[Fanfic] Shining Star : The Special Gift, The Last Saranghaeyo? (1/2)

Cast: Ryeowook , Kyuhyun, Yesung, Sungmin, Donghae, Leeteuk, Eunhyuk, Jonghyun, Key, SM Artis

Genre: Romance

Ini adalah ff special buat ulang tahun Ryeowook oppa… Please enjoy it!! ^^

* * * * *

Hyunchan POV

Aku sekarang di sini, berdiri di depan pintu dorm Super Junior, kupencet bell untuk memberitahu penghuninya aku di sini…hehe

“Nuguya?” tanya seseorang dari balik pintu. “Oh, Dokter Choi, silahkan masuk!” pintanya setelah mengetahui aku yang datang.

“Hei tuan Cho, sejak kapan kau seformal ini? aku ini belum jadi dokter tau, masih calon dokter,” tanyaku sambil cengingisan.

“Haha, aku hanya meledekmu Nona Choi, kau ke sini mencari jagimu, kan?” tanya Kyuhyun oppa.

“Ne, dia ada?” tanyaku.

“Dia sedang mengepack barangnya di kamar bersama Yesung,” jawabnya.

“Kebiasaan oppa, ckck. Tidak bisakah kau sedikit sopan terhadap hyungmu? sifatmu ini yang membuatmu tidak punya pacar sampai sekarang, padahal kau tahu kan jelas-jelas ribuan fans menginginkanmu menjadi kekasihnya,” tanyaku sambil mengambil posisi di sampingnya.

“Ya Choi Hyunchan! aku hanya belum bertemu yang tepat,” belanya.

“Sungguh kasihan gadis yang akan menjadi kekasihmu,” ucapku sambil menopang dagu dan menatapnya lekat, kulihat wajahnya sudah mulai berubah dan sepertinya siap menerkam. “hehehe aku hanya bercanda,” kataku dan segera menjauh darinya sebelum aku dapat masalah.

“Hyunchan-ah, ngomong-ngomong tumben kau datang sendiri?” tanyanya dan membuatku kembali berbalik ke arahnya.

“Heh? aku memang selalu sendiri kan? kecuali? hahaha, aku mengerti kecuali terakhir kali aku ke sini bersama Lee Sora temanku,” kataku memandang curiga.

“Hei, kenapa kau memandangku seperti itu?” tanyanya gelisah.

“Sudahlah Cho Kyuhyun, mengaku saja, kau tertarik padanya, kan?” tanyaku semakin memandang curiga.

“ah, aniya, aku hanya… aku… Bukankah kau selalu datang bersama Eunmin-sshi? yah Eunmin-sshi, kemana dia? Yesung hyung mencarinya tau,” bantahnya, gelagatnya semakin tidak jelas, sudahlah, aku menyerah, tidak ada gunanya memaksanya jujur, gengsi si evil ini lebih tinggi dari apa pun.

“Eunmin masih perlu menangani beberapa masalah di rumah sakit, mungkin 2 jam lagi dia ke sini,” kataku lalu pergi dari sana, aku bisa gila kalau terus-terusan bersama namja ini.

Aku membuka pintu kamar Wook oppa yang tidak terkunci, “Oppa, annyeong!” sapaku pada Wook oppa dan Yesung oppa yang masing-masing sedang sibuk memasukkan barang ke ransel hitamnya.

“Jagiya, sejak kapan kau ke sini?” tanya Wook oppa sambil berjalan ke arahku dan merangkulku.

“Belum lama, aku hanya mengobrol sebentar dengan Kyu oppa di ruang tengah.” jawabku.

“Oh jinjja? kau baik-baik saja, kan? si evil itu tidak menjahilimu, kan?” tanya Wook oppa dengan gelisah dan membolak-balik tubuhku seaka-akan mencari bagian tubuhku yang mungkin saja lecet karena Kyu oppa, seevil apakah Kyu oppa itu sampai Wook oppa sangat khawatir, aku juga bingung.

“Aniya oppa, gwenchana, Kyu oppa baik-baik saja padaku,” kataku.

“Sudahlah Wookie-yah, Kyu juga tidak sejahat itu, masa’ dia tega menyakiti dokter yang merawatnya sendiri, hahaha,” kata Yesung oppa.

