[Fanfic] Choice (1/4)

Based on DBSK’s MV Before You Go
Sebenarnya dalam MV ini kan ada dua bintang lagi yang berperan yaitu Choi Jong Yoon dan Go Ara. Nah, dalam FF ini, atashi menjadikan mereka dalam nama yang berbeda.

Cast :
1. TVXQ Jung Yunho
2. TVXQ Shim Changmin
3. You as Han Sooyeon*
4. You as Cho Hyemi*
5. Yoon Jiho

Note: *choose one! ^_^

Geudaeman baraboneun geosi budahmseureopdago
neukkindamyeon nan ejae geuman ddeonalgae
Nae gamjungeul daseuriji mot-hae geudael
gwaeropgae haetdun georamyeon ejae nan mulleonalgae

10 Maret 2010
“ Benar tidak apa-apa jadi denganku? Aku ini seorang intel, tentunya akan sering terlibat kasus-kasus rumit dan berbahaya. Nyawaku juga akan sering terancam. Aku juga.. mungkin tidak memiliki banyak waktu untukmu. “ katanya sambil melirik orang yang duduk di sebelahnya.
Sosok itu tersenyum, “ Tidak apa-apa! Sungguh! Aku mengerti, kok! Kita jalani saja seperti ini, tidak bisa jalan-jalan dengan oppa juga tidak apa-apa. Nanti akan kubawakan makan siang ke kantor oppa. “
Dan sekali lagi ia bertanya, untuk memastikan
“ Benarkah? Kau sungguh-sungguh? Kau tahu, karena kau berhubungan denganku, akan sangat besar kemungkinannya keselamatanmu akan terancam dan.. “
“ Tidak apa-apa! Oppa tenang saja. Lakukan saja apa yang sudah seharusnya menjadi tugas oppa dengan sebaik mungkin. Aku akan selalu mendukung. Lagipula aku kan, bisa jaga diri! Jangan khawatir. Yunho oppa juga seperti ini kan? “ potongnya. Ia tersenyum, tapi hatinya masih gelisah.
“ kalau oppa tidak yakin, kenapa mengatakannya padaku? “ sosok itu bertanya balik padanya sambil tersenyum jahil . Ia terkesiap.
“ Itu karena aku… ! “ Ia menggantungkan kalimatnya. Sosok disampingnya itu menatapnya sambil tersenyum.
Ia lantas membisikkan sebuah kata di telinga gadis itu dan mengedipkan sebelah matanya. Sosok itu tertawa dan memukul bahunya pelan.
*****
10 Maret 2010
Hyemi berdiri di depan cermin, memperhatikan pantulan dirinya dari atas ke bawah. Hatinya berdebar-debar. Sebentar lagi Yunho akan datang. Ia sudah mempersiapkan semuanya. Ruangan yang di dekorasi dengan kreatif, sebuah meja dan dua kursi yang telah dihiasi bunga , serta makanan untuk dinner malam ini. Hari ini benar-benar terasa sangat spesial untuknya, setahun setelah hari jadinya dengan Yunho.
Ia menggigit bibirnya, sebentar-sebentar melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Ia sekali lagi berdiri di depan cermin dan memperhatikan pantulan dirinya yang dibalut dengan sebuah beju terusan hitam selutut pemberian Yunho. Ia tersenyum sendiri.
Semoga Oppa menyukainya
Sementara Hyemi tengah berdialog dengan hatinya, Yunho melangkah memasuki gedung apartemen tempat Hyemi tinggal. Ditangannya, terdapat sebuah buket bunga besar, yang dipesan khusus olehnya. Ia tahu Hyemi sangat menyukai bunga.
Yunho memasuki lift, menuju lantai 7 tempat kamar Hyemi berada. Ia yakin, Hyemi telah menunggunya sejak tadi. Dirapikannya pakaiannya, tak lupa dipakainya sebuah kacamata hitam. Lift akhirnya berhenti di lantai 7. Ia berjalan menuju kamar Hyemi, nomor 127.
Ting tong…ting tong…
Bel di kamar Hyemi berbunyi. Ia segera menuju pintu. Melalu lubang kecil yang dibuatnya dipintu, ia mengintip. Dilihatnya Yunho sedang berdiri dengan tangan terlibat di belakang. Ia tersenyum, segera dibukanya pintu kamarnya.
“ Annyeong! “ serunya saat melihat Yunho.
“ Annyeong!” balas Yunho sambil tersenyum seraya melepas kacamata hitamnya.
Yunho kemudia masuk, Hyemi mengajaknya ke ruangan yang telah ia persiapkan.
“ Tadaa..!!” serunya. Yunho tersenyum melihat ruangan yang telah didekorasi itu. Hyemi benar-benar telah mempersiapkannya.
“ Bagus, aku suka”
Hyemi tersenyum. “ Oppa, lihat! Ini baju pemberian oppa. Bagaimana? “ Hyemi bertanya sambil tersenyum.
