“Tidak salah lagi, ini pasti dari Youngmin!” batin Youngmi sambil tersenyum-senyum.

“Kau gila yah? Kenapa senyum-senyum sendiri?” tanya Jaejin sambil mengayunkan ke dua tangannya di depan wajah Youngmi.

“Oppa kenapa sih? tidak bisa lihat orang senang sedikit,” omel Youngmi lalu pergi meninggalkan Jaejin yang masih bingung.

“Nah loh, kenapa galakan dia?” tanya Jaejin sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Namja itu, selalu saja merusak moodku,” omel Youngmi sambil membereskan barang-barang member FT Island. “Ah, sutar itu. Aku yakin, itu pasti dari Youngmin. Diakan sering menyebut  dirinya Prince, dan dia juga sangat ingin bicara informal padaku. Kyaa, Youngmin-ah!”

“Apa dia sudah membaca surat dariku? Aku baru berani melakukan ini lagi setelah tiga tahun berlalu,” batin seorang namja.

“Tapi bagaimana kalau aku salah?” tanya Youngmi dalam hati. “Sudahlah biarkan saja, tapi kenapa dia baru melakukan ini lagi yah? Tiga tahun yang lalu, orang ini juga mengirimiku surat seperti ini. Surat ini datang ketika aku bertemu lagi dengan Youngmin, tiga tahun yang lalu juga begitu.”

* * * * *

#apartement Youngmi

“Youngmin-ah, gomawo!” ucap Youngmi lewat telpon.

“Untuk apa, noona?” tanya Youngmin.

“Ah, aniya! Hanya ingin mengucapkannya saja,” kata Youngmi.

“Oh, apa noona sudah makan?” tanya Youngmin.

“Tuh, kan! Dia selalu menanyaiku apa aku sudah makan? sama seperti yang di surat itu,” batin Youngmi.

“Noona, kau masih di sana?” tanya youngmin lagi.

“Ne, sebenarnya sih belum hehe,”  jawab Youngmi.

“Ah noona yah, jaga kesehatanmu! Apa aku harus terus mengingatkanmu seperti dulu?” tanya Youngmin.

“Aniya Youngmin-ah, gwenchana. Eh ngomong-ngomong bagaimana kabar saudara kembarmu Kwangmin?” tanya Youngmi.

“Gwenchana, apa kau belum tahu? Dia sekarang sudah mendapatkan orang yang dia suka, dia beruntung sekali,” ujar Youngmin.

“Jinjja? Maksudmu Haejin?” tanya Youngmi.

“Ne, Haejin-sshi, bukankah dia sepupumu?” tanya Youngmin.

“Jinjja? Kenapa Haejin tidak memberitahuku yah? Sejak kapan mereka pacaran?” tanya Youngmi lagi.

“Baru sebulan yang lalu, Kwang sampai mendatangi sekolah Haejin, hahaha,” kata Youngmin.

“Wah, Haejin jahat sekali tidak memberitahuku, nanti aku akan menghubunginya,” kata Youngmi.

Trililit… trillilit… Handphone Youngmi berdering tanda pesan masuk.

“Youngmin-ah, tunggu sebentar yah! Ada pesan masuk!” Youngmi membuka pesan tersebut.

From: Devil

Young-ah, CEPAT buka pintunya! Aku ada di depan…

“Mworago? Dia di depan? Mau apalagi sih dia?” gerutu Youngmi.

“Noona, hallo! Kau masih di sana?” tanya Youngmin.

“Youngmin-ah, nanti kita lanjutkan lagi yah! Annyeong!” Youngmi memutuskan telepon dan segera berlari keluar kamarnya.

“Kyaa, oppa, untuk apa kau ke sini malam-malam begini? Tidak puaskah kau menyiksaku tadi sore?”

“Youngmi-yah, aku lapar, buatkan aku makanan!” perintah Jaejin sambil seenaknya masuk ke dalam apartement Youngmi.