“Aniya, aku hanya takut kalau Kyu mengerjai yeojaku seperti selama ini mengerjai kita, hehe,”

“Aniya, oppa. Kyu oppa selalu baik kok padaku,” kataku menenangkannya. “Mau aku bantu?” tanyaku pada Wook oppa setidaknya untuk mengalihkan pembicaraan.

“Ne.” Aku dan dia duduk di tepi tempat tidurnya dan membantu merapikan barang-barangnya. Hari ini Super Junior akan berangkat ke Paris untuk melaksanakan SM Town Live in Paris bersama artis-artis SM Entertainment lainnya. “Kau benar-benar tidak bisa ikut?” tanyanya tanpa menghadap padaku.

Aku menarik tangannya yang sedang memasukkan pakaian ke ranselnya, “Oppa, mianhae! Saat ini adalah saat-saat terpenting dalam pendidikanku untuk menjadi seorang dokter, aku tidak bisa meninggalkannya,” jelasku sambil melontarkan senyum padanya.

“Mianhae, kalau aku kedengarannya memaksamu, mianhae! aku mengerti kau tidak mungkin meninggalkannya,” ujarnya mengerti. Aku membelai pipinya lembut untuk menengkannya dan dia kembali tersenyum.

“Hmmm,” sela Yesung oppa yang sepertinya terlupakan oleh kami.

“Hehe, mian oppa!” kataku padanya Yesung oppa. “Oh iya, Eunmin titip pesan, katanya dia akan terlambat karena pasiennya banyak sekali hari ini.”

“Oh, jinjja! Sore ini aku akan pergi dan dia sama sekali tidak peduli,” omel Yesung oppa.

“Aniya oppa, Eunmin bahkan membatalkan beberapa janjinya untuk menemuimu hari ini,” belaku.

“Aku rasa dia bahkan lebih sibuk daripada aku sekarang, tapi aku akan terus mengerti keadaannya karena selama ini dia selalu bisa mengerti keadaanku,” kata Yesung oppa sambil tersenyum.

“Haha, yeoja chingumu itu sangat konsisten pada pekerjaannya, jadi mengertilah hyung,” kata Wook oppa.

“Ne.” Aku, Ryeowook oppa, dan Yesung oppa keluar dari kamar dan bergabung bersama Kyu yang sedang nonton TV.

“Ngomong-ngomong member lain mana? Bukankah Sore ini kalian harus berangkat?” tanyaku bingung.

“Leeteuk hyung, Shindong hyung, dan Eunhyuk sedang syuting untuk Strong Heart. Siwon hyung sedang syuting drama barunya,  Sungmin hyung katanya keluar membeli sesuatu bersama Donghae hyung, dan Heechul hyung syuting Radio Star, sebentar lagi pasti mereka kembali, ini sudah jam 1,” jelas Wook oppa panjang lebar.

“Ohh, arasseo!”

ting tong ting tong…

Bel berbunyi, Yesung oppa segera berdiri untuk melihat siapa yang datang dan membuakakan pintu. “Oh, Hyunchannie kau di sini!” ucap Sungmin oppa membawa belanjaan bersama Donghae oppa.

“Ne, apa oppa sudah bertemu Kazuko unnie? Dia marah sekali padamu, karena oppa tidak memberitahunya kalau akan pergi ke Paris,” jelasku.

“Jinjja? Mati aku! Aku hanya tidak ingin membuatnya khawatir, pantas saja dia tidak mau mengangkat telponku dan tidak membalas smsku,” ujar Sungmin oppa sambil meletakkan barang bawaannya.

“Sepertinya kau harus segera menjelaskannya, hyung,” kata Donghae oppa.

“Ne, aku akan segera ke kantornya!” kata Sungmin oppa dan segera mengambil kunci mobilnya, mungkin akan menemui Kazuko unnie.

“Hyung, bagaimana denganmu?” tanya Kyu oppa pada Donghae oppa.

“Bagaimana apanya?” tanya Donghae oppa kembali.

“Chanjung?”

“Oh, dia akan segera datang, dia juga mau akan ikut ke Paris,” jawab Donghae oppa dengan senyum merekah.