“ Itu dariku ya? Ah, aku lupa! Benar-benar cocok untukmu! “ jawabnya.
“ Oppa ini memang pelupa! Tapi tentu saja aku tidak akan lupa, ini kan spesial! “
Hyemi lalu mengajak Yunho untuk duduk.
“ Ini untukmu!” Yunho memberikan bunga yang sejak tadi disembunyikannya di belakang punggunyan.
“ Gomawo yo oppa!!!” Hyemi tersenyum senang. Yunho oppa memberinya sebuah buket bunga kesukaannya.
Mereka saling menatap dan tersenyum. Hari ini, kebahagiaan seakan hanya milik mereka berdua
*****
10 Maret 2010
Ia berjalan di lorong rumah sakit yang sunyi. Hal itu dilakukannya hampir setiap hari. Sebab orang yang akan dijenguknya di rumah sakit adalah orang yang benar-benar berharga baginya. Memang bukan pacar, kekasih, atau apapun sejenisnya. Tetapi dia jauh lebih berharga dari itu.
Namanya Yoon Jiho, anggota NDI divisi dua. Hari ini sebenarnya merupakan hari kerja, tetapi ia meminta izin sehari untuk tidak masuk kantor demi Jisook, adiknya yang saat ini sedang di rawat inap akibat penyakit sirosis yang dideritanya semakin parah. Ia sudah berjanji untuk melewatkan hari sabtu ini bersama Jisook seharian. Ia sangat menyayangi adik peremouan satu-satunya itu. Ya, sebab setelah kedua orang tua mereka meninggal dalam kecelakaan pesawat lima tahun yang lalu, hanya Jisook lah yang ia miliki saat ini
*****
12 Maret 2010
Suasana NDI tidak sesibuk biasanya. Kantor tampak lenggang meskipun semua karyawan datang. Hari ini tidak ada kasus besar yang harus ditangani. Divisi dua pun, divisi khusus penanganan kasus terorisme, tampak santai. Para anggota yang bekerja di divisi tersebut hanya terlihat membuka file-file kasus terorisme yang telah lewat.
Jiho memasuki ruangan kerjanya. Dilihatnya Yunho, Changmin, dan Hyemi tengah sibuk membaca beberapa file. Ia duduk di sebelah Yunho, kemudian mengambil sebuah file untuk dibaca.
“ Annyeong! “ sapa Yunho sambil melemparkan sebuah bola dari kertas ke arah Changmin. Yang dilempar tersentak. Yunho hanya tertawa melihatnya. Jiho tersenyum, ia lantas melakukan hal yang sama, membuat sebuah bola kertas dan melemparkannya ke arah Changmin.
“ Jangan terlalu serius! Nanti mukamu cepat berkerut dan terlihat tua! “ katanya. Changmin hanya mencibir.
Hyemi yang melihat tingkah mereka, hanya tertawa. Lucu sekali memang melihat Yunho dan Jiho mengganggu Changmin. Diantara mereka bertiga, Changminlah yang paling muda. Tetapi mereka sama-sama menyelesaikan masa training di NDI. Karena itu, Yunho dan Jiho sering mengejek Changmin bahwa ia terlihat lebih tua dari usianya sebab ia berteman dengan orang yang lebih tua. Ya, mereka bertiga ditambah Hyemi adalah teman akrab sejak pertama kali masuk NDI.
Jam istirahat pun tiba. Mereka berempat memutuskan untuk menikmati kopi sambil bersantai di ruangan.
“ Bagaimana Changmin?” tanya Jiho sambil merengkulnya.
“ Apanya? “ Changmin balik bertanya. Ia menyeruput kopi yang masih panas itu perlahan.
“ Kau sedang dekat dengan seorang gadis, kan? Bagaimana? Kau sudah mengatakan padanya? “ Jiho tersenyum jahil. Wajah Changmin memerah.
“ Ani.. “ ia buru-buru mengelak sambil menggeleng.
“ Benarkah itu Jiho? “ Yunho tak percaya. Jiho mengangguk.
“ Ternyata kau sudah dewasa, ya! Sudahlah, tidak usah malu-malu! Cepat katakan padanya kalau kau menyukainya! “ desak Yunho.
“ Hyung.. ani a! “
“ Benar, Changmin! Bawakan bunga untuknya, lalu katakan kalau kau suka padanya! Aku yakin dia akan menerimamu! “ tambah Hyemi.
Changmin hanya menggeleng sambil tersenyum.
Trililit… trililit… trililit…
Handphone milik Jiho tiba-tiba berbunyi. Ia segera memisahkan diri dari sahabatnya dan mengangkat telepon itu.
“ Dari siapa? Sepertinya sanagt rahasia? “ gumam Changmin.
“ Pacarnya mungkin! “ jawab Hyemi.