“Yak, jangan sembarangan masuk!” teriak Youngmi dan dibalas tatapan sinis dari Jaejin. “Ne, ne, arasseo…. aku akan membuatkan makanan untukmu, tunggu sebentar!” Jaejin tersenyum senang dan duduk di sofa kemudian menyalakan TV selayaknya rumah sendiri.

“Huft, namja itu selalu membuatku kesal,” omel Youngmi sambil membuat ramen untuk Jaejin dan dirinya kebetulan dia juga belum makan malam. “Ini untuk oppa!”  Youngmi menyodorkan semangkuk ramen pada Jaejin.

“Yah Youngmi-yah, kenapa kau hanya memberiku ramen? Apa tidak ada makanan lain?” tanya Jaejin.

“Yang ada cuman itu, aku belum sempat belanja karena kesibukan kalian. Ya sudah, sini kalau tidak mau!” kata Youngmi sambil menarik kembali mangkuknya tapi dengan sigap Jaejin menyeruput ramen itu.

“Ini kan sudah jadi milikku!” ujar Jaejin dengan mulut penuh.

“Aku kira tidak mau,” ledek Youngmi.

“Hei, apa pun akan terasa enak kalau perut lapar,” kata Jaejin.

“Kenapa kau ke sini? Apa hanya untuk makan?”

“Ne, di dorm sama sekali tidak ada makanan jadi aku ke sini saja, lumayan bisa makan gratis,” jelas Jaejin masih dengan mulut penuh.

Setelah menghabiskan makanannya, Jaejin pun ketiduran. Youngmi baru saja selesai membersihkan peralatan makannya,  kemudian duduk di samping Jaejin.

“Oppa, seandainya kau tahu perasaanku,” kata Youngmi. “Neomu joaheyo! Aku sudah menyimpan perasaanku selama lima tahun padamu, dan sekarang kita dipertemukan lagi,” gumam Youngmi. “Entah kenapa aku bisa suka padamu. Kau tahu tidak, aku selalu berusaha untuk membencimu karena sikapmu padaku yang begitu kasar, tapi entah kenapa semakin kau bersikap begitu aku semakin menyukaimu,” Youngmi menggeser rambut yang menutupi wajah Jaejin dengan lembut. “Oppa, saranghaeyo!” ucap Youngmi.

“Huaaah,” Jaejin tiba-tiba saja terbangun sehingga  Youngmi jadi kelabakan. “Kau sedang apa?”

“Aku, aku menonton film, oppa payah! Katanya mau menonton film tapi malah tertidur,” elak Youngmi.

“Ini sudah jam berapa?” tanya Jaejin sambil menguap.

“Sudah jam 10,” jawab Youngmi.

“Jinjja? Kenapa tidak membangunkanku?”

“Aku tidak berani membangunkanmu.”

“Aku harus pergi sekarang, gomawo!”

“Apa?” tanya Youngmi.

“Ah lupakan saja!” ujar Jaejin lalu langsung pergi.

“Huft, baru saja aku memujinya, dia kembali menyebalkan,” gumam Youngmi tentu saja setelah Jaejin pergi.

* * * * *

#FT Island dorm

“Annyeong Haseyo!” sapa Youngmi saat baru saja masuk.

“Annyeong Youngmi-yah!” sapa member FT Island bersamaan. “Ada apa? Bukankah hari ini kau libur?” tanya Hongki.

“Ne oppa, aku hanya tidak ada kerjaan di apartement jadi aku ke sini,” jawab Youngmi.

“Wah, kebetulan kau ada di sini, cepat buatkan kami makanan, kami belum sarapan,” perintah Jaejin.

“Tega sekali kau pada yeoja, Jaejin-ah. Dia kan baru datang,” ujar Minhwan.

“Aniya Minhwan oppa, gwenchana,” ucap Youngmi. “Huft, kenapa aku bisa berfikiran ke sini untuk bertemu dia yah, Youngmi babo!” batin Youngmi.

“Oppadeul, aku pergi dulu yah! Aku ada mata kuliah satu jam lagi, annyeong!” Youngmi pamit setelah sarapan bersama member FT Island.