“Heh? Apa yang kau katakan pada fans nantinya?” tanya Yesung oppa.

“Hehe, aku hanya bilang dia asistantku,” jawab Donghae oppa. “Aku benar-benar tidak ingin melewatkan kesempatan ini untuk bersamanya.”

“Wah, benar-benar ribet yah punya pacar!” keluh Kyu sambil menyuap keripik yang baru saja dibeli oleh Sungmin oppa.

“Daripada kau, tidak punya pacar!” Ledek Yesung oppa.

“Ah jinjja! Aku hanya tidak mau salah pilih,” omelnya dengan mulut penuh.

“Yah, Kyu oppa, sebaiknya jangan pilih-pilih, kalau kau menyukai seseorang bilang saja dan jangan membesarkan gengsimu di hadapan seorang gadis. Lihat, kau bahkan tak terurus sekarang, kau semakin kurus saja, cepatlah cari pacar!” ujarku sambil mencubit pipinya lalu merebut keripik yang dia pegang.

“Yah, Choi Hyunchan! Kau memang dokterku tapi tidak berhak mengaturku!” katanya dengan bibir yang dimanyunkan kemudian merebut kembali keripik di tanganku.

“Yah, Cho Kyuhyun! Jangan membentak-bentak yeojaku!” bentak Wook oppa tidak terima. Aku menahannya untuk tidak bertengkar karena sekarang aku duduk di antara mereka. Aku hanya takut Wook oppa akan mendapat masalah dengan si evil maknae ini.

ting tong ting tong…..

Bel kembali berbunyi dan sekarang Donghae oppa yang membukakan pintu. “Oh, Hyunchan kau juga di sini?” tanya Chanjung yang baru saja datang bergandengan dengan Donghae oppa, mereka memang serasi.

“Ah, ne… aku tidak mungkin membiarkan Wook oppa pergi sebelum aku sempat menemuinya,” jawabku. “Kau ikut ke Paris?” tanyaku melihat barang bawaannya yang lumayan banyak.

“Ne, Nara unnie dan Heehyun juga pergi, kau?” tanyanya kembali. Aku menoleh ke arah Wook oppa yang sepertinya sedih.

“Aku sedang menyusun skripsi saat ini, jadi tidak boleh meninggalkan pekerjaanku untuk sementara,” jelasku lalu kembali memandang Wook oppa yang pura-pura sibuk. Aku yakin dia sangat berharap aku bisa ikut dengannya. Aku meraih tangannya kemudian menggenggamnya erat. Dia berbalik dan tersenyum padaku.

“Ooh,” balas Chanjung mengerti dan tidak ingin melanjutkan pembicaraan ini, dia pasti tahu kalau Ryeowook oppa sedih. “Oppa, kau sudah merapikan barangmu?” tanya Chanjung mengalihkan pembiacaraan kepada Donghae oppa.

“Aniya, belum semuanya. Kau mau membantuku?” tanya Donghae oppa, yang dibalas anggukan Chanjung. “Kajja!” Donghae oppa mengajak Chanjung ke kamarnya untuk mengepack barangnya. Kyu oppa menampakkan ekspresi ingin muntah melihat mereka berdua, aku rasa dia hanya iri.

ting tong ting tong….

Sekali lagi bel berbunyi, Yesung oppa segera membuka pintu dan kali ini yang datang adalah Leeteuk oppa, Eunhyuk oppa, Nara unnie, dan Heehyun.

“Annyeong Hyunchan!” sapa mereka bersamaan.

“Ne, annyeong!” balasku tak lupa senyum.

“Hyun-ah, aku ke kamar dulu yah ganti baju,” kata Eunhyuk oppa sambil lalu. Leeteuk oppa juga ke kamarnya dan mengisyaratkan Nara unnie untuk menunggunya.

“Wah, sepertinya ruangan ini sangat pengap dengan cinta,” kata Kyu oppa sambil menyuap keripik lagi ke mulutnya, aku segera menginjak kakinya sehingga dia meringis kesakitan. Dia segera menutup mulutnya dan kembali ke kamarnya.