Tiba-tiba alarm berbunyi, tanda bahwa mereka harus segera berkumpul di ruangan rapat. Tampaknya ada suatu masalah penting yang harus dibicarakan. Mereka segera menuju aula.
“ Ayo Jiho! “ teriak Yunho. Ia hanya menoleh.
“ Aku mengerti! “ setelah mengucapkannya pada seseorang di seberang sana, ia segera menyusul sahabatnya.
“ Kita telah berhasil menemukan tempat yang akan digunakan untuk melakukan transaksi itu. Segera siapkan tim! “ seru Kepala NDI.
“ Siap! “
“ Tim A melakukan penyerangan dari gerbang depan gedung tersebut! Tim B menjaga di pintu-pintu keluar lainnya. Tim C melakukan penyerbuan dari belakang gedung. Kali ini kita tidak boleh membiarkan mereka lolos! Yang lainnya bersiap jika ternyata mereka memiliki tempat lain“
“ Siap! “
Para anggota segera bertindak dengan cepat. Dengan menggunakan seragam NDI dan membawa persenjataan yang lengkap, mereka menuju tempat yang diinstruksikan.
NDI adalah sebuah organisasi Intel di Korea Selatan yang bertugas untuk mem-back up pemerintahan dan sistem pertahanan Korea Selatan. Orang yang dapat menjadi anggotanya tentu bukan orang sembarangan. Mereka harus melewati serangkaian tes dan harus dikarantina selama dua tahun untuk mempelajarai seluk beluk intel dan diberi pelatihan agar dapat menjadi anggota intel yang handal.
Menjadi seorang anggota NDI membutuhkan taruhan yang sangat besar. Bukan hanya keselamatan diri sendiri yang sering berada dalam bahaya, tetapi juga keselamatan keluarga dan orang-orang terdekat mereka. Terkadang dalam melakukan tugas, mereka harus siap untuk mengesampingkan keluarga, sebab mereka bekerja demi keselamatan negara.
“ Ada apa Changmin? “ tanya Yunho saat mereka dalam perjalanan menuju gedung tempat target berada . Changin yang tengah melamun, tersentak.
“ Ani. Tidak ada apa-apa” jawabnya sambil tersenyum kecil.
Yunho menatapnya “ jangan sampai lengah! “
Changmin hanya menangguk. Entah kenapa tiba-tiba tadi ia teringat Sooyeon. Hari ini hari sabtu, waktu yang tepat untuk bersantai dan menghabiskan waktu bersama. Tapi ia malah tidak menghubunginya sama sekali. Ia sudah menelponnya kemarin dan berkata bahwa hari ini ia akan sangat sibuk, berkaitan dengan penangkapan malam ini dan tidak bisa dihubungi. Ia hanya bisa menerka-nerka apa yang dilakukan gadis itu. Sejujurnya ia merasa sangat bersalah telah mengatakan perasaannya yang sebenarnya pada Sooyeon. Seandainya..
Ckit! Mobil yang ditumpanginya telah berhenti tepat di depan gedung tersebut. Tampak dari luar, gedung itu sangat sepi. Lamunannya buyar seketika, mereka turun dan segera melakukan penyerbuan sesuai yang diinstruksikan.
Gedung itu adalah tempat yang sering dipakai untuk melakukan perjudian. Setelah diselidiki, aksi judi tersebut memiliki kaitan yang erat dengan kelompok teroris yang mengancam keselamatan negara. Ternyata, kelompok yang dikira telah berhasil di musnahkan dua tahun yang lalu, masih memiliki beberapa anggota yang selamat dan saat ini tengah mempersiapkan langkah untuk melakukan serangan.
Mereka melakukan pembagian tugas. Changmin dan Yunho yang berada di tim A, melakukan penyerbuan dengan memasuki gedung dari atap. Sedangkan Jiho dan Hyemi melakunan penyerbuan dari pintu samping.
Suasana perjudian yang tadinya ramai itu kini diliputi ketegangan ketika anggota NDI masuk ke ruangan tersebut. Mereka segera memberi instruksi kepada peserta judi tersebut untuk menyerahkan diri. Namun mereka tampaknya tidak mengindahkan perintah tersebut dan memberikan perlawanan. NDI terpaksa harus meringkus mereka dengan cara kasar.
Setelah melewati adu fisik dengan para peserta judi selama satu jam, NDI berhasil meringkus salah satu orang yang berpengaruh dalam kawanan tersebut. Ia segera digiring ke markas besar NDI untuk diinterogasi lebih lanjut.

To be continue

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s