“Gomawo sarapannya, Youngmi!” teriak Hongki

“Ne, arasseo!”

Youngmi berlari ke terminal untuk naik bus menuju kampusnya. Dia menunggu bus yang akan datang 15 menit lagi.

tit tit tit! Suara klakson mobil yang berhenti tepat di depan Youngmi. Youngmi bingung namun tiba-tiba kaca jendela mobil itu terbuka sedikit.

“Noona, annyeong!” sapa Jo Twins dari bangku belakang mobil.

“Wah kalian, aku kira siapa.”

“Kau mau kemana?” tanya Youngmin.

“Aku mau ke kampusku di XX Art School,” jawab Youngmi.

“Kau kuliah di sana? Kami juga mau ke arah sana, ikutlah dengan kami!” kata Youngmi.

“Apa tidak merepotkan?” tanya Youngmi.

“Aniya,” Youngmi akhirnya ikut mobil Jo Twins menuju ke kampusnya. Mereka duduk bertiga di bangku belakang.

“Annyeong Kwang!” sapa Youngmi. “Aku sudah lama tidak bertemu denganmu, kemana saja?”

“Aku tidak kemana-mana, oh iya mian aku tidak sempat menyapamu, kata Youngmin dia bertemu noona saat di Music Core dan Inkigayo, tapi aku tidak sempat menemuimu, mianhaeyo!” jelas Kwangmin.

“Ah gwenchana. Ngomong-ngomong, kenapa kau tidak memberitahuku mengenai hubunganmu dengan Haejin?” tanya Youngmi.

“Mianhae, aku belum sempat memberitahu noona karena aku tidak tahu keberadaan noona, apa Haejin tidak memberitahu noona?” tanya Kwangmin.

“Ne, aku baru tahu dari Kwangmin, memang sebulan ini aku tidak bertemu dengannya karena aku dan dia sama-sama sibuk dengan sekolah,” jelas Youngmi.

“Kau benar, aku bahkan sulit sekali menemuinya,” keluh Kwangmin.

“Sabar yah!”

“Ne.” Tidak terasa mereka sudah sampai di depan XX Art School.

“Youngmin-ah, Kwangmin-ah, gomawo!” ucap Youngmi saat turun dari mobil. “Ahjusshi gomawo!” dia juga berterima kasih pada sopir Jo Twins.

* * * * *

#Youngmi Campus

Youngmi membuka tasnya untuk mengambil catatannya saat sampai di kelas, “Kyaa, surat lagi! Sejak kapan kau di sini?” tanya Youngmi sambil memandangi surat yang sedang dia pegang. Dia membuka surat itu perlahan.

From Prince

One day in 2009,

I held a pen thinking about you

wondering who you would call to walk you home at night?

I write a letter that cannot be sent to you.

 

I worry again today

if you are eating well.

I write a letter that cannot be sent to you.

I can about you

 

I think about you

Even though I know I shouldn’t do this,

I’m thinking only about you again today.

I worry about you all day.

I write about my heart that cannot reach you.

 

Are you doing well?

Aren’t you sick?

I worry about you without me.

I hope that you eat well even if you are busy,

bundle up when it’s cold

and live strongly without crying.

“So sweet!” ucap Youngmi. “Aku semakin yakin ini dari Youngmin, surat ini selalu ada setelah aku bertemu dengannya. Apa aku harus berfikir untuk menerimanya dan melupakan Jaejin oppa?” pikir Youngmi. “Tapi bisakah aku melupakan Jaejin oppa? Aku sudah sering berusaha melakukan ini tapi tidak bisa,” sekarang hati Youngmi mulai berdebat.

* * * * *

Sekarang hampir setiap hari Youngmi mendapatkan surat yang isinya kurang lebih sama dan surat itu selalu dia temukan setelah bertemu dengan Youngmin.

“Cukup! Aku sudah cukup penasaran dengan surat ini. Aku harus menanyakan langsung pada Youngmin, ini sudah hari kesepuluh aku mendapatkan surat ini terus. Aku harus menegaskan pada Youngmin tentang perasaanku.