* * * * *

Sekarang kami semua ada di bandara, Sungmin oppa berhasil memberi pengertian pada Kazuko unnie jadi dia tidak marah lagi dan bersedia mengantar Sungmin oppa. Mereka semua terlihat begitu rileks, Kyu oppa dengan kaos cream dipadukan dengan blero hitam di luarnya dan jins biru sebagai bawahan. Yesung oppa yang paling simpel, hanya dengan kaos hitam dan jins hitam. Sungmin oppa dengan kaos hitam putih dipadukan dengan kardigan hitam, dia juga memakai topi abu-abu dan bawahan jins abu-abu. Dan tentu saja namja tertampan di antara mereka Kim Ryeowook…hahaha, dia menggunakan kaos putih dengan luaran biru dan bawahan jins cream serta sepatu biru.

“Oppa jangan macam-macam yah di sana!” ancam Kazuko unnie.

“Ne,  kau baik-baik yah di sini!” kata Sungmin oppa yang dibalas anggukan Kazuko unnie.

“Kyu oppa, kau tidak lupa bawa obat-obatmu, kan?” tanyaku pada Kyu setidaknya memberi dia sedikit perhatian, aku ini juga salah satu dokternya.

“Ne,” jawabnya cuek kemudian melangkah masuk.

“Kyaa, kemana yeoja itu?” gumam Yesung oppa, sambil membolak-balik hp nya dan masih dengan headset ditelinga, sepertinya sejak tadi dia tidak berhasil menghubungi Eunmin.

“Lima belas menit lagi pesawatnya akan berangkat, jadi bersiap-siaplah!” kata manager.

“Ne,” jawab semua member bersamaan.

“Jagiya, jaga dirimu baik-baik yah!” pesan Wook oppa sebelum dia pergi.

“Hyung ayo cepat!” ajak Donghae oppa pada Yesung oppa yang dari tadi masih gelisah karena Eunmin belum datang. Terpaksa dia berbalik dan pergi karena tidak ada waktu tersisa.

“Oppa!!” panggil seorang yeoja saat para member melangkah menuju pesawat. Dia adalah Eunmin.

“Kya, Eunmin-ah kenapa kau lama sekali?” kata Yesung oppa sembari memeluk kekasihnya itu, untung saja di sini aman karena para fans tidak dibiarkan masuk dan artis SM lainnya sudah masuk ke pesawat, tinggal Yesung oppa, Ryeowook oppa, aku, dan Kazuko unnie yang  masih di sini.

“Mianhaeyo oppa! Aku betul-betul tidak bisa meninggalkan pekerjaanku tadi,” kata Eunmin.

“Kenapa tidak mengangkat telponku? Setidaknya aku ingin mendengar suaramu sebelum aku pergi,” ujar Yesung oppa sambil melepaskan pelukannya.

“Jinjja? Aish, aku melupakan hpku di atas meja kantorku, mianhaeyo!” ucap Eunmin.

“Ne, sudahlah! yang penting sekarang kau di sini, jangan sampai seperti waktu aku mau ke Indonesia, kau sama sekali tidak mengantarku,” omel Yesung oppa.

“Ne, hehe, Oppa hati-hati yah!”

“Ne, jaga dirimu baik-baik!”

“Jangan melirik gadis di Paris! Awas kalau macam-macam!” ancam Eunmin.

“Ne, ne, kau juga jangan macam-macam di sini! Aku pergi dulu,” kata Yesung oppa sambil mengecup kening Eunmin.

“Oppa jahat! Baru saja meninggalkanku selama sebulan ke Taiwan dan sekarang meninggalkanku lagi,” omelku saat melihat Wook oppa bersiap-siap.

“Mianhae, aku akan segera kembali!” kata Wook oppa sambil memegang tanganku.

“Jangan lupa makan dan jaga kesehatan oppa!” pesanku. “Kau harus berjanji pipimu tidak akan semakin tirus setelah kembali ke sini,” kataku sambil mencubit pipinya yang tirus.

“Hehe, ne, tapi aku tidak janji akan ingat pesanmu, jadi kau harus tetap mengingatkanku,” kata Wook oppa.

“Ne, aku akan selalu mengangatkanmu!”

“Aku pergi dulu yah! Jaga dirimu baik-baik!” Dia mencium keningku dan melangkah masuk bersama Yesung oppa. Tiba-tiba dia berhenti melangkah dan berjalan kembali ke arahku.

“Waeyo oppa?” tanyaku bingung.

“Entah kenapa perasaanku sangat tidak enak, aku sepertinya tidak ingin meninggalkanmu,” ucapnya.

Aku tersenyum mendengar perkataannya, “Gwenchana oppa! Pergilah! Ini kan hanya sebentar, tidak seperti waktu kau ke Taiwan sangat lama!”

“Ne, aku pergi!” perlahan dia bebalik dan hilang dari pandanganku. Aku, Eunmin, dan Kazuko unnie keluar bandara dan kembali ke rumah.

* * * * *

Ryeowook POV

“Kenapa kakiku terasa berat sekali meninggalkannya?” batinku. “Seakan aku tidak akan bertemu dengannya dalam waktu lama. Aish, Wookie-yah, jangan pikir macam-macam! Ini hanya dua hari,” batinku masih tetap saja gelisah.

“Hyung, kau baik-baik saja?” tanya Jonghyun yang duduk di sampingku membangunkanku dari lamunanku.

“Ah, ne Jonghyunnie!” jawabku singkat tak lupa dengan senyum. “Aku akan segera menghubunginya kalau sudah sampai, untuk meyakinkan kekhawatiranku tidak beralasan,” batinku lagi.

* * * * *

Hyunchan POV

“Kenapa kepergian Wook oppa terasa berat sekali yah? Padahal kan cuma dua hari, tapi rasanya lebih berat dibanding waktu dia ke Taiwan selama sebulan,” batinku saat membaringkan tubuhku di tempat tidur. “Ah, jinjja? Sebentar lagi ulang tahunnya, mwo? 11 hari lagi, aigo!”

shining star like a little diamond makes me love….

“Kyaa, Wook oppa!” aku segera mengambil hpku yang tengah berdering di sampingku, dia janji akan segera menghubungiku sesampainya di sana.

“Yeoboseyo, oppa?” tebakanku tepat, Wook oppa yang menelpon.

“Ne, yeoboseyo! Gwenchanayo?” tanya Wook oppa dari seberang sana.

“Ne, gwenchana. Oppa?” tanyaku kembali.

“Ne, naddo. Aku sudah di Paris dan baru berhasil keluar dari kerumunan ELFs, mian baru menelponmu,” katanya lagi.

“Andwe, gwenchana!” ucapku.

“Wah, di sini indah sekali. Aku  sangat berharap suatu saat kita bisa ke sini bersama.”

“Hehe, semoga saja! Tak perlu ke Paris asal bersama oppa, aku akan bahagia,” kataku mencoba menenangkannya, karena terdengar nada yang khawatir dalam suaranya.

“Haha, gomawo!”

“Ne, cepat kembali yah!”

“Ne, jangan khawatir, sudah dulu yah!”

“Oppa?”

“Ne, Waeyo?”

“Saranghaeyo! Jeongmal Saranghaeyo!”

“Naddo saranghaeyo, jagiya!” Entah kenapa aku ingin sekali mendengar kata itu darinya, seperti kata itu adalah kata…. ‘Aish, Hyunchan, jangan pikir yang macam-macam. Kau pasti bertemu dengannya lagi.’

“Hyunchannie? Gwenchanayo?” Ah Wook oppa masih di sana.

“Ne, oppa gwenchanayo!”

“Aku tutup telponnya yah?” tanyanya.

“Ne,” telpon kami pun terputus.

* * * * * *

Ryeowook POV

“Kenapa suaranya bergetar?”

“Siapa?” tanya Kyu yang tiba-tiba muncul entah dari mana.

“Kya, Kyu sejak kapan kau di sini?” tanyaku karena ini bukan kamarnya.

“Cukup lama menunggumu menelpon dengan yeojamu,” jawabnya. “Naddo, saranghaeyo, jagiya! hahaha,” ledeknya.

“Bilang saja kau iri karena tidak punya pacar,” ledekku kembali. “Eh Kyu, bilang saja padanya cepat!”