“Besok ulang tahunnya, apa aku harus mengakui semuanya?” tanya namja misterius itu lagi yang memandangi Youngmi dari kejauhan.

* * * * *

#Taman XX

“Noona annyeong!” sapa Youngmin saat baru saja bertemu Youngmi. Dia kemudian duduk di bangku taman tempat Youngmi duduk.

“Annyeongie Youngmin!” balas Youngmi dengan senyum simpul.

“Waeyo noona? Kenapa kau mengajakku ke sini? Inikan tempat aku….,” tanya Youngmin khawatir. Youngmi mengeluarkan semua surat yang selama ini dia dapatkan dan menyerahknannya pada Youngmin. “Apa ini, noona?” tanya Youngmin bingung.

“Sudahlah Young-ah, aku tahu kau prince, kan?”

“Maksudmu Prince?” Youngmin masih bingung. Dia membuka surat itu satu persatu.

“Kau yang mengirim semua ini, kan?” tanya Youngmi lagi.

“Ahh, jinjja!” Youngmin tersenyum pedis membaca semua surat ini. “Ini bukan dariku, noona!” kata Youngmin.

“Jinjjayo? Kau tidak bohong, kan?” tanya Youngmi.

“Noona, sampai sekarang, sampai sekarang aku memang masih menyukaimu dan bahkan perasaanku padamu itu semakin besar, tapi kau tahu, kan kalau akuorang yang sangat jujur, sangking jujurnya waktu aku sadar aku menyukaimu aku langsung saja bilang padamu,” jelas Youngmin.

“Ya, dia benar,” Youngmi membenarkan pernyataan Youngmin dalam hati. “Lalu, surat-surat tiga tahun lalu, semuanya itu datang setelah aku bertemu denganmu,” lanjut Youngmi.

“Aku sudah bilang bukan aku,” kata Youngmin. Youngmin kemudian berdiri dan berlutut di hadapan Youngmi. “Noona-yah! Joahaeyo! Neon naui Girl Friend?”

Youngmi gelisah dengan semua ini, “lalu siapa? Siapa yang mengirim semua ini?” batin Youngmi masih bertanya-tanya.

“Kau masih memikirkan surat-surat ini? Noona, lupakan saja! Tidak bisakah aku menggantikan surat-surat ini di dalam hatimu?” tanya Youngmin lagi.

“Arght, mianhae Youngmin-ah,” Youngmi mengambil kembali surat-suratnya yang tergeletak di bangku taman kemudian berlari meninggalkan Youngmin yang masih berlutut.

“Hatinya bukan untukmu, Young-ah!” Kwangmin datang dan membantu twinnya itu berdiri, Youngmin hanya tersenyum tipis kemudian pergi bersama Kwangmin.

“Mianhae Youngmin-ah, aku tidak bermaksud untuk menyakiti perasaanmu, tapi aku hanya menganggapmu sebagai dongsaeng, tidak lebih!” Youngmi meratapi semua yang dia lakukan pada Youngmin hari ini. Dia mengambil hpnya dan bermaksud untuk mengirimkan pesan pada Youngmin.

“Pokoknya aku tidak peduli bagaimanapun respon Jaejin oppa, aku harus mangatakannya! Aku tidak boleh jadi pengecut,” Youngmi segera berlari ke dorm FT Island, yang ada dalam pikirannya sekarang hanya menemui Jaejin, dia sudah tidak sanggup lagi membendung perasaanya.

* * * * *

#FT Island dorm

“Oppa, saranghae!” ucap seorang yeoja saat Youngmi baru saja membuka pintu dorm. Yeoja itu tiba-tiba mencium pipi Jaejin dan Youngmi menyaksikan semua itu. Youngmi menjatuhkan surat-surat yang dia pegang, Jaejin menoleh dan mendapati Youngmi berdiri di ambang pintu. Youngmi segera berlari menjauh dari tempat itu dengan mata yang berkaca-kaca.

“Youngmi-ah!” panggil Jaejin khawatir, dia mendorong yeoja yang memeluknya dan segera berlari ke arah pintu. “Surat ini?” Jaejin memungut surat-surat yang dijatuhkan Youngmi.

“Dia pasti salah paham, aku harus segera menjelaskannya!” ucap Jaejin mantap. Dia segera mengambil mantelnya dan mengambil kunci mobil.

“Oppa, kau mau kemana?” tanya yeoja tadi namun tidak dipedulikan oleh Jaejin.

“Ini semua gara-gara kau, orang yang aku cintai jadi salah paham! Cepat keluar dari sini!” bentak Jaejin sebelum dia keluar.

“Oppa jahat!” Yeoja itu berlari sambil menangis meninggalkan dorm. Jaejin segera ke apartement Youngmi sesaat setelah yeoja itu pergi.

* * * * *

#Youngmi Apartement

“Apa yang aku pikirkan? Mana mungkin Jaejin oppa menyukaiku? Youngmi babo!” omel Youngmi. Dia tidak bisa lagi membendung air matanya, sehingga air matanya mengalir begitu saja. “Youngmin-ah, apa ini karma karena aku sudah menyakitimu?” tanyanya pada diri sendiri. Youngmi terus saja memarahi dirinya sendiri dan menyalahkan dirinya terus.

Ting tong ting tong…. bel apartement Youngmi berbunyi.

“Siapa sih malam-malam begini datang? Tidak tahu apa aku sedang bersedih?” omel Youngmi. Dia segera menghapus air matanya dan berdiri untuk membuka pintu.

Youngmi membuka pintu sambil terisak-isak menahan tangisnya, “Jaejin oppa?” ternyata yang datang adalah Jaejin, dia berusaha untuk menutup pintu kembali namun terus ditahan oleh Jaejin.

“Youngmi-ah, jebal!” pinta Jaejin. Youngmi kemudian pasrah dan membukakan pintu untuk Jaejin. Youngmi tidak berani menghadap Jaejin dengan keadaannya sekarang ini.

“Untuk apa oppa datang ke sini?” tanya Youngmi berusaha menahan tangisnya tanpa berbalik ke arah Jaejin.

“Youngmi-ah, mianhae!” ucap Jaejin.

“Untuk apa?”

“Untuk sikapku padamu selama ini, untuk tiga tahun yang lalu, dan untuk semua ini,” Jaejin menunjukkan surat-surat yang tadi dijatuhkan Youngmi.

“Mwo?” Youngmi kaget mendengar semua ini. Dia memberanikan diri berbalik ke arah Jaejin, “Jadi kau, kau prince?” tanya Youngmi, Jaejin hanya mengangguk. Sekarang Youngmi sudah tidak bisa lagi menahan tangisnya, dia semakin bingung dengan semua ini. “Bagaimana mungkin?” Jaejin mendekati Youngmi dan menghapus air mata Youngmi.

“Young-ah, mianhae! Aku ini pengecut! Aku sama sekali tidak punya nyali untuk memberitahumu tentang perasaanku, perasaan yang sejak tiga tahun lalu tidak pernah berubah, sikapku selama ini padamu hanya untuk menutupi semuanya,” jelas Jaejin.

“Ti… tiga tahun?” tanya Youngmi. Dia sangat shock sehingga lidahnya keluh.

“Ne, aku menyukaimu sejak kau menjadi hoobaeku di SMA, sejak pertama kau muncul di hadapanku dan tanpa sadar memanggilku prince. Aku tidak peduli lagi bagaimana tanggapanmu padaku sekarang, aku… aku hanya ingin kau tahu, aku mencintaimu! Saranghae Young-ah!” Jaejin memeluk Youngmi yang masih bediri mematung. “Young-ah, aku mohon jangan diam saja, katakan sesuatu!”

“Oppa!”

“Ne.”

“Na… naddo,” ucap Youngmi. Youngmi membalas pelukan Jaejin.