“Eh, maksudmu?” tanyanya bingung.

“Kau suka pada Sora-sshi, kan?” tebakku, Hyunchan yang memberitahuku tentang ini.

“Heh? Siapa bilang? Aniya, pasti ini dari Hyunchan, kan?” Haha, sepertinya dia betul-betul menyukainya karena Kyu akan mengelak dan salah tingkah jika suka pada seseorang.

“Hahaha,” aku hanya tertawa.

“Waeyo?” tanyanya.

“Lihat wajahmu sudah mulai memerah!” kataku.

“Ah, sudahlah!” katanya sambil melempar bantal padaku dan berjalan keluar kamar.

“Ah Kyu, tunggu! Ada apa kau datang ke sini?”

“Ah, itu…. lupakan saja!” ucapnya. “Eh Ryeowooga, bukankah Hyunchan tidak suka rambut merah?” tanyanya sebelum keluar dari kamar ini.

“Yah, dia benar. Aku lupa tentang hal ini, baru tadi aku mengecat rambutku dengan warna merah, ottoke?” kataku sambil mengacak-ngacak rambut.

* * * * *

Hyunchan POV

Ini sudah jam 11 malam, “SM Town baru buka akun facebook, haha aku juga akan membuat satu,” ku ambil laptopku dan mengakses internet lalu membuat akun facebook. Aku dengar SM akan mengupdate SM Town Paris di facebook. Tidak butuh waktu lama, akunku sudah terbuat. Choi Hyunchan Eternal ELF, haha, aku menggunakan nama itu dan memasang foto Wookie oppa agar orang-orang mengira aku hanya seorang fans…hehe.

“Jinjja? SM daebak! mereka sudah mengupload perform dari SM Town Paris,” segera aku melihat perform Super Junior Don’t Don. “Kyaa, itu Wook oppaku! Dia keren sekali, bogoshipta!” kataku. “Tunggu, apa yang terjadi dengan rambutnya? Merah? Aku sama sekali tidak menyadarinya sejak kapan dia mengecat rambutnya? Aku tidak memperhatika rambutnya tadi. Ah, Kim Ryeowook! Tapi? Dia kelihatan keren….”

Shining star like a little diamond, makes me love….

“Yeoboseyo?”

“Hyunchannie, mianhae!”

“Waeyo, oppa?”

“Aku sudah mengecat rambutku! Kau tidak sadar itu?”

“Ini bukan pertama kalinya kan?” ucapku pura-pura tidak tahu. “Asal jangan warna orange atau MERAH saja!” lanjutku dengan menekankan kata merah.

“Kau sudah lihatkan tadi?” tanyanya.

“Menurut oppa?”

“Yah, Hyunchannie, jebal, ini tuntutan pekerjaan!”

“Terus?” aku tertawa kecil membayangkan wajahnya sekarang ini.

“Hyunchannie, jeongmal mianhae! Aku mengecatnya dengan warna merah… mianhae!” pintanya memohon.

“Hahahaha,” tawaku pecah. “Gwenchana oppa, kau terlihat sangat keren!”

“Jinjja?”

“Ne, aku sudah melihat penampilanmu di sana, oppa neomu bogoshipta!” kataku.

“Haah, syukurlah kau suka! Kenapa kau tidak mempermasalahkan rambutku sejak tadi sore? Kalau begitu aku akan mempertahankan warna ini,” katanya.

“Ah, andwe, aku tetap lebih suka rambutmu yang hitam, arasseo? Aku hanya baru saja menyadarinya sekarang kalau rambutmu itu sudah berubah.”

“Haha, sudah kuduga, Kau pasti terlalu terpesona denganku! Aku hanya bercanda, cepat sana tidur! Ini sudah jam setengah 12,” perintahnya.

“Oppa juga, jangan tidur terlalu larut!”

“Ne,” telpon pun terputus.

“Tunggu! tidak ada kata saranghaeyo,” aku segera mengambil hpku dan menulis pesan untuknya.

Oppa, Saranghaeyo!

* * * * *

Ryeowook POV

“Aigo, aku sudah tidak sabar sampai di Korea.”

“Huft, padahal baru dua hari tidak bertemu,” gerutu Kyu yang berdiri disampingku.

“Hei, Kyu… kenapa akhir-akhir ini kau sering muncul seperti hantu?” tanyaku yang kaget dengan kedatangannya.

“Aniya, aku hanya ingin meminjam charger hpmu,” katanya.

“Ini,” aku melemparkan charger ke arahnya dan dia sukses menangkapnya.

“Kau belum beres-beres? Kita kan pulang besok pagi,” tanya Yesung hyung yang baru saja dari kamar kecil.

“Ne, aku baru membereskan sebagian,” jawabnya. aku tidak terlalu peduli, yang sekarang di pikiranku hanya secepatnya bertemu dia, yeoja chinguku.

Superstar ijen naya mokseoril nop-yeo jilreo

naega nuguyeottdeon OK nae kkum-eul hyanghayeo Let’s go

Sebuah hp berdering, yang pasti bukan milikku,“Yeoboseyo?” ternyata itu milik Yesung hyung.

“Ne, kami akan pulang besok,” katanya lagi.

“…..”

“Jinjja? Mau menjemput kami?”

“…”

“Arasseo…, hahaha,” Yesung hyung terlihat sangat senang.

“Saranghaeyo!” Yesung hyung menutup telponnya.

“Wookie-yah, katanya besok Eunmin dan Hyunchan akan menunggu kita di bandara,” kata Yesung hyung sambil duduk di sampingku dan membereskan barang-barangnya.

“Jinjja? Kenapa Hyunchan tidak memberitahuku yah?”

shining star like a little diamond, makes me love…..

“Haha, baru saja dibicarakan,” kataku pada Yesung hyung setelah melihat nama yang terpampang di hpku. “Yeoboseyo?”

“Oppa, aku akan menunggumu besok di bandara, arasseo?”

“Ah andwe, kau tidak perlu repot-repot, aku akan segera menemuimu sesampainya di Korea,” kataku.

“Ah, aniya, aku sudah putuskan untuk menjemputmu bersama Eunmin, jadi tunggu saja, arasseo?” katanya lagi dangan nada tegas.

“Ne, arasseo.”

“Haha, selamat malam oppa!”

“Ne, selamat malam! Saranghaeyo!”

“Naddo saranghaeyo, oppa!” ucapnya dan telpon pun terputus. Yak, kenapa mataku panas mendengar kata itu? Air mataku serasa ingin mengalir begitu saja. Perasaan apa ini?

“Wookie-yah, gwenchanayo?” tanya Yesung  hyung.

“Hah? ne, gwenchana! Perasaaanku hanya tidak enak,” jawabku.

“Sudahlah, jangan pikir macam-macam!” kata Yesung hyung. Benar katanya, aku tidak boleh berpikir yang macam-macam. Aku kembali merapikan pakaianku ke dalam ransel.

* * * * *

Autor POV

“Umma, hari ini Ryeowook oppa pulang!” pekik Hyunchan sambil memeluk ummanya yang sedang menyiapkan sarapan.

“Jinjja? Anak umma, baru dua hari tidak bertemu sudah rindu setengah mati, ckck,” ujar umma Hyunchan sambil meletakkan makanan yang sudah ia buat.

“Hehe, ne umma. Umma, sebentar lagi Eunmin datang menjemputku, kami berdua akan menjemput oppadeul di bandara,” kata Hyunchan sambil menyuap roti dengan selai coklat yang sudah di buatkan ummanya.

“Apakah kau harus pergi?” tanya umma Hyunchan.

“Ne, umma!”

“Kenapa perasaan umma tidak enak yah?” tanya umma Hyunchan lagi.

“Waeyo umma? Gwenchanayo? Apa darah tinggimu kambuh lagi?” tanya Hyunchan sambil mendudukkan ummanya di kursi makan.

“Aniyo, hanya saja pikran umma tidak tenang,” kata Umma Hyunchan.

“Istirahatlah! Biar aku yang bereskan semua ini sebelum aku pergi,” kata Hyunchan.

“Hyunchan-ah,” panggil Umma Hyunchan sewaktu akan menuju kamarnya.

“Ne, umma?”

“Hati-hati yah!” pesan umma Hyunchan.