Jaejin mendudukkan Youngmi di sofa dan mengambilkan segelas minuman untuk Youngmi. Setelah itu Youngmi menjelaskan semuanya.

“Oppa, aku juga menyukaimu sejak tiga tahun yang lalu.”

“Jinjja? Aigo, kau tidak bercanda, kan? Mana mungkin, aishh!”

“Ne, aku tidak pernah berani memberitahumu karena kau begitu populer sedangkan aku, aku hanya yeoja biasa.”

“Kau itu bukan yeoja biasa Youngmi-ah, entah kenapa dimataku kau adalah bintang yang bersinar paling terang,” Jaejin kembali memeluk Youngmi. “Tahu begitu, aku akan bilang padamu sejak tiga tahun lalu.”

“Yah, aku juga, seandainya tiga tahun lalu aku bilang kalau aku menyukaimu, aku pasti tidak akan tersiksa lahir batin setiap hari karena bertemu denganmu,” kata Youngmi.

“Apakah aku sejahat itu padamu?”

“Yak, tuan Jaejin! Kau sama sekali tidak sadar yah kalau kau sangat semena-menah padaku,” jawab Youngmi.

“Hehe, mianhae! Jadi?”

“Jadi?”

“Kau mau menjadi yeoja chinguku?” tanya Jaejin.

“Hmmm, aku pikir-pikir dulu yah! hahaha,” jawab Youngmi.

“Youngmi-ah!!” rengek Jaejin.

“Hahaha, ne, ne, prince Jaejin!”

“Yeaaah,” teriak Jaejin.

Akhirnya Jaejin dan Youngmi menjadi sepasang kekasih malam itu. Jaejin mengajak Youngmi ke loteng untuk melihat bintang.

Ting Ting Ting Ting…. jam berdenting tanda  tengah malam.

“Young-ah!”

“Ne?”

“Saengil chukkae!” ucap Jaejin.

“Kau ingat ulang tahunku?” tanya Youngmi.

“Tentu saja, tiga tahun lalu aku mengirimkan surat itu sepuluh hari sebelum ulang tahunmu, sama seperti sekarang,” jawab Jaejin.

“Wahhh,” Youngmi memeluk Jaejin sangat erat.

Jaejin mengeluarkan sebuah amplop surat pada Youngmi. “Ini adalah surat cinta terakhirku untukmu.”

“Waeyo, oppa? Aku bahagia dengan semua suratmu, aku mau terus mendapatkannya,” pinta Youngmi.

“Karena mulai sekarang aku akan langsung mengucapkan isi surat-surat itu untukmu,” ucap Jaejin, Youngmi hanya bisa tersenyum bahagia. Ternyata orang yang dicintainya selama ini juga mencintainya.

“Oppa, nyanyikan aku lagu ulang tahun!” pinta Youngmi.

“Ne, saengil chukkae hamnida, saengil chukkae hamnida, saranghaeyo Park Youngmi, saengil chukkae hamnida!”

I worry too much, don’t I?

I’m talking too much, aren’t I?

I’m only telling you things like a habit.

I keep seeing your tears

and so everyday is difficult.

 

Are you doing well?

Aren’t you sick?

I worry about you without me.

I hope that you eat well even if you are busy,

bundle up when it’s cold

and live strongly without crying.

 

Why didn’t I realize how precious you are back then?

Why was I numb when love was coming to me,

but missing it now after it’s gone?

 

I didn’t know when you are right beside me.

Because I was a foolish man,

Because I was a stupid man.

I realized after you left.

I believe that you’ll do fine just as I know you will.

I don’t want to stain your smiling picture with my tears

so today,

I keep on smiling.

-Love Letter by FT Tripple-

~-The End~

2 thoughts on “[Fanfic] Love Letter

  1. Annyeong..
    Reader bru d sni..
    First reader kah.??
    Huwaaa
    #bgga jd p1

    So sweet…
    Keren thor ff’a..
    Aq tggu ff slnjt’a.!!
    FIGHTING…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s