“Gwenchanayo umma!” kata Hyunchan sambil tersenyum menenangkan ummanya. Ummanya merasakan ada sesuatu di senyum putrinya itu.

* * * * *

“Umma, Eunmin sudah datang, aku pergi dulu yah!” teriak hyunchan.

“Ne, hati-hati di jalan!” teriak umma Hyunchan dari dalam kamar. “Sampaikan pada Eunmin salam umma.”

“Ne, arasseo!”

“Eunmin, umma titip salam untukmu, dia sedang tidak enak badan jadi tidak bisa menemuimu dulu,” jelas Hyunchan.

“Oh, arasseo. Bisakah kau yang menyetir? Aku sedikit mengantuk karena terlambat tidur tadi malam,” kata Eunmin.

“Ne, arasseo!” Hyunchan dan Eunmin naik ke mobil dan berangkat menuju bandara.

* * * * *

Ryeowook POV

“Sebentar lagi pesawat akan mendarat, jadi kencangkan sabuk pengaman kalian!” kata operator pesawat.

“Akhirnya, sampai di Korea!” gumam Key yang sekarang duduk di sampingku. Aku hanya tersenyum mendengarnya, dia benar ‘Sebentar lagi aku akan bertemu dengannya! Kekhawatiranku sangat tidak beralasan.’

“Wah hyung, sepertinya kau senang sekali kembali ke Korea?” tebak Key.

“Haha, Kibum kau ada-ada saja, apakah terlihat begitu jelas?” tanyaku.

“Ne, sangat jelas. Apa ada yang menunggumu? Aku perhatikan juga selama di Paris, kau seperti meninggalkan setengah nyawamu di tempat lain, hahaha,” lanjutnya.

“Jinjjayo? Hehe, kau benar!” kataku membenarkan. Tidak ada yang tahu tentang hubunganku dengan Hyunchan selain keluargaku, dan keluarganya, member Super Junior? Yah, mereka kan keluargaku, hehe. Hanya ada satu keluargaku yang belum boleh tahu, yah mereka ELF…

“Kau tidak mau mengenalkannya padaku?” tanya Key lagi.

“Heh? Nuguya?” tanyaku pura-pura tidak mengerti.

“Sudahlah hyung! Aku melihat kau mencium keningnya kemarin di bandara, Yesung hyung juga dengan gadis yang satunya dan gadis yang satunya lagi, bukankah tunangan Sungmin hyung?” jelasnya, sangat jelas dan mungkin saja orang lain bisa dengar. Aku segera menbekap mulutnya. Tebakannya sangat jitu.

“Kibum-ah, tidak ada orang lain yang melihat, kan?” tanyaku memastikan.

“Aniya, waktu itu, aku baru saja kembali dari toilet dan melihat kalian, jadi tebakanku benar?”

“Ne, itu benar, lain kali aku akan memperkenalkannya padamu, kau harus janji tidak menceritakan hal ini pada orang lain!” pintaku.

“Aku tidak janji!” kata Key.

“Yak, Kibum. Bantulah hyung-hyungmu, kau tidak mau kami dapat masalah, kan?”

“Oke, arasseo!” ucapnya sambil melakukan gerakan mengunci mulut.

“Gomawo, Kibummie!”

* * * * *

Author POV

“Hyunchan-ah, sepertinya kau bahagia sekali?” tanya Eunmin.

“Ne, kau juga, kan?” tanya Hyunchan kembali.

“Ne, tentu saja!” Hyunchan terus berkonsentrasi menyetir menuju bandara.

Pada perempatan menuju bandara tiba-tiba saja truk besar melintas…..

Bruuuuukkkkkkkkk, terjadi tabrakan saat truk besar itu melaju dengan kecepatan penuh keluar dari area bandara sedangkan dari sisi lain terdapat mobil yang melaju menuju bandara.

Itu adalah mobil yang ditumpangi Hyunchan dan Eunmin. Truk yang menabraknya adalah truk pengangkut barang yang sangat besar sehingga mobil yang kira-kira sepersepuluh dari truk itu tebalik dan terhempas kepinggir jalan kemudian menabrak sebuah pohon besar…..

* * * * *

to be continued….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s